Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 64 Panik


__ADS_3

"Sebaik nya malam nanti aku akan pergi bersama gadis itu,ia bisa ku jadikan jaminan untuk pria tua itu." Ucap Anz


"Ya itu ide yang bagus Tuan." Ucap penjaga itu


"A ... apa yang dia maksud dengan jaminan untuk pria tua apa jangan-jangan ... " Risa mendapat firasat buruk akan hal ini,tangan nya gemetar dan,


"Prakk."


Risa menjatuhkan piring itu,sontak Anz dan penjaga itu menoleh ke arah Risa yang syok.


Ia menagis dan lari dari sana,melihat Risa lari tak ada yang merasa Aneh pada Risa.


"Kejar dia !!." Teriak Anz menggema dari dalam ruang makan.


Sontak para penjaga masuk dan berlarian menacari Risa,beruntung nya Risa ia sudah keluar lewat pintu belakang yang kosong.


Jantung nya sangat berdebar dengan gemuruh dari dalam ruangan itu,keadaan di luar sudah gelap tergantikan oleh malam.


"Hiks aku harus bersembunyi di mana." Risa pun menatap sebuah pohon.


"Di sana."


Risa pun memanjat pohon itu dengan sekuat tenaga,dengan tangan dan kaki yang mulai dingin juga keringat dingin dan jantung yang berdebar ia menguatkan hati nya untuk naik ke atas.


Ia pun di atas pohon itu dan melihat banyak penjaga yang berhamburan keluar mencari-cari dirinya.


"Hiks." Ia menutup mulut nya dengan tangan nya agar tak bersuara sambil menagis di sana,berharap sang surya segera terbit ia sungguh takut di kegelapan ini,ia sudah tak kuat di sini.


"Mah Risa takut hiks." Batin Risa


"Kemana dia !! Cari dia !!."


Mendengar itu ia semakin takut,ia juga melihat Abian tengah mencari-cari dirinya.


"Dia kemana ?." Batin Abian


"Cepat cari !!." Teriak Anz semua pelayan dan penjaga mencari di sekitar rumah.


Dan disana menyisakan hanya Anz yang berjalan perlahan.


"Ch dia menjengkelkan !." Ucap Anz


Risa menatap nya dari atas merasa ada sesuatu yang sedang menatap nya ia mencari ke sekitar dan melihat pohon dari bawah ke atas hingga mata hitam nya menemukan mata coklat yang tengah menangis di sana.


"Astaga." Ucap Anz


Risa merasa panik Anz tau keberadaan nya.


"Turun !!!."


"Tidak !! Kau tak boleh lakukan ini pada ku hiks"

__ADS_1


Ia tak terlihat karena pakaian nya hitam.


Anz pun menghampiri nya di bawah pohon.


"Cepat turun !." Ucap Anz


"Tidak ! Aku bilang tidak !."


Anz malah mengoyang-goyangkan pohon kecil itu hingga membuat Risa bergoyang.


"Jangan !!!." Teriak Risa


Risa berusaha keras agar ia tak jatuh namun ia kehilangan keseimbangan dan bergelayun hampir terjatuh.


Kini ia tergantung di pohon itu tinggal 2 meter lagi ia menyentuh tanah,dengan sekuat tenaga ia mencengkram dahan pohon itu agar tak jatuh.


Anz melihat nya kaki nya tergantung dengan rok yang meninggi.


"Astaga kau ini menjengkelkan ! Kau mau hukuman seperti apa hah !."


"Kau lihat aku bisa menggapai mu."


Tubuh Anz memang tinggi hingga ia menghampiri  Risa dan ternyata ia bisa saja mengapai kaki itu.


Perlahan ia menggapai kaki yang tergantung itu dari bawah menarik betis Risa agar turun.


Mata Risa di buat nya membuat ketika ia menghampiri nya dari bawah.


Sontak Risa melepas kan pegangan nya dan mata Anz di buat membulat kala tubuh mungil itu hendak menimpanya.


"Brukk."


"Ahk." Geram Anz kala tubuh Risa menimpa nya begitu pun sebalik nya,kini Anz ia tidih di tanah.


Tubuh pria itu membentur tanah dan Risa membentur tubuh nya.


Rambut itu tergerai menutupi wajah Anz,kaki Risa sungguh sakit di buat nya,sambil tersedu-sedu Risa mulai menaikan wajah nya hingga perlahan rambut itu tak menghalangi pandangan Anz lagi.


Mata hitam itu melihat gadis cantik yang tengah meringis kesakitan di dada nya.


"Tuan !." Teriak Dika dari kejauhan melihat kejadian itu hati nya sedikit meringis melihat kejadian itu.


Ia segera menghampiri mereka berdua,ia meraih pundak Risa dan menjauhkan nya dari Anz.


"Ahk Kaki ku sakit." Ucap Risa ia pun menoleh dan ternyata Abian yang membangunkan nya.


Mata Risa menatap mata Abian dengan sayu ia sungguh berharap pertolongan Abian.Abian hanya berkedip dan mengangguk mengisyaratkan untuk bersabar sebentar lagi.


"Ch dia !! Ayo ikut !!." Teriak Anz yang langsung berdiri dan menyeret Risa kedalam.


"Tidak ! Jangaan !!!."

__ADS_1


Teriak Risa meronta tak mau di bawa Anz,tulang tangan nya begitu sakit kala Anz mencengkram nya dengan kuat.


"Aku mohon jangan lakukan ini."


"Tuan !." Teriak Abian


Anz mentap Abian mengisyaratkan tak ada yang bisa menentangnya.


"Kembali pada tugas mu !." Ucap Anz sambil menarik Risa ke kamar nya.


Dika pun terhenti di sana melihat Risa yng di tarik Anz begitu kuat dengan rontaan Risa yang melirik ke arah nya dengan mata yang membulat.


Ia tak bisa berbuat apa-apa sekarang,sungguh hati nya terasa terbakar melihat semua itu,tangan nya mengepal dengan erat.


"Lepaskan aku !." Teriak Risa


Anz pun membuka kamar itu dan,


"Bruk."


"Ahk." Erang Risa kala Anz melemparnya ke dalam kamar.


Anz pun menutup kamar itu dan mematap Risa dengan tajam,melihat Anz menatap nya begitu membuat Risa merinding dengan air mata di pelupuh mata nya.


"Kau menjengkel kan ! Sebaiknya malam ini aku apakan kamu !." Ucap Anz yang melepas jas nya dan melempar nya ke arah ranjang nya.


Tangan kekar itu perlahan melepas dasi hitam nya dan melempar nya ke segala arah sambil menghampiri Risa yang sedari tadi mundur.


Dan tinggalah kemeja salur hitam itu di badan kekar nya,perlahan-lahan ia lepas semua kancing nya,hingga menampakan dada bidang nan putih itu di ikuti perutnya yang kotak-kotak.


Risa membelalakan mata nya ketika ia melihat nya,wajah nya begitu merah padam dengan mata yang berlinang air mata.


Tubuh nya gemetar seketika ketika ia terpentok dinding dan Anz sudah dekat dengan nya.


"Aku harus apa !." Batin Risa


Anz lantas terduduk di depan nya,melihat Anz begitu dekat dengan nya,ia pun memalingkan wajah nya.


"Dengarkan aku ! Jika kau tak ingin aku apa-apakan malam ini menurutlah padaku ! Jika tidak ! Aku akan menghancurkan masa depan mu !."


Ucap Anz dengan nada tingginya yang lanatas ia berdiri dari sana.


Mendengar hal itu mata Risa sungguh membulat jantungnya begitu berdebar,tangan nya gememtar seketika.


Anz lantas menatap nya tajam.


"Cepat ganti pakaian mu dengan pakaian yang telah ku sediakan di lemari !."


Risa menoleh pada nya dan melihat tatapan maut itu.


"Dia ingin membunuh ku itu lebih baik,dari pada dia menghancurkan ku secara perlahan,hingga aku mati sendiri." Batin Risa

__ADS_1


__ADS_2