
Tak lama bel berbunyi.
Hari ini bagian pelajaran olah raga,Risa tertunduk di bangku nya mengantuk.
"Eh Risa kita ganti baju dulu ya." Ucap teman-teman sekelas Risa
"Iya, pergi lah aku gak kuat cape."
"Iya."
Tak lama Risa mengantuk dan tertidur sebentar dia sendirian di kelas.
"Hei bangun!."
"Ya!."
Ucap Risa kaget dan mengangkat wajah nya dengan mata nya yang sayu dan bibir yg merah padam seperti menandakan akan demam.
"Kamu di suruh ambil peralatan olah raga sama pak Danil " Ucap Adrian
"Hah iya iya!."
Ia beranjak pergi dengan ke adaan masih linglung.
Senyum Adrian semakin semringah melihat Risa pergi ke gedung olah raga,Adrian mengikuti nya dari belakang.
Saat Risa sampai ia mulai mengambil peralatan nya
Namun,
"Clek."
suara pintun di tutup
Risa pun menengok ternyata Adrian yang datang.
"Ada apa lagi." Ucap Risa
"Gak ada ko." sambil mendekat
"Eh kamu ngapain tutup pintu nya"
Risa membulatkan mata nya kaget kala Adrian tersenyum memandang nya.
Risa merasa ada hal yang buruk yang akan terjadi,
Risa merasa paham dengan gerak gerik Adrian yang menatap nya begitu sensitif.
Saat itu juga Risa berlari menjauhi Adrian dan bergegas akan keluar namun tangan Risa tertangkap.
Adrian pun menarik Risa hingga jatuh terpental di
lantai.
"Brukk"
"Ah" ucap Risa sakit kala tangan nya terbentur menyentuh lantai.
Adrian pun menghalangi pintu dengan kursi
Risa pun memandang Adrian.
"Kamu kenapa Adrian, biarin aku pergi!." Ucap Risa marah dan panik ia hendak berdiri namun Adrian tiba tiba meduduki kaki nya dan mendorong nya jatuh.
"Aah,apa yang kamu lakukan ADRIANN !..." Teriak Risa.
"Aku cuma mau kamu terima aku aja Risa."ucap nya
Risa tak bisa berbuat apa apa karena Adrian mengunci kaki nya.
"Sadar dong Adrian,masa cuma karena hal ini kamu gini in aku! emang kamu gak laku !." ucap Risa marah.
Sontak mata Adrian mentap nya marah ia kalap dan menampar pipi mulus nya hingga memerah.
"Plak"
"Ahk sakit Dri kamu jahat !...Hiks." Rintih Risa sambil menyentuh pipi nya.
Adrian dengan sengaja merobek baju Risa dari pinggir sehingga nampak lah bagian pinggang Risa.
"Rekkk"
"Kyaaaa"
"Apa apan kamu dri ... toollonng!!." teriak Risa
"Percuma gak akan ada yang denger sekarang kan masih jam pelajaran sekolah dan asal kamu tau pelajaran olah raga nya gak jadi temen sekelas kita ada di Perpustakaan." ucap Adrian tersenyum.
"LEPAS DRII...TOOLONG..."
__ADS_1
Tangan Risa memcoba memukul-mukul Adrian dengan keras namun tengaa nya tak seimbang,Adrian pun mencengkram tangan mungil itu tak membiarkan Risa bergerak
"Nikmati saja!." ucap Adrian tersenyum
Ia mendekat kan wajah nya hendak mencium Risa namun risa tak tinggal diam dia menggeleng gelengkan kepalanya agar Adrian tak mencium nya.
Adrian pun tak habis akal dia menyusupkan wajah nya di leher putih nan jenjang itu.
"Ahh sakit" jerit Risa
Kala Adrian menggigit lerenya.
Risa pun berusaha melepaskan nya dan saat ada peluaang Adrian menjauh kan wajah nya dari leher nya ia menyusun stategi.
Risa diam saat Adrian mendekatkan wajah nya dan
"Duuk"
Kepala Risa sengaja ia benturkan ke wajah Adrian hingga hidung Adrian terasa sakit.
Saat ia lengah Risa berhasil mendorong tubuh nya hingga jatuh.
risa pun berdiri dan hendak berlari namun sayang tangan nya di pegang dan tanpa sengaja Adrian menarik Risa terlalu kencang.
Hingga membuat kening Risa terbentur sudut meja,hingga hidung nya berdarah,Risa pun pingsan seketika.
Adrian syok dengan kejadian itu dan mendekati nya
"Risa bangunn."
"Brak"
Tiba tiba pintu di dorong paksa oleh Erik dan Davin.
"Risaa." ucap mereka berdua melihat Risa yang pingsan dengan baju nya yang sobek.
"Dasar baj****an lo Drii!!..." umpat Erik sambil menarik kerah baju drian menjauh dari Risa.
Erik pun memukul Adrian dan mendorong nya jatuh.
"Perrgi sana,awas kalo lo buat kegaduhan di luar gua laporin lo ke polisi !." ucap geram Erik
Sementara Davin merangkul kepala Risa
"Risaa bangun."
"Rissaa."
"Risaa bangun." Ucap Erik khawatir karena hidung Risa mengeluarkan darah meski tak banyak.
"Lebih baik kamu bawa dia pulang Erik dia harus di obati baju nya juga sobek." ucap Davin sambil melepas jaket nya dan membalutkan nya menutupi tubuh Risa
"Adrian kemana !." ucap Davin
"Dia pergi lewat belakang sekolah."
"Pergi lah biar aku urus keadaan disini."
"Ok aku pergi."
Ucap Erik sambil menggendong Risa pergi.
Erik pun memesan taksi online dan pergi bersama nya
"Mau kemana?." Tanya Pak Supir
"Ke rumah saya aja pa ini alamat nya." Ucap Erik sambil memeluk Risa
Pak supir yang melihat mereka berdua tak menyakan apapun.
Sampai di rumah Erik membawa Risa ke kamar nya berhubung tidak ada siapa-siapa di rumah nya.
Erik membaring kan Risa di tempat tidur nya erik pun bergegas mengambil air es untuk mengompres kening dan mengelap darah di hidung nya.
Saat mulai mengompres kening nya
Risa pun terbangun
"AHH sakit!."
Risa terberanjak bangun dari tempat tidur
"Di mana ini!."
"Tenang Risa kamu aman,gak papa ko." Ucap Erik sambil memeluk Risa yang keakutan.
Tubuh Risa sangat gemetar
"Aku takuttt ... Hiks." ucap Risa sambil menangis di pelukan Erik,baju seragam Erik pun basah dengan air mata.
__ADS_1
"Gak papa jangan takut aku ada di sini." Ucap Erik sambil mengelus kepala Risa
"Ini dimana?." Tanya Risa sambil melihat sekeliling
"Ini Di rumahku."
Risa memeluk Erik dengan erat
"Apa satu sekolah tau ? lalu Adrian bagaimana."
"Tidak akan ada yang tau dan soal dia aku sudah memberikan nya pelajaran!." Ucap Erik
"Ku harap lain kali kau jaga dirimu." Ucap Erik lirih
"Dan Maafkan aku Risa."
Risa pun memandang Erik
"kenapa dengan mu."
Dengan mata yang berlinang Erik menjawab
"Aku sakit melihat mu begini." sambil kembali memeluk Risa.
"Aku merasa terluka tolong maaf kan aku Risa seharusnya semua ini gak terjadi seharus nya aku ada buat jaga in kamu."
"jangan bilang begitu terima kasih sudah tolongin aku,aku gak tau nanti bakal gimana jadinya tanpa kamu."
Erik memandang Risa memandang pipi nya yang merah dan menyentuh bibir Risa yang sedikit tergores.
Erik mengecup bibir itu"ah sakit" ucap Risa
Risa terdiam dan memeluk Erik kembali
"Ups,maaf." Ucap Erik sambil tersenyum
"Terus hubungan kita gimana Risa." Tanya Erik
Risa melepaskan pelukan Erik
"Aku tidak tau."
Sambil memalingkan wajah Risa tak menjawab
Erik memegang tanggan Risa
"Tolong maafin aku Risa hal itu gak akan terjadi lagi pliss beri kesempatan buat aku sakali ini aja." Ucap Erik
"Aku pikirin lagi nanti aku mau pulang."
"Mau apa pulang kamu bisa di sini dulu."
"Maaf tapi aku mau istirahat di rumah."
"Di sini juga bisa kan kalau cuma istirahat."
"Enggak ah kamu gangguin aku mulu."
Sambil tersenyum Erik mengantar Risa pulang naik motor nya yang terparik di Bagasi.
Mereka pun sampai di rumah Risa
"Udah nyampe makasih udah di anterin."
"Iya sama sama gak usah sungkan sama aku,aku kan aku calon suami mu." Ucap Erik di telinga Risa
"Ih apaan sih." Jawab Risa sembari menyiku perut Erik.
"Loh ko kamu ikut masuk." Tanya Risa heran
"Aku kan mau nganterin kamu sampai kamar."Ucap jahil Erik
"Eh cepet pulang."
Ucap Risa sambil dorong Erik keluar
"Emang kamu gak mau nawarin aku minum dulu yang." Tanya Erik
"Enggak kan kmu harus pulang."
"Yaudah aku pulang."
Sambil membungkuk menjajarakan wajah mereka Erik mengelus kepala Risa.
"Obatin luka kamu ya pipi mu udah kaya kepiting rebus."
"Iya."Ucap Risa
"Ya udah aku pulang yah daah."
__ADS_1
"Dahh ... "