Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 26 Perasaan Ethan


__ADS_3

Salah satu dari mereka menghampiri Ethan


"Hei." Ucap wanita itu sambil meraba pundak nya


Ethan hanya diam meski rasa nya ia ingin membanting tangan itu.


"Kenalin namaku ankika." Ucap nya sambil duduk di depan Ethan


Ethan menatap nya ia cantik bibir nya terpoles lipstik merah yang menawan,pipi nya merona dengan make up yang pas, pakaian mini nya menampakan belahan dada nya ,Rambut nya terurai bergelombang.


Ethan rasa nya tak mau menjawab wanita itu dan memalingkan wajah nya.


"Ini minuman nya."


Ethan lantas meminum minuman yang memabukan itu.


"Satu lagi." ucap nya


Setelah meminum 3 gelas ia sudah meras pusing dan kesadaran nya hampir hilang.


Ankika mengambil kesempatan itu


Ia mendekat kepada Ethan dan membawa nya duduk di sofa bar,musik pun di mainkan banyak pria wanita mabuk di sana berjoged riang tanpa batasan di sana.


Ethan hanya terduduk dengan wajah merah mabuk nya di temani Ankika.


"Kamu sangat tampan sayang." Ucap Ankika yang membelai pipi Ethan.


Ethan yang tak sadar memegang tangan yang meraba pipi nya ia lantas menatap nya.


Wajah Ankika begitu nampak cantik,hingga Ankika mendekat kan wajah nya kepada Ethan,dengan beberapa jarak lagi bibir merka akan bersentuhan.


Ethan malah mengingat wajah Risa di benak nya seketika membuka mata yang sayu itu dan mendorong Ankika hingga tersungkur di sofa.


"Kamu kenapa sayang." Ucap Ankika syok.


"Dasar wanita murahan." Ucap Ethan ia lantas pergi dengan sempoyongan dari sofa itu,membuat Ankika bengong untuk pertama malinya ia di tolak seorang pria.


Ia memesan sebuah minuman lemon dingin untuk mengurangi mabuk nya.


Setelah meminum itu ia perlahan mulai sadar dan membayar minuman yang ia minum dan pergi dari tempat itu.


Saat ia sampai hati yang penasaran itu sudah tau jawaban nya.


Ia menyukai gadis muda itu,gadis biasa itu dan gadis keras kepala itu.

__ADS_1


Ia lantas masuk ke mobil nya dan hendak pergi ke rumah sakit iya yakin jika wanita itu ada di sana.


Sementara di Rumah Sakit Risa hendak beristirahat di ruangan ibu nya ia meminjam selimut dan bantal dari suster di sana semakin malam semakin sedikit orang.


Risa pun membaringkan tubuh nya di lantai,ia mulai terlelap di sana.


Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.


Ethan sampai dan masuk ke ruangan Ibu Dita dan benar saja nampak wanita yang ia sukai itu terlelap dilantai.


Ia lantas mengampiri nya perlahan ia merangkak membuat sang wanita berada di bawah nya,Ia lantas melihat wajah itu.


"Kenapa?." Ucap nya dengan mata yang sayu.


Kepala nya masih sangat pusing ke sadaran nya pun belum pulih.


Sementara Risa yang terlelap merasakan ada aroma minuman menyeruak ke hidung nya dan merasakan hembusan nafas.


perlahan ia membuka matanya dan betapa kaget nya melihat Ethan di atas nya,meski tak bersentuhan ia kaget wajah Ethan tak nampak karena tertutup poni rambut nya ia ter tunduk.


"Aah" Teriak nya sontak tangan nya menyilang di dada nya,menghalangi tubuh Ethan agar tak bersentuhan dengan nya.


Dan ingin mendorong tubuh Ethan agar menjauh dari ny a namun sayang Ethan tak bergerak dari sana


"jamu ngapain di sini." ucap Risa yang menyerah dengan tubuh kekar itu tak ingin beranjak.


Risa pun bangun berhadapan dengan nya dan melihat wajah Ethan yang merah dengan bau minuman di bibir nya.


"Kamu mabuk?." Ucap Risa ia menatap Ethan, mata Ethan berusaha mentap nya juga namun mata nya malah jadi perem melek.


"Akuu ... " Ucap Ethan sambil memegang kepala nya yang sakit.


"Apa? Sebaik nya kamu pulang."Ucap Risa takut dengan keadaan Ethan.


Ethan mulai sadar dan branjak untuk pergi ia masih bisa mengendalikan perbuatan nya jika tidak akan ada masalah besar antara nya dan Risa.


"Ada apa dengan nya, kenapa dia mabuk." Ucap heran Risa


Ia pun berbaring kembali dan melanjutkan tidur nya


Sementara Ethan pulang saat ia berada di mobil nya ia minum air sedikit dan kesadaran nya mulai normal


"Siaal!." Ucap Ethan yang memukul stir mobil nya.


Ethan lantas pulang dan sampai di apartemen mewah nya ia di rumah semegah itu sendiri hanya dengan tukang kebun dan dua pembantu.

__ADS_1


Ethan pun masuk ke kamar nya dan menjatuhkan diri nya di kasur empuk itu


Rasa sakit di dada nya hanya akibat melihat Risa berpelukan dengan pria lain,hanya itu yang terbayang di pikiran nya.


Waktu menunjukan tengah malam,rasa kantuk menghampiri nya perlahan lahan ia terlelap.


"Aku harus melakukan sesuatu." Igau nya dalam tidur


Ke esokan hari nya.


Risa pun bangun dan melihat ibu nya masih terbaring tak bergerak di sana.


"Mah risa sekolah dulu ya." Ucap Risa kepada ibu nya


"Muah " Risa mencium kening dan tangan Ibu nya,ia pun pergi pulang naik taksi.


"Huuh uang ku tinggal sedikit gak akan cukup buat beli ponsel lagi." Gumam Risa dalam hati.


Ternyata seperti ini jika tidak Ibu dan Ayah apalagi kerabat


Rasa nya seperti kota tua yang hanya terlihat indah karena lampu terang nya saat malam hari


namun saat engkau berjalan di sana yang kau temukan hanya lah tembok usang dengan banyak lubang tak sempurna di sana tanpa warna.


Itu lah yang Risa rasakan saat ini, kepada siapa dia mengadu kepada siapa dia berpegangan tangan hanya diri nya sendiri,Memikirkan itu Risa menangis di mobil.


Sementara Ethan baru saja bangun kepala nya sungguh sakit ia pun terduduk di tepian ranjang wajah tampan nya lusuh.


Ia lantas pergi ke kamar mandi menyegarkan tubuh nya saat selesai ia mengambil setelan kerja nya.


Ia merapihkan rambut nya dengan setelan rompi dan rambut nya di sisir ke samping membuat nya nampak bak pangeran bibir nya merah alami dengan kulit putih yang mulus.


Ia lantas menatap diri nya di cermin.


Ia terlihat mirip dengan alm.Ayah nya,tapi masalah percintaan nya ia mengikuti langkah Ibu nya yang tak cukup dengan satu pria.Dulu Ethan juga di cap sebagai playboy.


Berbeda dengan ayah nya yang setia pada ibu nya


Bahkan Ethan sering melihat Ibu nya pergi dengan pria lain.


Ayah dan Ibu nya kecelakan karena mereka berdua bertengkar di mobil.


Ethan terjerumus ke jalan yang salah dengan terus berpacaran dengan banyak wanita tanpa memberikan ke pastian pada mereka.


dan saat itu lah karma nya berlaku saat ia mencintai serorang wanita dengan tulus wanita itu malah bercumbu dengan pria lain bahkan saat akan melakukan akad pernikahan.

__ADS_1


Ia membuang muka melihat wajah nya


__ADS_2