Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 65 Entah Dimana


__ADS_3

"CEPAT !." Teriak Anz


Sontak Risa berlari ke arah lemari dan mengambil pakaian nya.


Sementara Anz melepas pakaian nya hingga kini ia bertelanjang dada dan masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Sementara melihat Anz tengah mandi Risa mencoba mencari kunci kamar itu di pakaian nya,mengotak atik ke segala tempat namun sayang ia tak menemukan apapun.


"Dimana dia menyimpan kunci itu,apa dia membawanya sambil mandi." Ucap Risa putus asa.


Tanpa sadar Anz ternyata ada di belakang nya hanya dengan handuk di pinggang nya,Anz meraih leher itu dan mendekap nya di dada nya.


"Ahk!." Pekik Risa kala leher nya di cekik lingkaran tangan kekar itu,membuat lehar nya sakit dan membuat nya kesulitan bernafas.


"Cepat mandi dan berdandan lah,jika tidak kau tau apa yang akan ku lakukan selanjut nya."


Anz membalikan tubuh itu dan mendorong nya ke arah kamar mandi.


"Hah ... hah." Lega rasa nya tengorokan itu bisa bernafas kembali.


Risa tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti ke inginan pria jahat itu dan pergi ke kamar mandi,tak sadar air mata nya jatuh dari sudut mata nya,tonggorokan nya begitu sakit menahan tangis yang tak keluar.


Saat di kamar mandi ia menyalakan shower nya membiarkan air itu membasahi pakaian dan tubuh nya.


"Hiks ... kenapa nasib ku seperti ini ... kenapa semua orang jahat padaku padahal aku tak berbuat salah pada mereka hiks..."


Risa mengis di sana meluapkan segala penderitaan nya.


"Aku mau pulang ... hiks ... Mamah,Ethan."


Tangan Risa merekat dengan kuat tatapan nya berubah kosong ia sudah pasrah dengan hidup nya kini ia tak punya semangat hidup lagi.


Perlahan ia melepas pakaian yang basah itu di sana hingga tubuh mungil nan putih itu tak mengenakan sehelai benang pun.


Ia mematikan shower nya dan melilitkan handuk di tubuh nya.


Ia pun keluar kamar mandi dengan tatapan kosong dan wajah merah padam nya bibir nya tak mengisyaratkan rasa malu


Ketika melihat pria yang tengah menatap nya tak berkedip,pria yang tengah duduk di sofa rapi dengan setelan pakaian kantoran nya dengan wajah tampan dan tatapan tajam nya.


Risa berjalan mengambil pakaian di lemari dan mengganti pakaian nya di ruang ganti.

__ADS_1


Ia memakai dress mini dengan balutan blezer berwarna pink dengan aksen berkilau di dada nya,di sana menampakanan leher nya yang putih.


Ia pun keluar dari sana dan nampak lah pria itu tengah berada di depan nya.


Melihat tatapan kosong nya,Anz yakin jika gadis itu mau tak mau harus menuruti nya kali ini.


Anz lantas memegang pundak mungil itu,dan membawa nya kedepan cermin,memperlihatkan wajah cantik nya meski dengan tatapan kosong nya.


Anz lantas mengambil sisir nya dan tertarik untuk mendandani gadis yang tengah ada di hadapan nya.


Ia menyisir rambut yang mulai panjang itu,rambut berwarna hitam itu ia sisir dengan rapih terurai.


Harum rambut nya menelusuri rongga hidung nya,jari jemari Anz mengelus rambut nya begitu pelan.


Ia membalikan kursi yang tengah di duduki nya hingga menghadap ke arah nya,ia lantas berjongkok mensejajarkan wajah mereka.


Ia mengambil polesan bedak yang ada di sana,mengusap pipi mulus itu dengan polesan bedak dan perona pipi.


Ia mengambil lipstik merah itu dan memegang bibir mungil itu,perlahan ia poleskan warna itu di sana.


Nampaklah warna merah ranum di bibir nya yang mungil,perlahan ia selipkan rambut itu di telinga nya,dengan Risa yang makin tertunduk,ia memasangkan anting berlian putih di telinga nya.


"Ada yang berbeda dengan gadis ini." Batin Anz


Melihat Risa yang kini tertunduk dan tangan yang memegang kursi,dengan erat.


Dari dalam lemari meja rias,Anz mengambil sepatu hils mungil berwaran ungu bening,ia menumpukan kaki Risa di paha nya,dengan sedikit dorongan membuat kaki itu memakainya.


Anz begitu dekat dengan nya hingga nafas Anz menderu di pipinya.


Sontak Risa tersadar dengan keadaan nya.


Risa mencoba menjauhkan tubuh nya dari Anz di sana.


Saat selesai Anz beranjak dari sana memegang tangan mungil itu dan menarik nya berdiri.


Mata Risa tak sengaja bertemu dengan mata hitam Anz.


"Sebaiknya kali ini kamu menurut." Ucap Anz


Risa hanya diam mendengar itu,entah apa yang akan di lakukan Anz pada nya.

__ADS_1


Anz lantas menarik nya keluar kamar itu,melewati setiap lorong besar nan mewah itu dengan Anz yang memegang tangan nya dengan keras.


Dari kejauhan Abian melihat mereka dan sengaja mengikuti nya.


"Seperti nya aku harus bertindak dari sini,tadi sore aku sudah mengubungi Ethan."Batin Abian


Mengingat saat ia bertemu dengan Ethan yang mencari Risa di sebrang jalan bersama ibu nya.


Bisa saja waktu itu Abian mengatakan nya namun tugas utama nya belum selesai dan nyawa Risa jadi taruhan nya.


Ia tau Anz bisa melakukan apa pun yang ia inginkan kerena sebagian polisi di tempat nya tinggal adalah anak buah nya.


Ia tak bisa gegabah dalam mengambil tindakan.


"Masuk lah !." Ucap Anz pada Risa


Risa hanya menuruti nya dengan wajah cantik yang murung itu ia masuk ke dalam mobil di susul Anz yang duduk di samping nya.


"Jalan." Ucap Anz pada supir nya


"Dia mau bawa aku kemana,apa yang akan dia lakukan padaku." Batin Risa sambil melihat keluar jendela mobil.


Kini Risa sudah merasa putus asa dengan dirinya hingga tangan dan telapak kaki nya mengeluarkan keringat dingin memebuat tangan nya begitu terasa hambar.


Anz lantas menatap gadis yang tengah berada di samping nya dengan wajah murung yang di tampilkan pantulan kaca mobil nya.


Ia melihat wajah cantik itu begitu murung,bibir Anz lantas sedikit tersenyum.


Belokan demi belokan dan pemandangan yang begitu asing bagi Risa membuat nya semakin takut.


"Ciitt." Mobil itu pun berhenti.


Mata Risa membulat kala mereka berhenti di sebuah gedung yang nampak nuansa gedung tua hanya dengan 3 lantai saja.


"Keluar." Ucap Anz sambil keluar dari mobil


Risa hanya menggeleng dan semakin memojokan diri nya agar tak keluar dari mobil,namun supir nya Anz membuka pintu nya dan menarik paksa Risa Untuk keluar,mau tak mau dengan tenaga yang terkuras ia menyerah dan keluar dari mobil.


Anz lantas menghampiri nya dan menggenggam tangan nya.


Ia menarik nya untuk masuk ke dalam.Anz lantas menutup wajah nya dengan topeng hitam membuat wajah tampan nya tersembunyi.

__ADS_1


__ADS_2