
"Rekk."
"Ah!."
Rintih Risa kala tangan nya di pelintir dan terselip di punggung nya dengan dada Anz di pungugung nya dan deru nafas di telinga membuat nya bergidik.
"Kau tau ini hanya permulaan." Bisik nya di telinga Risa.
Anz pun mendorong Risa kembali hingga terjatuh.
"Apa mau mu !! ... " Teriak Risa menatap nya tajam,ia sudah merasa jengkel dengan ke adaan ini.
"Kau ingin tau ... " Ucap anz menarik lengan nya agar berdiri dengan keras.
"Kau perlu tau jika ini adalah keinginan terbesarku untuk menyiksa mu,seperti yang orang tua mu lakukan pada keluarga ku." Ucap Anz yang lagi-lagi mendorong Risa.
"Ah."
"Buk."
Ia terdorong dan menabrak penjanga yang sedari tadi menatap nya tajam.
"Bawa dia ke ruang bawah tanah penjara dia di sana dan jangan beri makan dia."
"Baik tuan."
"Lepas !..."
Penjaga itu pun membawa Risa ke ruangan paling bawah.
"Hancurkan mobil yang ia bawa dan buang ke sampah mobil." Ucap Anz
"Siap Tuan."
Penjaga itu pun pergi dengan tugas nya.
"Dengan begitu tak akan ada yang menemukan nya di sini." Ucap Anz
"Bruk."
"Jangan kurung aku di sini tolong hiks." Teriak Risa kala ia tak ingin di kurung di tempat yang gelap,lembab dan beralas tanah.
Perlahan pintu yang bercahaya itu kini tertutup hingga semua nampak lah gelap.
"Aku mau pulang tolong hiks,kenapa semua nya jadi seperti ini."
Risa pun terduduk bersimpuh di tengah ke gelapan,dengan tenaga yang habis ia menyenderkan tubuh nya di jeruji.
Dengan perut yang terus berbunyi dia sungguh kelaparan dan kelelahan ia bersandar di sana dan menangis.
"Erik!." Ucap nya kala ia mulai kehilangan ke sadaraan nya.Meski setelah ia melihat poto itu, Sampai sekarang ia masih mengharapkan kekasih nya kembali dan menolong nya.
"Ethan ! Bagaimana keadaan nya apa dia baik-baik saja hiks."
"Tolong."
Sementara Ethan dan Ibu Dita telah sampai di markas tuan Anz dahulu. Bangunan kusam itu nampak terbengkalai.
"Apa di sini Bu,tapi di sini kosong ?."
__ADS_1
"Dulu di sini,bagaimana ini."
Waktu sudah bekitu larut,Ibu Dita pun mencoba mencari di sekeliling rumah itu memang tidak ada siapa pun.
Ethan lantas mencoba memanggil nomor polisi lagi.
"Hallo Pak bagaimana apa sudah ada kabar tentang Risa ? ."
"Belum Pak kami kehilangan jejak mobil itu hilang Pak tapi akan kami usahakan segera menemukan nya."
"Baik pak kabari saya lagi jika ada perkembangan."
"Siap Pak!."
Ethan pun menutup telpon itu,
"Ahk !! Bagaimana ini kemana mereka menculik Risa."
Ethan pun tertunduk dan meremas rambut nya.
"Bagaimana dengan keadaan nya sekarang, Ahk ini semua salah ku jika saja waktu itu aku tak melelas tangan nya semua nya tidak akan seperti ini." Ucap Ethan
"Clak."
Tak terasa air mata jatuh dari sudut mata nya.
"Baru saja kemarin dia melewati hal sulit,kenapa sekarang harus lagi."
Namun terbesit di hati nya.
"Apa jangan-jangan Angga di balik kejadian ini,tapi tidak mungkin bukan nya pria yang bernama Anz yang menculik nya,tapi bisa jadi Angga juga terlibat,aku harus mencari tahu." Batin Ethan
"Bagaimana Bu ?."
"Kita gagal Risa tidak di sini ... hiks."
Ibu Dita merasa kaki nya lemas lagi dan terjatuh.
"Bagaimana ini,Risa bagaimana apa dia baik-baik saja hiks."
"Kita pulang dulu Bu,biarkan polisi yang mencari nya."
Tak ada pilihan lain karena Ethan seperti nya sudah kelihatan lelah mereka pun pulang lagi.
Sementara itu Risa terus memejamkan mata nya ia sangat takut dengan keadaan ini.
Ia sungguh tak berdaya.
"Toloong."
Tubuh nya begitu menggigil,baju kemeja putih itu nampak lusuh dengan rok hitam di atas lutut nya kotor,ia terbaring di sana tanpa cahaya sedikit pun.
Ia pun memejamkan mata nya agar ia merasa di balik kelopak mata nya ada cahaya begitu terang.
Namun kesadaran nya malah menghilang dan ia pun tertidur.
"Mah ... " Igau nya dalam tidur.
Saat Risa tengah tidur penjaga yang sedari tadi memperhatikan Risa menghampirinya.
__ADS_1
"Hei!." Bisik nya ingin membangunkan Risa dengan mencolek tubuh nya yang bersandar di jeruji.
Risa pun membuka kan mata nya,merasa ada yang menyentuh nya ia sontak membalikan tubuh nya.
"Siapa ?." Ucap Risa mencari ke sumber suara karena kegelapan membuat nya sungguh tak bisa melihat apa-apa.
"Pelan-pelan nanti ketahuan." Ucap pria itu
"Kamu siapa ?." Tanya Risa
"Aku A ... Dika." Nama nya tiba-tiba berubah hurup depan.
Ia pun mulai menyalakan senter kecil dengan bentuk gantungan kunci kecil.
Cahaya dari senter kecil itu lantas membuat Risa lega bisa melihat sesuatu.
Dan nampak lah penjaga yang tadi.
"Ini makan lah roti ini,sengaja tak ku bungkus agar tuan Anz tak tau."
Risa hanya melihat itu.
"Kenapa ? Ayo makan lah agar kamu punya tenaga untuk lari dari sini." Ucap pria yang bernama Dika itu
"Dan ini senter kecil nya simpan di saku mu pakai yang hemat,kalau begitu aku pergi dulu." Ucap nya yang hendak pergi,namun Risa menghentikan nya.
"Tunggu ! Kenapa kamu membantuku ?."
"Anggap lah kita teman, cepat habis kan nanti tuan Anz kemari."
Risa pun merasa lega ia mengambil roti itu dan memakan nya.Senter itu lantas Risa hemat dengan mematikan nya saat ia tak begitu takut.
Sementara Anz baru selesai mandi,dengan hanya terbalut handuk kimono yang masih menampakan punggung kekar nan putih dan dada bidang nya.
Ia begitu senang berhasil menemukan gadis yang selama ini ia cari,ia lantas menatap wajah nya di cermin.
"Sekian lama aku menahan amarah ini akhir nya anak itu ada di sini ! Dia harus membayar apa yang telah orang tua nya lakukan kepada orang tua ku dan adik perempuan ku !."
"Meski orang tua nya sudah tiada di tangan ku,aku masih belum puas karena keturunan mereka masih hidup !."
Gumam nya di cermin,ia lantas memakai pakaian nya tak sabar untuk menyiksa gadis itu.
Setelah selesai ia turun ke bawah dan melihat penjaga-penjaga itu di bawah.
"Bagaimana apa tugas kalian selesai ?."
"Sudah Tuan semuanya beres,tidak akan ada yang curiga gadis itu di sini."
"Ok bagus,kalian berjaga saja di luar."
"Baik tuan." Mereka pun pergi,Sementara Anz turun ke ruangan bawah tanah.
"Ceeeett."
Pintu lantas terbuka,cahaya dari ruangan mewah itu lantas menyinari ke dalam kegelapan.
Risa terberanjat ada yang masuk ke sana,dengan segera ia memasukan senter gantungan kunci itu kedalam saku nya.
Ia mundur dan duduk di pojokan yang gelap.
__ADS_1
"Cklek." Kunci jeruji nya di buka,saat cahaya bersinar menampakan gadis cantik yang ketakutan di sudut membuat nya menyeringai.