
"Ayo kita pergi" ucap ethan
Risa pun beranjak dari duduk nya dan berjalan ke luar
Ethan masih senang mengerjai risa dengan kebohongan itu
Wajah risa sungguh murung dan pucat
"Rasa nya tubuh ku kotor, apa benar kami berdua melakukan hal itu" batin risa
"Buk"
"Silahkan masuk" ucap ethan lembut
Risa pun masuk ke dalam
Di susul ethan yang tersenyum
Mereka berdua pun melaju pergi
Saat di perjalanan risa hanya menoleh ke luar
Ia memberanikan diri menatap dan bertanya pada ethan
"Apa benar kita berdua sudah...." risa tak kuasa mengatakan hal itu hingga ia mencengkram keras kaos putih itu
Ethan lantas memegang tangan risa
"Apa kau ragu"
Jawaban itu membuat risa memalingkan lagi wajah nya
Ia berusaha tak menganggap serus hal itu mencoba menenangkan hati nya yang tak karuan
Sementara ethan senang dengan hal itu ia punya kesempatan untuk menikahi nya dengan sedikit kebohongan ini
"Gimana kalau kamu hamil sa" tanya ethan dengan seringai di sudut bibir nya
Pertanyaan itu membuat risa tertegun dengan mata bulat nya menatap ethan
"Aku gak tau gimana gimana" gumam batin risa
Risa menelan ludah nya tak tau harus bagaimana
"Kenapa ? Bingung yah "
Risa masih tak menjawab nya ia masih memikirkan
"Bagaimana jika aku hamil dan orang orang tau aku dan ibu ku pasti akan malu se umur hidup dengan aib karena dosa yang ku lakukan,,bagaimana ini" batin risa terus menggumam membayang kan jauh sekali
Sungguh keterlaluan kebohongan ethan namun ia fine fine saja dengan hal itu
Tak terasa mereka sudah dekat dengan rumah risa
"Sudah sampai" ucap ethan
Risa pun segera ke luar dan hendak masuk namun ia lupa kunci nya
"Kenapa ?" Tanya ethan kala melihat risa terdiam di depan pintu
"Kunci nya gak tau dimana tas nya juga gak ada" ucap risa
"Oh itu ada di rumah ku" ucap ethan
"Terus gimana ?" Tanya ethan
"Mm kunci cadangan nya ada di dalam rumah" ucap risa
"Aku dobrak aja gimana" tanya ethan
"Jangan nanti pintu nya rusak"
"Aku pinjam kunci mobil mu bisa gak"
"Nih"
__ADS_1
Risa mencoba membuka nya dengan kunci itu karena kunci rumah nya di desain mirip kunci mobil
Setelah beberapa saat
"Cklek"
Pintu itu terbuka
"Wah wah kaya nya kamu berbakat jadi pencuri" ucap ethan
Sontak risa menatap tajam ethan
"Ini aku kembalikan" ucap risa yang mengembalikan kunci mobil itu kepada sang pemilik
Ia pun masuk ke dalam tanpa menghiraukan ethan
"Pencuri hati ku maksud nya" ucap ethan pelan sambil tersenyum
Ia pun masuk ke dalam rumah mengikuti risa
Risa pun berlari naik ke atas ke kamar nya namun belum beberapa anak tangga tumit risa terasa sakit tiba tiba
"Aahh"
"Brukk bruk bruuk"
Risa terjatuh dari tangga dengan beberapa benturan keras
Ethan kaget dan langsung menghampiri risa
"Kamu gak papa ?" Tanya ethan yang langsung membangunkan tubuh risa
"Awhh kaki sama perut ku sakit ahhk hiks"
"Kita ke dokter yah" ucap ethan khawatir
"Gak gak usah gak papa"
"Awwh"
"Duduk lah biar ku lihat kaki mu" ucap ethan
Risa pun duduk dengan memegangi perutnya yang sedikit lebih baik
Ethan lantas memegang kaki risa dan
Risa sedikit menepis tangan ethan karena malu
"Jangan gak usah" ucap risa gusar dengan ethan yang memegang pergelangan kaki nya
"Kenapa ? Toh semalam aku sudah memegang semua nya " ucap ethan
"Plak"
"Awh"
Risa menepuk bibir itu dengan tangan nya perkataan itu memebuat risa memebelalakan mata nya dengan wajah yang memerah
"Kau tau aku tidak percaya tentang kemarin malam, toh aku sama kamu pakai baju, kamu pasti bohong" ucap ketus risa menolak perkataan ethan
"Rekk"
"AHK" pekik risa kala ethan menarik kaki risa
"Kita simpas yah" ucap ethan tersenyum
"Ih sakitt tau"
"Tapi kaki kamu lebih baik kan" ucap ethan
Risa pun mulai merasa rasa kan kaki nya yang membaik
Risa pun berdiri
"Benar rasa nya sedikit lebih baik" ucap risa
__ADS_1
Ethan pun beranjak berdiri
"Dan memang tak terjadi apa apa semalam"
ucap ethan pada risa tak tega takut risa melamun dan menjadi beban mental untuk nya
Sontak risa memebelalakan mata nya
"YAA JADI DARI TADI KAMU BOHONGIN AKU TERUS !!"
"Yah itu cuma senam otak dan jantung saja untuk mu" ucap ethan dengan wajah datar nya
"Tapi itu keterlaluan" ucap risa yang spontan mencubit pipi ethan dengan keras
Meski ia harus jinjit untuk meraih pipi itu
"Aawhhh" pekik ethan
Ia pun sedikit menjauh dari risa namun kaki risa masih terasa sedikit lagi hingga
"Ah"
Risa hampir terjatuh namun ethan menangkap nya
Dengan posisi risa memeluk ethan yang menopang tubuh nya agar tak terjatuh ke lantai
Risa pun menadahkan wajah nya
Mata mereka saling berpandangan untuk pertama kali nya risa menatap pria itu dengan dalam
Membuat jantung ethan berdegup kencang
Ia mencoba agar jantung tak berdegup begitu kencang hingga keringat nampak berkelip di kening ethan yang putih
Ia takut risa mendengan degup jantung nya
Ethan lantas langsung membuat risa berdiri
"Kamu gak papa" ucap ethan
"maaf" ucap risa malu dengan perbuatan nya yang berlebihan
"Tak apa aku maklumi kamu pasti gugup kalau deket pria tamapan yang gak ada tandingan nya ini jadi kamu salting" ucap ethan mencoba mengalihkan perhatian risa
Risa hanya menatap ethan
Ethan mencoba bersikap dingin pada risa agar tak ketahuan perasaan nya sungguh sulit menyembunyikan perhatian nya untuk risa
Ia tak bisa bersikap dingin pada nya
Ia tau risa punya seorang kekasih pria yang ia lihat di bandara namun ia sudah selangakah lebih maju dengan kejadian kemarin
"Kamu mau pergi ke kantor tidak, biar sekalian aku antar"
"Mmm dia masih memikirkan pekerjaan ku padahal kaki ku lagi sakit dia menyebalkan" batin risa
"Tapi kaki ku.."
"Cepet aku tunggu nanti kesiangan" ucap ketus ethan
Risa pun beranjak ke kamar nya dengan jalan yang tertatih tatih
Ia mencoba menaiki tangga nya lagi saat ia melangkah tiba tiba ethan memegangi badan risa dan membantunya naik ke atas
"Jangan GR aku cuma gak mau kamu jatuh lagi nanti kamu gak masuk kerja, siapa yang rugi Aku" ucap ethan
"Mh iya iya"
"Cklek" pintu kamar risa di buka
"Cepat lah mandi aku tunggu di luar kamar cepet jangan lama"
"Iya"
"Cklek"pintu pun di tutup kembali oleh risa
__ADS_1
Ethan menunggu di luar sambil memainkan ponsel nya