Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 16 Flashback


__ADS_3

Tak lama Sita dan geng nya maju mencalonkan menjadi anggota OSIS di susul murid pria yang lain.


"Nah karena kalian kan punya jabatan dan sekarang resmi jabatan kalian di copot, tinggal cari pengganti buat jabatan di kelas yang baru,pertama siapa yang mau jadi ketua kelas." Ucap kakak kelas.


Semua tak ada yang maju karena mereka tau aku pringkat ke 4 mereka menunjuku.


"Risa cantik kamu mau kan jadi ketua kelas."


"Enggak ka jangan aku yang lain aja."


Namun yang lain malah meneriaki namaku


"Risa ... Risa ... Risa."


Kakak kelas pun memegang tangan ku dan meariku ke depan dan sudah di pastikan aku yang akan menjadi ketua kelas.


Rasa nya sangat takut


"apa aku bisa melangkah menuju tanggung jawab ini." Batin Risa.


"Ok akan ku coba,apa boleh buat sudah terjadi aku pasti bisa." Ucap ku saat itu.


Hari-hari pun berjalan stuktur organisasi lama telah di ganti dengan yang baru nama ku terpampang di atas.


Aku pun mulai akrab dengan tanggung jawab ku  dari menjadi pimpinan barisan,mengatur kehadiran siswa bersama sekertaris,mengatur ke uangan bersama bendahara dan mengatur kelas hal itu berjalan sesuai keinginan ku.


Aku pun mulai akrab dengan para Guru,setiap saat akan pulang aku selalu menyetor kan absensi itu ke kantor.


Para Guru pun mulai mengenalku namun apa kabar dengan organisasi osis belum ada kabar apa pun status mereka di gantung.


Saat itu lah aku mulai dekat dengan Erik sebagai wakil kelas ku,aku tau saat ia baru kelas 10 banyak gadis yang menyukai nya bahkan kakak kelas pun banyak yang ingin menjadi kekasih nya namun tak satu pun ia terima.


Saat itu aku dan Erik terpilih mewakili sekolah dalam rangka pentas seni kami menggambar dan merancang membuat poster saat itu lah kami dekat.


"Risa ... "


"Iya."


"Gambar mu ko bagus banget ada apaan sih di tangan kamu." Ucap Erik menyentuh dan melihat -lihat tangaan nya.


"Awh." ucap Erik ketika aku mencubit pipi nya kala ia terus melihat-lihat tangan ku.


"Hihi rasa in makanya jangan mainin tangan aku terus kapan jadi nya desain poster nya kalau kamu main-main terus."


"Hi iya maaf ... maaf."


Saat itu lah mata kami berani saling menatap.


Namun sayang poster yang kami buat hanya masuk pringkat 5.


Sekolah pun berjalan seperti biasa nya.Aku dan Erik semakin akrab.


Saat pulang sekolah hujan pun turun dengan deras


"Huft untung bawa payung."


Aku pun berjalan pulang sendirian kebetulan kelas kami paling telat pulang


Aku pun berjalan di tengah hujan menggunakan payung.

__ADS_1


Tiba-tiba


"Risa ... " Ucap seseorang dari belakang sontak aku menengok nya.


"Erik"


"Ikut dong basah nih." Ucap nya


"Mm iya deh ayo."


Dengan satu payung kami berjalan pulang


"Kamu kebasahan yah." Ucap Erik


"Dikit ko"


Tiba-tiba Erik merangkul pinggangku dan mendekat kan ku ke dekapan nya,tangan nya yang kanan juga memegang payung itu dengan tangan ku yang ia genggam,aku di buat melongo atas apa yang ia lakukan.


Sungguh ini pertama kali nya ia lebih dekat dengan anak pria setelah trauma yang ia derita akibat anak pria yang mengejar-ngejar nya hingga ia takut bertemu dengan anak itu lagi.


"Rasa nya hangat." Batin Risa


Ia pun menatap Erik dengan wajah yang mulai merah lantas Erik memandang nya dan tersenyum.


Aku pun makin sering bersama nya dan saat itu juga aku dan Davin juga akrab karena Davin teman Dekat Erik.


Namun suatu hari di sekolah saat semua murid sudah pulang aku baru selesai baca buku dari perpustakaan karena pelajaran terakhir kosong.


Aku pun bergegas ke kelas


"Kenapa pintu nya di tutup." Ucap ku namun saat ku buka ternyata banyak anak cowo dari kelas yang lain berkumpul di sana.


"Kamu mau kemana."


"Ambil absensi lah." Ucap ku mendorong nya mundur ketika ia terus menghalangi langkah ku.


Aku pun mengambil absensi itu dan bergegas pergi namun Rangga memeluk ku dari belakang,sontak aku kaget semua anak cowo di sana melihat hal itu termasuk Erik dan Davin.


"Ah apaan sih lepasss!."


Aku lanatas menyiku perut nya yang sukses membuat nya melepaskan pelukan itu namun ia malah mengejarku saat tangan nya hampir menyentuh tas ku segera ku buka pintu dan,


"Brakk" suara pintu yang tertutup keras.


"Astaga untung aku selamat ada apa dengan dia." Ucap ku geram pada Rangg


Dari hari itu aku dan Erik tak berkomunikasi lagi kami saling mengacuhkan.


Ke esokan hari nya di sekolah saat pelajaran sedang berlangsung tiba-tiba datang kakak senior.


"Permisi pak buat Risa dan Erik harap berkumpul di ruangan kelas X B."


"Iya, Risa Erik kalian denger kan cepat pergi."


Kami berdua pun pergi ke ruangan itu ku lihat banyak kakak OSIS di sana dan ternyata aku terpilih menjadi OSIS sontak aku kaget.


"Ka maaf tapi saya gak mencalon jadi anggota OSIS ko bisa." Ucap ku bingung


"Mm ini pilihan guru de jadi yang gak kepilih hari ini otomatis gagal jadi OSIS."

__ADS_1


"Jadi yang lain gak ke pilih dong."


"Enggak,cuma sedikit ko dari kelas 10."


Hampir 20 menit mereka berkumpul


"Kriing-kringgg." Bel istirahat pun berbunyi gemuruh siswa dan siswi berjalan ke luar kelas lantas pergi istirahat.


Setelah sesi pemilihan Risa dan Erik pun pergi.


Saat Risa berjalan ke kelas tak sengaja ia berpapasan dengan Sita dan yang lain mereka sungguh menatap nya sinis dan nampak kemarahan dari wajah mereka.


"Kenapa sekarang tugas ku jadi double begini di kelas udah pasti di OSIS juga tapi kenapa jabatan aku gak di copot yah ahk ya udah lah."


Saat sampai di kelas Rika dan yang lain sedang membicara kan sesuatu.


"Eh kalian bicarain apa?."


"Kamu tau gak Risa tadi Sita sama temen-temen nya ngejelek-jelekin kamu."


"Emang mereka jelek-jelekin aku gimana?."


"Mereka bilang kamu gak pantes jadi OSIS kamu tuh cuma pringkat 4."


"Ah kamu tau dari mana?."


"Tadi aku sengaja samperin mereka dan itu keluar dari mulut mereka,kaya nya mereka sirik sama kamu."


"Mmmm ya udah lah biarin aja mereka mau bilang apa, toh bukan aku sendiri yang mau jadi OSIS."


"Eh kita ke kantin dulu yu." Ucap Rika


"Kamu aja aku titip doang boleh gak?."


"Boleh sini, beli apa?."


"Beli keripik pedas aja."


"Ok."


Rika dan yang lain pun pergi hingga hanya dia yang berada di kelas.


"Kenapa mereka bilang gitu, Padaha kami teman,aku masih menganggap nya begitu,ah biarin aja lah toh bukan aku yang salah."Ucap batin Risa melamun.


Seseorang masuk ke kelas dan ternyata itu Erik ia lantas mendekati Risa.


Lalu ia pun duduk di samping nya.


"Kamu kenapa murung?."


Setelah sekian lama ia berbicara pada nya


"Gak papa."


"Masa, muka mu udah masem gitu."


"Ah kamu ngapain duduk di sini."Ucap Risa sambil mendorong nya.


"Biarin lah suka suka aku." Erik malah menyandarkan kepala nya di bahu Risa

__ADS_1


"Eh kamu mau denger gak." Ucap Erik sambil mengaitkan headset di telinga Risa.


__ADS_2