
"Pa ini kado dari saya" ucap rina yang memberikan jinjingan berisi kado kepada angga
"Kenapa dia gak bilang jika ini ulang tahun pak angga" gumam risa ia sungguh marah
"Terimakasih taruh aja di meja" ucap angga yang masih memegang tangan risa
Setelah rina pergi angga menatap risa
Risa tertunduk malu ia tak bawa apapun di tangan nya
"Kamu gak bawa apa apa sayang" ucap angga
"Tidak, maaf aku tidak tau jika pesta ini pesta ulang tahun mu" ucap risa
Angga pun mendekat
"Tak apa"
"Kamu adalah kado yang paling indah malam ini" ucap angga berbisik di telinga risa yang mebuat nya merinding dan menjauh dari tubuh angga
"Maaf maaf kan aku hanya ini yang bisa aku kasih" risa memberikan cincin berlian milik ibu nya
"Aku ke toilet dulu"
Angga pun menerimanya dan tersenyum lebar kala risa pergi dari samping nya
"Di antara tamu tamu wanitaku dia gadis yang paling membuat ku penasaran dengan nya" gumam hati angga dengan niat buruk nya
Ia pun mencari cari toilet di sana dan tak sengaja ia bertemu dengan sita
"S..sita" ucap risa kaget bertemu dengan nya di sana
"Risa, ngapain kamu di sini ? Udah lama ya kita gak ketemu" ucap sita mendekat pada risa
"Kamu pasti mau cari makanan gratis yah" ucap sinis sita
"Kamu sendiri ngapain ?"
"Angga tuh sepupu aku asal kamu tau kelurgaku orang kaya semua" ucap sita
Risa oun pergi meninggalkan sita ia masih mencari toilet dan akhir nya ketemu juga
"Brakk"
Pintu itu di tutup keras oleh risa
"Kenapa ? Kenapa rina bohong pada ku kenapa ia harus menutupi jika ini pesta ulang tahun..hiks" risa tak kuat menahan malu nya
"Apa dia membenciku ? Tapi kenapa ?..hiks"
Risa pun menyeka ari mata nya dan keluar lagi ia hendak pergi dari sana namun saat keluar ruangan tak sengaja Ia bertemu abian yang menghalangi nya
"Eh kita ketemu lagi" ucap abian
Risa menatap abian penamilan nya sungguh rapih di banding dengan tadi sore saat ia bertemu dengan nya
Risa tak menghiraukan nya dan bergegas hendak pergi
Angga melihat risa yang seperti terburu buru
"NONA RISA" teriak angga dari mix nya sontak seluruh tamu menatap nya
"Dia adalah parter terakhir bulan ini dan pencapaian kali ini kemarilah naik lah ke atas panggung"
__ADS_1
Ucap angga
"Naik....naik...naik" semua karyawan di sana meneriaki risa untuk naik
Mau tak mau risa pun naik dengan perlahan jika ia tak naik akan betapa malu nya dia
Tak lama ia naik
Angga pun memegang pinggang risa dan mendekatkan nya dengan ia
"Mereka cocok yah" ucap beberapa karyawan di dekat sita yang membuat darah nya mendidih
Tak lama pelayan lewat membawa minuman
"Ehh tunggu ini buat siapa" tanya sita
"Buat pa angga dan buat nona risa" ucap pelayan itu
Tiba tiba sita menyenggol minuman itu hingga tumpah di nampan
"Ups,, bentar ya biar aku ambil lagi yang baru"
"Jangan nona biar saya"
"Gak papa bentar yah" ucap sita yang langsung pergi mengambil minuman milik nya
Minuman alkohol dengan kandunga alkohol yang tinggi ia tuang ke kedua gelas itu
"Ini cepat antar yah" ucap sita
Pelayan itu pun pergi dan mengantarkan minuman itu
"Ayo kita bersulang" ucap angga
Angga pun memberikan segelas minuman itu pada nya
"Chirrs..ting" bunyi gelas pun bergema di ruangan itu
Angga meminum habis satu gelas itu
Namun risa sungguh enggang untuk menyentuh nya karena bau nya begitu menyengat ia hanya meminum bohong minuman itu
"Loh ko gak di habisin"
"Habisiin...habisiiin"
"Habisin gak papa ko cuma satu gelas"
"Tapii.." ucap risa ragu
"Habisiin"
Mau tak mau risa meminum semua nya dengan 3 tegukan ia menahan rasa tak enak itu
Sita tersenyum melihat hal itu
"Rasakan" ucap sita
"Nona apa aku boleh berdansa dengan mu" ucap angga
Risa hanya mengangguk
"Mari kita berpesta" ucap MC di sana
__ADS_1
Musik pun mulai mengalun mereka semua berdansa dengan pasangan masing masing yang punya pasangan
Perasaan risa mulai tak enak ia merasa mulai pusing langkang demi langkah mengayun mengiringi musik itu
Angga pun merasakan hal yang sama risa tak menatap nya sama sekali meski mereka berhadapan dan menari bersama
Angga lantas melihat wajah risa yang cantik dan tubuh nya yang bagus sanggat menggoda untuk nya
Semakin lama ethan semakin memepet gerakan risa agar tak jauh dari sentuhan tubuh nya saat mereka mengubah posisi
Angga mendekap pinggang risa dari belakang dengan tangan kekar nya dan satu lagi memegang tangan risa
Kesadaran risa hapir tak utuh hidung angga mengesek gesek di punggung risa membuat nya makin merinding wajah risa mulai memerah rasa nya ia mulai mabuk
Sita mengambil kesempatan itu dan
"Ckrek, ckrek, ckrek"
Sita mengambil poto mereka ber dua yang sudah tanpa jarak
Poto itu nampak lah pas dengan angga yang mencium punggung risa dari belakang
Tak lama risa merasa mulai rising dengan tingkah angga yang makin menulusupkan wajah nya di pundak risa
Risa lantas melepas pegangan angga dan berlari turun dari panggung menuju toilet ketika perut nya tersa sakit
Angga pun mengikuti risa dari belakang
Saat hampir sampai semua nya tersa berputar semua benda tak diam di tempat nya semua napak menjadi 2 dan bergoyang
"Awhh kepala ku pusing"
Tiba tiba angga menghampiri nya dan menarik tangan risa hingga risa terguyur pergi dengan nya
Tak sengaja abian melihat kejadian itu
"Mereka mungkin pasangan kekasih" ucap abian yang langsung pergi
"Ahk l..lepas sa..kit"
Ia terlalu keras memegang tangan itu
Ia membawa risa ke bagian dalam ruangan yang luas itu ke kamar nya angga
"Cklek" puntu di buka
Risa terjatuh pintu itu tak sanggup kakinya begitu gemetar tak kuat berdiri mabuk nya makin parah
Angga lantas menggendong risa dan
"Bruk"
Angga menghempaskan tubuh risa di ranjang nya dan menutup kembali pintu nya
"Cklek" pintu itu di kunci
Angga sudah terbiasa mabuk jadi ia tak begitu mabuk berat
Ia masih setengah sadar tak seperti risa yang sudah tak sadar di atas ranjang
Angga menyeringai
Sementara semua tamu masih sibuk bergembira ria dengan minuman alkohol itu
__ADS_1
Risa terbaring dengan tangan yang terus berusaha menggapai sesuatu mata nya sudah terpejam namun kesadaran nya belum hilang
"Aku harus pulang, kenapa susah sekali bangun tolong" ucap risa dengan pelan