Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 43 Bertemu Abian Lagi


__ADS_3

Matanya terbelalak ketika melihat aspal di bawah


ia memejamkan mata nya kala ia tak bisa mengendalikan tubuh nya.


"Hap"


Abian menangkap tubuh nya dengan posisi tangan Risa mendekap pundak nya,sementara tangan Abian melingkar di pinggang Risa yang mungil, ia mendekap nya di pelukan nya.


"AHKK!!..." Teriak Ibu-ibu dari dalam mobil melihat kejadian gereget itu.


"Astaga syukur kamu gak papa." Ucap Abian lega kala ia berhasil menangkap Risa.


"Maaf." Ucap Risa yang menoleh pada Abian


Abian pun menurunkan tubuh Risa dari pangkuan nya.


"Kalian gak papa."


Tanya Polisi yang menghampiri Abian dan Risa


Sementara Ibu-ibu yang hendak turun untuk mengahmpiri Abian di cegah Polisi itu.


"JANGAN ADA YANG TURUN IBU-IBU! ... " Teriak Polisi dari depan pintu mobil.


"Kamu kenapa udah tau mobil nya penuh kenapa maksa naik." Ucap polisi itu pada Risa.


"Saya mau ke Rumah Sakit Pak tadi gak ada kendaraan lain yang lewat kepaksa naik aja." Ucap Risa tertunduk.


"Kamu kan bisa pesan itu ojol atau taksi online."


"Uang saya tinggal dikit pa tolong maklumi yah saya tinggal berdua sama ibu saya dan dia sakit sekarang di Rumah Sakit."


"Mana KTP kamu?."


"Ini pa."


"Abian periksa tas nya."


"Baik Komandan." Ucap Abian


"Boleh kan aku lihat." Ucap Abian


"Boleh."


"Bi antar dia ke rumah sakit bahaya kalau dia paksain naik angkot udah penuh." Ucap Komandan patroli di sana.


"Siap pa!."


"Ayo Risa." Ucap Abian


"Dia masih ingat namaku." Batin Risa


Risa pun mengikuti Abian untuk naik motor nya.


"Sini aku pakein helm nya."


"Gak usah biar aku aja."


"Trek."Pengait helm nya pun terpasang.


"Ayo."


Risa pun naik motor patroli milik Polisi itu.


"Cie-.cie!!.." Ucap teman Polisi Abian di depan motor nya


"Dia cantik loh, biar aku yang antar." Goda nya


"Hust." Hanya itu yang Hbian katakan


Ia pun melajukan motor nya,Risa makin malu di buat nya.


"Ibu mu sakit apa Risa."


"Mm ... dia sedang koma."

__ADS_1


"Ya ampun semoga cepet sadar dan pulih lagi seperti sediakala ya."


"Iya terimakasih."


Tak lama mereka pun sampai.


"Terimakasih sudah mengantarkan ku." Ucap Risa


"SIAP !! ITU TUGAS KAMI UNTUK MELAYANI DAN MENGAYOMI."


Sontak Risa kaget dan tertawa kecil di buat nya,sementara Abian hanya tersenyum.


"Kamu lebih manis jika senyum,semangat yah jangan nyerah buat Ibu mu." Ucap Abian


"Iya makasih." Ucap Risa tersenyum kepada Abian


"Ya udah aku pergi ya."


"Iya."


Namun Abian belum beranjak


"Kenapa kamu mandangin aku kaya gitu."


"Mm helm nya,nanti komandan nyariin." Ucap Abian


"Ya ampun kenapa kamu gak bilang dari tadi." Ucap Risa yang langsung melepas helm nya.


"Ini."


"OK makasih."


Abian pun tersenyum pada Risa dan pergi,Setelah Abian pergi Risa mulai melangkah ke dalam.


"Huuft...pipi ku panas kenapa barusan harus lupa jadi malu." Gumam Risa sambil masuk ke dalam Rumah Sakit.


Saat di dalam ia lantas hendak pergi ke ruangan Ibu nya di rawat.


Dari ke jauhan nampak lah Bodyguard yang di sewa Ethan berjaga di sana.


"Permisi aku mau bertemu dengan Ibu ku"


"Cklek." Pintu itu di buka Bodygurard nya


Dari depan pintu nampak lah tubuh Ibu yang berbaring kurus.


Dengan selang oksigen di hidung dan selang besar di mulut nya


Tak terasa air mata nya jatuh sendiri dari sudut mata nya.


"Maah." ucap Risa yang langsung menghampiri Ibu nya


Ia memegang tangan itu dan menempelkan nya di pipi nya yang mulus.


Risa pun mengelus wajah Ibu nya


"Mah ini Risa mah bangun mah udah saat nya Mamah bangun Risa kangen mah" ucap lirih Risa pada Ibu nya


Ia terus memandang wajah Ibu nya.


"Sudah hampir 3 minggu Mamah koma, hanya selang itu penyambung hidup Mamah." Ucap Risa sambil menangis


"Bangun mah Risa gak mau sendiri lagi mah temenin Risa mah Risa butuh Mamah"


Sontak terasa jari Ibu nya bergerak di pipi nya dan mukzijat dari Tuhan mata nya mulai terbuka ia mulai sadar


Ibu nya merespon Risa


"Mahh" teriak Risa senang


Ia lantas menekan tombol memanggil Dokter nya


Selang beberapa lama Dokter itu menghampiri nya


"Dok ibu saya sadar Dok"

__ADS_1


"Benarkah syukur lah Ia masih punya semangat hidup" ucap Dokter itu yang langsung memeriksa ke adaan nya


"Bu" ucap Dokter itu


Ibu Risa lantas menoleh ke sumber suara


Risa sungguh bahagia jika Ibu nya sudah sadar hingga ia tersenyum sambil menangis


"Hiks ... ini risa mah."


Setelah memeriksa semua keadaan nya dokter merasa bahagia


"Nona silahkan tunggu di luar sebentar" ucap Dokter itu


"Baik Dok"


Risa pun beranjak ke luar dan duduk di sana


"Akhir nya Mamah sadar hidup ku rasa nya akan jauh lebih baik sekarang." ucap Risa lega sambil menangis.


"Terimakasih Tuhan kau sudah sembuh kan Ibuku dan ini semua juga hasil kebaikan Ethan."


Belum lama ia memikir hal itu dari kejauhan nampak lah Ethan dengan setelan kemeja putih nya menghampiri nya dengan sebuah tumpukan kertas yang ia pegang di tangan nya.


Saat sudah dekat Risa menatap nya ia sungguh merasa bahagia hingga spontan ia berdiri dan


"Brukk"


Spontan Ia memeluk Ethan


Ethan kaget dengan apa yang di lakukan Risa


"Te-rimakasih ini semua berkat kebaikan mu."


Ucap Risa di dekapan Ethan


"Iya sama sama." ucap Ethan yang ikut senang dengan kabar baik yang Ia terima dari Bodyguard yang Ia sewa.


Ethan mengelus elus kepala Risa di sana.


Merasa ada yang mengganjal Risa tersadar mengapa Ia tiba-tiba memeluk Ethan.


Risa pun melepas pelukan itu


"Maaf aku memeluk mu."


"Tak apa,nih aku bawain kertas ujian kamu."


Mata nya semakin berbinar.


Rasa nya perlahan semua ke adaan mulai membaik dan akan seperti semula.


"Makasih."


"Iya cepet kerjain yah biar cepet selesai." ucap Ethan tersenyum pada Risa


Risa menatap senyuman itu Ia baru memeperhatikan sikap Ethan yang lebih perhatian pada nya.


"Dia begitu baik pada ku padahal kami baru beberapa bulan ini dekat." batin Risa


Melihat risa melamun membuat Ethan heran


"Tuk"


"Awhhh ... Sa-kit." pekik Risa kala Ethan menjentik kening nya


"Bengong kamu mikirin apa."


"Tidak."


Mereka berdua pun duduk di sana.


Risa merasa senang Ibu nya sudah siuman.


"Jika mamah sembuh berarti aku bisa sekolah lagi ketemu sama temen-temen lagi dan ia bisa merasa nyaman dirumah tanpa pria nakal seperti Angga di luaran sana." Batin Risa

__ADS_1


Tak lama Dokter pun ke luar Ruangan


"Gimana Dok ke adaan Ibu saya."


__ADS_2