Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 19 Akhir Lamunan


__ADS_3

"Kita pulang bareng yah." Ucap Erik lantas memegang tangan nya.


Mereka pun pulang dengan bergandengan tangan mereka saling menatap dan tersenyum.


Masa-masa itu adalah masa yang paling indah.Semua bejalan seperti teman biasa di sekolah kami hanya berkomunikasi sebagai pasangan ke kasih di ponsel saja.


Saat jam pelajaran pertama usai karena ini semester baru jadi jadwal yang baru di buat masih belum teratur seperti semester sebelum nya biasa nya mereka membersihkan kelas 2x pagi dan setelah istirahat.


"Hari ini jadwal piket siang Risa kan." Ucap Sita


"Loh ko aku? Bukan nya di situ tertulis kamu." Tanya Risa heran.


"Mm jadwal lama. lah sekarang yang di pake aku tuh besok." Ucap nya


Risa tak ingin berdebat dengan nya ia pun mengalah dan mulai piket dengan regu kerja yang dulu.


Semua pun telah selesai pelajaran di mulai kembali,


pelajaran pun berjalan seperti biasa.


Saat waktu nya pulang ia melihat Arin menunggunya sambil tersenyum.


Mereka baru dekat belakangan ini


"Pulang bareng yu."Ucap Arin


"Ayo."


Mereka pun pulang bersama, tak lama hari pun berganti.


Ke esokan pagi nya.


Suara burung mulai berkicau,embun pagi mulai menguap dengan sinar mentari yang mulai hangat.


Entah kenapa hari ini dia pergi ke sekolah sedikit lebih siang.


"Pagi Rika." Ucap Risa bertemu Rika di depan Selokah.


"Pagii."


Mereka berdua pun berjalan ke kelas


Saat sampai


"Loh ko masih kotor."Ucap Risa melihat kelas yang masih berantakan.


Namun Sita dan teman teman nya malah asyik bermain ponsel.


"Sita bukan nya hari ini kamu piket kenapa masih berantakan."


"Loh ko aku tuhh lihat jadwal piket yang baru ini bagian kamu."Ucap ketus Sita.


"Loh ko gitu bukan nya kemarin kamu bilang jadwal nya masih yang lama, kamu ngerjain aku." Saut Risa mulai merasa jengk dengan tingkah laku Sita.


"Eh kamu ko nyolot."Ucap sita berdiri dari bangku nya.


"Kenapa emang kamu gak suka sekarang kamu beresin kelas sekarang juga!." Ucap Risa sambil berjalan ke arah bangku nya.


"Huuh dasar KM songong."


"Emang Masbulooh masalah buat loh!." Ucap keras Risa sambil memandang Sita dengan tajam.


Membuat seluruh isi kelas melongo di buat nya orang yang sabar kini meluapkan amarah nya berani melawan kala di tindas.


Sita pun beranjak dan mulai membersihkan kelas


"Dasar awas saja dia nanti!." Umpat Sita


Sungguh saat Risa mengatakakan hal itu tubuh nya gemetar syok dengan apa yang ia katakan kepada Sita sebelum nya tak pernah seperti ini.


"Pok ... pok ... pok" Tepuk tangan Rika menggema


"Haha keren aku pikir kamu bakalan diem aja, aku seneng lihat kamu berani sama mereka


Mereka gak boleh di biarin nanti malah makin menjadi."


"Ya ampun tangan aku gemeter loh baru kali ini aku luapin kemarahan ku, pasti mereka marah."


"Biarin aja sa gak kamu gitu in tingkah mereka sama ko." Ucap Rika menenangkan nya.


Namun saat Risa pulang sendirian tiba-tiba Sita menghampiri nya.


"Risa maaf atas kejadian tadi pagi!."


Risa kaget mendengar hal itu,


"iya,aku juga minta maaf."

__ADS_1


"kita pulaang bareng yah."


"Tumeben kamu jalan kaki?." Tanya Risa heran


"Aku sengaja mau jalan bareng sama kamu"


Mereka pun jalan bersama namun saat mereka berjalan ada anjing yang meringkuk tidur di pinggir jalan.


"Eh lihat ada anjing tidur." Ucap sita melihat anjing itu Namun tiba-tiba dengan sengaja Sita menginjak ekor anjing itu.


"HiKk." Anjing nya marah dan melihat ke arah Risa yang tak melakukan hal apalpun.


Mata Risa membulatkan mata nya kala anjing itu menatap nya ia pun berlari karena anjing itu mengejar nya.


"AAah!!..." Risa di kejar anjing itu,sementara Sita menyeringai melihat Risa yang di kejar anjing itu.


"TOLONG!!..."


Risa berlari ketakutan dan melihat anjing itu masih mengejar nya,Risa berlari kembali ke arah sekolah.


Saat hampir sampai di gerbang ia melihat Erik,Davin dan teman-teman nya yang lain masih nongkrong di parkiran motor tiba-tiba kaki nya terpeleset kerikil dan,


"Brukk..ahk" Pekik nya kala dengkul nya terasa sakit tergores aspal panas itu.


Risa menoleh me belakang mata nya melotot melihat anjing yang hampir dekat dengan nya.


"Risa !."


Risa pun menoleh ke sumber suara,Erik melihat Risa dengan wajah nya yang akan menangis mata nya berlinang air mata ketakutan.


Sontak Erik dan teman-teman nya yang lain berlari menghampiri Risa yang jatuh.


Saat Erik sampai dan merangkul Risa"HUSSH!! HUSH!!..." yang Lain menakut-nakuti anjing itu hingga anjing itu pergi.


"Risa kamu gak papa ?." Tanya mereka


Risa hanya mengangguk air mata nya jatuh.Erik lantas menyeka air mata itu dengan taangan nya,


Erik hanya menatap wajah Risa Sayu menampakan ia begitu ketakutan.


"Hiks."


Risa tak kuat menahan tangis nya hingga ia membenamkan wajah nya di dada Erik,ia malu jika mereka melihat nya menangis.


"Jangan nangis Risa!." Ucap Davin mengelus kepala nya.


"Untung dia jago lari kalau tidak habis dia di gigit anjing itu." Ucap Dika


"Lagian gimana cerita nya Sa kamu sampai di kejar-sejar anjing?." Tanya Fikri


"Mungkin karena dia cantik." Jawab Rangga


"Yah." Sontak teman-teman yang lain meneriaki nya.


"Eh Sa kaki kamu berdarah tuh." Ucap Davin


Risa pun menoleh dan menyeka air mata nya smentara jaket Erik basah karena air mata nya, dengkul nya sangat sakit dan perih.


"Jangan nangsi Sa." Ucap mereka yang duduk kembali di motor nya.


"Lebih baik kamu anterin dia pulang Rik."


"Iya." Ucap Erik yang baru bicara dari tadi dia hanya diam melihat Risa.


"Tunggu di sini dulu aku keluarin dulu motor nya."


Erik pun lantas menaiki motor nya dan menghampiri Risa.


"Ayo naik."


Risa sedikit mengrinyit kan mata nya kala kaki nya begitu terasa perih.


Risa pun naik,Davin pun menghampiri nya dan menyeka air mata di wajah nya.


Mereka berdua pun pulang.


"Kamu gak papa kan?."


Risa masih belum mau bicara ia kecewa dengan perbuatan Sita yang hampir mencelakai nya.


Dan mulai saat itu lah mereka tak pernah dekat kembali bahkan hanya betanya seperlu nya saja.


"Risa kamu ko bengong"


Sontak suara itu membuyarkan lamunan Risa saat memikirkan masa lalu.


"Kamu jangan pikirin Sita sama yang lain semua temen di sini udah tau mereka cemburu sama kamu." Ucap Rika kawatir.

__ADS_1


"Ah iya maaf cuma ya hati ini masih sedikit sakit aja kami dulu sahabat sekarang mereka malah memusuhiku."


"Gak papa lah kamu kan punya aku,Sinta, Dewi,Riris dan yang lain selalu dukung kamu.Apalagi sebentar lagi kita akan menjalani kehidupan masing masing." Ucap Rika


"Ah kamu benar gak kerasa yah hampir satu semester di kelas 12 ini."


"Makanya kita harus nikmatin masa ini jangan sedih mulu."


"Iya"


Tak lama pelajaran di mulai Pak Anto datang namun Erk tak masuk hari ini.


"Anak anak kalian sudah tau kalau mulai hari ini Erik gak akan sekolah lagi di sini."


"DEG"


Pemberitahuan itu membuat Risa tertegun


"Kenapa Erik gak bilang kalau waktu nya di percepat." Gumam hati Risa.


Ia hanya bisa mengepal tangan nya erat erat rasa nya sungguh sakit ia pun menatap bangku kosong milik Erik di samping nya yang hanya terhalang satu bangku.


Mata itu sungguh menahan air mata yang takut terjatuh ia mencoba mengendalikan diri nya.


"Apa ? Kenapa Pak." tanya murid-murid itu


"Orang tua Erik ingin dia pergi ke amerika mengikuti orang tua nya sambil sekolah mulai belajar mengambil alih bisnis keluarga nya,itu yang bapa tau dari orang tua nya."


"Jadi dia orang kaya pa." Ucap teman-teman nya sambil tertawa.


"Kaya nya iya."


"Kita mulai pelajaran kali ini ya buka bab 5."


Pelajaran pun di mulai


Skip


Tak lama bel berbunyi menandakan saat nya pulang


Risa pun pulang sendirian karena teman teman nya yang lain pulang lebih cepat karena dia harus menyetorkan keungan kepada wali kelas jadi dia pulang terlambat sendiri.


Risa berjalan perlahan


"Apa semua akan baik baik saja tanpa dia?."


"Apa aku bisa menjalani hari hari seperti biasa nya di sekolah tanpa dia?."


"Apa hubungan kami ini akan berakhir?." Gumam hati Risa di perjalanan nya tak lama air mata yang ia terus tahan jatuh membasahi pipi putih nan mulus itu.


Ia terus berjalan tak menghiraukan apa pun di sekeliling ny hingga Risa perlahan jalan makin ke tengah.


Tak jauh Davin memperhatikan nya ia lantas menoleh ke belakang ketika ada motor yang melaju begitu kencang,sementara Risa berjalan semakin ke tengah.


"Risa!." Teriak Davin


Sementara Risa masih tak sadar,sontak Davin berlari begitu kencang.


"Awas!..." Ucap si pemotor


Risa pun menoleh dan


"Risa!!..." Davin berhasil meraih pinggang nya dan menarik nya mundur.


"Aahk" teriak Risa kaget


Sontak Risa menjatuhkan tubuh nya ke belakang menabrak Davin dari belakang mereka berdua pun terjatuh.


"Brukkkk"


"Awhhh" Erang Davin dari belakang kala siku nya menyentuh aspal.


Sontak Risa mebalikan tubuh nya


"Ya ampun,Vin kamu gak papa?."


Risa melihat siku Davin yang berdarah.


"Gak ko gak papa sa tenang aja tapi kamu gak papa kan? gak ada yang luka?."


"Kamu kenapa ko jalan sambil ngelamun gimana kalau kamu celaka Sa."


"Maaf gara-gara aku kamu terluka hiks hiks." Tiba -tiba ia menangis sejadi jadi nya.


"Gak papa sa gak papa ko." Ucap Davin memeluk Risa di dekapan nya


Risa pun memegang punggung Davin dan mencengkram baju nya ia sungguh merasa bersalah semua campur aduk dengan ke adaan ini.

__ADS_1


__ADS_2