Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 20 Hampir Celaka


__ADS_3

Hati nya sungguh hancur kala pria yang ia cintai akan pergi dan sekarang karena kecerobohan nya Davin terluka bahkan diri nya hampir celaka.


Risa makin membenamkan wajah nya di baju Davin,ia malu jika Davin melihat nya menangis.


"Risa"


Ucap Davin mulai berdiri dengan masih memeluk Risa


,Risa pun beranjak berdiri.


"Gak papa ko Sa keluarin aja aku tau perasaan kamu saat ini." Ucap Davin kala ia melihat Risa menangis.


Dengan air mata yang membasahi pipi Risa mata nya mulai bengkak wajah nya merah merona bibir nya sangat lah merah karena ia pasti menggigitnya agar tangisan nya tak terdengar.


"Gak papa Sa yang sabar yah mungkin kamu lagi di uji jangan putus asa." Ucap Davin menyeka air mata itu dengan tangan nya.


"Jangan nangis."


Ia mengelus ngelus punggung Risa agar lebih baik


Risa pun mulai lebih baik beban di hati nya mulai mengurang.


"Aku obatin luka kamu yah."


"Enggak ko Sa gak papa dikit doang."


"Tapi itu darah nya banyak, aku mohon."


"Ya udah deh ayo"


Mereka berdua pun pergi ke Apotek dekat sana


"Duduk di sini." Ucap Risa


Mereka duduk di sebuah bangku ia lantas pergi membeli obat.


Tak lama Risa kembali


"Sini tangan nya biar aku obatin."


"Ini ...awh ... pelan pelan Sa perih."


"Iya maaf."


Dengan cekatan Risa mebersihkan luka itu dan mulai menempelkan Plester luka.


Davin memperhatikan wajah Risa mata nya nampak sayu dan wajah nya pucat.


"Kamu baik-baik aja kan sa?."


"Enggak ko gak papa, makasih banyak udah nolongin, aku gak tau nanti akan jadi seperti apa kalau kamu gak nolongin aku."


"Tenang aja Sa aku akan jaga in kamu saat Erik gak sama kamu." Ucap Davin tersenyum sambil mengacak-ngacakan rambut Risa.


Risa pun menatap nya dan sontak Risa memeluk nya.


"Aku seneng kamu gak papa sekali lagi maafin aku Vin dan makasih."


"Kamu mau terus bilang gitu aku laper mendingan kita pulang."


"Emm iya deh."


Mereka bedua pun beranjak pulang


Saat hendak pulang tiba-tiba dari belakang seseorang memegang tangan nya ia lantas menoleh

__ADS_1


"Erik!." Ucap Risa kala melihat Erik ada di belakang nya,Davin pun menoleh.


"Ikut aku yu Sa." Ucap Erik menarik tangan nya.


"Tapi kemana? Terus Davin gimana?."


"Dia tau ko harus apa." Ucap Erik menoleh pada Davin.


Ia dan Davin pun tersenyum.


Davin mengangkat tangan nya dan memberikan jempol seolah olah memberi tanda.


Erik pun menarik Risa pergi sementara Risa menoleh kepada Davin ia tak enak meninggalkan nya dalam ke adaan terluka.


"Pergi aja Sa."


Risa pun tersenyum dan pergi bersama Erik


Ia melihat pria yang ia sukai tengah memegang tangan nya.


"Aku pikir kamu udah pergi?." Ucap Risa tertunduk.


"Enggak lah aku gak mau pergi tanpa lihat kamu dulu aku mau habisin waktu ini sama kamu." Ucap Erik yang berhenti dan menatap Risa.


"Kita pergi ke pekan raya yah terus beli makanan " ucap erik tau apa kesukaan risa


"Tapi baju aku gimana, aku masih pakai seragam."Ucap Risa


"Kita pergi ke Mall dulu." Ucap Erik lekas menarik nya pergi.


"Hari ini aku yang terakir semua." Ucap Erik tersenyum.


Ia dan Risa pun pergi ke sebuah mall.


"Iya ... khusus buat kamu, aku pengen kamu pakai apa yang aku pilih meski itu hanya selembar kain." ucap Erik jahil


"Hah,kamu mau aku pukul yah."


"Hihi..ayo."


Mereka pun masuk ke toko baju khusus remaja wanita.


"Silahkan de ada yang bisa kakak bantu." ucap pelayan di sana.


"Gak perlu mba biar saya pilih sendiri jagain pacar saya aja mba nanti dia ngilang." Ucap Erik yang langsung melihat-lihat pakaian.


Risa pun terdiam malu kala melihat pelayan di sana tersenyum memandang nya wajah nya semakin merah dengan kelakuan Erik.


"Kamu coba dulu yah." Ucap Erik


"Tapi baju nya."


"Udah ada di dalam tadi udah di simpen di sana."Ucap Erik


Risa pun pergi ke sana


Ia lantas melihat sebuah setelan overall jeans rok pendek dengan kaus putih lengan pendek berlayer merah dengan bordir bunga mawar berkilau.


"Masa aku pake yang ini, ini terlalu pendek buat aku "Ucap Risa


"Ya udah lah coba aja dulu deh"


Setelah Risa memakai nya ia keluar ruangan


Erik melihat dari bawah ke atas.

__ADS_1


Sepatu kets putih overall rok dark blue dan kaos putih berlayer cocok dengan nya namun Risa sedikit menurun nurunkan rok overall itu karena di tengah -tengah paha nya.


"Gak papa ko udah bagus cantik banget." Ucap pelayan melihat wajah Risa yang merah tertunduk malu dengan tangan yang tak diam di lutut nya.


"Kamu cantik." Puji Erik yang membuat nya makin merah padam.


Erik lantas membayar pakain itu dengan credit card milik nya sendiri


"Kita ke salon yah." Ucap Erik


"Buat apa?." Tanya Risa


"Kita rapihin rambut kamu."


"Iya deh, kamu pasti malu yah jalan sama aku yang apa adanya." Ucap Risa sambil membenah kan pakain nya ke dalam tas.


"Eh..kamu ko ngomong gitu." Ucap Erik sambil mencubit pipi Risa.


"Awwh sakit tau."


"Ayo." Ucap Erik yang membawa tas Risa dan memakai nya di punggung kiri nya.


"Ehh pelan-pelan."


"Ih nanti kemaleman nyampe nya."


Mereka pun pergi ke salon.


"Silahkan masuk mau potong rambut gaya apa nih" Ucap pemilik toko


"Gak perlu pa, biar saya aja yang urus pacar saya."


"Oh Ok silahkan."


"Kamu duduk."


Risa pun menurut


Erik mulai melepas ikat rambut Risa ia menyisir rambut nya pelan sekali hingga sang empu tertawa ke gelian.


"Hihi geli tau emang nya kamu bisa." Ucap Risa


"Tentu " Ucap Erik setelah menyisir rambut itu.


Ia pun mengikat kecil rambut atas Risa sebelah kanan dengan ikat rambut strouberi yang merah berkilau rambut nya terurai cantik harum strouberi pun tercium kala rambut itu tertiup angin.


Erik lantas mengambil  bedak dan mengoleskan nya di pipi Risa.


Tak lupa lipbalm warna pink rasa strouberi itu ia oles kan di bibir Risa yang mungil.



"Sudah selesai, gimana?." Ucap Erik


"Iya, bagus ko aku suka"


Erik pun pergi dan ternyata ia tak perlu bayar


"Itu gratis." Ucap paman penjaga toko di sana


"Ya udah makasih pa."


Erik dan Risa pun pergi mereka terus bergandengan tangan sambil tersenyum


Mereka pergi ke sana hanya dengan berjalan kaki Erik nampak seperti pria dewasa ia mengenakan kemeja biru muda nya yang terbuka semua dengan kaus putih dan celana jeans darkblue nya rambut nya pun tersisir rapih ke depan.

__ADS_1


__ADS_2