Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 60 Apa Yang Terjadi


__ADS_3

"Aku tau kamu sedang memikirkan apa,jangan seperti itu,Sebaik nya kita keluar biarkan dia istirahat,kebetulan aku juga ada perlu sama kamu."


Alisa pun menarik tangan Anz dan membawa nya keluar.


"Cklek."


Anz pun mengunci kamar itu dan pergi bersama sahabat nya ini.


Suasana kamar itu pun menjadi sunyi,ruangan itu begitu dingin dengan Risa yang masih terbaring.


"Clak."


Hanya suara tetesan air dari botol infusan yang jatuh menyalurkan air nya pada nadi gadis yang tengah demam ini.


Tak lama mata yang terpejam itu perlahan membukakan kelopak mata nya,saat kesadar an nya kembali mata itu meringis dan menitikan air mata.


Betapa badan nya begitu kaku dan ngilu,kepala nya,hidung nya,tengorokan nya merasa sangat sakit.


"Mamah." Ucap lirih Risa saat ini ia sangat membutuhkan buaian kasih sayang dari ibu nya.


Mata itu lantas terpejam kembali.


Sementara Anz pergi bersama Alisa ke kamar nya Anz.


"Cklek."


Pintu kamar itu lantas di tutup.


Anz lantas duduk di kursi kerja nya.di ikuti alisa yang duduk di samping nya.


"Tak apa Anz,kau tak perlu menyembunyikan kesedihan mudi hadapan ku, yah meski sekarang kamu sudah tua." Ucap Alisa sambil tersenyum.


"Maafin aku yah Anz gara-gara aku kamu inget sama waktu itu." Alisa menyentuh bahu nya Anz da mengelus nya.


"Tak apa !." Ucap datar Anz


"Dengarkan aku Anz,aku tau kamu harus mempertahankan imez mu di sebut pria berdarah dingin tapi ... " Ucap Alisa


"Tapi apa !! ..."


"Berhentilah bersikap seperti itu,kasihan dia,dia juga sama seperti mu tanpa orang tua nya dan lagi pula kalian sudah impaskan." Ucap Alisa membujuk Anz


"Tapi 1 nyawa lagi belum lunas !." Ucap Anz


"Hei ... dengarkan aku Anz,berhentilah bersikap egois,mungkin karena ini kau belum punya keluarga." Ucap Alisa


Anz hanya diam,melihat ekspresi nya yang ketus Alisa punya firasat harus pergi.


"Ya sudah aku pergi dulu." Ucap Alisa yang pergi pulang ke rumah nya.


"Nanti pagi aku kesini lagi." Batin Alisa.


Setelah Alisa pergi Anz lantas pergi ke kamar khusus milik nya lagi memastikan ke adaan Risa.

__ADS_1


"Cklek." Pintu itu lantas di buka dan nampak lah gadis yang terbaring di ranjang nya.


Anz pun mengunci pintu itu lagi dan berjalan ke arah gadis itu.


Ia menatap wajah cantik itu,saat mengingat dia masih sangat kecil di bawa oleh Ayah nya pergi entah kemana.


Namun saat gadis itu ada,kedua orang tua dan adik nya yang malah tiada.


"Sebenar nya apa yang terjadi waktu itu." Batin Anz


"Aku menggunakan nama Ayah ku agar tak di sangka Ayah ku sudah tiada."


Malam pun makin larut Anz pun tidur di samping Risa karena ranjang itu sangat lah luas untuk mereka berdua.


Anz pun menutup mata nya dan terlelap tidur di sana,malam pun terus berlalu.


Ke esokan pagi nya,suara cuitan burung di luar jendela menggema masuk kedalam kamar bernuansa abu itu,cahaya matahari lantas mulai menyindari,dengan sosok pria yang tengah terbaring di sana.


Merasa mata nya mulai silau Ethan lantas bangun,ia terduduk di ranjang nya.


"Ch polisi itu tidak berguna,kenapa mereka belum mengabariku tentang apa pun,biar aku yang telpon merek." Ucap Ethan


Tuuut tuuut


"Hallo pak."


"Iya hallo."


"Bagaimana pak,apakah keberadaan Risa sudah dapat di lacak."


"Kok bisa !."


"Kami masih menyelidiki nya,mohon bapak bersabar."


Tiba-tiba Ethan menutup panggilan itu.


"Mereka sangat lama."


Ethan lantas bangun dan mandi,badan nya terasa begitu pegal,hingga air hangat membasahi tubuh nya,sungguh kesegaran mandi di pagi hari membuat lelah nya hilang.


Ia lantas menopang tubuh nya di dinding kamar mandi,membiarkan air shower itu mengguyur kepala hingga ujung kaki nya.


Ethan lantas menyingkap rambut nya yang basang dengan satu tangan nya lagi,ia menadah di sana.


Uap air hangat menyeruap disana dengan tubuh putih nan kekarnya.


"Harus kemana aku mencarimu." Batin Ethan


Sementara itu mentari mulai meninggi namun belum ada yang bangun di kamar besar nan mewah itu.


Anz merasa sinar mentari telah menyilaukan matanya, hingga perlahan ia membuka mata nya dan melihat kamar yang sunyi itu.


Mata nya terhenti menengok kala infusan gadis itu ternyata sudah habis membuat sebagian darah nya naik ke selang.

__ADS_1


Anz lantas bangun dan mencoba meraih lengan Risa,dengan segera ia melepas jarum itu dari tangan Risa.


"Clak."


Darah dari jarum infusan itu jatuh ke lantai.Anz sedikit kaget di buat nya namun sang empu masih terlelap tidur dengan wajah pucat nya.


Anz lantas menyentuh leher Risa mengecek keadaan nya.


"Demam nya sudah turun." Ucap Anz


Dan baru sadar lah ia dengan keadaan dimana ia malah menolong gadis yang ia sandera.Anz lantas langsung turun dari ranjang dan nampak lah pukul 08.00 pagi.


Merasa kasur nya bergoyang ketika Anz terberanjat turun,Risa membuka mata nya dan nampak lah pria itu tengah memandang Nya dengan tatapan tajam.


Sontak Risa langsung bangun dan memundurkan tubuh nya.


"Bangun !." Ucap Anz yang langsung meraih tangan Risa dan menarik nya.


"Ah !." Erang Risa kala tubuh lemas nya di tarik paksa Anz untuk berdiri.


Namun tenaga Risa masih belum pulih hingga ia terjatuh di dekapan Anz.


Anz pun membantu nya berdiri namun,


"Ahk sakit ! hiks." Pekik Risa kala Anz membalikan tubuh nya dan membuat tangan yang di pegang Anz terpelintir di dekapan Anz.


Tangan Anz yang satu nya melingkar di leher Risa,membuat Risa sedikit kesulitan bernafas.


"Kau jangan senang-senang di rumah ku,sebelum hutang kedua orang tua mu lunas kau tidak akan pergi dari sini." Bisik Anz di telinga Risa.


"H ... utang apa maksud mu." Tanya Risa


"Nyawa !."


Mendengar itu Risa membulatkan mata nya.


"Sekarang kamu buat kan sarapan untuk ku."


Ucap Anz langsung mendorong Risa hingga ia jatuh tersungkur.


Lutut Risa rasa nya begitu sakit ia berusaha menahan tangisan nya agar tak terdengar.


Anz lantas keluar kamar memanggil para pelayan wanita.


"Urus gadis itu,sekarang dia bagian dari kalian jadi suruh dia bekerja." Ucap Anz


"Baik tuan."


Anz pun pergi,para pelayan pun menatap ke dalam.


"Tumben tuan Anz memperlakukan gadis cantik itu sebagai pelayan."


"Mungkin gadis itu tak bisa memuaskan tuan Anz."

__ADS_1


"Hei !! Jangan bicara sembarang,kalian mau aku tampar." Ucap kepala pelayan wanita.


__ADS_2