
ia menatap wajah itu sambil tersenyum
Ia senang Mendapat ciuman itu tanpa di dahului orang lain apa lagi oleh angga
sungguh rasa ethan pada risa bukan lah main main yang hanya sekedar pacaran namun lebih dari itu hati ethan memilih nya sebagai pendamping hidup bukan karena wajah yang mungkin cantik nya di atas rata rata atau pun harta tapi karena hati ethan yang memilih nya
"Buk"
Ethan pun masuk mobil dan mulai melajukan mobil nya
"Kita beli buah yah aku mau buah mangga"
"Iya kita beli"
"Aku mau yang kuning" ucap risa dengan mata yang terpejam
Tak lama mereka berhenti di sebuah toko buah pinggir jalan
Ethan pun menuruti ke inginan risa
"Pa buah mangga nya 2 yah yang udah mateng"
"Siap den,,mau di kupasin ?"
"Jangan pa gak usah buat nanti di rumah"
"Ok, istri nya ngidam yah beli buah jam segini"
"Ah bapa bisa aja terus bapa kenapa jualan buah jam segini" ucap ethan
"Ya buat orang kaya aden lah kalau ada yang ngidam malem kan gampang" ucap pa degang itu
"Bapa bisa aja jawab nya"
"Hehe..ini den buah nya"
"Berpa pa"
"20rb aja den"
"Ini pa"
"Ini uang 50rb bentar ya bapa ambil dulu kembalian nya"
"Gak usah pa buat bapa aja"
"Yang bener den, makasih"
"Iya pa sama sama"
Ethan pun bergegas masuk ke mobil
Risa masih terlelap di sana
"Sa ini buah nya" ucap ethan yang memberikan buah mangga itu
Dengan mata yang perem melek rusa mengambil buah itu
"Makasih ya bagus jangan pelit pelit ya"
"Iya jangan pelit" ucap ethan
"Ammh" risa mengigit buah itu beserta kulit nya yang keras
"Eehh ko kamu makan sama kulit nya" teriak ethan panik
__ADS_1
"Aku pikir buat di rumah"
"Eh ayo keluarin" ucap ethan menggoyang goyangkan pipi risa
"Cepet eh gimana ini nanti ke sedak cepet keluarin" ucap ethan menepuk nepuk pipi risa
Sementara risa dengan nikmat nya masih mengunyah buah itu
Tak lama risa mengeluarkan buah itu ethan pun mengambil nya langsung dari mulut risa
"Hah untung di buang" ucap lega ethan yang langsung membuang nya ke luar jendela mobil
Ia mengambil tisu basah untuk mengelap tangan nya dan mennyeka sedikit buah di bibir risa
"Hiks..kamu ko gitu..hiikkkk mamah nanti maraahh" ucap risa sambil menangis kala ethan mengambil secara paksa buah itu
"Iya maaf yah nanti di rumah" ucap ethan mengelus kepala risa membuat nya tertidur setelah itu
Ethan merasa lelah ia pun membawa risa ke apartemen megah nya ia tak ingin risa sendir dalam ke adaan begini
"Kiiikkk" kelakson mobil ethan bergema Di lingkungan nya
Pa satpam pun mendorong pagar nya dan ethan pun memasukan mobil nya ke dalam bagasi
Ethan pun keluar dan membuka pintu mobil nya
Risa masih terlelap tertidur
Ethan lantas menggendong nya ke dalam
" tuan ethan bawa siapa itu ?" Ucap bi inah pembantu di sana
"Dia calon istri saya bi tolong pintu kamar saya di buka yah dan ambil beberapa kaos baju saya sama celana pendek nya" ucap ethan
"Cklek"
Pintu kamar ethan pun terbuka menampakan ruangan kamar yang luas dengan kasur putih dan cat dinding abu abu banyak poto nya terpampang di sana dengan piagam penghargaan menggantung di sana juga di ruang tamu
ethan pun membaring kan tubuh mungil itu di ranjang nya
"Tolong di spons dengan air hangat ya bi terus ganti pakaian nya dengan pakaian saya tadi"
"Baik tuan"
"Saya mau mandi dulu"
"Iya,,tuan makanan sudah di sediakan di bawah"
"Iya bi"
Ethan pun bergegas mandi di kamar mandi nya
Bi inah pun mulai melepas semua pakaian risa dan melepas semua perhiasan yang ia kenakan
Bi inah lantas mengambil air hangat sebentar ke dapur
Tak lama ia kembali dengan handuk di tangan nya mulai mengelap seluruh bagian tubuh risa yang polos tanpa sehelai benang pun
Setelah selesai menghapus make up nya bi inah lantas mengeringkan tubuh risa dengan handuk kering dan mulai memakaikan baju nya ethan
Semua nya pun sudah selesai nampak lah tubuh risa yang ke lihatan segar dengan kaus putih hitam milik ethan
"Cklek" ethan pun ke luar dari kamar mandi
"Sudah selesai bi"
__ADS_1
"Iya sudah kalau begitu bibi ke dapur dulu"
"Iya" tak terasa waktu pun menunjukan pukul 11 malam
"Kkkiuukk" perut ethan berbunyi
"Aku lapar"
Ucap ethan yang langsung bergegas memakai kaos hitam dan celana pendek nya dengan kalung bergantung di leher nya
Setelah selesai ia turun ke bawah dan makan di sana
"Tuan siapa nama calon istri tuan"
"Risa bi"
Ethan menyeringai memyebutkan hal itu PD banget jika risa akan menjadi istrinya
"Oh nama nya cantik ya kaya orang nya"
"Bibi kasih bocoran yah di pinggang nya ada tanda lahir nya tuan bentuk nya lucu kaya bentuk hati tapi kecil" ucap bibi tersenyum
"Uhuk..uhukk" sontak ethan tersedak mendengar hal itu
Ethan langsung minum air
"Bibi ke belakang dulu" ucap bi inah pergi setelah menggoda tuan ethan
Hal itu membuat ethan tersenyum membayangkan sesuatu
Saat ia membayangkan sesuatu yang aneh hidung nya terasa sakit ia pun melanjutkan makan nya
Setelah kenyang ethan pun bergegas ke kamar nya untuk tidur
"Cklek" pintu di buka pemandangan yang ethan lihat kali ini tak se sepi sebelum nya kini ada seorang wanita terbaring tidur di kasur nya
"Cklek"
Ethan pun menutup rapat rapat pintu itu lagi ia berjalan menghampiri gadis itu
Posisi risa kini menyamping ethan lantas meraba pinggang dan punggung risa ia menjatuhkan hidung nya di tengkuk risa
Tak jauh aroma strouberi sungguh membuat nya nyaman
Hingga ia mulai membaringkan tubuh nya di samping risa dan menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut tebal nya
Ethan lantas memeluk pinggang risa dan mulai terlelap tidur di sana
"Hangat..apa seperti ini jika memiliki seorang istri" gumam ethan
Sementara risa terelap tidur seperti sudah mati rasa untuk pertama kali nya ia minum minuman keras dan inilah efek yang ia dapat
Malam pun terus berlalu hingga bulan pun terbenam..
Mentari pun mulai naik sorot mentari mengenai kelopak mata risa yang membuat nya terbangun
Suara kicauan burung pun bergema di sana
Mata risa pun mulai menampakan ke adaan di sekitar nya gorden putih tergerak tertiup angin dengan cat berwarna abu
"Awhh kepalaku sakit" ucap risa
Tiba tiba ia melotot kala merasakan ada tangan yang memeluk nya sontak ia menoleh dan nampak lah wajah tampan ethan yang tengah terlelap tidur di sana
"AAAHHH" teriak risa
__ADS_1