
Sementara di balik pintu rina tersenyum melihat video yang ia buat akan kejadian risa dan pa angga
"Akan ku kirim ini ke pa ethan biar tau rasa dia di pecat pecat tuh"
"Klik" suara pesan terkirim pun berbunyi
"Ha tinggal pa ethan liat kelar semua" ucap rina senang
Sementara ethan tengah metting dengan beberapa klien nya
"Cklik"
Suara ponsel ethan berbunyi ia tak mengiraukan dan lantas terus fokus pada pekerjaan nya
Vika pun tak menghiraukan nya..
Saat ia telah selesai metting ia membuka pesan itu dan di putar lah sebuah video risa dengan pria lain
Ia mengamati setiap video nya
"Ch" dasar pria so kecakepan
Gumam angga dalam hati ia tau jika pria itu yang mengincar risa
Ia pun lantas menghapus video itu
"Ada apa tuan" ucap vina
"Enggak bukan apa apa"
Ethan lantas pergi
Vika melihat bos nya perlahan menjauh dari nya
Mata nya menatap sayu punggung itu
"Sudah lama aku menyukai nya, tapi dia masih tak peduli pada ku" guman hati vina
Ia merasa lelah bersabar dengan perasaan nya ia butuh jawaban akan perasaan nya
Ia lantas mengikuti bos nya pergi...
Ini sudah malam mereka menginap di hotel
Kamar mereka bersebelahan vina pun hendak beristirahat ke sana saat ia hendak berbaring
"Tok..tok"
Suara ketukan pintu terdengar
"Iya sebentar"
"Cklek" pintu di buka ternyata itu tuan ethan
"Ada apa tuan kemari" ucap vina
"Aku ingin melihat data yang kamu catat tadi apakah sudah lengkap" ucap ethan
"Iya silahkan masuk" ucap vina
Saat ethan masuk ke dalam vina menutup pintu nya rapat rapat
Ethan pun beranjak ke tempat meja dan laptop di sebelah ranjang hotel
"Tuan saya permisi ke toilet dulu" ucap vina
__ADS_1
Ethan hanya pokus pada laptop nya
Ia pun lantas masuk ke toilet ia mengeluarkan kosmetik nya dan berdandan lagi agar ia nampak begitu cantik
Setelah selesai ia lantas ke luar kamar mandi dan menatap ethan ia menguatkan hati nya untuk mengakui perasaan nya pada ethan
"Hei tolong ambilkan air" ucap ethan
"Baik"
"Kenapa dia tak melihat ku" gumam vina
Ia pun mengambilkan segelas air saat ia tengah berjalan ke arah nya tiba tiba ethan berdiri
"Prak"
"Ah" teriak vina syok dengan tubuh ethan yang tiba tiba berdiri
gelas nya pun jatuh ke bawah dengan air yang tumpah ke jas ethan dan berceceran di lantai
"Astaga, apa yang kamu lakukan" ucap ethan menyeka air di baju nya
"Maaf pa"
Vina lantas bergegas mengambil tisu di dekat meja saat ia akan menyeka baju basah itu ia terpeleset dan malah berpegangan mencengkram tubuh ethan
Sontak ethan juga tegusur jatuh
"Bruuk" tubuh mereka terhempas ke atas ranjang dengan vina di bawah ethan
"Awhh" ucap vina kala kaki nya terinjak ethan
Ethan menopang tubuh nya dengan lengan yang di pegang vina yang erat mencengkran baju nya
Kaki ethan menekuk di sudut ranjang dengan satu kaki nya berada pas di tengah ************ milik vina
Ethan menatap nya ia tau jika vina baru saja berdan dan wajah nya merah merona
"Kamu gak papa ?" Tanya ethan
"Tidak"
"Makanya lain kali hati hati" ucap ethan yang hendak beranjak namun
Vina mencenkram tubuh itu agar tak beranjak ia sudah tak kuat menahan perasaan nya wajah nya sudah merah padam dengan mata yang berlinang
Ethan pun tak beranjak dari sana melihat ke adan vina
" ada apa ?" Tanya ethan
Vina menundukan tatapan nya perlahan vina melepas cengkraman nya dan mengalungkan tangan nya di leher ethan
"A..ku mencintaimu aku sungguh mencintai mu" ucap vina dengan suara yang bergetar
Ia lantas menarik ethan ke dalam pelukan nya
"Rasa nya sungguh nyaman" batin vina
Ethan hanya diam mendengar hal itu
Vina lantas melonggarkan dekapan tangan nya ethan lantas menatap nya
Dan
"cup"
__ADS_1
Vina kalap ia mencium bibir seksi milik ethan ethan pun mebalas ciuman itu
Vina sungguh senang dengan hal itu berarti ethan juga mencintai nya hanya pikiran itu yang terlintas
Ethan lagi lagi hanya diam ia ingin tau seberapa besar wanita itu mencintai nya
Ketika vina melepasakn bibir nya baru ethan berdiri
"Apa cukup ?" Tanya ethan
Sontak vina memalingkan tatapan nya dan ethan pun beranjak berdiri
"Kenapa ?, aku pikir tuan membalas cinta ku"
"Tidak, cuma hanya itu yang bisa ku berikan untuk terakhir kali ini saja tapi aku tak bisa memberikan mu lebih dari pada barusan" ucap ethan yang beranjak pergi
Sontak perkataan itu terasa menyakitkan ia terlalu malu atas tindakan nya barusan
Air mata nya pun jatuh dari pipi nya
Saat ethan membuka pintu
"Cklek"
ia menoleh pada vina sekertaris nya yang terbarung tak bergerak di sana
"Untuk kali ini aku masih bisa memaafkan mu"
ucap ethan yang langsung pergi
Kini ia sendiri di kamar itu
"Brak" ia melempar bantal ke arah meja
"Aahkkk kenapa kenapaaa dia begitu rasa nya sungguh memalukan" teriak vina menyesal akan kejadian tadi
Sementara ethan keluar dan bergegas turun ke bawah hotel dan pergi ke luar untuk berjalan jalan
Saat tengah di perjalanan ethan tiba tiba berhenti dan turun dari mobil nya
Ia menuju ke sebuah danau tepi jalanyang indah dengan kursi kayu yang terpajang di sana
Ia lantas duduk di sana melihat matahari yang mulai terbenam dengan sinar yang terang mulai meredup senja itu sangat lah indah
Ia mengingat pujaan hati nya kini saat ia melihat video tadi ia takut jika orang yang ia cintai untuk ke sekian kali nya pergi
"Aku harus segera menikahi nya" batin ethan ia rindu dengan harum tubuh risa
Rasa nya waktu berjalan begitu lama...
Ia masih tetap betah di sana angin sepoi sepoi menerpa rambut hitam nya mata nya berbinar dengan bibir merah dan kulit yang putih setelan jas biru melekat di tubuh nya
Arloji itu berkilau kala sinar senja memantulkan cahaya nya ia tersenyum jika memikirkan risa
Sinar mentari pun lenyap tergantikan sinar rembulan yang belum muncul kunang kunang lantas mulai berterbangan dengan cahaya cantik nya bak bintang yang menemani penglihatan nya bergerak ke sana ke mari
Ia lantas beranjak dari sana dan pergi ke hotel untuk beristirahat
Sementara risa yang sudah pulang dari kantor ia baru selesai mandi
"Ah rasa nya segar sekali badan ku terasa ringan" ucap risa yang bergegas memakai piama nya
Ia lantas turun bergegas ke dapur
Hati nya sedikit meringis kala mengingat jika ibu nya tidak ada bukan di kantor namun di rumah sakit
__ADS_1
Ia tak ingin terlarut dalam kesedihan ia lantas membuka kulkas
"Mm cuma ada telur, aku lupa belanja"