Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 29 Perlu Seseorang


__ADS_3

Dengan cepat Ethan melempar ikat rambut itu entah kemana.


Risa pun menoleh ke tempat jatuh nya ikat rambut tadi,dan mentap Ethan tajam.


Tanpa bicara ia hendak meninggalkan nya,namun Ethan memegang tangan nya.


"Iih sakit ka lepasin!."


Ethan malah menarik Risa ke dalam mobil nya


"Masuk ... aku bilang masuk!."


Risa pun mengalah dan masuk ke dalam mobil


Ethan pun masuk dan mengemudikan mobil nya.


Risa hanya cemberut di mobil melirik Ethan,sebal dengan tingkah nya kali ini ia pun memalingkan wajah nya kala Ethan melihat nya.


Wajah Ethan datar namun sudut bibir nya tertarik mendakan dia tersenyum.


Tak lama mereka sampai di rumah Risa yang sepi dengan lampu yang masih padam.


Risa pun turun Ethan lantas mengikuti nya


"Cklek." kunci pintu di buka


Ia membuka pintu dan semua nya serba gelap,Ethan lantas mengeluarkan ponsel nya dan menyalakan senter nya.


Risa pun mencoba menyalakan lampu namun sayang lampu nya padam,ada kala terang namun berkedip kedip


"Mungkin ada yang kosleting." Ucap Ethan


"Mmm..gimana dong kaya nya aku harus ke rumah sakit aja." Ucap Risa


"Tentu biar aku antar."


Risa tak bisa menolak bantuan Ethan kali ini, sungguh saat ini dia butuh seseorang untuk membantu nya.


"Tapi aku mau mandi dulu." Ucap Risa,dengan malu ia mengatakan itu.


"Ponsel mu mana?." Ucap Ethan


"Ponsel ku hilang."


"Ya udah bawa ini ke kamar kamu, aku tungguin di sini." Ucap Ethan


"Emang gak papa kamu di sini gelap."


"Enggak ko gak papa."


Risa pun beranjak membawa ponsel Ethan ke


kamar nya untuk mandi.


"Cklek."


Ia pun masuk ke dalam kamar mandi,menaruh ponsel nya di atas cermin kamar mandi,ia mulai melepas semua pakaian nya dan menyalakan shower.


Air perlahan membasahi tubuh nya sungguh rasa nya segar sekali.


Sementara Ethan di bawah duduk di sofa ia hampir memejamkan mata nya dan tiba-tiba


"Tok tok tok ...permisi."


"Iya sebentar."


"Ada apa ya pa." Ucap Ethan kala melihat bapa-bapa di sana.


"Ini den saya mau betulin saklar listrik saya lihat lampunya padam,biasa nya saya yang jagain listrik Bu Dita."


"Oh bagus kalo gitu silahkan aja pa."

__ADS_1


"Iya."


Ethan pun kembali ke dalam


Sementara Risa yang tengah asyik mandi tiba-tiba meras sesuatu bergerak di sudut kamar mandi.Risa lantas melihat nya dengan posel dan.


"clok clok clok"


Ada tikus yang melompat-lompat ke arah.


"Aaahhh." Teriak Risa dari kamar atas


"Ya ampun dia kenapa ?!."


Ethan lantas berlari ke atas,ia langsung berlari ke arah kamar mandi,karena kamar Risa tak di tutup.


Saat ia hendak membuka pintu kamar mandi Risa sudah lebih dulu membuka nya dan.


"Bruuukk aaahh."


Mereka berdua bertabrakan hingga mereka berdua jatuh tersungkur ponsel Ethan terlepas dari tangan Risa.


"prak" suara ponsel jatuh


Risa terbaring menimpa lengan Ethan


Sementara Ethan menopang tubuh nya dengan tangan nya di sela pinggang Risa


Tak terlihat apa-apa di sana


"Ada apa kamu teriak." Ucap Ethan


Risa sadar dengan keadaan nya yang hanya terbalut handuk ia tak beranjak dari sana karena takut ia salah gerak.


"Ti..kus" Ucap Risa


"Tuk."


Menampakan mereka berdua dengan Risa yang terbaring telanjang,tubuh mungil nan mulus itu hanya terbalut handuk di dada nya nampak lah belahan dada kecil itu.


Dengan handuk selutut yang sedikit terbuka menampakan paha yang mulus nan putih itu


Ethan melihat kondisi Risa saat ini


wajah Risa sangat merah,ia mencengkram handuk itu dengan erat,ia memejamkan kelopak mata nya tak ingin melihat Ethan yang memandangi nya begitu.


Sementara wajah Ethan sunggung memerah,mata nya bulat penuh melihat hal itu sungguh ke adaan yang tak terduga.


Wajah Risa mengkilap dengan merah bibir nya yang merona dengan leher putih nan jenjang nya,rambut basah nya tergerai di leher nya.


Sungguh birahi seorang pria tak bisa ia pungkiri,


jika memang naluri nya ia ingin menjamah tubuh yang berada di bawah nya saat ini.


Namun akal nya masih belum hilang ia bisa mengatur semua nya.


"Bisa kah kau beranjak." Ucap Risa


Jika ia yang beranjak maka tubuh nya akan menyentuh Ethan karena ia menindih tangan nya.


"Tentu." Perlahan Ethan menarik tangan nya dari punggung Risa,menciptakan jarak antara mereka berdua.


Risa pun beranjak duduk


"Maaf." Ucap Risa yang langsung mebalikan tubuh nya ia lantas menarik selimut di ranjang dan menutup tubuh nya.


"Aku akan ... keluar,jika ada apa-apa panggil aku jangan teriak."


Ucap Ethan yang langsung ke luar meninggalkan Risa.


Di belakang  pintu Ethan memegang dada nya wajah nya sungguh merah ketika mengingat apa yang ia lihat tadi,ia bergegas keluar karena celana nya terasa mulai sesak.

__ADS_1


Ethan pun turun ke bawah,


Tak lama Risa turun dengan pakaian hangat nya jaket bulu dan celana jeans navy yang ia kenakan rambut nya di ikat samping lagi.


"Kita berangkat." Ucap Risa


"Ayo"


Risa pun mengunci pintu dan pergi bersama Ethan ke Rumah Sakit.


Saat di perjalanan ia berhenti di sebuah counter hp ia membeli ponsel di sana.


"Ini." Ucap Ethan


"Apa ini."


"Ponsel lah untuk kamu, aku udah save punya ku di sana jadi kalau ada penting tinggal hubungin aku."


"Tapi..."


"Itu fasilitas yang ku kasih buat kerjaan ngerti kan." Ucap Ethan


"Iya terimakasih."


Tak lama mereka pun sampai


"Terimakasih udah anterin aku." Ucap Risa


"Iya, dan besok kamu gak perlu ke rumah sakit lagi aku udah nyewa Bodyguard buat jagain Ibu kamu di sini,jadi kamu gak usah pulang pergi biar mereka jagain ibu kamu."


"Emang kenapa?."


"Aku cuma kasihan lihat kamu terus bolak balik, lagian bodyguard nya di potong gaji kamu ngerti!."


"Iya."


"Dan ya aku ada meting di luar kota 4 hari jadi itu akan lebih baik."


"Iya terimakasih." Ucap Risa


"Kalau begitu aku pulang dulu."


"Iya sampai jumpa."


Ethan pun masuk ke dalam mobil nya dan pergi, sementar Fisa masuk ke dalam ruang tempat Ibu nya di rawat.


"Mah bangun mah Risa di sini." Ucap nya sambil memegang tangan Ibu nya,Risa pun duduk dan membaring kan kepala nya di tangan ibu nya.


Ia terlelap tertidur di sana.


Ke esokan pagi nya Risa bangun dan pergi pulang ke rumah.


Ia bingung pakai baju yang mana ke kantor tiba-tiba.


"Ting tong." Suara bel berbunyi


Risa pun turun ke bawah


"Ada apa ya."


"Ini ka ada paket atas nama Risa Milar dari Vina."


"Dari Vina ?."


"Kita poto dulu ya ka buat bukti kalau paket nya udah sama kaka."


"Ok"


Mereka berdua pun selfie berdua.


"Makasih ka kaka cantik deh ucap sang kurir."

__ADS_1


__ADS_2