
kala ia melihat ethan di samping nya dengan kamar yang tak ia kenal
"ini dimanaa ?? apa yang telah terjadi dengan ku"
ia langsung terduduk dan membangunkan ethan
"Apa ada apa ? Oh kamu sudah bangun,, ayo tidur lagi aku masih mengantuk" ucap ethan
dengan tangan yang menutup wajah risa dan menarik nya hingga risa berbaring lagi
Risa lantas melihat baju nya
"Kenapa aku pakai kaos bukan nya kemarin aku di pesta pa angga dan kenapa aku tidur dengan nya jangan jangan...." ucap batin risa
Ia mencengkram kuat pakaian itu dan mentap ethan
Ethan lantas mengintip risa di sela tidur na
"Aku kerjain aja sekalian dia" batin ethan
Mata nya pun di pejam kan kembali
"Kamu kenapa ? Apa kamu mau nambah lagi" ucap ethan pura pura
Sontak ucapan ethan membuat nya melongo
"MAKSUD KAMU NAMBAH LAGI APA ??"
"Kamu lupa yah kejadian semalem,, apa mau aku ulangin lagi" ucap ethan dengan tangan jahil nya yang hendak menelusuri pinggang risa namun risa menepis nya
"Plak"
"apa yang sebenar nya telah terjadi ?"
"Awh sakit tau" ucap ethan yang membuka kedua mata nya
"Apa bukti nya kalau tadi malem kita...."
"Mau bukti apa emang nya,, mau lagi yah" ucap ethan
yang mendekatkan tubuh nya
"Ih lepas" ucap risa kala ethan malah mendekap tubuh risa
risa sungguh ingin bangun namun bada nya masih terasa kaku
"rasa nya badan ku kaya di satu keluarga"batin risa
"Aku punya bukti nya"
"Apa" tanya risa dengan mata yang berlinang
"Di pinggang mu ada tanda lahir hampir bentuk love kecil kan" ucap ethan
Sontak risa pun melongo dengan kebenaran itu
dan terbeanjat dari berbaring nya
"Hikss ini gak mungkin..kamu jahat..hiks..kenpa..hiks hiks" risa pun menangis karena ia yakin ia sudah tak perawan
"Kamu jahat" ucap risa sambil memukul keras ethan
Ethan pun mencoba menenangkan risa dengan memeluk nya
"Maaf kan aku,, sebenar nya tadi malam kamu rayuin aku ya aku mana tahan" ucap ethan dengan hati yang tertawa terbahak bahak
"Itu gak mungkin"
risa pun mengambil bantal dan memukul pelan pada ethan
"buk..bukk..buk...kamu bohong"
"awh" ucal ethan menahan bantal itu ia lantas memegang bantal yang sedari tadi menghempas ke kepala nya
__ADS_1
dengan tenaga nya ia medorong bantal itu di dekapan risa dan
"bruk"
ethan mendekap risa dengan bantal yang menghalangi tubuh mereka bertemu dengan posisi risa yang di bawah ia menindih nya dengan keras
"tatap mata ku apa aku bohong" ucap ethan yang malah mendekat kan wajah nya
"ihk lepas" ucap risa meronta
"tapi itu gak mungkin" ucap risa
"Kenapa engga,,kita ketemu di pesta nya angga kamu mabuk berat di sana jadi aku antar pulang tapi kamu mau kerumah ku"
Risa pun mengingat ketika ia meminum segelas minuman di sana
"Tapi itu minuman hanya soda bukan alkohol" ucap risa
"Menikah lah dengan ku aku akan bertanggung jawab atas malam tadi" ucap ethan
"Taapi itu tidak mungkin..hiks"
"Lupakan apa yang ku katakan soal malam tadi ayo kita makan ke bawah" ucap ethan yang turun dari bantal itu
Risa hanya termenung dengan ucapan ethan
Sementara ethan pun pergi ke kamar mandi mencuci muka nya
Saat di kamar mandi
"Hahaha" ia tertawa cekikikan di sana takut risa mendengar nya
"rasain kamu aku kerjain" ucal ethan
Selang beberapa lama risa masih termenung
melihat itu ia sedikit tak tega namun ia masih senang menggoda nya
Risa pun pergi ke kamar mandi
Ia pun menangis di sana
"Apa benar yang ia katakan ia tau tanda lahir ku jadi itu benar sekarang aku sudah tak perawan lagi hiks..hiks lalu erik gimana..hiks hiks"
Ia pun beranjak dan hendak akan pulang
Ethan tengah makan di bawah risa pun turun
"Ayo nona makan lah dulu" ucap bi inah yang langsung menghampiri risa
"Tidak bi aku harus segera pulang" ucap risa
"Nona gak boleh nolak nanti tuan ethan marah"
"Tapi bi"
"Ayo nanti bibi kena marah juga"
Mendengar hal itu risa pasrah dan makan dulu di sana
Risa pun hanya mengambil shandwich nya saja
Ethan menatap nya dengan seringai nya
Sementara risa menoleh tak ingin menatap nya
Sementara dari itu sita mengirimkan poto kemarin malam pada erik
"rasain kamu sa, ini cuma awal mya saja" ucap sita
poto itu pun terkirim
yang kebetulan erik juga baru saja membuka laptop milik teman nya dan membuka sosial media nya
__ADS_1
Terdapat dua pesan di sana
"Tumben sita kirim pesan" ucap erik ia lantas membuka pesan dari kekasih nya terlebih dahulu
Dan membuat balasan nya
"Iya yang, aku lagi duduk, tentu saja aku baik,bagai mana ke adaan mu yang, iya siap sayang" tulisan chat erik pun terkirim
Setelah mengirim balasan itu erik lantas melihat pesan dari sita
"Dia kirim poto apa"
Tak lama poto itu menampakan risa dengan pria lain dan yang lebih parah pria iTu mencium pundak risa
"Apa apaan ini" ucap erik syok dan marah rasa nya hati nya terasa di cabik cabik
Ia lantas menutup laptop itu tak percaya dengan apa yang ia lihat
Sekali lagi ia melihat poto itu dan benar benar itu adalah risa tubuh erik bergetar keringat dinging keluat dari telapak tangan nya
"Kenapa ?" Ucap erik menahan marah, kecewa,sedih,galau syok bercampur aduk
sontak ia memukul meja hingga tangan nya berdarah
Di sela kekecewaan nya melihat poto itu erik lantas membuka balasan pesan kepada risa dan menghapus nya
"kenapa dia begitu ?"
erik berasumsi sendiri tanpa menanyakan yang sebenar nya pada risa hati nya sungguh kecewa ia tak bisa berpikir dengan jernih
tersiasat ia akan membalas poto risa
"apa yang akan ia lakukan jika aku melakukan hal yang sama" ucap erik
Ia lantas berbicara dengan teman wanita sekelas nya dan selfie dengan wania itu mencium pipi nya
"Thank you" ucap erik yang memberikan uang kepada gadis itu dengan tugas yang mudah
Ia langsung mengganti poto propil nya dengan poto itu
"aku ingin tau apa yang ia rasakan jika melihat ini"
Ia sungguh kecewa pada risa hingga ia tak ingin melihat laptop nya lagi
"Kenapa dia begitu,,aku di sini selalu merindukan nya" ucap erik dengan air mata jatuh yang menghiasi pipi nya di pagi hari ini
"Brak" erik membanting kursi nya dan pergi dari sekolah nya
Ia pergi mencari pelampiasan
Sementara itu risa sudah selesai makan
"Aku mau pulang" ucap risa
"Tentu biar aku antar tapi aku mandi dulu" ucap ethan
"Iya"
Risa pun menunggu ethan selesai mandi
"Nona kamu cantik deh cocok banget sama tuan ethan"
Risa hanya terdiam wajah nya murung
"Ada apa nona bertengkar yah sama tuan ethan"
"Tidak bi"
"Ya udah bibi pergi dulu yah"
"Iya"
Tak lama ethan pun turun mengenakan kaos rajut turtlelneck nya di setel kan dengan jas nya dan celana hitam ny
__ADS_1