
"Jangan nolak nanti kamu sakit kalau hujan-hujanan,ayo."
Ethan pun membawa Risa ke mobil nya dan melaju untuk mengantar nya pulang.
Hujan pun turun makin lebat,tetesan demi tetesan air jatuh di kaca mobil itu.
Saat dalam perjalanan Risa hanya menoleh keluar jendela ia merasa bersalah pada nya karena kelakuan nya pada Ethan.
Merasa Ethan tau jika Risa menghindari tatapan mata nya ia lantas menyisikan mobil nya dan berhenti.
"Seperti nya hujan makin lebat lebih baik kita berhenti sejenak di sini." Ucap Ethan
Risa hanya terdiam dengan wajah murung nya,mereka berdua tak saling bicara beberapa hari saja tak bertemu jadi canggung.
Guyuran hujan semakin melebat Ethan lantas menyederkan tubuh nya dengan nyaman.perlahan-lahan mata itu terasa lengket dan mulai terlelap.
"Ethan,bangun aku takut."
Ethan lantas menoleh ke sumber suara dan ternyata Risa tengah menatap nya.
"Takut kenapa ?."
"Aku takut,hujan nya makin deras,temenin aku." Ucap Risa yang tiba-tiba memegang tangan Ethan.
Rasa nya sungguh hangat ketika tangan Risa menyentuh tangan nya.Mata mereka saling memandang.
"Di keadaan seperti ini,kaya nya butuh kehangatan." Batin Ethan
"Srett."
"Ah".
Cahaya kilat lantas menyilaukan mata hal itu membuat Risa kaget terberanjak dan memeluk Ethan.
Ethan yang merasakan Risa memeluk nya pun mulai melingkarkan tangan nya di pundak Risa.
Risa pun menoleh pada Ethan ketika tangan nya terasa memeluk nya juga.Mata Ethan terus memandang Risa betapa cantik nya dia.
"Maaf." Ucap Risa yang ingin menjauhkan tubuh nya.
Merasakan tubuh Risa membuat jarak tangan Ethan tak membiarkan itu,ia lantas menarik Risa ke dekapan nya.
Tarikan itu membuat Risa sungguh dekat dengan nya sampai-sampai agar wajah itu tak bertabrakan Risa menopang tubuh nya di kaca mobil Ethan dengan tangan nya.
Ethan pun berada di dekapan nya juga,mata itu terbuai kehangatan yang mereka ciptakan.
Perlahan tangan Ethan meraba pipi putih nan mulus itu,bibir nya sungguh merah berkilau terlihat sangat manis untuk di cicipi.
"Cup."
Ethan lantas mencium bibir itu,dengan sedikit gigitan di bibir nya membuat benda lembut itu menerobos masuk di bibir nya yang mungil.
Risa berusaha keras menopang tubuh nya dengan tangan nya di kaca mobil yang terlihat tetesan demi tetesan air hujan berlinang di sana.
Ciuman itu perlahan-lahan menjadi l****an yang menggairah kan.
Merasa sesak Risa mencoba melepaskan nya namun apa daya tenaga nya tak cukup untuk menghindarinya.
Mata nya semakin terpejam tak kuasa dengan apa yang di lakukan Ethan.
Tangan Risa yang ia gunakan untuk menopang tubuh nya perlahan ia coba untuk tak menopang tubuh nya.
__ADS_1
Ia mengangkat tangan itu dan menghempaskan nya ke kaca mobil dan
"DUARR."
"AH."
Suara petir menyambar itu membangunkan Ethan yang kaget,ternyata dia bermimpi.
"Apa aku mimpi barusan ?." Ucap nya yang langsung menengok pada Risa yang tengah asyik melihat pandangan di luar yang mulai mereda.
"Astaga kenapa mimpi itu terasa nyata." Batin Ethan yang memegang kening nya.
"kepala ku sakit tidur nyenyak hanya sekejap." Batin Ethan.
"Barusan terasa begitu nyata." wajah Ethan memerah memikirkan mimpi barusan,rasa nya mimpi itu begitu indah bagi nya,membayang kan nya lagi membuat nya tersenyum sediri memikir nya.
Merasa Ethan bangun Risa menoleh pada nya dengan sedikit linangan air mata di sudut mata nya.
Sontak Ethan kaget melihat nya nampak begitu sedih.
"Kamu kenapa ?." Tanya Ethan pada Risa karena linangan air di mata nya.
" ... Maafkan aku." Ucap Risa
"Soal apa ?."
"Soal kejadian waktu itu,seharus nya aku tak melakukan hal itu,aku tau kamu berusaha menolong ku,tapi aku malah kasar." Ucap Risa menitikan air mata.
Melihat Risa menangis dengan pipi nya yang memerah,ia merasa bersalah menghindarinya beberapa hari ini.
"Ternyata dia merasa bersalah soal kejadian itu,aku pikir dia tak memikirkan hal itu,apa dia mulai peduli pada ku."
Batinya merasa bersalah bercampur senang atas apa yang Risa rasakan.
"Tapi kamu gak ada kabar 5 hari,aku pikir kamu marah terus benci sama aku."
"Tidak,maaf aku sibuk beberapa hari kemarin jadi jarang ketemu sama kamu."
"Benarkah ?."
"Iya."
Bibir nya lantas tersenyum mendengar Ethan tak marah dengan nya,namun senyum nya memudar ia tak mood untuk tersenyum hari ini.
Hujan pun mulai reda cahaya senja mentari begitu menyilau kan membuat para awan hitam minder dan perlahan memudar di langit.
Air hujan masih menetes di dedaunan.jalanan pun mulai mengering,suasana pun menghangat kembali.
Dengan kicauan burung senja.dan kupu-kupu yang berterbangan.
Melihat itu Ethan lantas melajukan kembali mobil nya dan membawa pergi Risa ke suatu tempat.
"Kita mau kemana ? Ini bukan arah jalan pulang atau ke Rumah Sakit."
"Kita main sebentar."
"Kemana ?."
"Nanti kamu juga tau." Ucap Ethan tersenyum
Tak lama kemudian mereka pun sampai,mata Risa berbinar kala melihat toko-toko makanan manis di depan nya,toko wafel,toko es krim,toko martabak,toko minuman boba dan toko es campur.
__ADS_1
Harum manis makanan itu membuat nya tergiur untuk mencicipi semuanya.
"Ayo kita turun."
Mereka berdua pun keluar.
"Sebagai permintaan maaf ku,pilih lah makanan kesukaan mu,hari ini aku yang teraktir." Ucap Ethan
"Beneran ?."
"Iya,tapi jangan makan di sini."
"Terus di mana ?."
"Beli aja dulu nanti kamu ikut aku." Ucap Ethan
"Siap Pa." Ucap Risa sambil tersenyum
Risa pun bergegas ke sana,sangking girang nya tanpa sadar ia memegang tangan Ethan dan menarik nya.
"Kamu mau wafel ?."
"Boleh."
"Pa wafel nya 2 ya yang rasa strouberi sama ... ?."
"Vanila ... " Ucap Ethan
"Kamu mau es krim ?."
"Tidak,kalu kamu mau beli saja,aku mau coffie dulu."
"Iya."
Risa pun membeli es krim coklat
Melihat Risa tengah asyik menjilati Es krim Ethan hanya tersenyum melihat nya.
"Apa yang telah dia lakukan sampai-sampai aku begitu mengukai nya." Batin Ethan
Setelah membayar makanan nya ia menghampiri nya.
"Ini wafel nya."
Ethan pun mengambil dan memakan nya sambil berjalan.
"Mau kemana ?" Tanya Risa melihat Ethan berjalan kedepan,Risa pun mengikuti nya.
Ia mengikuti nya dan melihat ke samping banyak pria yang bermain sepeda dan skateboard di sana.
Risa di buat kagum melihat mereka bermain di sana.ia pun berhenti melihat mereka sebentar.
Merasa Risa tak mengikuti nya Ethan lantas berbalik dan melihat Risa tengah asyik melihat permainan sepeda BMX dan Skateboard.
Ia pun meenghampiri nya.Saat sampai Risa masih anteng melihat mereka,hingga es di tangan nya meliber kebawah dan hendak jatuh.
Seketika Ethan menjilat nya membuat sang pemilik menoleh ke arah nya.
"Es krim mu cair tuh."
"Hi iya." Risa pun dengan segera menjilat Es krim yang meluber itu namun terlalu banyak luberan nya.Melihat Risa kewalahan Ethan membantunya menjilat es krim itu.
__ADS_1
Namun niat nya membantu malah membuat jarak mereka begitu dekat dengan saling menjilat Es krim itu.
Risa kaget hal itu membuat wajah nya sungguh merah ketika ia melihat hidung, lidah dan bibir itu sungguh dekat dengan wajah nya.