
"Pantas saja kalung itu putus" gumam hati risa
"Kenapa dia begitu untuk semua yang telah kita berdua lewati kenapa akhir nya jadi seperti ini" batin risa terus berbicara
Namun tiba tiba
"Cklek" pintu di buka ethan
Sontak risa langsung menghapus semua air mata nya terburu buru sambil beranjak berdiri membelakangi ethan
"Kamu ngapain ?" Tanya ethan
Risa lantas tak menjawab nya
Ethan pun malah duduk di kursi rsa dan nampak lah laptop yang masih menyala dengan poto erik yang terpampang
"Bukan kah dia yang waktu itu di bandara" batin ethan
Ia menutup laptop itu lantas menatap risa dan menghampiri nya
"Kamu kenapa ?" Ucap ethan yang memegangi pundak risa
Merasa air mata nya sudah kering risa membalikan
Tubuh nya
Sontak ethan kaget melihat wajah risa dengan mata yang sembab hidung yang berair memerah dan bibir yang merah itu menandakan ia habis menangis
"Aku gak papa, aku cuma gak enak badan" ucap risa dengan tatapan mata yang tertunduk
Rasa nya air mata tak ingin kering dari mata risa hingga rasa nya air mata itu akan jatuh lagi namun risa berusaha menyeka nya
"Ya udah kita pulang,aku antar" ucap ethan
"Tidak jangan biar aku aja sendiri" ucap risa
Ethan tau jika risa butuh waktu sendiri saat ini
"Ya udah hati hati di jalan" ucap ethan
"Iya" risa pun beranjak dari sana dan pergi meninggalkan ethan sendiri di ruangan nya
"Huft..biarlah dia sendiri dulu" hela nafas ethan kala melihat risa pergi
"Kenapa dia sedih gara gara pria seperti dia"batin ethan
Sementara itu risa memesan taksi online ia sudah tak sanggup menahan ke sedihan nya
Tak lama taksi itu sampai
"Pa bawa mobil nya agak cepet ya saya ada perlu" ucap risa
"Iya"
Taksi itu pun melaju
Risa sungguh tak kuat menahan air mata nya hingga setetes demi setetes ia seka air mata itu ia malu jika di lihat orang
"Kiiikk" tak lama risa pun sampai di rumah nya
"Makasih pa"
"Iya"
__ADS_1
Risa pun turun menuju ke dalam rumah
"Cklek"
Pintu pun ia buka
Betapa rasa nya lega sekali ia sampai di rumah
"Brak"
Risa pun menutup pintu nya dengan keras lutut nya gemetar ia pun menjatuhkan diri nya di sana
Dengan leluasa ia menangis
"HIKS KENAPA RIK KENAPA KAMU HARUS TINGGALIN AKU RIK KENAPA HARUS ADA WANITA LAIN"
Ia menangis sejadi jadi nya
"Hiks..hikss..hiks"
Ia pun berdiri lagi dan pergi ke kamar nya
Saat sampai di kamar nya
"Brruaakkk" semua alat makeu up di meja nya ia jatuh kan hingga berserakan
ia memukul mukul bantal nya sungguh hati nya sekarang tak menentu sedih,kecewa dan marah menjadi satu
"Kenapa nasib ku harus seperti ini ? tanpa ayah, tanpa adik atau pun kaka dan sekarang mamah juga lagi sakit kekasih ku menghianati ku aahhkk kenapa hiks"
"Tak ada canda tawa di rumah ini hanya dengan nya yang sudah ku anggap sebagai bagian dari hidupku seseorang yang istimewa namun ia membuat nya tak berarti lagi hikss"
"Brrakk..brakkk" risa melempar bantal itu hingga bertabrakan dengan make up yang berserakan di lantai
Di tengah kemarahan nya tiba tiba
"Awwh"
Perut nya terasa keram dan sungguh sangat sakit
"Ahk" risa menghentikan gerakan nya seketika
Perlahan ia membaringkan tubuh nya di ranjang dengan air mata yang menghiasi pipi nya hidung dan wajah sudah merah padam dengan linangan air yang mengkilap terkena cahaya
Ia lantas menatap sudut tangan nya
"E..rik" ucap risa yang perlahan menutupkan kelopak mata nya mengatur nafas nya yang terengah engah
Ia merasa terjatuh lagi untuk ke dua kali nya
Sakit di perut nya pun perlahan mulai mereda dengan rasa marah yang mereda menyisa kan rasa sedih dan kecewa di hati nya
"Kenapa ? Hiks"
Risa pun bangun dan menatap ke sekeliling nya yang berantakan
"Seharus nya aku tak begini" ucap riaa menyesali perbuatan nya
Ia pun beranjak dan merapihkan kamar itu lagi
Tak lama semua sudah di tempat nya lagi
"Aku harus mandi dulu, aku mau jengukin mamah" ucap risa yang bergegas mandi
__ADS_1
Selang beberapa menit pun ia selesai mandi dan memakai pakaian nya berdandan untuk pergi ke rumah sakit
Dengan pakaian kaos di balit hoodie rajut,tas selempang dan celana jeans nya ia nampak segar dengan rambut yang sengaja ia urai
Bulu mata nya begitu lentik ia berdandan begitu cantik
Berdandan adalah obat penenang untuk nya
"Cklek"
Pintu pun ia kunci dan bergegas pergi ke rumah sakit karena waktu telah menunjukan pukul 4 sore hari
Namun saat ia melihat dompet nya uang nya tinggal sedikit lagi terpasa ia harus naik angkot
Ia pun menunggu di pinggir jalan
"Kemana yah ko gak ada biasa nya jam segini udah sampe sini malah udah mau pukul 5 lagi" ucap risa yang bosan menunggu
Tak jauh angkot pun datang
Risa lantas memberhentikan nya
"Maaf neng sudah penuh" ucap sang supir
"Mm tapi pa nanti saya ke maleman sampe di rumah sakit"
"Hm..ya udah deh naik"
"Makasih pa" ucap risa yang langsung pergi ke pintu
Betapa syok nya ia melihat hampir penuh dengan ibu ibu
"Syukur lah ibu ibu semua" batin risa
"Ayo neng naik di sini muat ko"
Risa pun naik namun ia sungguh berada di pintu karena sudah hampir tak muat lagi
"Pegangan di situ yang kuat neng" ucap ibu itu
Risa pun berdiri dan berpegangan pada tempat penyimpanan barang
"Berangkat" ucap sopir itu
Mereka pun berangkat
"Astaga jalanan terlihat kalau aku kaya gini" batin risa
Selang beberapa lama angkot nya berjalan tiba tiba beberapa polisi menghadang angkot itu sontak risa menoleh di depan ada polisi
Dan datang lah seorang polisi yang sungguh tampan yang tak lain adalah abian melihat ke depan pintu
"Abian" batin risa menatap abian dari pitu
"AHK itu polisi tampan nya" teriak ibu ibu yang ingin berdiri dan melihat abian
Sontak risa tersenggol dan tersedorong ke depan oleh ibu ibu
"EEHHHH"
Teriak risa kala pegangan nya terlepas dan ia terdorong dengan kaki yang terlangakah menuju keluar tak terkendali
Abian melihat risa terdorong ia akan jatuh dari dalam mobil
__ADS_1
"AH" teriak risa kala cahaya dari luar makin terang saat ia akan jatuh dari mobil