
"LARI RISA!." Teriak Erik tersenyum sebari menarik Risa
Sontak Risa pun lari dan tertawa kecil,mereka tak melepaskan tangan yang saling bergandengan mereka lupa dengan ke adan jika mereka sedang di kejar.
"Hihi"
Erik tertawa kecil kepada Risa begitu pun sebalik nya.
"Haha."
Senyuman dengan mata yang tertutup itu,lantas ia membuka kan kelopak mata nya dan menatap Erik yang memegang nya berlari, rambut dan jaket Erik yang teriup angin akibat berlari membuat ia nampak keren,hingga ia lupa dengan keaadaan yang sebenar nya.
"Ayoo Risa ke sebelah sini aki tau jalan sini." ucap Erik
"Mereka makin dekat gimana?." Ucap Risa yang makin berdebar
"Sini deh."
"Kamu naik duluan." Ucap Erik menaiki sebuah tangga yang menuju balkon,saat sampai di atas ia menarik tangga itu.
Tak lama ke empat orang orang itu berpencar mencari mereka.
"Haha." Erik tertawa pelan sambil terengah-engah dengan keadaan terlentang di sebuah balkon rumah.
Ia melihat Risa yang terengah-engah ke capean tak berbicara sepatah kata pun,tangan nya gemetar merasakan betapa berdebar jantung nya,tadi jika mereka sampai tertangkap entah apa yang akan terjadi.
"Kamu cape ya?." Ucap Erik sambil menyelipkan rambut Risa di telinga nya dengan keringat yang berada di kening nya,Erik mengusap nya dengan tangan nya.
Erik berbalik mengahadap Risa
"Apa mereka sudah pergi?." Tanya Risa menatap Erik.
"Entah?." Erik dan Risa pun duduk melihat keadaan di bawah.
"Eh ada orang." Ucap Erik yang mendorong tubuh Risa tiduran dengan diri nya yang menutupi tubuh Risa dari atas.
Risa tak bergerak melihat kondisi mereka sekarang penopang tubuh Erik hanya siku nya.Mereka sungguh dekat Erik masih melihat ke belakang.
Orang itu terlihat masih mencari mereka tak lama mereka pun terlihat pergi.
"Ahkk sial!" Umpat Adrian membanting sebuah balok kayu.
"Huuuh,,mereka sudah pergi." Ucap lega Erik
Erik pun mebalikan wajah nya dan ternyata mereka begitu dekat ia melihat Risa yang merinyit kan kelopak mata nya yang merem.
Dengan wajah merah dan keringat yang bercicuran deru nafas nya terdengar.
"Risa Buka mata mu." Ucap Erik
Perlahan Risa pun menatap nya.
"Apa mereka sudah pergi?."
"Mmm belum." Ucap Erik berbohong
"Mereka ada di bawah kita"
Sontak Risa kaget dan memeluk Erik dengan erat ketakutan.
"Gimana kalau kita ketahuan"
"Gak papa paling kita di nikahin." Ucap Erik yang sukses membuat Risa mendorong tubuh nya,namun Erik memegang tangan risa hingga ia membalikan keadaan dengan Risa yang berada di dekapan nya.
"Ahh." Ucap Risa kaget
Kini Risa berada di atas Erik rambut nya jatuh terurai di dekapan Erik,tangan nya menopang tubuh nya agar menjauh dari Erik
Erik lantas melingkarkan tangan nya di pinggang Risa
"Kamu cantik." Ucap Erik yang membuat pipi nya makin merah.
Mereka saling berpandangan
Tangan Erik pun mulai menyentuh leher dan pipi Risa ia memberikan jarak yang semakin dekat di antara mereka.
__ADS_1
Harum stroberi pun membuat Erik semakin ingin mendekap tubuh itu.
Risa pun menatap Erik sayu tak memberikan perlawanan atas tindakan Erik.
"Cup" Erik mencium pipi Risa
Sontak risa pun beranjak dari tubuh erik dan terduduk menunduk.
"Kamu kenapa?." Ucap Erik
"Enggak ayo kita pulang"
"Ayo"
Mereka berdua mulai turun
"Kita lewat jalan lain mereka mungkin masih mencari kita."
Saat di perjalanan pulang.
"Aw ... tunggu sebentar kaki ku sakit." Ucap Risa
"Ayo aku gendong lagi."
"Emang kamu gak papa."
"Enggak ko apa sih yang engga buat kamu."
Erik pun menggendong nya.
"Sekarang jam berapa ya?."Ucap Risa
Erik pun melihat jam tangan nya.
"Udah tengah malem yang."
"Ko kaya mau hujan yah" Ucap Risa
"Iya"
Tak terasa mereka pun sudah sampai di rumah Risa
"Hahhh tolong Risa." Ucap Erik sambil terengah- engah.
"Kamu kenapa baik baik aja kan."
"Enggak Risa aku butuh ... butuh."
"Butuh apa? "
"Butuh nafas buatan." Ucap Erik sambil tersenyum
Risa lantas tak menggubris nya.
"Ahk kamu apaan sih."
"Eh ko gitu sih seharus nya kamu kasih nafas buatan buat aku yang kamu tuh berat loh."Sambil tertawa
"Mau aku cium yah ni aku cium ... "
Risa mendekatkan wajah nya namun clup tangan Risa mencubit bibir Erik.
"Argh ko gitu yang." Ucap Erik tersenyum
Tak lama hujan pun turun
"Ayo masuk dulu."
"Iya."
"Udah jam 01 pagi yah ternyata mamah belum pulang."Ucap Risa
"Coba kamu telpon dulu." Ucap Erik
"Iya deh."
__ADS_1
Risa pun menelpon Ibu nya
"tuutt"
"Halo Mah mamah dimana."
"Tadi mamah udah pulang Risa tapi Mamah pergi lagi buat jengukin temen kerja mamah lagi sakit, maafin Mamah ya kamu sendirian lagi di rumah."
"Iya mah gak papa ya udah aku tutup dulu."
"Iya hati hati dirumah kunci pintu kalau ada apa apa hubungin Mamah."
"Iya mah ucap Risa"
"Jadi Ibu kamu gak akan pulang ya." Ucap Erik
kegirangan sambil memeluk Risa
"Eh apan sih ko seneng banget" Risa geram sambil melepaskan tangan Erik darinya.
"aku nginep boleh gak." Tanya Erik
"boleh asal kamu tidur di luar dan gak boleh macem -macem."
"DUAR"
Suara petir menyambar spontan Risa memeluk tangan Erik ia pun menyeringai.
"Kamu suka yang aku peluk"
"Kita tidur yu." Ucap Erik sambil menggendong Risa
"Eh jangan !!!..." Ucap Risa
Erik tak menghiraukan permintaan Risa di langsung menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang.
"Bruk"
"Aduh kamu ko kasar banget."
Risa pun bangun
"Sebentar aku ke toilet dulu."
Ucap Risa sambil bergegas pergi ke kamar mandi semetara itu Erik melihat lihat kamar Risa.
Setelah Risa keluar dari kamar mandi ia berganti pakaian dengan piama berwarna pink.
"Ko kamu ganti baju." Ucap Erik
"Aku nyaman pakai piama waktu tidur emang nya kenapa." Ucap Risa
"Enggak cuma ko panjang sih yang." sambil tersenyum Erik menjawab
Tiba-tiba Risa melemparkan bantal kepada Erik,ia pun menangkap nya.
"Tuh kamu tidur di luar ya." Ucap Risa
"Enggak mau." Ucap Erik sambil membaringkan tubuh nya di ranjang tiba-tiba lampu padam.
"Yah ko mati lampu lagi,aku ambil lilin dulu."
Benerapa lama kemudian Risakembali dengan lilin yang menyala dan menyimpan lilin nya di meja rias di kamar nya dan menghampiri Erik.
"Eh dia udah tidur yah."
Saat hendak pergi Erik menarik tangan Risa dan membuat nya terjungkal ke atas ranjang bersama nya.
"Eh"
Teriak Risa kaget Erik memandang wajah Risa begitu juga sebalik nya.
Pelan pelan erik mencium kening nya dan memeluk nya erat.
"Aku pengen kaya gini terus yang."
__ADS_1
Risa terhanyut kedalam hangat nya dekapan Erik.
"Aku juga." Ucap Risa, Erik dan Risa terbuai dalam kehangat yang mereka ciptakan sampai mereka terlelap ketiduran.