
Ke esokan harinya.
Risa berangkat seperti biasa ke Sekolah,
"Kenapa rasa nya hari ini gak mau sekolah yah, tapi kaya nya bener deh kata Mamah pacaran cuma gangguin Sekolah doang, tapi gak semua cuma lagi di situasi kaya gini, tapi gimana ya aku harus akhiri hubungan ini atau aku perbaiki, ahhk aku pusing." ucap Risa
Sesampai nya di sekolah.
"Kriinggg"
Pelajaran pun di mulai.
Ia hanya acuh tak memperhatikan pak guru karena masalahnya,tanpa sengaja ternyata ia sedang di tatap Adrian yang duduk di samping bangku nya dengan tajam.
Sadar dengan Adrian yang memperhatikan nya, mata Risa tak sanggup untuk balas menatap nya jadi ia memalingkan wajah nya.
Dari kejauhan Erik tengah memperhatikan Adrian dan melirik Risa seolah-olah dia tau jika anak
baru itu sedang melihat nya.
Pelajaran pun di mulai.
~Skip~
"Kriiiing ... kringgg"
Bel berbunyi tanda istirahat
Pelajaran pun selesai murid yang lain mulai bepergian ke kantin.
"Risa ke kantin yu" ucap Rika
"Iya ayo"
Mereka pun berjalan ke kantin
"Eh Risa kita ke kantin lewat belakang yu"
"Emang nya ada apa kalau jalan depan"
"Aku mau ketemu dulu sami adik aku"
"Oh iya deh"
Mereka pun pergi lewat belakang
Saat di perjalanan mereka melihat Adrian tengah memainkan ponsel sambil menyandar di tembok.
"Dia" ucap Risa gelisah tak ingin bertemu dengan nya.
Tak ada pilihan lain selain melewati nya.
"Eh tunggu!." tangan Adrian menghalangi Risa dan Rika
"Ada apaan sih." ucap Rika
"Kamu pergi aja duluan, aku mau bicara sebentar sama Risa."ucap nya sambil mendorong Rika menjauh
"Huuuh..dasar cowo sombong." ucap Rika sambil pergi
"Rika tungguu!!." ucap Risa hendak pergi namun Adrian menghalangi nya.
"Ih awas ko kamu ngehalangin aku"
"Aku mau bicara sebentar"
"Iya cepet kalau mau bicara ... "
Adrian pun mendekati nya dan menyenderkan tangan nya ke dinding lagi
__ADS_1
"Aku mau bahas soal di cafe, jadi gimana kamu terima gak cinta ku,Kamu belum punya pacar kan Risa" tangan Adrian memegang tangan Risa
"Ih sakit lepasin!."
"Jawab dulu." ucap Adrian memaksa
"Hei apa apaan ini." ucap Erik sembari melepas tangan Adrian dari tangan Aisa lagi.
"Aww." geram Risa kala tangan nya semakin sakit
"Kamu gak papa" tanya Erik
"Eh kamu siapa nya dia, kamu pacar nya bukan lancang ganggu obrolan orang kamu tuh cuma temen nya doang kan!."
"Kaloomm ... "
Risa menutup mulut Erik dan menarik nya pergi
"Ih apaan sih Erik, jangan bilang siapa siapa kalau kita pacaran."
"Kenapa emang,kamu malu pacaran sama aku emang kurang apa aku coba apa karena alasan itu!."
"itu kamu tau,Bukan nya malu aku cuma gak mau ... "
"Gak mau apa?." ucap Erik memotong ucapan Risa
Sontak Risa pun sedikit kaget karena tak biasa nya Erik semarah ini.
"Enggak ah,males aku ngomong sama kamu,lagian soal kejadian kemarin aku kan udah bilang kita break dulu."
ucap Risa sambil pergi meninggalkan Erik.
"Risa"
"Riisa!." teriak Erik
Namun Risa tak menghiraukan nya
Risa tau Erik marah, ia merasa sedikit bersalah namun Erik tak mengerti keadaan nya dan membuat Risa menitikan air mata.
Bel pulang berbunyi.
Belakangan ini Risa sering pulang sendiri katen tugas nya belum kelar di kantor menyetorkan absensi dan keuangan pada wali kelas nya.
Risa pun berjalan pulang sendirian dengan menundukan kepalanya.Tak lama
"Brukk aduuhh ... "
"Ah ... "
Risa menabrak seseorang yang tengah meminum coffe panas sontak coffe itu tumpah di jas orang yang ia tabrak.
"Aahh maaf."
Sembari membersihkan jas itu Ia menabrak sosok pria yang tampan,rapih,putih,tinggi kelihatan nya hanya berbeda beberapa tahun.
"Dia tampan sekali."ucap Risa dalam hati
"Ah minggir." tepis lengan pria itu
"Kamu tuh buta ya, lihat jas mahalku jadi rusak hah."
Risa pun melongo ketika melihat reaksi sikap nya seperti itu
"Maaf ... " ucap nya pelan
"Kamu tuh ceroboh kaya gak sekolah aja kamu mata tuh di pake bukan di taruh di dengkul."
Sontak Risa kaget dan kemarahan nya memuncak
__ADS_1
"Aku bilang maaf ya maaf gak sengaja dasar orang tua, emang iyah kamu lebih tua dari ku tapi aku kan sudah minta maaf, seharus nya kalo udah tua tuh ngerti bukan malah makin menjadi!."
Ucap geram Risa sambil menyegol keras pria sombong tadi dengan keras
Pria yang ia tabrak pun tak bisa berkata kata
Ia lantas melirik dan mengingat-ngingat wajah nya
"Awas aja kamu." ucap nya
"Ahhk aku benci,aku benci hari ini."teriak Risa marah-marah di jalan.
Namun saat berjalan melintas mobil mewah lewat
"Byurrrr"
"Aaahhhk!."
Mobil itu membuat cipratan air hujan kotor yang membuat baju Risa kotor semua.
Tak lama ada tangan yang keluar dari mobil dengan bentuk OK
"Hhh diaa,awass saja!!..."
Pria itu lantas memandang wajah Risa dari spion mobil nya dan menyeringai bahagia.
"Dasar pria tua!." geram Risa
Risa pun bergegas pulang dengan keaadan kotor membuat nya malu.
Sesampai nya di rumah Risa pun beregas mandi dan mengganti pakaian.
Tak lama ia berbaring di kasur nya sebentar
"Huuft,,tiap hari Mamah gak ada dirumah,Mamah cuma pulang malem,pergi lagi siang aku di rumah sendirian terus dan ayah yang gak tau di mana kenapa nasib ku seperti ini." gumam Risa
Sontak ia mengingat pria tadi wajah nya
"tampan sekali"ucap Risa
Dia terlihat bagai pria dewasa yang ia idam idam kan seperti pangeran impian nya.
Dengan setelan jas hitam nya, mata nya yang hitam pekat kulit nya yang putih rambut nya yang hitam tersisir rapih,bibir nya terlihat sangat manis,, dengan kumis tipis yang tak terlihat dan dia seperti orang kaya.
"hihi."
Tiba tiba bayangan itu berubah saat ia mengingat hal tadi, pria itu bak bagaikan pria tua yang menyebalkan yang kelakuan nya seperti anak kecil jauh dari kata dewasa.
"Kyaaa awas saja dia!." umpat Risa sembari menutup wajah nya dengan bantal.
"Lalu bagai mana dengan Erik." ia mengingat masalah nya
"Ahk aku gk mau ambil pusing."
Hari hari terus berlalu
Hari minggu pun sudah tak terasa terlewat.
Jam menunjukan pukul 21.00 malam
"Ahk besok sekolah,rasa nya ko gak semangat gini yah, rasa nya mau istirahat tapi tugas masih numpuk." ah sambil mengacak rambut nya yang kusut
Ke esokan pagi nya,Risa berangkat ke sekolah.
Saat sudah sampai di kelas Erik dan Davin berjalan bersama menghampiri nya namun belum mereka berdua sampai pada nya Risa pergi.
"Eh"ucap Davin
"Kaya nya dia masih marah sama kita"
__ADS_1
Tak sengaja Adrian melihat kejadian itu
"Seperti nya mereka bertiga sedang bertengkar" ucap nya sambil tersenyum.