
"Semuanya gak terkendali,sekolah ku,impian ku, Ibu ku,cinta ku,sahabat ku rasa nya merek lepas dari genggaman ku." Ucap Risa kala merasa kesepian.
Ia melihat laptop di depan nya ia pun memakai nya untuk membuka sosial media milik nya ia melihat akun Erik,namun masih belum aktif.
"Dia kemana."
Sementara Erik yang jauh di sana tengah belajar di sekolah baru nya,ia meringis kala ponsel nya di banting ayah nya kedalam perapian di rumah nya hingga hangus terbakar.
Mungkin karena ulah nya yang ingin pulang kembali ke Indonesia.
Dan sekarang ia tak punya kontak siapa pun,ia melihat ke langit,apa kekasih nya tengah memandang langit yang sama.
Watak Erik berubah di sana dia jadi pria dingin dan angkuh.
Risa memikirkan semua nya dan ia memulai kembali dari awal,untuk awal nya ia menyakin kan diri nya untuk mengambil tanggung jawab Ibu nya dan fokus terhadap kesembuhan Ibu nya.
Ia pun melihat semua berkas dokumen di sana dan mempelajari semuanya dengan tekun.
Ia mulai paham dan mengerti dengan bekerja di kantor.
Ia mulai menwarkan kerja sama dengan perusahaan yang ada di dokumen yang belum di sah kan.
Sebuah Email masuk ke laptop.
"Saya tertararik bekerja sama dengan perusahaan anda, apa kita bisa bertemu sore ini di caffe mentari." Email terebut dari dokumen daftar perusahaan yang belum di sah kan.
"Iya tentu bisa pak."
Ia pergi tanpa Rina sang sekertaris Ibu nya sepertinya Risa mampu menghendel semua nya.
Risa lantas pergi ke kamar mandi dan merapihkan penampilan nya agar nampak segar kembali.
Ia pun pergi untuk bertemu dengan klien pertama nya di sebuah caffe.
Dia pun sampai di cafe yang di maksud dan duduk di sebuah kursi di sana.
"Sepertinya dia belum datang." Ucap Risa
"Silahkan nona mau pesan apa."
"Mm aku pesen jus avocado aja mba."
"Baik." Ucap pelayan di sana.
Lama Risa menunggu tiba-tiba ia melihat pria masuk ke ka cafe.
"Apa itu dia." Batin Risa
Dan benar saja dia orang yang Risa tunggu-tunggu.
"Selamat sore maaf menunggu lama apa kamu Ibu Dita ?." Ucap sang pria dengan tangan yang mengajak berkenalan.
"Iya saya Risa putri nya Ibu Dita."
"Saya Angga dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan anda."
Ucap nya tiba-tiba ia mencium tangan Risa,hal itu membuat Risa heran dan menyeringai terganggu.
"Saya pikir kamu Ibu-Ibu ternyata masih muda dan cantik."
Risa melepas tangan itu
"Iya terimakasih, saya juga tak menyangka bisa bertemu pria seperti anda masih muda sudah menjadi direktur perusahaan, silahkan duduk."
"Apa mau pesan sesuatu."
__ADS_1
"Boleh gimana kalau makanan." Ucap Angga
"Boleh ... pelayan!."
"Iya nona ada anda mau pesan apa?."
"Tuan Angga mau pesan sesuatu."
"Mm ... saya pesan steak iga bakar 2 porsi ya dan 2 minuman untuk wanita cantik yang berada di hadapan saya." Ucap nya
"Baik tuan."
"Kamu gak keberatan saya pesenin itu." Ucap Angga
"Tidak gak papa Pak tapi saya gak akan lama saya ada kerja lagi."
"Biar saya traktir tapi Jangan panggil saya pa dong panggil saja Angga,toh saya juga masih muda."
"Makasih ... Tapi itu gak sopan."
"Tak apa gak akan ada yang me singgung ko."
"Mm iya deh."
Risa mengeluarkan sesuatu dari tas nya
"Ini coba anda periksa dulu dokumen tengtang kerja sama kita lagi." Ucap Risa mengeluarkan dokumen.
Angga langsung tanda tangan tanpa melihat isi dokumen nya.
"Ini." ucap nya
"Tapi anda belum baca apa pun."
"Kenapa anda pandangi saya begitu." Ucap Risa memalingkan tatapan nya.
"Kenapa Dia melihat ku begitu, rasa nya aku ngak pakai baju kalau dia lihatin kaya gitu." Batin Risa dengan wajah yang merah dan tangan yang gemetar.
"Ini pesanan nya." Ucap pelayan yang mengantarkan pesanan Angga.
"Terima kasih." Ucap Risa
"Silahkan dinikmati."
Mereka berdua pun mulai makan
Suapan demi suapan Risa makan,sayang kalau di tolak.
Angga hanya terus memandang nya sambil makan
Ia melihat bibir mungil merah Risa yang memakan daging itu nampak menggiurkan.
"Kenapa ?." Ucap Risa kala tau Angga terus memandangi nya.
"Apa ada sesuatu di mulut saya."
"Ada." Ucap Angga yang menyeka bibir itu.
Sontak Risa sedikit mundur dengan hal itu.
"Mm kalau boleh tau kamu udah punya suami belum ?." Tanya Angga
"Sudah." Ucap Risa terpaksa berbohong karena Risa punya firasat pria itu pria hidung belang.
"Kenapa di tangan kamu masih polos gak ada cincin nya,kamu bohong yah." Ucap Angga
__ADS_1
Sontak Risa merasa gugup ia takut jika kebohongan nya akan terbongkar nanti.
"Ssudah berusaha tapi masih belum ada." Ucap Risa mengeles
"Haha ... ooh kirain beneran udah."Tawa Angga bergema
Risa hanya terus makan menutupi rasa malu nya.
"Saya sudah selesai, terimakasih untuk traktiran hari ini." Ucap Risa
Angga pun berdiri
"Tentu, apa kamu mau pulang ? Biar saya antar yah." Ucap Angga
"Gak usah repot repot saya harus pergi ke rumah temen saya dulu."
"Oh ya udah sampai jumpa lagi."
"Besok saya akan mampir ke kantor."
"Iya, kalau begitu saya permisi pulang duluan."
"Silahkan."
Risa pun pergi ke luar
"Huufft lega rasa nya enggak lihat dia lagi." Ucap Risa
"Rasa nya aku pengen jalan deh." Risa pun berjalan untuk segera pulang waktu menunjukan pukul 18.30.
mentari mulai menghilang redup di gantiakan dengan lampu yang yang mulai menyinari setiap sudut jalan dan menerangi setiap langkah nya.
Indah sangat indah dari kejauhan jalan nya disinari lampu berkerlap kerlip.
Tak sadar air mata nya jatuhh ia terbawa suasana hati nya yang kesepian.
Ia terus berjalan pelan dengan mata yang tertunduk tak jauh ada sebuah mobil berhenti.
Sang pengemudi lantas turun dari mobil nya dan bersandar di sana seperti menunggu seseorang.
Risa pun terus berjalan saat semakin dekat ternyata itu Ethan.
"Aku antar pulang." Ucap Ethan
Namun Risa tak menghiraukan nya dan melewati nya.
Ethan merasa tak di perdulikan ia lantas mengejar Risa.
Ia menarik ikat rambut yang sedari tadi mengikuti Risa kemana-mana.
Risa pun langsung menolehkan kepala dan tubuh nya kala ada yang menarik ikat rambut nya.
sontak rambut nya pun jatuh tekibas tergerai.Harum strouberi tercium kala rambut itu mengibas.
Pemandangan itu membuat Ethan semakin ingin memiliki Risa.
"Kamu kenapa sih tarik ikat rambut aku." Ucap ketus Risa
Risa lantas meraih tangan yang memegang ikat rambut nya hendak mengambil nya kembali.
Semakin Risa berusaha mengambil nya tangan Ethan malah makin kuat mencengkram ikat rambut itu.
Tak kehabisan akal risa malah ingin menggigit tangan itu.
"Aaaahh." teriak Ethan kala tangan nya akan di gigit Risa.
__ADS_1