
Saat sudah melihat Erik pergi,Risa pun masuk dan bergegas mandi.
Saat Risa sudah membersih kan tubuh nya Risa bergegas kedapur untuk mengambil makanan,waktu menunjukan pukul 17.00.
"Mamah belum pulang yah?apa mamah lembur lagi? kasian mamah cari kerja sendiri."
Saat ia hendak pergi ke ruang tamu tiba-tiba kepala nya pusing semua benda bergerak tak beraturan dan
"Brruk"
Risa kehilangan kesadaran nya,beruntung nya ia tak lama Ibu nya pulang
"Clek."
Di rumah sepi seperti biasa
"Pasti risa sudah tidur."
"Ayo silahkan masuk tuan."Ucap Ibu Risa dengan seorang pria.
"Iya."
Namun saat nya begegas ke dapur spontan ia syok melihat Risa terbaring di lantai.
"Risa! ... " Teriak Ibu nya
Spontan pria yang tadi bersama Ibu nya pergi ke sumber suara.
"Dia! Dia kan gadis yang waktu itu." Batin nya
Ia menolong Ibu Dita untuk menggendong Risa ke kamar nya.
Ia lantas menggendong nya dan menidur kan nya di kasur.
Ibu Risa lantas membawa minyak kayu putih
"Risa bangun nak."
Risa pun mulai membukakan kelopak matanya.
"Mmmmm." Ucap Risa memegang kepala nya yang masih pusing.
Sambil mulai membuka mata nya belum jelas ia melihat seorang pria dengan wajah yang samar
"Apa dia pangeran." Ucap hati Risa
Risa pun tersenyum manis sambil menatap sosok tak jelas itu
"Apa ini mimpi?."
"Risa kamu gak papa." Ucap Ibu Dita
"Ah kepalaku sedikit pusing Mah tapi gak papa ko nanti juga lebih baik."
Tak lama kesadaran nya mulai pulih mata nya mulai jelas menampakan pemandangan sekitar nya,dan nampak lah sosok pria tak asing dengan setelan jas hitam dan wajah tampan nya sedang menatap nya
Sontak Risa melongo
"Kau!." Ucap Risa kaget melihat pria sombong itu lagi
"Kenapa kamu di sini!." Ucap Risa
"Eh jangan bilang gitu gak sopan dia kan tamu dirumahmu, dia yang menolong mu tadi!."
"Dia tuan muda CEO perusahan yang akan bekerja sama dengan perusahaan tempat ibu bekerja tuan ethan"
"Tuan perkenalkan dia putri ku satu satu nya Risa,minta maaf pada nya!." Ucap Ibu Dita saling mengenalkan.
"Maaf." Ucap Risa dengan mata yang menatap kebawah
"Dia cantik." Gumam hati CEO angkuh itu
"Hah a ... apa CEO ?."
__ADS_1
"Maksud nya pria tua sombong,dasar orang tua" umpat dalam hati Risa
Risa pun tersenyum manis
"Maaf atas prilaku kasar saya barusan dan terimakasih sudah menolong saya."Ucap Risa dengan senyum manis di depan Ibu nya.
"Sebentar ibu ambilkan dulu berkas untuk tuan muda." Ibu pun pergi
Saat Ibu pergi sontak wajah manis itu berubah menjadi datar dengan alis nya yang menajam
"Kamu gadis yg waktu itu kan." Ucap CEO itu
"Kenapa?kamu masih ingat aku sebut orang tua." sikap manis itu berubah jutek
Tangan Ethan pun mencoba mendekat kan tangan nya dengan wajah Risa
Risa sedikit memundur kan kepala nya dan
"Tuk"
"A ... duhh."
Ucap Risa saat tangan sang CEO itu menjentik kening nya dengan keras.
"Jaga ucapan mu umur ku masih 23." geram Ethan menjelaskan agar Risa tak menyebut nya orang tua.
"Hei pria tua." Umpat Risa masih marah atas kejadian waktu itu.
"Cklek"
Ibu Dita datang
"Ini tuan berkas yg anda minta."
"Baik bu terimakasih, saya permisi dulu."
"Iya tuan silahkan maaf atas ketidak nyamanan nya dan terimakasih bantuan nya."
Dengan lembut Risa mengucap kan itu
"Dasar gadis aneh."Ucap Ethan sambil pergi
Risa menatap punggung pria yang mulai pergi
"Risa"
"Iya"
"Kamu gak boleh kasar sama orang yang lebih tua dari mu,meski tuan Ethan terlihat masih muda kau tak boleh begitu,setidak nya hormati lah dia karena propesi nya,dia banyak di segani orang karena kemampuan nya mengurus prusahaan milik ayah nya." Ucap Ibu sambil mengelus kepala Risa
Risa pun menatap Ibu nya
"Maaf kan Risa mah."
"Iya, dan kau tau dia baru saja kembali lagi setelah menyelesaikan pendidikan nya, sampai kemarin ada kejadian yang tragis menimpa kedua Orang Tua nya yang meninggal akibat kecelakaan."
"Masa sih mah."
"iya."
"Astaga ternyata kelakuan ku sudah lewat batas" gumam hati Risa menyesal
"Besok kamu sekolah jam berapa Risa" ucap ibu
"Seperti biasa mah,emang nya kenapa?"
"Enggak,gimana hari ini di sekolah"
Risa sontak mengingat kejadian tadi siang Risa pun merasa sedih juga syok akan hal itu
"Apa aku berani sekolah besok yah." Ucap lirih hati Risa
"Risa,kening kamu kenapa ko memar sampai membiru kaya gini kamu kenapa?."
__ADS_1
Risa tak menjawab nya
"Ko mamah tanya kamu gak jawab, apa ada masalah di sekolah " Ucap Ibu nya khawatir
"Enggak ko mah gak ada masalah cuma akibat tadi kepetok sudut meja aja pas ambil pensil jatuh."
"Kamu ini kaya anak kecil aja makanya hati-hati syukur deh kalau gak ada masalah, jangan Sedih kalau tugas banyak ... itu proses nama nya emangat ya!." Ucap Ibu memberi semangat.
"Iya Mah."
Risa semakin erat memeluk Ibu nya,rasa nya Risa ingin menangis mengingat hal itu ia takut satu sekolah tau kejadian itu.
Ke esokan pagi nya,
Risa berangkat seperti biasa ke sekolah nya
Dengan murung ia berjalan ke kelas tak sanggup mengangkat wajah nya.
Namun seperti nya semua siswa tak tau apa yang telah terjadi kemarin.
"Kringg"
Bel tanda masuk berbunyi
Suara ruangan kelas bergemuruh suara teman teman Risa yang mengobrol
Namun .fokus Risa teralihkan kala ia melihat Adrian masuk
Sontak Risa memalingkan wajah nya ia benci melihat Adrian.
Waktu terus bejalan tak terasa sekolah pun usai Risa bergegas pulang untuk mengerjakan tugas proposal nya.
Ia pun sampai sambil memakan mie instan ia mengetik di laptop nya
"Tik ... tik ... tik."
Suara jam dinding bergema di ruangan itu dengan jendela yang ter tutup menyempurnakan keheningan rumah.
Sang pemilik kamar masih terus terpaku di laptop nya.
"Dreeed."
Suara itu memecah kebisingan itu,lantas Risa melihat ponsel nya ternyata Arin yang menelpon.
"Hallo Arin."
"Hallo Risa, kamu lagi ngapain nih?."
"Lagi ngerjain tugas, kamu lagi apa?."
"Oh tugas proposal itu yah,aku lagi diem aja aku kangen kamu Risa kita nanti pergi yu kepasar malem deket pantai."
"Emm gimana ya tapi tugas ku belum selesai."
"Nanti aja di lanjut, mumpung pasar malem nya buka."
"Em ya deh jam berapa?."
"Jam 7 mlm aja biar pulang gak ke maleman."
"Ok."
"Aku tutup telpon nya yah."
"Iya ... dahh."
Tak lama Risa pun bersiap pergi ia memakai jeans hitam dengan sweater pink muda dan rambut terurai tak lupa jepit mutiara ia sematkan di sela rambut nya,tas mungil merah pun ia pakai denggan pipi dan Bibir yang merah merona.
Ia pun pergi jalan kaki tak lama Risa hampir sampai, Arin pun yang telah menunggu nya melambai
"Ayo kita pergi." ucap Risa tersenyum manis
"Let's Go"
__ADS_1
Namun saat hendak masuk datang seorang pria
"Hey !! ... "