
Hingga Risa bersama Rangga
"Risa bangun!." ucap teman-teman nya yang mengelilingi nya.
"Bawa dia ke ruang UKS."
Rangga pun menggendong Risa ke ruang UKS bersama siswi yang lain.
Semua siswa dan siswi yang tengah belajar pun menoleh ke luar.
"Hey ayo belajar" Ucap Guru
"Tapi ka Risa gimana Pak."
"Gak papa kan ada guru lain"
Semua belajar kambali
"Baringkan dia di sana."
"Risa bangun."
"Ini kasih dia aroma terapi."
Risa pun mulai tersadar dengan pipi dan bibir yang merah terang menandakan dia demam mata nya sayu.
"Kamu gak papa Risa."Ucap Rika
"Gak ko kepala aku cuma pusing"
"Nih minum dulu"
Risa pun meminum nya dengan tangan yang bergetar.
"Ini Roti makan dulu yah terus minum obat."
"Iya." Risa memakan roti itu namun hanya sedikit dan meminum obat,ia bukan tipe orang yang susah.
"Ayo kita keluar biarin dia istirahat."
"Aku temenin ya Risa." Ucap Rika
"Gak papa pergi aja."
Teman sekelas Risa pun keluar ruangan dan membiarkan nya istirahat.
"Cklek."
pintu di tutup dan ternyata ada Erik di sana
"Eeh kamu ngapain di sini."
"Aku mau lihat keadaan Risa."
"Jangaan itu kan bukan ruang umum khusus cewe doang, lagian Risa lagi istirahat ko."
"Oh ya udah."
Ucap Erik yang terdiam tak beranjak dari sana saat para siswi itu pergi ia lantas menghampiri Risa.
"Cklek."
Pintu itu di buka saat ia masuk nampak lah Risa yang berbaring tidur dengan pipi dan bibir yang merah terang.
Lantas Erik duduk di samping nya dan menyentuh kening Risa
"kamu demam." Ucap pelan Erik
Sontak Risa terbangun
"Ngapain kamu di sini, jam pelajaran kedua mau mulai loh nanti ketinggalan pelajaran."
"Aku mau nemenin kamu di sini."
"Jangan." Ucap Risa
__ADS_1
"Kenapa"
"Nanti kalau pak guru tau gimana."
"Tap..tap..tap."
Suara sepatu seseorang terdengar dari luar sepertinya akan ada yang datang ke ruangan itu.
"Ada yang datang cepet sembunyi." Ucap Risa
Erik lantas bersembunyi di bawah ranjang.
"Cklek"
"Risa kamu gak papa." Ucap pa Radit dari pintu menengok.
"Gak papa ko Pak saya cuma butuh istirahat."
"Beneran? Apa Bapak hubungi orang tua kamu atau kamu pulang saja?."
"Jangan pa gak usah, nanti juga baikan."
"Oh ya udah bapa tinggal dulu ya,cepet sembuh."
"Iya makasih pa"
Pa Radit pun pergi
Erik lantas keluar dari bawah kasur itu
"Pa Radit udah pergi kan."
"Iya"
"Pipi kamu merah banget yang sakit nya di mana sini aku elusin" sambil mengelus kepala Risa
"Kamu kenapa nangis." Ucap Rrik yang tak sengaja melihat air mata berlinang di pipi nya.
Ia pun menghapus air mata itu dan mengelus pipi itu
"Kamu marah yah sama aku waktu kemarin di balkon,aku minta maaf,aku khilaf,maafin aku sa hasrat itu muncul sendiri." Ucap bersalah nya mengingat hal itu.
"Terus kamu kenapa, kamu jangan nangis kan kamu lagi sakit."
"Aku cuma bingung nanti kalau kamu gak ada aku gimana, aku terlanjur sayang banget sama kamu, rasa nya hari hari tanpa kamu gak akan bisa aku lewati dengan tenang."
Erik hanya terdiam mendengar itu.
"Sebenernya aku juga sama, rasa nya berat rasa nya separuh dari hidup ku akan pergi tapi percaya lah aku akan kembali." Ucap Erik sambil memegang kan tangan Risa di wajah nya dan mencium tangan itu.
"Kamu jangan khawatir aku yakin kita pasti berjodoh mungkin ini rintangan untuk kita berdua."
Risa pun hanya terdiam dan menyemangati diri nya sendiri jika Erik akan kembali lagi pada nya.
"Kamu tenang yah fokus aja sama cita-cita kamu saat aku gak ada bukan nya kamu mau jadi dokter."
"Mm iya akan ku coba."
"Entah kenapa rasa nya hati ini gelisah apa semua nya akan berakhir." gumam hati Risa
"Sekarang kamu tidur istirahat." Ucap Erik sambil mengelus rambut Risa dengan tangan kanan nya.
Risa meraih tangan Erik yang satu nya dan menindih nya dengan pipi nya seolah-olah ia tak ingin jika Erik pergi.
Tak lama Risa pun terlelap wajah nya begitu manis meski saat tidur.
Erik lantas menarik tangan yang Risa tindih pelan-pelan,saat tangan nya sudah terlepas ia hendak pergi dan mencium kening Risa.
Tak lama setelah ia pergi ponsel nya berdering
"Tuuut..tutttt"
"Halo Ayah"
"Erik kamu bisa pergi besok ke sini menyusul Ayah dan Ibu, kemarin Ayah udah minta surat pindah nya."
__ADS_1
"Kenapa harus besok Yah, bukan nya masih lama?." Ucap kesal Erik
"Emang kamu mau nunggu sampai kapan kamu tuh keburu tua buat ngurus keluarga kita kalau kamu sekolah dulu,yang penting pengalaman aja biar kamu sukses di usia muda."
"Tapi aku gak mau besok yah,aku minta minggu depan deh gak papa gak tamat satu semester juga"
"Ya udah,Ayah kasih kamu waktu seminggu"
"Iya Ayah makasih"
Tuuuuttt telpon nya di tutup dan
"Brakkkk." Erik melempar kesal ponsel itu hingga hancur.
"Kenapa!."
Ucap Erik dengan berlinang air mata.
Ia pun terduduk di pojokan sekola
"Saat rasa nya aku sudah menemukan cinta yang membuat ku nyaman dengan nya yang ku rasa dia adalah bagian dari hidup ku kini serasa ada dinding yang menghalangi kenapa." Gumam Erik sambil meremas rambut nya.
Ia lantas bengun dan mengambil card sim dan memory nya saja ia lantas pergi ke kelas.
Saat jam terakhir
Risa terbangun dan berjalan keluar untuk pergi ke kelas.
"Rasa nya kepalaku berat sekali."
Ia pun sampai di kelas
"Permisi pa maaf saya telat masuk."
"Loh ko kamu di sini bukan nya kamu lagi sakit Risa."
"Gak papa ko pa udah baikan." Ucap Risa sambil duduk.
"Ya udah kita lanjut pelajaran nya."
Semua pun belajar kembali Risa tak melihat Erik di sana.
~skip~
"Kriing"waktu pulang pun tiba
Risa pun merapihkan buku nya dan memasukan nya ke dalam tas,ia lantas menggendong tas itu.
Saat ia sampai di gerbang Erik menunggunya di motor nya sambil tersenyum.
"Ayo pulang" Ucap Erik sambil memakaikan jaket nya kepada Risa
"Ini pakai nanti kamu masuk angin."
Risa pun mengangguk dan menaiki motor Erik
"Kita langsung pulang yah biar kamu istirahat."
"Iya."
Beberapa saat kemudian mereka sampai
"Eh itu mobil siapa?." Ucap Erik
"Kayak nya tamu Mamah deh."
"Oh iya udah cepet masuk gih terus istirahat ya jangan lupa minum obat wajah sama bibir kamu udah merah gitu."
"Iya."
Erik pun membalikan motor nya dan pergi
"Daahhh." Ucap Risa melambai
"Cklek."
__ADS_1
Pintu pun ia buka
"Mah Risa pulang"