
Risa pun bergegas mandi dan berganti pakaian secepat yang ia bisa
Rambut nya hanya ia ikat saja di belakang
Beberapa menit kemudian risa sudah selesai ia lantas membuka kembali pintu nya
"Cklek"
"Kamu mandi cepet banget" ucap ethan
"Ahk jadi seperti ini ya orang bermuka dua tadi kata nya harus cepet udah di usahain cepet malah nanya kenapa cepet cepet" jawab ketus risa yang meningalkan ethan berjalan lebih dulu
Namun saat hendak turun tangga kaki nya terasa sakit lagi
"Kenapa kaki ku sakit lagi ya apa karena air dingin" batin risa
"Kenapa ?" Tanya ethan
"Enggak" ucap risa yang mulai melangkah turun dengan kaki pertama yang tak sakit namun saat kaki kedua yang sakit perlahan lahan ia nyamankan langkah nya
Saat mulai menahan beban tubuh nya kai itu sungguh terasa sakit
Hingga ia hampir jatuh untung tangan nya memegang pegangan di sana
Ethan yang melihat itu dari belakang sedikit kaget hampir saja risa jatuh lagi
Ethan pun bergegas menghampiri nya
Ia memegang pinggang risa
"Makanya jangan keras kepala di bantuin gak mau padahal butuh bantuan kaya gini ya orang bermuka dua" ucap ethan membalikan perkataan risa
Risa melongo di buat nya
"Astaga dia tak mau kalah" batin risa
Mereka berdua pun perlahan menuruni anak tangga satu persatu
Saat sudah sampai di bawah
"Terimakasih aku bisa ko dari sini" ucap risa yang menjauhkan tubuh ethan dari nya
"Ok"
Risa pun mengambil kunci cadangan nya di bawah meja
Ethan lantas mendahului risa dengan cepat ia masuk mobil dan menunggu risa di sana
Risa pun berjalan ke luar melewati pintu dan melihat sinar mentari yang mulai menghangat di tubuh nya
"Cklek" risa mengunci pintu nya
Ethan lantas melihat risa dari kaca mobil nya
Gadis itu nampak cantik meski penampilan nya sederhana perlahan tubuh nya tersorot mentari yang hangat wajah nya nampak bersinar
Ia terus menatap nya hingga sampai akan membuka pintu mobil
Ethan lantas memalingkan wajah nya
"Buk"
Risa pun masuk dan menutup kembali pintu mobil nya
"Kita berangkat" ucap ethan
Mereka pun pergi ke kantor risa sekalian ethan juga akan memeriksa semua data nya langsung tak perlu menunggu laporan dari risa
__ADS_1
"Ibu mu,,dokter bilang ada kemajuan danyut nadi nya berangsur angsur normal hanya tinggal menunggu ia sadar" ucap ethan
Risa hanya kaget mendengar itu ia tak menyangka sebegitu perhatian nya ethan pada ibu nya
"Terimakasih untuk bantuan mu, aku tidak tau jika bukan karena mu mungkin ibu ku tak tertolong"
"Ya tentu tak masalah aku sudah menganggap nya ibu ku,dia wanita yang hebat" ucap ethan
Risa menatap ethan
"Dia sangat baik meski kadang sombong dan kadang keterlaluan" batin risa
"Dan mungkin tak ada pemberitahuan kepada mu soal apa pun itu karena semua sudah ku hendel sendiri"
"Aku akan ganti semua pembayar nya, meski di cicil" ucap risa
"Iya, kamu harus rajin kerja" ucap ethan
Tak lama mereka pun sampai
"Selamat pagi" ucap para karyawan yang sudah ada di sana
"Pagi"
"Pagi"
Ucap mereka berdua berbarengan
Sontak para karyawan tersenyum mendengar nya
"Kalian benar benar cocok ups maaf" ucap mereka yang langsung bubar
Ethan dan risa pun masuk ke dalam ruangan nya
Nampak lah ruangan yang estetik dengan meja kursi manager dengan cat berwarna coklat gorden putih di sana tergerai
"Biar ku lihat data perusahaan kali ini,kamu duduk saja" ucap ethan
"Iya" risa pun duduk dengan tangan yang menopang dagu nya
"Kenapa perut ku masih sakit ya" batin risa dengan tangan yang memegang perut nya
Sementara ethan masih mengotak atik laptop itu
Wajah nya nampak begitu membuat nya tenang
Ia merasa punya seseorang yang mengerti akan ke adaan nya
Beberapa menit pun berlalu hingga rasa nya mata risa mulai berat tubuh nya masih menyesuaikan untuk memulihkaan ke adaan seperti sebelum nya
Setelah ia meminum minuman yang tak baik itu
Risa menopangkan tubuh nya di sofa dan mata nya mulai terpejam
Beberapa saat kemudian ethan selesai dan ia menatap risa
"Dia tertidur lagi ?" Ucap ethan melihat wajah polos itu tengah tenang terlelap tertidur
Wajah nya begitu menampakan ke tenangan untuk nya
Ethan pun beranjak menghampiri nya dan membuka jas nya menyelimuti risa
"Aku harus pergi dulu sebentar nanti aku balik lagi" ucap ethan berpamitan pada risa
Ia pun beranjak pergi
"Cklek" pintu di tutup ethan
__ADS_1
Saat keluar ia bertemu satpam
"Kebetulan ketemu di sini" ucap ethan
"Iya tuan"
"Tolong kamu jaga in di sini jangan ada yang masuk nanti aku kembali lagi" ucap ethan tak mau ada yang mengganggu risa tidur
"Dan jika ada yang perlu sama nona risa hubungi saja sekertaris nya"
"Baik pa"
Ethan pun meninggalkan ruangan kantor dan pergi ke tempat ia bertemu dengan klaien nya
Tak jauh dari ethan rina mendengarkan percakapan mereka
Mendengar hal itu rina geram
"Kenapa tuan ethan perhatian sekali dengan gadis itu"
Sementara itu risa yang tertidur perlahan lahan bangun
Menatap sekeliling
"Ethan ke mana ?" Hal yang pertama ia katakan
"Dia mungkin sudah pergi"
Risa lantas mencium aroma parfum yang begitu harum ternyata itu dari jas ethan
Risa lantas berdiri dan merapikan jas itu
"Badanku kenapa seperti ini rasa nya berat semua aku butuh yang seger seger" ucap risa
Terbesat di benak nya memakan rujak buah mangga
"Astaga air liur ku begitu banyak memikirkan itu,pengen banget aku harus beli itu" ucap risa yang keluar ruangan
"Cklek" pintu dibuka menampakan satpam tengah berdiri di sana
"Kenapa bapa berdiri di sini ?"
"Ano itu saya di suruh buat jagain ruangan ini biar gak ada yang ganggu nona" ucap satpam itu
"Siapa"
"Tuan ethan nona"
"Oh ya udah bapa bisa pergi" ucap risa
"Baik" satpam itu lantas pergi ke bawah
Risa pun beranjak hendak pergi, tak sengaja ia berpapasan dengan rina
Wajah risa berubah datar dan tak menghiraukan rina seolah olah tak ada manusia di sana
Risa sungguh masih merasa kesal pada rina
Risa pun ke luar kantor dan berjalan di pinggir jalan ingin membeli buah
Saat di perjalanan tiba tiba
"cringg"
Kalung liontin inisial ER risa jatuh masuk ke dala lubang kecil di jalanan
"Astaga, kenapa tiba tiba kalung nya putus"
__ADS_1
Ia mendapat firasat buruk namun ia ingin menepis hal negatif itu