Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 62 Pasrah


__ADS_3

"Cup."


Risa membelalakan mata nya ketika bibir Anz menyentuh bibir nya.Tangan Risa sungguh berusaha agar pria itu menjauh dari nya,tubuh nya meronta namun tubuh Anz tak bergerak sama sekali.


"krek."


"Ahk." Pekik Risa kala Anz menggigit bibir nya dengan keras membuat benda lembut milik Anz menerobos menari di dalam nya,rasa nya bibir begitu sakit hingga sudut mata nya mengeluarkan air mata dan rasa nya bibir itu membengkak oleh perlakuan Anz.


Tangan Risa hanya memukul-mukul pundak Anz.


Anz terluput oleh hawa nafsu nya yang kian membara hingga ia Perlahan melepas tangan Risa yang satu nya lagi.


Tangan Anz menopang tubuh nya sendiri di kasur mendekap tubuh mungil yang sedang ia tindih.


Tangan Risa berusaha mendorong Anz agar menjauh.


"Tolong."Batin Risa menjerit tak mau akan perlakuan Anz pada nya.


"Tuan !."


Suara seseorang dari luar pintu membuat Anz mengangkat tubuh nya dan menatap ke arah pintu.


Risa bisa bernafas lega dengan pria yang mulai menjauhi tubuh nya dan turun dari ranjang.


"Cklek."


Anz lantas membuka pintu itu dan nampaklah Dika yang tak lain adalah Abian tengah menunggunya di depan pintu.


"Ada apa ?."


Abian di buat nya heran dengan baju basah nya Anz yang keluar kamar itu,Abian hendak ingin melihat kedalam kamar itu namun Anz menutup nya dengan segera.


"Ada yang sedang mencari tuan di luar."


"Siapa ?."


"Tuan bisa lihat saja sendiri."


Anz pun pergi ke ruang tamu dengan baju nya yang basah dan dasi yang berantakan.


Risa melihat pria itu pergi,ia lantas bangun dan hendak pergi dengan tangan yang memegang bibir nya,tak terima pria itu menyentuh nya.


"Kenapa dengan takdirku,kemana nasib ini akan membawa ku." Batin Risa merasa putus asa.


Rasa nya ia tak ingin bicara lagi perlahan ia lupa akan tersenyum,perlahan lahan ia mulai tak peduli dengan diri nya sendiri.


Perlahan ia berdiri dan pergi ke ruangan itu dan pergi ke dapur.

__ADS_1


"Rumah ini begitu luas dan mewah tapi pemilik nya bak mahluk jadijadian yang menyerupai singa surai hitam." Gumam Risa


Ia melihat dari sudut pintu ternyata Anz kedatangan tamu dan hendak pergi bersama Anz.


Meski dengan penampilah kemeja putih dan balitan Rompi hitam Anz tetap terlihat buas.


Melihat Anz pergi dengan hampir semua penjaga nya dan tinggal Dika yang menjaga rumah,terbesit niat untuk melarikan diri dari rumah ini.


"Kesempatan ini tak boleh ku sia-siakan aku harus lari dari sini." Batin Risa


Risa pun pergi ke sudut jendela dan memastikan Anz telah pergi,ia melihat di depan rumah sekeliling nya di batasi tembok yang lumayan tinggi.


"Aku harus membawa kursi agar aku bisa lompat."Batin Risa


"Hei kamu sedang apa !." Tanya seseorang yang tak lain adalah kepala pelayan.


Suara itu mengagetkan nya ia pun menoleh.


"Tidak !." Ucap Risa


"Pergilah ke dapur dan cuci piring."


"Baik."


Risa pun pergi dengan tertunduk.


Saat Risa kedapur ia tak bisa kemana-mana sekarang karena banyak pelayan di dapur.


Ia dan pelayan yang lain pun mulai membereskan rumah besar itu.


Setelah beberapa lama Risa melihat kelengahan para pelayan dan mulai menghilangkan diri nya di tengah-tengah mereka.


Risa pun berhasil keluar lewat pintu belakang saat ia menoleh ternyata di luar gerimis hujan.


"Seperti nya tidak ada orang."


Risa melihat pemandangan begitu indah di sekeliling rumah ini rindang dengan pepohonan kecil namun banyak daun nya.


Perlahan Risa mengangkat bangku kecil di sana dan membawa nya ke belakang pohon.


"Duk."


Kursi itu berdampingan dengan tembok namun dari kejauhan ada Dika tak sengaja ia melihat Risa yang ingin kabur dari tempat ini.


Ia tersenyum dan membiarkan nya berusaha untuk lari dari sini,ia pun memperhatikan sekitar agar tak ada yang melihat.


Namun ia berpikir lagi jika Risa kabur sementara ia yang berjaga akan besar resiko yang ia ambil,penyamaran nya akan terbongkar.

__ADS_1


Saat perlahan Risa mulai naik dan memegang ujung tembok,Dika lantas lari ke arah nya,melihat Risa yang tengah jinjit meraih tembok.


Mata Risa membulat kala merasa seseorang memegang pinggang nya dan menarik nya,ternyata Dika memegang pinggang mungil itu dan menarik nya hingga ia terloncat dari bangku.


"Ahk." Risa kaget dan


"Bruk."


Mereka sedikit berbenturan,saat Risa mulai teranjak berdiri ia menatap pria yang selalu memperhatikan nya.


"Kamu !."


Di tengah hujan gerimis itu perlahan-lahan membuat baju Risa dan Dika basah.


Dari sudut mata Dika melihat ada penjaga lain yang datang kemari.


"Diam ! Ada seseorang kemari."Ucap Dika


Dika pun melepas jas milik nya,ia menutupkan jas itu di kepala Risa dan mendorong nya ke semak-semak pohon rindang bersamanya.


"Rushh." Dahan-dahan kecil memberi jarak untuk mereka berdua bersembunyi di sana seolah-olah pohon kecil itu tau mereka dalam bahaya.


Mereka terduduk di sana dengan kemeja putih Dika yang perlahan basah,menampakan warna kulit yang putih nan kekar,sementara tangan nya berwarna sedikit gelap.


Risa di buat nya diam karena jari Dika menutup mulut nya agar tak bersuara,dengan air gerimis yang menetes Risa menatap Dika yang tengah memeperhatikan penjaga yang melihat sekitar.


Mata Risa menatap Dika begitu tajam.


"Dia seperti pernah ku lihat." Batin Risa.


Melihat penjaga yang mulai pergi Dika yang tak lain adalah Abian menatap ke arah Risa.


Melihat jari nya yang tengah menekan bibir mungil nan merah itu,perlahan ia menjauhkan jari nya dari sana, mata mereka saling bertemu.


Tanpa sadar ibu jari Abian mengelus sudut bibir yang membengkak dan ungu seperti akibat gigitan.


Risa sedikit meringis di buat nya,melihat Risa meringis Abian hendak menjauhkan tangan nya namun Risa memegang tangan nya agar tak menjauh.


Mata Risa menatap nya tanpa mengalihkan pandangan nya sedikit pun dari Dika.


Melihat perlahan warna hitam di wajah itu luntur dan kumis tipis itu sedikit memperlihatkan lem yang memutih akibat air hujan.


Risa meraih kumis itu dan benar ternyata itu kumis palsu,Risa lantas menarik kumis tipis itu dan nampak lah wajah yang ia kenal.


"Abian !."


Mata Risa terbelalak di buat nya,jika pria yang baik sedari awal padanya tak lain adalah Abian.

__ADS_1


"Ya ini aku." Ucap Abian


Tanpa sadar saking senang nya sontak ia memeluk Abian meraih pundak kekar itu dan mendekap tubuh nya.


__ADS_2