
"Tau apa ? Bukan nya malam kemarin tidak terjadi apapun."
"Masa sih emang kamu gak bertanya tanya aku tau tanda itu dari mana." Ucap Ethan dengan seringai di bibir nya.
"Awh!!." Pekik Ethan kala Risa mencubit pinggang nya
Ethan lantas langsung meraih tangan yang mencubit nya dan hendak menggigit nya.
"Aah ... jangan ... hehe." Teriak Risa takut dan geli kala Ethan ingin menggigit jari nya
"Aku tau kamu bohong." Ucap Risa setelah Ethan melepas tangan itu
"Tapi saat aku bilang aku mau nikahin kamu itu bukan kebohongan."
Mendengar hal itu Risa memalingkan wajah nya tak ingin serius menanggapi ucapan Ethan yang hanya menjahili nya saja dari tadi.
"Aku gak percaya."
Mereka berdua sama sama canggung akan apa yang Ethan ucap kan
Setelah makan mereka berdua pun membayar bakso nya.
"Terimakasih pak."
"Sama-sama neng."
Mereka berdua pun masuk lagi ke Rumah Sakit.
"Kamu mau kerjain ujian kamu gak sekalian aku bantuin mau gak." Ucap Ethan
"Boleh,sambil nungguin Mamah di dalam kan bisa."
"Cklek"
Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan itu
Untung kamar itu VIP jadi ada sofa panjang nya,mereka pun duduk bersama di sana.
"Nih pakai ponsel ku dan belajar sambil cari jawaban nya biar kamu paham."
"Makasih."
Risa pun mulai mengerjakan lembaran soal nya sambil belajar di ponsel Ethan,sementara Ethan yang duduk disamping nya tersenyum melihat Risa.
Hingga lama kelamaan Ethan mulai mengantuk dan ia menjatuhkan kepala nya di bahu Risa,merasakan itu Risa menoleh dan nampak lah Ethan tertidur.
Mata Risa juga mulai lelah,ia tak kuasa jika harus membangunkan Ethan ia lantas menaruh semua kertas dan ponsel itu di meja.
Ia pun mulai menyamankan posisi nya dengan menopangkan wajah nya di kepala Ethan,mereka berdua pun terlelap di sana.
Malam pun mulai berlalu terganti remang-remang cahaya mulai menyinari ruangan itu dari jendela.
Sementara Ibu Dita mulai membuka mata nya ia berSyukur masih bisa melihat dunia melihat anak yang ia cintai,namun saat ia melihat Risa tengah tertidur di sofa dengan Ethan yang tidur di pangkuan nya.
Sontak ia kaget
__ADS_1
"Apa mereka berdua menjalin hubungan." Batin nya.
Merasa cahaya mulai masuk Risa pun membuka kelopak mata nya,perlahan ia melihat sekeliling dengan Ibu nya yang menatap nya.
Ia mulai beranjak namun merasa di pangkuan nya berat ia lantas menengok ke bawah dan nampak lah Ethan yang tertidur di sana.
Rambut hitam rapih yang mengikat,hidung mancung nya,alis hitam nan tebal nya,kulit putih nya,kumis tipis nya dan bibir merah muda nya nampak jelas di pangkuan nya.
"Dia tampan sekali." Batin Risa,namun saat ia sadar Risa langsung menjatuhkan kepala Ethan di sofa.
"Bukk"
"Astaga!! apa yang kamu lakukan kamu kasar juga yah."
Ucap Ethan kaget dengan kelakuan Risa sontak Ethan pun bangun.
"Maaf aku tadi kaget." Ucap Risa
"Ahk kamu ... "
Ethan tiba-tiba pergi
"Kamu mau kemana?." Tanya Risa
"Pulang!." Ucap ketus Ethan yang beranjak pergi keluar
"Apa dia marah ?."
"Apa aku keterlaluan yah ?." Ucap Risa menyesal dengan perbuatan nya
"Pagi Mah."
Risa pun menghampiri nya
"Cklek"
Pintu di buka seseorang,dan nampak lah Suster dengan nampan makanan dan obat nya.
"Permisi bu,saya Perawat yang akan jagain bu Dita,tadi saya di tugasin pa Ethan buat full jagain bu Dita selama nona Risa pergi."
"Ethan lagi ? Aku pikir dia marah."
Saat ia melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 07.03 ia kaget ia akan terlambat kerja.
"Mah Risa pulang dulu yah,Risa harus kerja,mamah gak papa yah Risa tinggalin sendiri kalau butuh apa apa ada Suster yang jagain mamah,Risa pulang kerja ke sini lagi."
Risa pun mengecup kening Ibu nya
"Dah Mah Risa berangkat."
Risa pun pergi pulang ia pun naik ojek online dengan uang yang tersisa
Tak lama ia pun sampai dirumah dengan segera ia langsung mandi,mengganti pakaian nya dan berdandan.
Setelah selesai ia pun bergegas pergi lagi ke kantor waktu telah menunjukan pukul 07.59 ia sungguh akan terlambat.
__ADS_1
Beberapa menit kemudia ia pun sampai di kantor
"Makasih Pak" ucap Risa pada tukan Ojek Online itu
Saat ia menoleh
"Dari mana saja Nona ?." Ucap Rina di depan gerbang
Risa tak menggubris nya dan langsung masuk ke kantor,melihat itu Rina semakin geram pada Risa
"Awas saja dia!."
Risa pun masuk ke dalam ruangan nya dan nampak lah di sana banya berkas yang harus ia tandatangan.
Ia pun langsung duduk dan mencermati seluruh isi nya ia melihat dengan cermat seluruh dokumen yang akan di serah kan pada CEO itu.
Satu demi satu dokumen itu selesai risa periksa perlahan lahan pekerjaan nya mulai berkurang dan
"Akhir nyaa ... selesai juga."
"Ahk badan ku pegal semua."
Saat Risa melihat arloji nya nampak lah pukul 09.30
"Astaga aku belum makan,tapi gak papa belum laper juga ko nanti aja."
Risa lantas mengeluarkan kertas ujian nya dari dalam tas nya dan mulai mengerjakan semua nya.
Namun di sela ia mengerjakan ujian nya rasa nya ai terbawa suasana ujian disekolah dan tiba-tiba ia teringat akan Erik.
"Aku sungguh rindu dia tapi pesan yang ia hapus itu pesan apa ?,apakah itu ucapan kita putus,sungguh rasa sayang ku mulai dalam padanya tapi rasa kecewa ini terlalu menyakitkan untuk ku.Andai dia tahu seberapa besar dilema ini." Tak terasa air mata nya jatuh dari sudut mata nya.
Ia pun melanjutkan mengerjakan soal ujian itu,namun tak lama seseorang mengetuk pintu.
"Tok ... tok ... tok."
Risa pun menoleh,
"Masuk."
"Cklek." Pintu nya di buka dan napaklah Angga dari sana masuk ke dalam ruangan itu.
Risa kaget itu adalah Angga rasa nya ia ongin lari saja dari sana.
"Udah lama yah kita gak ketemu." Ucap Angga yang menghampiri Risa di kursi nya.
"Kamu lagi apa ?." Ucap Angga dengan mendekat pada Risa membuat Risa tak nyaman.
"Gak lagi ngapa-ngapain ko." Ucap Risa yang langsung membenahi kertas ujian nya kedalam loker meja nya.
Angga semakin menundukan badan nya mensejajarkan tubuhnya dengan Risa.
Risa pun berdiri dan beranjak dari kursi nya menjauhi Angga.
Merasa tak di hargai Angga lantas mengikuti Risa beranjak,merasa akan ada hal yang tak di inginkan Risa mencoba mengalihkan perhatian Angga.
__ADS_1