
Pegangan tangan itu terlepas,Risa lantas menggenggam tangan yang menyentuh kekasih nya barusan di dada nya.
"Yang!." Ucap Risa melihat punggung Erik yang mulai menjauh.
Erik pun menoleh dan berusaha tersenyum ia melihat wajah Risa yang cantik merah merona dengan bibir yang merah ranum mata nya berbinar karena air mata yang di tahan.
Erik pun melambai ia kemudian pergi tertunduk tak terasa
"Clak." Air mata nya jatuh lagi dari kelopak mata nya untuk pertamaa kali nya ia menangis lagi.
Risa pun melihat Erik yang menjauh dan mulai masuk ke dalam pesawat dada nya sungguh sesak.
Air mata menggaris di pipi nya yang merah ia berusaha menggigit bibir nya agar tak menangis.
Pintu pesawat pun di tutup dan pesawat itu hendak berangkat.
"Tit tit Ciiiittttt."
"Wussshhhhh." Suara yang terdengar kala pesawat itu mulai terbang.
Risa membulat kan mata nya dan berlari melihat pesawat itu yang pergi dari jendela kaca di bandara.
Ia melihat pesawat yang membawa kekasih nya pergi dengan perlahan-lahan mulai hilang dari jangkauan pandangan nya.
Mata nya makin berlinang rambut nya tergerai tertiup angin,sedih rasa nya sebagian dari hidup nya pergi kini ada ruang kosong di hari hari nya.
Sementara Erik terus menatap ke luar jendela tak percaya saat dia tau akan pergi dia masih menganggap itu mimpi.Namun saat ini ternyata adalah kenyataan,hati nya juga terasa hancur mengingat ia pergi meninggalkan ke kasih nya sendiri.
Jika semua ada di tangan nya mungkin dia akan menikahi nya dulu meski tak tamat SMA.
Namun ia tak akan setega itu dia meikirkan masa depan mereka.Ia ingat perkataan ayah nya.
"Jika kamu mau menikah kamu harus bisa kerja dulu mau kamu kasih makan mereka makanan murahan!.Ayah itu sayang sama kamu kamu harus ngerti apa yang ayah bilang,kamu pewaris Selanjut nya setelah kakak mu, perusahaan itu akan jadi milik kamu tapi kalau kamu gak mau belajar buat jadi pengusaha hancur nanti perusahan Ayah."
Hanya itu yang membuat nya berani untuk pergi demi keluarga nya dan demi Risa nanti.
Sementara itu Davin melihat Risa yang terus menatap ke luar jendela kaca meski pesawat itu telah pergi.
Ia pun menghampiri Risa dan merangkul nya
Risa pun menoleh kala lengan itu merangkul tubuh nya.
"Ayo kita pulang ini udah sore"
"Iya."
"Kita kemana." Ucap Davin.
"Kamu pulang aja duluan,Aku ada urusan sebentar di luar." Ucap Risa
"Urusan apa ? Aku temenin ya ?."
__ADS_1
"Gak usah gak papa ini urusan perempuan." Ucap Risa mengelak,sebenar nya ia butuh uang untuk biaya rumah sakit Ibu nya.
"Ya udah deh kalau gitu aku pulang duluan yah, kalau kamu butuh sesuatu jangan lupa kabarin aku."
"Iya."
"Jangan lupa besok harus sekolah sebentar lagi ujian semester 1."
"Iya."
"Ya udah,daah aku pergi yah."
"Iya."
Davin pun pergi meninggalkan Risa.
Sementara Risa berjalan perlahan merenungi nasib nya saat ini.
Terbesat ingatan jika Ibu nya punya tabungan sekolah untuk nya,dia bisa gunakan itu sementara sebelum kartu kredit Ibu nya di temukan dan benda benda berharga lain nya oleh Polisi.
"Kalau gak salah mamah simpen di celengan punya ku di laci."
Risa pun pergi pulang ke rumah nya naik taksi.
Saat sampai ia langsung bergegas ke kamar nya di atas.
Ia mengambil bangku Rias nya dan naik ke sana
Ia lantas membuka celengan bentuk kucing manekin neko itu dengan palu,mulai menok-tok sedikit demi sedik dan nampak lah satu lembar chek,ia menarik nya dan nampak lah angka 50.000.000,00.
Aku rasa ini cukup untuk biaya oprasi kemarin ucap nya ia lantas pergi lagi naik motor nya pergi ke Bank mencairkan uang nya dan langsung bergegas pergi ke Rumah Sakit.
Setelah sampai ia langsung ke ruang administrasi
"Sus ini uang untuk biaya perawatan Ibu saya."
"Atas nama siapa ya."
"Dita bin Ashmad." Ucap Risa menyebut kan nama ibu nya
"Sebentar saya cek dulu."
"Iya."
"Mm biaya perawatan atas nama Ibu Dita sudah di bayar oleh CEO di prusahan AtaraJAYA." Ucap Suster itu.
"Loh ko dia yang bayar sus berapa biaya perawatan Ibu untuk kemari dan hari ini "
"Total nya 50 juta untuk biaya oprasi dan rawat inap selama 2 minggu di karenakan ke adaan ibu Dita masih koma."
"Ya udah sus pake ini aja,uang dari CEO itu transfer lagi ke rekening nya."
__ADS_1
"Baik." Ucap Suster itu
Uang nya pun di transfer ke atm Ethan lagi.
Sementara saat Ethan baru saja mandi dengan rambut yang masih basah tubuh kekar nan putih nya hanya terbalut handuk di pinggang nya.
"Cklik." Notifikasi di ponsel nya
Ia lantas melihat nya
Ia melihat notifikasi ada sejumlah uang masuk ke no rekening nya.
"Apa ini, kenapa uang yang ku bayar kan ke Rumah Sakit malah di kembalikan." Ucap Ethan
Ia lantas menelpon ke rumah sakit
"Halo."
"Iya ada yang bisa kami bantu."
"Ini saya ethan CEO AtaraJAYA kenapa uang yang saya bayar kan untuk perawatan Ibu Dita di tf kembali."
"Oh itu putri nya yang membayar perawatan ibu nya dia menyuruh saya mengembalikan uang nya."
"Oh gitu." Ucap nya yang langsung menutup telpon nya seketika.
"Ch dasar dia." Gumam Ethan
Dia merasa marah dengan Risa dan ia melempar ponsel itu dengan keras ke atas ranjang nya.
Ia pun bergegas memakai pakaian casual nya dengan rapih ia sungguh merasa marah dengan Risa rasa nya ia terbakar api cemburu karena tadi dan Risa menolak bantuan nya.
"Duk." Ethan memukul lemari nya
"Tidak mungkin aku menyukai nya dia hanya gadis biasa." Ucap nya namun Ethan masih penasaran dengan perasaan nya.
Ia lantas pergi ke bar tempat para wanita dan pria kaya di sana.
Mencoba mendekati wanita yang lebih dari Risa di sana.
Ia pun pergi ke sana melihat banyak wanita-wanita cantik dan sexsi di sana.
Ia lantas memesan minuman di sana
"Pa satu." Ucap nya
"Tumben kamu kesini udah lama gak lihat kamu." Ucap pelayan di sana sahabat Ethan.
"Ya aku cuma pengen main aja dari kemarin sibuk."
"Oh iya nikmatin aja disini banyak penghibur." Ucap nya yang melirik wanita-wanita yang tengah berkerumun dan satu nya memandang Ethan tak lepas.
__ADS_1
Ethan terduduk di kursi bar nya ia terlalu menonjol dengan wajah tampan nya membuat perhatian para wanita menatap ke arah nya.