
Risa pun menunggunya.
"Clek."
Pintu terbuka dan menampakan Erik yang memakai kaos hitam milik nya,dengan kalung cincin yang tergantung di dada nya dan celana pendek milik ayah nya,rambut nya terus di gosok agar kering.
"Haah lumayan dingin nya ke obatin."
"Aku buatin minuman hangat yah,susu coklat gimana atau kamu mau makan biar aku masakin."Ucap Risa.
"Susu hangat nya boleh deh,masak jangan aku belum laper."
"Ok sebentar ya kamu duduk aja di sofa."
Risa pun pergi ke dapur.
Erik melihat-lihat Rumah Risa banyak poto Risa dan ibu nya namun ayah nya gak ada, ia pun duduk di sofa.
Tak lama Risa datang
"Ini, susu coklat hangat dan sandwich nya di makan." Ucap Risa
"Iya,eh aku gak sangka yah kamu punya baju kaya gini kamu tomboi juga yah."
"Ah enggak ko cuma punya doang." Ucap Risa yang duduk di sebelah nya.
"Oh iya Ayah kamu kemana aku lihat gak ada tuh poto nya." Ucap Erik sambil menikmati makan nya.
"Aku gak tau aku juga gak pernah lihat wajah nya sampai sekarang."
"Oh gitu kamu gak nanyain sama sekali sama ibu kamu."
"Udah cuma Mamah gak mau bahas soal itu jadi aku nurut aja sama Mamah, emang kenapa?."
"Enggak cuma tanya,maaf yah bikin kamu sedih."
"Ah enggak ko biasa aja."
"Eh Sa ambilin buku pelajaran yang tadi dong Sa ajarin aku soal yang ke 4 aku belum paham,kamu kan pinter."
"Oh iya bentar yah aku ambil."
Tak lama Risa pun kembali.
"Ini aku jelasin." Ucap nya yang mulai bersandar di sofa menyantaikan tubuh nya di sana,Erik pun menyenderkan tubuh nya pada Risa.
Sambil Risa menjelaskan Erik pun mendengarkan. Namun lama-kelamaan rasa ngantuk menghampiri Erik dan membuat nya tertidur di bahu Risa.
"Erik?."
Ucap Risa kala merasakan Erik menyendar pada nya ,saat ia melihat nya ternyata ia tertidur di pundak nya,mata nya terpejam di sana dengan hidung mancung dan kulit putih nya.
"Yah dia malah tidur tapi jika di lohat dari dekat Dia sangat manis jika sedang tidur."
Risa pun terduduk tak tega membuat Erik terbangun jadi dia hanya membaca buku,lama-kelamaan mata nya mulai memejamkan kelopak nya di tengah hujan yang masih bergemuruh di luar,suasana dingin pun menghampiri.
Tak lama Risa pun ketiduran dengan menopang kepala nya di atas kepala Erik.
Mereka berdua pun tidur disana,hawa dingin itu tak terasa saat mereka tidur bersama di sofa.
"Tik tik tik." Hanya suara air hujan yang menjadi obat tidur mereka berdua membuat nya nyaman berada di sana.
Tak lama hujan mulai reda dan menyisakan air yang masih basah di pepohonan dan air yang mengalir di jalanan mulai kering.
Risa pun mulai membuka mata nya melihat sekeliling dengan suara hujan yang menghilang menyisakan suara kicauan burung saat senja.ia melihat ke jendela yang mulai terang.
"Eh Erik bangun ujan nya udah reda."
"Mmh biarin aja napa Sa masih ngantuk."
"Udah sore emang kamu gak mau pulang."
"Enggak ah mau sama kamu lagian di rumah juga gak ada orang cuma bibi doang."
__ADS_1
"Eh gak boleh gitu cepet pulang."
"Kamu usir aku ?."
"Enggak cuma kan udah sore takut di sangka macem-macem."
"Iya deh"
Ucap Erik yang bergegas pergi ke kamar mandi di belakang mengambil pakaian nya yang mulai kering.
"Ini masukin baju nya ke sini." Ucap Risa memberikan tote bag pada Erik.
"Makasih ya."
"Iya"
"Aku pulang yah,makasih tumpangan neduh nya besok aku kembaliin baju kamu."
"Ok dahh."
Erik pun pergi pulang.
"Dasar dia." Umpat Risa tersenyum
Ia pun bergegas memasak untuk Ibu nya,membersihkan rumah, lalu ia ber istirahat
Setiap pukul 7 malam Ibu nya pulang bekerja
Ke esokan hari nya.
Risa berangkat ke sekolah seperti biasa
"Risa!!." Seseorang memanggil nya
Ia pun menolah dan ternyata itu Rangga yang berlari ke arah nya.
"Eh ko dia lagi." Umpat Risa sambil berjalan tak menghiraukan nya.
"Ih kamu apaan sih, gak sopan tau."
Ucap Risa dengan tingkah Rangga yang makin menjadi pada nya,hal itu membuat nya malah tak nyaman dekat dengan nya.
"Eh kamu ko gitu Sa." Ucap Rangga yang malah melingkarkan tangan nya di pundak Risa.
Risa pun melepaskan tangan itu
"Ih apaan sih malu tau udah deket sekolah!."
Tak sengaja Sita dan yang lain nya ada di gerbang sekolah melihat kejadian itu.
"Lepasin Rangga."
"Enggak." Ucap Rangga malah menghalangi jalan Risa
"Terima cinta aku dong Risa."
"Ah kamu minggir apaan sih malah halangin jalan aku."
"Kamu harus terima cinta aku!."
"Kamu ko maksa."
Sita dan yang lain nya menyaksikan hal itu mereka lantas pergi masuk ke dalam sekolah.
"Minggir gak?." Ucap Risa menatap Rangga tajam.
Tiba-tiba Erik datang yang langsung memegang tangan Risa,ia menarik nya berjalan bergandengan ke depan,Erik dengan sengaja menabrakan tubuh nya dengan Rangga yang sedari tadi menghalangi Risa.
"Brukk."
Dan hal itu berhasil membuat Rangga menepi,Risa kaget dengan hal itu ia menatap Erik yang menggenggam tangan nya.
Saat sudah sampai di dalam sekolah.
__ADS_1
"Eeh lepas Rik"
"Huuh bukan nya bilang makasih!." Ucap Erik sambil berjalan ke dalam sekolah
"Mm iya makasiihh!."
Ia pun berjalan pergi ke kelas,saat hendak sampai di kelas ia melihat Sita dan teman teman nya bicara dengan Vena.
"Aku yakin pasti mereka ngomongin kejadian tadi, ya udah lah bukan aku ko yang salah."
Saat hendak ke kelas ternyata sudut rok nya kotor ia pun berbalik dan hendak pergi ke toilet.
"Di sekolah yang lain belum pada datang tumben yah." Ucap Risa yang fokus menyeka nida kotor yang tak hilang itu.
Namun ia tak sadar jika ada Pa Nandang yang sedang membetulkan genting yang bocor di atas.
"Srolokk!." Suara genteng yang akan jatuh.
Risa pun menengok ke atas dan nampak lah genting itu hendak menimpa nya,mata nya bulat seketika.Namun,
"Set."
Tiba-tiba tangan seseorang menarik pinggang nya membuat Risa tertarik menoleh melompatkan selangkah ke dekapan nya,rambut nya lantas tergerai indah.
"Praakk." Suara genting itu pecah tepat di samping nya Beruntung nya ia Ternyata yang menolong nya adalah Erik.
Mereka sungguh dekat dengan Erik yang melingkar di pinggang nya,mendekap tubuh nya begitu dekat,Risa hanya terdiam sambil sedikit kaget ia menatap Erik,wajah nya begitu merah padam di buat nya.
"Kamu gak papa ?."
"Iya tidak.makasih lagi udah selamatin aku."
Erik pun melepas dekapan nya
"Aku ke toliet dulu."
Saat Risa hendak pergi Erik memegang tangan nya lagi,sontak Risa menoleh heran,Erik lantas mendekatinya lagi dan menyudutkan nya di dinding.
"Kenapa ?." Tanya Risa
"Ri ... Risa aku cinta sama kamu !."
Mendengar hal itu mata nya berbinar wajah nya makin merah.Jantung nya sungguh berdegup kencang.
"Apa kamu mau terima cinta aku Sa." Ucap erik yang menatap mata Risa dalam,pipi Erik juga memerah.
"A ... Aku juga cinta sama kamu." Ucap Risa dengan mata sayu nya ia sungguh tak bisa membohongi perasaan nya.
Erik pun tersenyum lebar mendapat jawaban yang ia mau.Jantung nya tak berdebar lagi itu tergantikan dengan kebahagian yang lebih dari itu.
"Tapi,hubungan ini jangan sampai ada yang tahu kecuali mereka sendiri yang tahu."
"Tentu."
Hari itu tangal 23 desember 2016 Kisah cinta kami di mulai.Mereka berdua pun saling tersenyum.
Saat jam pelajaran sekola Erik selalu menunggu Risa yang pulang telat karena mengurus setiap absensi di kelas.
Erik melihat Risa keluar dari sekolah ia lantas bersembunyi.
Saat Risa melewati nya
"DAARR!."
"AHH"
"kamu ngagetin aku."
"haha maaf ... maaf."
Risa mencubit tangan Erik
"A ... aduh maaf." Ucap Erik yang tersenyum lebar
__ADS_1