
"Lepasin,aku mohon hiks." Wajah cantik nya lantas lusuh dengan air mata di pipi nya.
"Kamu hanya perlu turutin satu keninginan ku." Ucap Angga yang mendorong tubuh mungil itu ke tanah lagi.
"Ahk."
Terasa banyak kerikil berbenturan dengan punggung nya.
Angga lantas mendekat kan tubuh nya pada Risa dan memegang leher nya dengan keras tanpa menghentikan nafas nya.Sontak Risa pun memegang tangan itu dan berusaha melepas nya.
"Aku bilang hanya satu permintaan kau tahu.!!! Kau harus menurut pada ku."
"Cup." Angga lantas mencium bibir itu dengan paksa.
Risa terus menggeleng-gelengkan wajah nya namun Angga malah menggigit keras bibir itu.
"Ahhkk." Risa berteriak kesakitan dengan air mata di wajah nya.
"Kau lihat aku akan menurun kan EGO mu terhadap ku." Ucap Angga yang mulai melepas kancing kemeja nya Risa.
"Jangan !!..." saat hendak meraba tubuh nya,Risa menghentikan tangan itu dengan tangan nya.
Sungguh,ia sudah mengerahkan tenanga nya untuk menghentikan tangan itu menyentuh tubuh nya,namun cengkraman tangan Angga di leher nya malah makin kuat.
Hingga tangan yang mengehentikan tangan angga meraih leher nya yang mulai sesak.
Saat Angga menggesek-gesekan hidung nya di belahan **** nya.
"Tolongg". Batin Risa
Saat Ethan tiba di sana ia melihat pandangan itu, ia segera menghampiri nya setelah mengalahkan mereka berdua.
Kerah belakang Angga lantas ia tarik dan
"Bruukk."
Ethan memukul wajah nya dan membuat nya terjungkal.
"Uhuk ... uhuk." Sungguh lega Risa bisa bernafas dengan teratur lagi. Ia pun bergegas berdiri.
Ethan lantas menarik kerah Angga lagi.
"Apa yang kau lakukan ?." Ucap Ethan pada Angga karena ia masih menganggap nya begitu.
"Apa kau sudah tak waras."
"Bruk." Ethan memukul nya lagi.
"Apa urusan mu hah." Ucap Angga.
"Kau urusan ku.Dengar kali ini aku masih bisa memaafkan mu lain kali kau akan masuk penjara." Ucap Ethan yang menjatuhkan tubuh Angga lagi ke tanah.
Saat Angga hendak berdiri lagi
"Dan ini satu lagi dari ku."
"Bruuk..ahhk !!! ... "
Ethan memukul nya lagi hingga Angga tergeletak di tanah dengan berguling-guling ke sakitan.
__ADS_1
Ethan lantas membalikan tubuh nya dan menatap Risa yang menangis.Mata Ethan berubah sayu.
Ia lantas memakaikan jas nya lagi di tubuh Risa.Sontak Risa malah memeluk Ethan dan menangis di sana.
Ethan pun memeluk Risa kala tubuh Risa sangat gemetar dan dingin.
"Ayo pulang."
Ethan pun membawa Risa pulang dengan memeluk nya,namun kaki Risa terjinjit-jinjit.
Ethan pun lantas menggendong nya.
Risa pun di gendong Ethan tangan nya melingkar di leher Ethan memeluk nya dengan Erat sambil tersedu-sedu menangis,lama ke lamaan kesadaran nya mulai pudar dan terlelap tidur di sana,ia masih syok dengan kejadian barusan.
Ethan berjalan ke sana ia tak sengaja menginjak
tangan pria yang menbantu Angga yang pingsan setelah habis di pukuli Ethan.
Ia melintas ke tengah pekan raya sambil menggendong Risa,sontak orang-orang di pekan raya itu melihat mereka.
Wajah Ethan nampak begitu marah.Sampai -sampai tak ada yang berani bertanya kepada nya apa yang telah terjadi.
"Buk" Pintu mobil ia buka dan mendudukan Risa yang tertidur di sana.Ia memasang sabuk pengaman nya.
Dan nampak lah wajah Risa tidur sambil tersedu-sedu,Ethan lantas merapihkan rambut nya dan merasa iba kepada nya.
"Cup"
Ethan mencium kening itu dan mengelus pipi nya yang merah akibat menangis.
Ia menyesal tak menyadari dari awal jika Angga menyimpan dendam pada gadis yang tengah tertudur itu.
Ethan pun masuk ke dalam mobil nya,membawa Risa pulang ke rumah nya.
Mereka pun sampai.
"Risa !."
Ucap Ethan membangunkan Risa,perlahan mata itu terbuka menampakan pemandang setengah kabur.
"Ayo bangun kita sudah sampai." Ucap nya di pintu mobil
Risa pun menoleh ke sumber suara,nampak lah pria itu tengah memandang nya.wajah sayu itu menatap ke arah nya. Dan terlintas ke jadian tadi.
"Ethan !." Sontak Risa memegang tangan itu.
Untuk pertama kali nya ia memanggil nama nya dan bukan sebutan orang tua.
"Tak apa Kamu sekarang aman,ayo masuk."
Ucap Ethan yang menggendong Risa,tau jika kaki itu masih berdarah.
Risa lantas menelungkupkan wajah nya di bahu nya dan memeluk nya dengan erat.
"Bu kami pulang ." Ucap Ethan mendudukan Risa di sofa.
"Risa ! Kamu kenapa ?." Tanya Ibu Dita
"Gak papa mah.Risa tadi nginjek duri doang."
__ADS_1
"Mamah bawa in salep dulu yah."
"Iya Mah." Ibu nya pun pergi ke dapur
"Mau aku bersihkan luka kaki mu."
"Tidak,jangan gak papa ko aku bisa sendiri."
DREDD DREED
Ponsel Ethan lantas berbunyi.
"Hallo,ada apa kamu telpon."
"Tuan akan ada klien dari Singapura datang kata nya janjian di cafe mentari pukul 8 malam ini."
"Kenapa ? Kamu saja yang urus lagian juga bukan klien yang penting-penting amat."
"Tuaaan ... tetap saja tuan kan CEO nya,masa aku yang harus tanggung jawab."
"Iya berisik !." Ethan lantas menutup telpon itu
"Aku pergi dulu ya."
"Iya."
Ethan lantas pergi belum sempat melangkah Risa memegang tangan nya.
"Terimakasih untuk semuanya."
"Iya,cepat bersihkan luka mu itu." Ucap Ethan dengan mengelus kepala Risa dan langsung pergi.
Tak lama setelah kepergian Ethan,Risa pun berdiri dan beranjak hendak ke kamar mandi dengan tertatih-tatih saat berjalan.
Ia mulai mandi di kamar mandi bawah,membersihkan seruruh tubuh nya yang terasa begitu sakit.
Ia mengingat hal tadi dan air mata jatuh di iringi air shower yang membasahi tubuh nya.
Setelah selesai ia naik ke kamar nya di atas hanya dengan terbalut handuk.
"Cklek."
Pintu kamar nya di buka dan nampak lah ibu nya tersengum pada nya dengan baju nya yang sudah disiap kan.
"Mamah,bukan nya istirahat di kamar malah di sini,siapin ini segala,Mamah kan lagi sakit."
"Mamah sehat ko Risa,ayo pakai pakaian mu,biar mamah yang sisir rambut kamu."
"Iya mah."
Risa pun memakai pakaian yang di siapkan ibu nya setelan piama pendek berwarna pink itu ia kenakan.Ia lantas menghampiri Ibu nya dan duduk di hadapan nya sambil memberikan sisir nya.
Ibu nya lantas menyisir rambuy itu,
"Tak terasa yah kamu sekarang sudah dewasa besok ulang tahun kamu kan 23 Desember yang ke 18 tahun."
"Oh iya mah,Risa hampir lupa."
Risa lantas membalikan tubuh nya menghadap ibu nya kala telah selesai di sisir.
__ADS_1
"Maafin Mamah ya,Mamah jarang bikin kue atau acara untuk rayain ulang tahun kamu."
Ucap Ibu nya sambil mengelus pipi itu,wajah Ibu nya lantas terlihat bercahaya tak terasa air mata itu jatuh dari pipi nya.