Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 11 Kenyamanan


__ADS_3

Ke esokan pagi nya.


Suara burung mulai berkicau,sinar mentari mulai becahaya menyilau dari sela-sela gorden merah yang menjuntai,hawa dingin yang mulai menghangat.


Risa pun perlahan terbangun ia melihat ke samping Erik yang sudah tidak ada di kamar nya.


"pagii,eh dia udah gak ada yah,mungkin dia udah pulang." Gumam Risa sambil merem-melek dengan sedikit menggisik mata nya yang lelah karena kurang tidur Risa beranjak ke kamar mandi.


"Clek."


Risa masuk dan menutup pintu kamar mandi.


Setelah setengah sadar ada orang di kamar mandi tanpa sengaja ternyata ada Erik di sana,Risa memandang Erik dari atas sampai bawah dengan mata sayu nya.


Ia melihat tubuh Erik tanpa busana hanya dengan balutan handuk di pinggang nya,dengan tubuh nya yang putih dengan bulir-bulir air yang membasahi tubuh nya,


Risa terus memandang nya


"Apa ini mimpi?." Gumam Risa


"Udah bangun." Ucap Erik sontak Risa sadar ini bukan mimpi.


"Ah astaga." Sontak Risa menutup mata nya.


"maaf aku pikir gak ada kamu."


Risa begegas membuka pintu namun Erik mencegah nya dengan mendorong pintu itu agar pintu nya masih tertutup.


"Jangan pergi,tanggung kita mandi bareng aja." sambil memegang tangan Risa dari belakang.


Sontak pipi nya memerah dengan pipi semakin hangat Risa tak bisa berkata-kata dengan keadaan ini Risa sungguh malu.


Risa mersakan tubuh Erik menempel di punggung nya sungguh hangat dengan aroma sabun yang menguap.


Risa pun menyiku perut Erik,spontan Erik melepas nya,Risa pun lari keluar sambil teriak.


"Kamu mandi aja duluan dasar mesum awas saja nanti ku pukul kamu." Teriak Risa sambil keluar menutup pintu.


Sesudah di luar Risa memegang dada nya "kenapa jantung ku berdebar sekali."


Sementara Erik hanya tertawa kecil,Risa pun pergi ke kamar Ibu nya mengambil Kaos pria yang mungkin milik Ayah nya untuk Erik.


Saat sampai Erik pun sudah pakai celana dengan handuk yang menggantung di leher nya.


"Pakai ini dulu." Ucap Risa yang memalingkan wajah nya,ia malu melihat nya telanjang dada.


"Ok ... ini baju Ayah kamu bukan?."


"Emang nya kenapa."


"Ko ukuran nya pas di aku,apa jangan-jangan ada pria lain yang nginep di sini." Ucap Erik sembari menatap tajam Risa,Risa pun mencubit Erik.


"Ih kamu ko gitu kita tuh udah pacaran udah lama" Rindir Risa


"Iya maaf maaf bercanda ko." Ucap Erik sambil menyisir rambut nya.


"Papah kamu gak ada kabar yah yang."

__ADS_1


"Aku juga gak tau, Mamah gak pernah mau bilang soal dia."


"Mm terus kalau aku mau nikahin kamu gimana Ayah kamu gak ada."


"Mm aku juga gak tau."


"Aku pulang ya yang." Ucap Erik


"Emang gak mau makan dulu." Tanya Risa


"Engak gak usah nanti aku makan di luar ada perlu sebentar."


Ucap Erik terburu buru


"Iya deh."


"Aku pergi ya." Ucap Erik sambil keluar kamar


Risa pun hanya menoleh,tiba-tiba Erik masuk lagi ke kamar nya.


"Ko kamu balik lagi?."


"Muah." Erik mencium pipi nha


"Aku pergi yah jangan lupa nanti kita ketemu lagi disekolah."


"Iiya." Ucap Risa tersenyum dengan masih memegang pipi nya.wajah nya sungguh memerah.


Risa pun bergegas mandi dan berangkat sekolah.


Saat Risa masuk kelas


"Ri,kamu tau gak katanya Adrian keluar dari sekolah ini loh." Ucap Rika teman sebangku Risa


"Hah,,masa sih, kenapa?."


"Gak tau juga sih,tapi katanya Adrian banyak masalah."


"Apa jangan jangan karena hal itu." Batin Risa


Tak lama Erik pun masuk ke sekolah.


Ia menatap Risa berbunga kala melihat kekasih nya tersenyum,padahal hanya sebentar mereka berpisah sudah sekangen ini.


Dalam hati Risa pun tersenyum bahagia natkala melihat Erik,atas kejadian semalam yang membuat nya semakin tak ingin jauh dari nya


Namun saat Risa ingat Erik akan pergi sontak ia bengong senyum nya pun mulai pudar.


Saat jam pelajaran olah raga.


"Risa kamu mau olah raga gak." Ucap Rika


"Enggak deh kaya nya badan aku sakit semua aku mau istirahat sebentar."


"Kamu kenapa jangan-jangan sakit."


Ucap Rika memeriksa kening Risa

__ADS_1


"Kening kamu hangat, jangan jangan kamu mau demam."


"Gak tau semoga aja enggak."


"Kita ke ruang UKS aja biar kamu ustirahat di sana."


"Ah enggak gak papa aku masih kuat ko nanti ketinggalan pelajaran lagi."


"Ya udah Risa ayo kita ke kantin dulu beli makanan atau minuman, Biar kamu cepet pulih lagian pa anto gak masuk pelajaran kali ini"


"Mm iya deh aku juga haus"


Mereka berdua pun mulai keluar kelas, saat melangkah nampak lah sinar matahari yang mulai terik dengan ke adaan kelas yang lain masih belajar.Bangunan kokoh sekolah ini menjadi rumah ke dua bagi nya saat ini.


Saat waktu yang terus berlalu terasa cepat rasa nya baru kemarin dia masuk di sekolah ini tiba-tiba sekarang dia akan meninggalkan rumah kedua nya ini.Rasa nya sangat berat meninggalkan sahabat,guru,kelas,bangku itu,keadaan ini dan semua hal yang terjadi di sini sangat lah sudah terlalu dalam.


Dengan adik-adik kelas nya dengan masa-masa ia membingbing murid-murid baru nya.


Apalagi dengan orang-orang terdekat dengan nya erik,davin,arin,rika mereka terlalu berharga.


Apa semua nya akan sama meski mereka tak bertemu sungguh berat rasa nya memikirkan itu apalagi Erik yang akan pergi jauh dari nya.


Saat Risa melihat teman-teman wanita nya terlihat sedang asik melihat teman yang lain bermain basket ia menatap Erik yang bercucuran keringat bersama Davin yang sedang bermain basket.


Sontak Erik melirik nya dan fokus lagi bermain.


"Risa " Ucap Rika yang sontak menyadarkan Risa dari lamunan nya.


"Hm iya."


"Ayo."


Mereka pun bejalan memutari lapangan meuju kantin


"Eh Rangga kamu mau ke mana ada di belakang kita."Ucap Rika melihat Rangga


"Aku mau ke depan sana."


"Ooh."


"Luungg."


Bola basket terlepas dari tangan Erik Dan ia melihat bola itu ke. arah Risa sontak teman teman yang lain berteriak


"RISA AWAAS!!..."


Risa pun menoleh dan


"Buuuk,,aahhh"


Bola itu sungguh tepat mengenai ubun-ubun Risa


Sontak Risa merasa pusing dan mulai lunglai mata nya melihat sekelilimg tak jelas bayangan bayangan menjadi dua dan semua menjadi kabur,ia kehilangan kesadaran nya.


Saat Risa akan jatuh Rika menangkap nya namun tak kuat hingga Rangga berlari ke arah nya menangkap tubuh yang akan jatuh itu.


Semua teman teman Risa berlari ke arah nya termasuk Erik dan Davin namun sayang ia terlalu jauh.

__ADS_1


__ADS_2