
Ia menggesekan hidung mereka,dan sunggung dekat ia hampir mencium bibir itu,Risa tiba-tiba menjatuhkan wajah nya di pundak Anz.
"Kau !!." Geram Anz kala ia tak mendapat apa yang ia inginkan.
Terasa Risa begitu menggigil dengan suhu tubuh nya memanas membuat nya terasa sangat hangat.
Anz merasa jika keadaan Risa sudah parah,ia pun membawa nya ke ranjang nya.
"Bruk."
Ia menjatuhkan tubuh itu dengan keras.
"Dia kenapa ?."
Anz pun memeriksa kening nya dan itu sangat lah panas hingga saat tangan nya sudah tak di kening nya,tangan itu masih terasa panas.
"Dia sakit,tidak itu tidak boleh,nanti dia mati dan aku kehilangan kesenangan ku akan diri nya."
Anz pun keluar dan berteriak.
"Penjaga ... pelayan !!! ... " Teriak Anz menggema di ruangan itu.
Sontak para penjaga dan pelayan langsung masuk ke dalam di tengah malam.
"Ada apa tuan ?."
"Jemput dokter Alisa dan ganti pakaian gadis di kamar Khusus ku." Ucap nya
"Apa yang terjadi pada Risa." Batin Abian
Abian lantas melihat dari sudut mata nya nampak lah di sela tubuh Anz dari kejauhan Risa bergerak kejang,mata Abian membulat seketika.
Terlihat sekujur tubuh nya basah.
"Apa dia menenggelamkan nya di bathub." Sangka Abian.
"Risa sekarang jadi sandra,lalu penyelidikan ku akan berubah ke tahap penyelamatan kalu begini,beberapa saat ini aku tak bisa berkomukasi dengan komandan,bersabar lah Risa." Batin abian
"Tapi siapa yang sakit tuan."
Mendengar jawaban itu Anz menatap nya dengan tatapan membunuh.
"B... baik tuan."
Sontak tak ada lagi yang bertanya,para penjaga pun berangkat menuju rumah Dokter Alisa,yang tak lain adalah sahabat nya Anz dari kecil,sementara beberapa pelayan wanita masuk dan menggangi pakaian Risa.
Anz pun pergi ke kamar nya di atas dan mengganti pakaian yang basah itu.
__ADS_1
"Cklek"
Pintu kamar itu di buka oleh pelayan wanita itu, bertapa kaget nya mereka,melihat seisi kamar yang begitu berantakan bak kapal pecah.
Gadis itu terbaring dengan pakaian basah nya,sontak pelayan yang lebih dari 5 orang itu membagi tugas,membersihkan,merapihkan kamar itu dan mengganti pakaian basa gadis itu.
"Sebenar nya apa yang terjadi di sini." Ucap salah seorang pelayan.
"Kasihan sekali gadis ini tubuh nya sangat panas,ia menggigil."
"Hust diam,nanti ada tuan Anz habis kita." Ucap para pelayan itu yang langsung mengerjakan tugas mereka.
Setelah mengganti semua mulai dari seprei dan pakaian,kamar itu terlihat rapih lagi.
Anz pun kembali ke kamar itu dan melihat keadaan nya,spontan para pelayan wanita itu keluar dari kamar itu.
Anz pun mendekat ke arah Risa,namun tiba-tiba Risa kejang-kejang,Anz di buat syok.
"Dia kenapa ?." Anz pun memegang Risa,tubuh nya begitu panas.
"Kenapa dokter sialan itu belum datang." Ucap panik Anz.
"Dia kenapa !." Teriak seseorang dari belakang nya dan nampak lah Alisa menhampiri nya.
Melihat gadis yang kejang-kejang di kasur Alisa membulatkan mata nya,dengan segera ia memeriksa Risa.
"Apa yang kau lakukan pada nya !!." Ucap Alisa dengan menatap tajam Anz
Anz hanya memalingkan tatapan nya dari nya.
Setelah menunggu obat nya pun langsung bekerja perlahan kejang-kejang Risa mulai meredah.
"Huft syukut lah." Ucap Dokter cantik itu
"Apa kau sadar akan apa yang telah kau lakukan,kau bisa membuat gadis ini mati."
"Itu keinginan ku."
"Hei kenapa kau bilang begitu,barusan,aku lihat kamu panik,sekarang ngomong nya gak peduli."
"Tidak,aku tidak peduli."
"Bukan kah dia wanita malam mu untuk hari ini,dia terlihat masih sangat belia,kelihatan nya dia seumuran dengan adik mu,jika dia masih hidup."
"Dia musuh terbesarku."
"Maksud mu musuh ? Hmmm apa dia anak yang kau cari-cari ?."
__ADS_1
Tanya Alisa sambil menatap gadis yang tengah berbaring itu.
Anz tak menjawab nya meyakinkan jika yang di tanyakan nya barusan adalah kebenaran,Alisa membulatkan mata nya,perlahan mata itu berubah sayu ketika menatap Risa.
"Dia sekarang sudah dewasa tak terasa umur kita sudah 27 tahun,aku pikir aku masih muda." Ucap Alisa menyeringai.
"Kata siapa kau muda,kau sudah tua !." Ucap Anz
"Bruk."
Alisa melempar bantal itu kemuka Anz yang tengah lengah.
"Haha kenapa kali ini kamu gak bisa menghindar."
"Ch."
Anz hanya memalingkan wajah nya dari nya.
Namun saat Anz baru menyadari jika ternyata Risa mengenakan piama merah,sunggung cocok dengan nya tubung mungil nan putih,juga wajah nya yang begitu cantik.
Ternyata pakaian yang ia beli setiap 3x dalam setahun,untuk mengenang adik nya sangat pas di tumbuh nya.
Kamar khusus ini adalah kamar untuk adik nya,saat adik nya berusia 3 tahun dia yang selalu mengurus nya menyisir rambut sebahu nya yang lembut,lebat,hitam dan harum.
Melihat senyum manis di bibir nya yang merah, kulit putih halus milik nya dengan mata coklat yang bulat tangan mungil nan lembut nya memegang pipi nya.
Anz tak bisa menerima jika adik nya tiada karena kecelakaan mobil yang terjatuh ke sungai bersama kedua orang tua nya dalam mobil.
Tak terbanyang saat ia di ujung kehidupan nya, tangan mungil itu meronta-ronta di dalam,air mata nya jatuh di pipi manis nya, ia menangis berteriak minta tolong,dengan nafas yang mulai sesak di dalam mobil.
Perlahan air masuk ke dalam, membuat semua hampir terendam dengan kedua orang tua nya yang telah tiada,tak bisa berbuat apa-apa.
Ia meronta saat nafas nya terhenti oleh air yang masuk kedalam mulut dan pernafasan nya menghilangkan segala kesadaran nya hingga ia kembali kepada sang pencipta.
Sesak sungguh sesak sekali bak dada nya di tindih dan tekan sesuatu yang begitu kuat hingga hampir ia kehilangan ingatan untuk bernafas.
Mengingat saat ia memeluk jasat adik nya sendiri di pelukan nya tubuh yang begitu mungil itu dingin dan tak bergerak,ia terus mencium pipi nya berharap ia akan bangun dan memanggilnya "kakak makan."
Ia menggenggam jari-jemari nya yang mungil, sungguh putih pucat dengan urat nadi yang membiru,bibir nya manis yang selalu tersenyum itu menghitam.
Melihat Anz melamun dengan ekspresi menahan nafas dan air mata yang berlinang di mata nya,membuat Alisa syok dan menghampiri nya.
Tangan Anz gemetar,
"Anz !." Ucap Alisa memegang tangan nya.
Sontak lamunan itu hilang kala Alisa membuyarkan nya.
__ADS_1