Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 55 Nasib Tak Terduga


__ADS_3

Tangan Risa Pun di ikat dan bibir nya di lakban.Sekarang ia tak berdaya.


"Maah hiksĀ  aku takut,aku harus bagaimana hiks kenapa kemalangan sering terjadi padaku,tolong." Batin nya menangis


Beberapa jam pun berlalu Ethan baru mendapat lokasi keberadaan mobil itu,segera ia pergi mengikuti mobil itu.


"Risa bertahan lah." Tanpa sadar air mata nya jatuh untuk pertama kali nya ia menagisi seseorang,dengan segera ia menyeka air mata itu.


Ia pun pergi ke rumah Ibu Dita.


"Bu,ayo pergi." Ucap Ethan


"Iya." Ibu Dita pun pergi bersama nya dengan raut muka yang begitu sedih mendapat kabar itu ia terlambat.


Mereka pun pergi


"Kau tau bu kemana Risa."


"Aku tau,jika markas tuan Anz semoga saja ia tak berpindah."


"Sebenar nya apa yang terjadi Bu."


"Sebenarnya ... Risa bukan lah putri kandungku." Ucap nya sambil menangis


Mendengar hal itu Ethan tak menyangka.


"Lalu ?."


"Dia putri dari Dika dan Anindiya,orang tua nya tak tau jika Risa bersama ku,mereka hanya tau jika putri mereka di culik dan di jual ke Luar Negri,aku pun tak tau lagi soal orang tua nya,yang aku tau Risa dalam bahaya jika di kembali kepada orang yang menculik nya."


Mendengar itu hati Ethan merasa sakit.


"Apa sekarang Risa baik-baik saja." Batin Ethan.


Waktu terus berlalu Ibu Dita masih menunjukan jalan kepada Ethan,waktu pun menunjukan sudah pukul 9 malam.


"Bu kita berhenti saja di sini sebentar membeli makanan." Ucap Ethan


"Iya."


Ethan pun keluar dan membelikan makanan persediaan di jalan.


Ibu Dita lantas melihat punggung kekar anak pria itu.


Setelah selesai berbelanja Ethan lants masuk mobil lagi.


"Makan lah Bu bukan kah perjalanan nya masih jauh."


"Terimakasih Tuan kamu sudah mau membantu Ibu dan Risa, Ibu berhutang banyak kepada mu."


"Tak apa Bu,doa kan aku saja aku berjodoh dengan nya." Ucap Tegas Ethan


"Siapa ?."


"Risa Bu." Ucap Ethan yang tancap gas lagi.

__ADS_1


Mendengar hal itu Ibu Dita tersenyum,ia senang dan lega melihat sosok pria yang pantas dan yakin jika Risa akan bahagia dengan anak laki-laki di hadapan nya.


Sementara Risa merasa lapar ia pun meronta-ronta di mobil.


"Dia kenapa ?." Tanya pria di depan pada Erwin.


"Aku tidak tau?."


"Cepat lepas lakban nya."


"Baik."


Erwin pun melepas lakban dari mulut nya,sungguh sakit ketika lakban itu di tarik dengan lem yangenempel di bibir dan bulu lembut di wajah nya.


"Aku lapar hiks ." Terak Risa


"Kita berhenti sebentar dan membeli makanan nanti dia mati." Ucap Erwin


Mereka pun berhenti dan membelikan makanan,Risa tak bisa kabur karena salah seorang pria menunggu nya di mobil.


Risa menatap ke luar dan ia lihat daerah yang tidak ia kenal.


"Aku di bawa kemana? Apa aku akan mati sekarang." Batin Risa


Tak lama pria-pria itu dengan makanan dan minuman.


"Makan lah." Ucap Erwin


"Ayo jalan lagi."


Risa hanya melihat kejendela ia sungguh lapar namun tangan nya di ikat.Ia melihat rumah-rumah baru dengan hanya cahaya lampu yang tak begitu terang,tak terasa air mata nya jatuh.


"Aku mau pulang hiks." Rasa nya jantung nya berdegup begitu kencang,dada nya begitu sesak dan telapak tangan nya begitu basah dan dingin karena keringat dingin yang keluar.


Ia sungguh takut memikirkan hal yang tak pasti nanti,apa yang akan terjadi padanya.


Beberapa jam pun berhenti hingga mereka sampai di sebuah rumah besar nan mewah di tengah-tengah Kota.


"Turun !." Ucap pria itu membuka pintu mobil nya.


Risa pun turun dan


"Bruk." Ia mencoba melarikan diri namun sayang itu tak bisa.Apalah daya dia hanya seorang gadis.


Mereka menyeret Risa ke dalam.


"Lepas hiks lepas."


Saat pintu besar itu di buka,nampak lah ruangan luas dengan kemewahan yang gemerlap dan nampak lah seorang pria duduk di kursi mewah dengan menyilangkan kaki nya,menampakan ia adalah bos nya,dengan 8 penjaga di samping nya.


"Bruk."


"Ahk."


Mereka menjatuhkan Risa besimpuh di hadapan tuan Anz.Mata Risa membulat kala melihat sepatu hitam mengkilat di hadapan nya,ia tumpang kaki dengan setelan jas hitam nya.

__ADS_1


engan wajah tampan nya nampak ia masih muda, menampkan rambut berwarna hitam dengan combinasi warna merah dengan mata safir biru nya,bibir sexy merah,hidung mancung dan kulit putih pucat nya seperti vampire.


Pria itu lantas mendekati Risa dan menarik rambut halus itu.


"Ah."


Risa meringis kala rambut nya di tarik.Anz


Mendekat kan wajah nya ke dekat pundak Risa.Nampak lah tanda hitam kecil di belakang telinga nya,membenarkan dia anak yang selama ini ia cari.


Namun saat ia menjauhkan wajah nya dari sana ia terkesan dengan harum strouberi milik Risa.


"Wah wah dia anak itu ?!."


Ucap nya dengan tangan besar nya memegang dagu Risa dan melirik-lirik wajah nya.


"Sekarang dia begitu cantik seperti Ibu nya, Ah ! Tidak dia lebih cantik padahal dia masih sangat muda."


Ucap Anz yang duduk kembali.


Risa lantas melihat begitu banyak penjaga di sana mengelilingi pria yang berada di hadapan nya,mata Risa berhenti di penjaga paling sudut.


Ia menatap nya tajam,


"Dia ... seperti orang yang aku kenal ? Tapi siapa? Dia mirip Abian !,tapi dia hitam,berkumis tebal dan kelihatan sudah tua." Batin Risa


"Tolong lepaskan,aku mau pulang hiks." Ucap Risa di hadapan pria itu.


"Kau mau pulang kemana ? Disini rumah asli mu nona!." Ucap Anz


"Tuan sekarang kita sudah impas yah dan hutang saya sudah lunas." Ucap Erwin


Anz lantas menatap tajam Erwin dan senyum menyeringai.


"Iya benar terimakasih,hutang mu sudah lunas,silahkan pergi." Ucap Anz


Erwin sangat senang di buat nya ia lantas hendak pergi namun Anz memberi kode pada penjanganya.


"Buk."


"Ahk."


Pekik Erwin ketika punggung nya di pukul dan ia di pegangi.


"Bawa dia ke belakang,siksa dia di sana setelah itu tinggalkan dia,ini akibat nya jika berurusan dengan ku." Ucap Anz


Risa sungguh tak dapat bicara,melihat semua itu kini di mata nya hanya terlihat ketakutan dengan air mata membasahi pipi nya.


"Kau jangan menangis." Ucap Anz yang menyeka air mata di wajah mulus Risa.


"Tangan mu sakit yah."


Anz pun melepas tali di tangan Risa yang mulai membiru.


Saat tangan itu di lepas,Risa perlahan berdiri ia tak membuang ke sempatan untuk lari.Namun Anz memegang tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2