
"Cklek."
Pintunya pun Risa buka dan hendak keluar,namun Adrian memegang tangan nya.
"Awh sakit Adrian lepasin tangan aku." geram Risa kala Adrian mencengkram nya terlalu keras.
"Engga Risa tolong terima aku." ucap Adrian memaksakan perasaan nya.
Tiba tiba Erik datang dan melepaskan tangan nya dari Risa
"Apa apaan ini Adrian lo ko pegang tangan Risa segitu nya."ucap Erik
"Eh lo gak usah ikut campur urusan gue!." ucap Adrian
Risa pun begegas meninggal kan merka berdua
"Kenapa harus kaya gini."gumam Risa yg memegang tangan nya,
Semua nya pun sudah berkumpul hanya Davin yang gak ada.
"Ini tolong di bagikan buat yang belum datang nanti suruh datang kerumah Bapak." Ucap Pak Burhan
"Baik pa."
Waktu pun menunjukan pukul 21.30
"Karena waktu nya sudah malam kita lanjut besok yah,kita pulang ingat hati-hati di jalan." ucap Pa Burhan
"Baik Pak!."
Semua pun bergegas pulang
Risa pun beranjak pergi naik motor milik nya,Namun saat hampir sampai ke rumah motor nya mogok
"Risa!" ucap Davin terteriak dari belakang
Risa pun menoleh
"Eh Davin kamu dari mana tadi kemana ko gak dateng ke Cafe." tanya Risa
"Aku tadi ada keperluan aja pas ke sana udah gk ada orang gimana materinya."
"Ini ada ko cuma di poto copi kamu poto aja pake posel biar cepet." ucap Risa
"Iya aku bantu dorong motor nya ya."
"Makasih Davin untung udah deket."
"Iya kaya nya mau hujan ya kita harus cepet."
Tak lama mereka sampai di rumah
"Udah sampai, makasih ya." ucap Risa
"Iya sama sama, aku haus Rii boleh minta minum gak."
"Ia boleh yu masuk,mumpung mamah juga ada di rumah." ucap Risa
"Tumben mamah kamu ada."
"Iya tadi pulang cepet."
"Mah Risa pulang." rumah hening
"Bentar ya aku ambil air di kulkas dulu."
Saat sampai ada pesan di depan kulkas dari Mamah
"Risa Mamah ada meting Darurat harus lembur besok pulang jaga rumah ya kunci pintu."
Risa pun membawakan air
Baru saja Davin mau minum tiba tiba Erik datang
__ADS_1
"Lagi ngapain kalian?." Tanya Erik
"Loh ko kamu kesini." tanya Risa
"Tadi aku ngikutin kamu takut ada apa-apa." ucap Erik
Tiba-tiba di luar hujan
"Aduh gimana ini hujan." ucap Risa
"Aku pulang dulu Ri."ucap Davin
"Emang gak papa di luar hujan jang pulang nanti sakit besok kan akan ada hal yang penting di sekolah." Ucap Risa
"Biarin aja dia pulang Rii." ucap Erik
"Ya udah kamu juga harus pulang Erik." ucap Risa
"Ko gitu sih."ucap Erik
"Emang nya kamu mau ngapain di sini kamu juga harus pergi." ucap Risa
Sementara Davin hanya cekikikan melihat mereka berdua bertengkar.
Tiba tiba listrik padam dan hujan semakin lebat
Risa pun bingung harus gimana ia mengeluarkn ponsel dan menyalakan senter ponsel nya.
"Risa kita nginep aja di rumah kamu ya?lagian kan ada Mamah kamu di rumah jadi gk di sangka ngapa ngapain." ucap Davin
"Huft iya untung mereka tau nya Mamah ada." gumam hati Risa
"Ya udah deh tapi kalian di luar berdua, aku ambil lilin dulu."
Sementara Davin rebahan di kursi,Erik malahengambil kesempatan untuk mengikuti Risa
Saat mengambil lilin Erik memeluk Risa dari belakang
"Yang aku minta maaf soal kejadian tadi siang dia cuma temen biasa ko." ucap pelan Erik di telinga Risa.
"Apaan sih Erik aku lagi males buat bahas itu,lebih baik sekarang kita cuma temenan aja."
"Kamu ko marah si Risa kesalahan aku cuma itu doang ko gitu."
"Aku cuma mau lepasin beban aja dulu Erik aku harap kamu ngerti." ucap Risa sambil pergi membawa lilin
"ini bantal sama selimut nya kalian tidur di sini." ucap Risa
"Iya." ucap Davin yang langsung berbenah tidur
Sedangkan Erik menatap Risa dengan tajam
"Kamu kenapa?." tanya Risa
"Enggak." ucap Erik
Risa pun begegas pergi untuk tidur di kamar nya
"Sungguh lelah hari ini." Risa pun berbaring dan tidur
Saat tengah malam saat semua sudah terlelap Erik bangun dan pergi ke kamar Risa
bersyukur pintu nya gak di kunci Erik berjalan perlahan ke kamar Risa karena dia tau di rumah Mamah Risa gak ada.
perlahan lahan dia duduk di sudut ranjang, Risa masih terlelap tertidur
Erik pun mulai membaring kan tubuh ny di samping Risa dia pun teridur di samping nya dan
"Tap"
Lampu menyala
Tanpa sadar Risa pun mebalikan tubuh nya menghadap dengan Erik
__ADS_1
Erik pun terbangun dan mentap Risa yang terlelap
Tiba tiba Erik mencium bibir Risa dengan lembut mencecap bibir nya dan memberikan tanda merah di leher Risa saat dia mulai menghisap kecil leher Risa.
Risa pun terbangun dan mendorong Erik jatuh dari ranjang
"Bruk! a ... aduh." rintih Erik kala badan nya menyentuh lantai dengan keras.
Risa tak menghiraukan Erik dia pun tidur kembali saking ngantuk nya.
Sementara Erik pun bangun dan pergi dengan sempoyongan karena punggung nya terasa sakit meninggalkan Risa untuk tidur di ruang tamu.
Pagi hari nya.
Pagi pagi saat Risa sudah bangun Erik dan Davin sudah tak ada di rumah.
"Mereka mungkin sudah pulang." ucap Risa
Risa pun bergegas mandi dan berangkat sekola saat sampai di sekolah Risa melihat teman sudah sibuk dengan lembaran soal,Risa pun menghela napas.
"Hupt rasa nya badan ku sakit semua." ucap Risa
Tapi tiba-tiba
"Hey RISA!."
Risa pun menoleh ke sumber suara dan melihat Davin tengah lari menghampiri nya
Tiba-tiba Davin langsung memeluk Risa di depan teman teman nya tak kuat menahan tubuh Davin,Risa pun terjatuh bersama sang empu yang memeluk nya
"Bruk awh, apa apaan sih Vin." geram Risa
Yang segera melemparakan tubuh yang menindih nya
Sontak seluruh isi kelas berteriak
"Cieeeee"
"Ih apaan sih." ucap Risa
Tanpa sadar Erik berdiri di depan Risa dan menyaksikan semua nya saat Davin bangun,Erik menyuruh Davin ikut dengan nya.
Beberapa lama kemudian bel masuk pun berbunyi seluruh murid pun masuk ke kelas.
Saat Erik masuk Davin pun ikut belakangan dengan menutupi wajah nya.
"Eh sa tau gak katanya Erik tonjok matanya Davin loh." ucap Rika
"Ah masa emang kenapa mereka berantem."
"Gak tau katanya saling ejek."
Risa menatal Davin memastikan ke adaan nya saat Davin menoleh ternyata mata nya memang bengkak.
Ternyata Erik dan Davin memang ribut sampai Erik memukul Davin hingga lebam biru di mata nya.
Mereka berdua pun di pangil ke Kantor Sekolah
Sementara Risa hanya terdiam.
Setelah hari itu Risa menjauhi mereka berdua Risa menjadi marah kepada mereka.
hatinya terasa sakit ketika tau bahwa mereka bertengkar karena dirinya.
Tak terasa waktu sekolah berlalu dengan cepat
Risa pulang kerumah, dirumah ia sibuk mengerjakan tugas di laptop nya hingga malam ia terus begadang.
"Ya ampun kepala ku pusing,kaya nya aku butuh istirahat sebentar besok di lanjut aja." ucap Risa
kepala Risa sangat pusing hingga saat menatap keluar ia merasa semua benda menjadi dua.
"Duh besok bisa sekolah gak ya,tapi gak mungkin engga sekarang kan lagi masa sulit ... aaahhhh." ucap gelisah Risa
__ADS_1
risa pun menjatuhkan tubuh nya di ranjang
"kenapa semua nya jadi gini ya, ko hubungan ini jadi ribet banget." tak terasa Risa pun terlelap tidur