
"Gak papa deh yang ada aja" risa pun memasak nasi goreng dengan bahan se adanya
Setelah selesai ia pergi ke ruang tamu dan menonton tv di sana
Ke gemaran nya masih saja film kartun
"Dulu waktu kecil suka banget nonton drama percintaan, tapi sekarang nonton drama kaya gitu rasa nya bikin malu sendiri apa lagi kalau nonton nya sama anak kecil" senyum risa bicara sendiri
"Kalau aku punya ade pasti gak akan se sepi ini di rumah" ia membayangkan se isi rumah yang hangat dengan kedua orang tua nya lengkap di tambah 2 adik
Ia tersenyum membayangkan hal itu namun saat ini ia benar benar merasa kesepian
Ia mengingat masalah demi masalah kini menghampiri nya
Film kartun tom and jerry itu sedikit mengobati rasa kesepian nya
Hingga malam pun terus berlalu setelah selesai makan ia mematikan tv nya dan bergegas je dapur mencuci piring yang ia gunakan
Ia terus mencari kesibukan nya di rumah menyapu membersihkan debu yang menempel di benda benda di rumah sampai ia menguap
"Huuaahh..aku ngantuk" risa pun menyimpan kemoceng itu dan bergegas ke kamar nya
"Bruuk" ia menghempaskan tubuh nya di ranjang
Dan mulai terlelap di sana tanpa mengenakan selimut ia tertidur dengan posisi tengkurap
Ponsel itu jarang ia gunakan ia masih canggung dengan ponsel itu takut yang membeli meminta nya kembali
Malam pun terus berlalu
Hingga suara burung mulai berkicau remang remang cahaya mentari mulai menyinari
"Kriinngg"
Suara alarm bergema di ruangan sunyi itu
Risa pun terbangun dan melihat jam weler nya menunjukan pukul 05.30 pagi
Ia bergegas ke kamar mandi melepas semua pakaian nya dan mulai menyalakan shower dengan air dingin yang membuat nya lebih segar
Perlahan lahan air dingin itu jatuh membasahi kepala dan menelusuri seluruh tubuh nya
Ia sungguh menikmati momen ini rasa nya tubuh nya sangat segar ia betah lama lama di kamar mandi hanya untuk sekedar menikamti air yang dingin
Namun ia tak bisa lama lama sekarang waktu mengejar nya untuk segera bergegas ke kantor
Tak seperti saat sekolah ia pergi siang pulang sore dan hanya sekedar bermain di luar bersama teman nya
Sekarang semuanya berbeda tanggung jawab ini adalah beban terberat dalam hidup nya kali ini
"Dulu rasa nya ingin sekali cepat tumbuh besar agar bisa bebas tanpa rutinitas sekolah,bermain menghasilkan uang sendiri rasa nya lama sekali,
Tapi sekarang saat aku mulai tau dunia rasa nya ingin kembali menjadi anak kecil yang di sayang ibu dan semua orang tanpa pria nakal tanpa masalah ini itu" gumam risa
"Rasa nya ingin ku putar waktu ini kembali ke masalalu, apa kah bisa ?? Tentu tidak waktu ini tak bisa ku putar, di jilat, atau di celupin kaya oreo" ucap risa sediki tersenyum memikirkan hal itu
Sambil memakai pakaian nya dan berdandan ia terus menggumam sendiri
Saat semua nya sudah siap waktu menunjukan pukul 06.00 ia lantas berggas turun untuk pergi karena jarak nya lumayan jauh
__ADS_1
"Cklek" ia mengunci pintu nya dan lantas hendak pergi
Ia berjalan ke depan rumah dan menunggu bis lewat sebentar lagi tiba tiba dari samping nampak lah tangan seorang pria merangkul nya dari belakang tangan itu lantas melingakr di pundak dan leher risa
"Brrukk"
Seseorang itu memeluk risa dari belakang sontak risa kaget
"Rissaa" ucap pria itu
Risa mengenal suara itu
"Davin ?" Ucap risa
"Kemana aja kamu, aku cari in kamu gak ada, kamu gak ngabarin aku soal apa pun termasuk soal kamu keluar sekolah dan yang lebih parah lagi kamu gak beritahu aku soal ibu mu" ucap davin yang semakin erat memeluk risa dari belakang ia mencium aroma strouberi yang masih sama dari nya
Sontak risa merasa bersalah pada nya sahabat yang paling dekat dengan nya
Risa lantas memegang tangan itu ia tertunduk memebenamkan dagu nya di tangan itu
"Maaf,,maafkan aku"
"Kamu gak tau seberapa khawatir nya aku sa, aku sayang sama kamu,,a..ku cinta sama kamu" davin tak sanggup lagi menahan semua persaan nya ia mengatakan semua nya di telinga risa
Risa hanya membelalakan mata nya mendengar hal itu
"Apa itu benar ?" Tanya risa
"Tentu itu yang sesungguh nya" ucap davin melepas pelukan itu dan menghadap kan risa ke arah nya
"Aku sungguh mencintai mu" ucap davin
Davin lantas mendekatkan wajah nya dan
"Cup"
Ia mencium tangan nya yang mengalangi bibir risa hanya hidung mereka yang bersentuhan
Mata nya membulat kala davin melakukan hal itu
Saat davin menjauhkan wajah nya dan menatap risa ia melepas semua pegangan pada nya
Risa menatap nya
"Maafkan aku,,aku tidak b..."
Lagi lagi davin menghalangi risa bicara dengan satu jari nya
"Jangan bilang tidak,,bilang lah belum, aku tau kamu masih belum bisa pergi dari erik"
Davin lantas memeluk risa
"Aku akan menunggu untuk hal itu" ucap davin
"Maaf" hanya itu yang risa katakan sembari melepas pelukan davin
"Kamu mau ke kantor ibu mu kan ?"
"Kamu tau dari mana ?"
__ADS_1
"Itu gak penting, aku antar pake motor yah " ucap davin
"Plissss"
"Iya deh ayo"
"Ok, kamu tunggu di sini aku ambil motor nya di sebelah sana
"Iya"
Davin pun pergi ke tempat dimana ia menyimpan motor nya
Tak lama ia menghampiri risa dengan motor beat pink nya
"Nih pake dulu helm nya"ucap davin sambil memasangkan helm di kepala risa
"Ko motor nya warna pink sih vin punya siapa" tanya risa yang tersenyum
"Ini punya ade aku..hehe..soal nya motor ku di bengkel"
"Hihi" risa hanya tertawa
"Tapi gak papa kan kamu naik motor kaya gini"
"Enggak lah gak papa makasih"
"Trek" bunyi pengait di dagu risa sudah terpasang
"Naik lah"
Risa pun duduk menyamping tangan nya mencengkram jaket davin
Merasa tak nyaman davin melepas cengkraman itu dan melingkarkan tangan itu di pinggang nya
"Kaya gini aja biar lebih aman"
Wajah risa sungguh sangat hangat padahal ini masih pagi
"Apa wajah ku merah yah ko pipi ku panas" ucap risa dalam hati nya
Davin dan risa pun berangkat
"Udah lama yah kita gak naik motor bareng"
"Iya"
"Gimana sekolah sekarang vin"
"Mm semuanya biasa aja semenjak kamu sama erik pergi"
"Bukan nya minggu depan ujian akhir semester yah"
"Iya sa,,bentar lagi"
"A..pa erik ada hubungin kamu vin" tanya risa
"Tidak..aku pikir dia lupa sama aku,,kamu sendiri gimana, gak mungkin erik gak hubungin kamu"
"Tidak dia juga gak hubungin aku, akun sosial media nya juga gak pernah aktif semenjak dia pergi,,aku harap dia baik baik saja"
__ADS_1
"Iya"