Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 23 Saat Terpuruk


__ADS_3

"Kamu yang tenang Risa." Ucap Ethan yang merangkul Risa dan mendudukan nya di kursi.


Risa terdiam di sana air mata nya trus mengalir mengingat akan Ibu nya dulu dan sekarang saat ini entah bagai mana ke adaan nya.


"Tak terbayang betapa sakit nya luka itu." Gumam Risa mulai memikirkan hal buruk.


Tiba-tiba seorang suster datang menghampiri Ethan.


"Tuan ayo kita bersihkan luka mu." Ucap Suster itu tersipu kala ia melihat wajah tampan Ethan.


"Tidak perlu!." Ucap Ethan ketus


Hal itu membuat Susster itu heran,wajah nya berubah datar melihat sikap Ethan ia lantas akan pergi namun.


"Tunggu Sus." Ucap Risa


Suster itu lantas menoleh


"Biar saya aja yang obatin luka nya." Ucap Risa


"Ya udah bentar saya ambil peralatan P3K nya."


Ethan heran lantas menatap Risa


"Ini" tak lama suster itu memberikan nya pada risa


"Sini ka." ucap Risa dengan mata sayu nya.


"Gak usah!." Ucap Ethan


Mendengar itu Risa menatap Ethan dengan tajam ia tak mau di bantah.


Sontak Ethan menurunkan ego nya kala melihat tatapan itu.


"Mm Iya." Ucap Ethan lantas mengahdapkan tubuh nya pada Risa.


Risa pun mulai membuka kotak obat dan lantas membersih kan luka nya di mulai dari kening nya yang berdarah hingga ke pipi nya.


Pelan-pelan ia menyeka darah itu itu wajah tampan nya.


Ethan tak sakit sedikit pun,ia terlalu senang memandang wajah cantik itu,wajah itu membuat nya terpesona meski ia tau jika umur mereka terlalu jauh berbeda,5 tahun saja Risa sudah menyebut nya pria tua namun dia masih gadis kecil yang belum dewasa,hati kecil Ethan merasa tertarik dengan nya.


Banyak gadis cantik yang dekat dengan nya namun bersama nya terasa berbeda.


Setelah membersihakan kening nya dan menutup luka nya dengan kapas,Risa menyeka bibir Ethan yang membiru dan sedikit berdarah.


"Awh!."


"Kenapa? sakit yah tadi kamu diem-diem aja." Ucap heran Risa.


"Gak cuma ini lebih perih aja."

__ADS_1


"Baju kaka buka sedikit bagian lengan nya, ini luka nya kaya nya harus di jahit deh baju nya aja sampe sobek."


"JANGAN!."


"Iya deh." Risa pun membersihkan luka itu dan memperban nya.


"Sudah selesai,apa sekarang lebih baik?." Tanya Risa Ethan tak menjawab lantas ia menatap nya.


"Ada apa?."


"Maafin aku,aku gak bisa jagain Ibu kamu." ucap sesal Ethan.


"Jangan bilang seperti itu, yang terjadi ini bukan salah kakak,terimakasih sudah menolong Ibu ku." Ucap Risa dengan tatapan yang turun.


Tiba-tiba "klik" suara pintu ruang oprasi di buka


Oleh Dokter


Risa pun bergegas menghampiri nya.


"Bagaimana ke adaan Ibu saya Dok?."


"Untuk saat ini kondisi pasien stabil,namun dia sedang dalam masa koma saat ini,ia berhasil melewati masa keritis nya kita hanya harus menggu mukjizat agar pasien cepat sadar luka di kepala nya sangat dalam." Ucap Dokter itu.


"DEG."


"Apa Dok koma! terus kapan Ibu saya akan siuman?." Ucap Risa dengan air mata yang terus membasahi pipi nya.


"Saya tidak tau tapi berdoa lah agar dia bisa secepat nya sadar kembali."


"Tentu,tapi jangan buat keributan,Kalau begitu saya permisi dulu."


Dokter itu lantas pergi


Risa pun bergegas menghampiri Ibu nya dan nampak lah Ibu nya yang terbaring dengan perban di seluruh kepala nya.Dengan infusan yang menjuntai.


"Tit tit tit." Hanya suara itu yang terdengar.


"Maaahh." Ucap Risa yang menghampiri nya dan memeluk nya.


"Maah bangun mah ini Risa ayo kita pulang maah." Air mata itu terus jatuh.


Ethan hanya melihat mereka dari sela sela pintu ia tau jika Risa butuh waktu berdua dengan Ibunya, Ethan lantas keluar dan duduk di kursi.


Risa pun terduduk dan mulai menyandarkan kepala nya di ranjang dengan tangan Ibu nya yang ia pegang.


Waktu menunjukan pukul tengah malam.


Rasa kantuk menghampiri nya perlahan lahan ia terlelap dengan air mata di sudut sudut matanya.


"Aku harap ini mimpi dan saat aku bangun besok semuanya akan menjadi seperti biasa Mamah akan baik-baik saja." Ucap nya masih tak percaya dengan ke adaan ini.

__ADS_1


Ethan lantas masuk melihat ke adaan mereka


"Eh dia tidur?." Ucap Ethan kala melihat Tisa tertidur di sana.


"Memang nya udah jam berapa?." Ucap nya melihat arloji nya.


"Ya ampun udah tengah malam sebaiknya aku pulang besok ada meting."


Ia menghampiri Risa hendak berpamitan namun saat ia hendak memegang pundak nya ia mengurungkan niat nya ia takut mengganggunya.


Ia lantas menatap wajah cantik yang tengah terlelap itu dengan mata yang bengkak,hidung dan bibir yang memerah dengan sudut mata nya yang basah.


ia lantas memegang wajah nya dan menyeka sudut mata nya,ia merapihkan rambut nya yang berantakan ia menyelipkan rambut itu di sela-sela telinga nya.


Rasa nya hati nya juga ikut merasakan sakit yang ia alami.


Ethan terus memandangi wajah itu dengan mata nya yang menatap sang gadis yang tengah tertidur mata emerland itu tak ingin melepaskan pandangan dari nya.


"Rasa nya aku jatuh hati pada nya, perasaan ini belum pernah ku rasa dengan gadis lain tapi dia begitu istimewa." Gumam hati Ethan yang mengakui jika ia tertarik pada nya.


Ia lantas mendekatkan wajah nya dan


"Cup."


Ethan mencium kepala Risa,ia mencium wangi stouberi di rambut nya.Sementara Risa hanya terlelap tidur.


Ia pun beranjak pergi meninggalkan Risa dan ibu nya.


Ia pun turun dan masuk kedalam mobil nya dan pergi.


Saat di perjalanan ia terus mengingat Risa hati nya untuk permpuan ternyata masih ada ia pernah mengalami rasa sakit yang mendalam akan wanita, ketika cinta nya di sia-siakan oleh gadis cantik dari keluarga terpandang.


Ketika ia hendak menikah dengan nya ia lantas mempergoki nya tengah bercumbu dengan pria lain.


"Ch." Reaksi ethan kala mengingat perempuan itu


"Sungguh menjijikan." ucap Ethan.


Ke esokan pagi nya


"Tit tit tit"


Suara itu membangunkan Risa yang tengah tertidur, saat perlahan-lahan ia membuka mata nya,nampak lah tangan ibu nya yang pucat dengan dia yang masih memejamkan mata nya.


"Maah bangun Mahh." Ucap Risa menggoyang- goyangkan tubuh Ibu nya.


"Risa sama siapa Mah kalau Mamah gak bangun,Risa sendirian Mah."


"Cklek." Pintu terbuka menampakan suster masuk ke sana.


"Permisi nona saya mau memeriksa keadaan pasien tolong tunggu di luar sebentar."

__ADS_1


"Baik sus." Risa pun pergi ke luar ia lantas bergegas ke toilet membersihkan wajah nya.


"Seperti nya aku harus pulang dulu." Ia pun pergi dan naik Bis untuk pulang.


__ADS_2