
Ia lantas memegang tangan nya dengan keras.
"Ah ... sakit lepas !." Ronta Risa kala tangan itu memaksanya keluar dari sana dan membawa nya ke atas.
"Pelayan !!." Teriak Anz,sontak para pelayan bermunculan lebih dari 10 playan wanita di sana.
"Ada apa tuan?."
"Bawa gadis ini dan mandikan dia,ganti pakaian nya di ruangan khusus ku ada pakaian perempuan di sana ! Jangan sampai di lari dari kamar itu." Ucap Anz
Mendengar hal itu Risa kaget mata nya begitu membulat kala firasat nya begitu buruk,ia sungguh merasakan ketakutan yang hebat.
"Baik Tuan."
Pelayan-pelayan itu lantas mengerubungi Risa yang meronta-ronta.
"Tolong jangan !! Jangan !." Teriak Risa namun para pelayan itu memeganginya dan menyertnya ke ruangan Khusus milik Tuan Anz.
Anz pun menyeringai dan pergi ke kamar nya.Sementara itu Dika tengah memperhatikan semua nya di balik pintu.
"Kenapa Risa ada di sini ? Aku yakin dia pasti di culik bagaimana jika dia dalam maslah besar.Aku harus menghubungi komandan nanti saat semua aman." Ucap nya
Ternyata pria penjanga yang mengaku Dika adalah Abian yang tengah menyamar di sana,ia memilik tugas khusus dari atasan nya untuk menyelidiki tuan Anz.
Ia sudah di sana selama 7 hari.Hari ini ia begitu kaget ketika Risa di paksa masuk,dan melihat reaksi Anz membuat nya yakin jika akan ada masalah besar.
Sementara Risa di bawa ke ruangan khusus itu dan nampaklah kamar besar nan mewah dengan aksen merah dan gold,ksur besar nampak di sana.
Risa merasa kewalahan dengan pelayan-pelayan yang mengerubungi nya,mereka melepas paksa pakaian Risa dan membuat nya terguyur air.
"Jangaan !! Jaangaaan !!." Teriak Risa
Salah seorang pelayan di sana angakt suara.
"Diam lah nona,turuti kami kau tau jika kami tak menuruti tuan Anz,kami akan mati,jado tolong lah jangan sperti ini."
"Iya itu benar,lagian tuan Anz memperlakukan mu seperti nya berbeda tak seperti wanita yang sering ke sini dengan tuan Anz.
Mendengar hal itu mau tak mau Risa menurut pada mereka,setelah selesai memandikan nya Risa di dandani secantik mungkin.
Dengan gaun merah muda selutut yang bergelombang yang gaun itu menampakan belahan dada nya,harum parfum menyeruak dari tubuh nya,bibir nya begitu berkilau dengan lipgloss merah muda.
Pipi yang merah dan Anting berlian menjutai di telinga nya,rambut panjang nya tergerai.
"Tolong lepaskan saya,saya mau pulang hiks."
"Tidak nona !." Ucap mereka dengan masih memegang Risa.
Saat telah selesai semua pelayan lantas keluar hendak mengunci kamar itu,sontak Risa berlari ke arah mereka.
"Brakk." Namun sayang ia tak sampai dan ia terkunci di dalam dari luar.
__ADS_1
"Tolong buka !! Brak ... brak ... brak !!" Risa memukul-mukul itu
Air mata nya lantas jatuh saat ia menengok ke kamar itu,ia mencoba melihat apa ada jendela yang bisa terbuka.
Ia pn berlari ke arah jendela memeriksa semua nya namun kamar itu tak memiliki jendela.
"Aku harus bagaimana,apa yang harus ku lakukan."
Sementara Anz yang tengah memeriksa laptop nya tiba-tiba berhenti kala seorang pelayan masuk.
"Tok tok."
"Masuk."
"Kami sudah melakukan semuanya tuan." Uacp pelayan itu
"Bagus, pergilah."
"Baik tuan ini kunci kamar nya."
Pelayan itu pun pergi,Anz lantas mengambil kunci itu dan pergi ke ruangan Khusus milik nya.
Sementara Risa masih bingung harus berbuat apa tak ada apapun di laci untuk menolong hidup nya dan lemari itu hanya pakaian saja.
Risa pun ke kamar mandi ia menyalakan shower nya sengaja membuka pintu kan pintu itu.
Risa pun bersembunyi di pinggir lemari.
Dari kejauhan Risa melihat kunci yang di pegang Anz.
Ia melihat kesekeliling.
"Dia kemana ?."
Anz pun mendengar suara air di kamar mandi yang terbuka,tanpa keraguan Anz ke sana.
Sementara Risa berjalan perlahan mengikuti Anz dari belakang,saat Anz melihat kedalam kamar mandi Risa mengambil kesempatan saat ia lengah.
"Set."
"Bruk."
Risa dengan cepat mengambil kunci dan mendorong Anz masuk kamar mandi.Merasa tertipu Anz menoleh dan,
"Brak." Risa menutup pintu kamar mandi dan lari ke arah pintu hendak membuka kunci nya,namun kunci itu terlalu banyak.
Hingga saat Anz membuka kembali pintu toilet mata nya begitu marah menatap Risa dengan perlahan ia berjalan ke arah nya.
Risa masih berkutat dengan kunci itu mencoba memasukan nya namun salah terus.
Merasa panik Risa berlari dan melupakan kunci banyak itu,saking takut nya dengan tatapan nya ia melempar kunci itu ke arah Anz yang mengikuti nya.
__ADS_1
"Pergi ! Tolong lepasin aku ! Hiks." Risa melempar seluruh benda ke arah nya mulai dari bantal,parfum hingga bunga.
Saat tak ada lagi benda yang ia bisa lempar ke arah nya,Risa kini tersudut,kamar yang begitu rapih di buat berantakan karena nya.
Saat Anz hampir dekat dengan nya,tatapan Anz begitu tajam menatap nya,membuat Risa merinding di buat nya.seakan-akan siap menerkam nya.Dia bak vampire dengan wajah tampan nya yang siap membunuh.
Mau tak mau Risa nekat berlari ke arah nya ingin melewati nya,Anz ternyata membiarkan ia melewati nya.
Namun Tangan besar Anz menarik tangan Risa hingga Risa berbalik dan menuju ke arah nya.
"Set."
"Kyaa."
Anz lantas berjongkok dan
"Hap."
Ia memeluk paha Risa dan membuat nya naik di pundak nya.
"Ah lepas !!..." Teriak Risa sambil memukul-mukul pundak Anz.
"Ah sakit !."
Teriak Risa saat perut nya terasa sakit menekan tulang punggung Anz,ia pun menjatuh kan Risa ke atas ranjang.
"Bruukkk."
Tubuh mungil itu terhempas di atas kasur putih nan besar itu,wajah nya tertutup helaian rambut yang menghalangi pandangan nya akibat terhempas.
"Sudah puas kamu bermain ! Sekarang giliran ku untuk bermain!."
Ucap Anz sambil menyelipkan rambut Risa di sela telinga nya.
"Tolong jangan lakukan ini, aku mohon lepas kan aku, apa salah ku padamu hingga kau berbuat begini pada ku." Ucap Risa dengan bibir yang bergetar menahan tangis.
Namun air mata jatuh tanpa seizin dari nya hingga air mata itu menelusuri pipi mulus nan merah itu.
Melihat itu Ans menyeka air mata itu dan mengelus pipi Risa,namun tangan itu makin ke belakang dan menjambak rambut Risa dengan keras.
"Salah mu kau lahir dari pembunuh kedua orang tua ku dan adik perempuan ku hanya itu kesalahan mu."
Ucap Anz yang melepas jambakan itu ia lantas berdiri.
"Tapi kenapa aku ? Aku tak tau apa-apa ... hiks."
Risa membulat kan mata nya ketika Anz perlahan-lahan mulai melepas sabuk di pinggang nya.
Sungguh Risa sangat merasa takut dengan tangan yang bergetar,perlahan-lahan ia memundur kan tubuh nya dengan siku,agar ia bisa menjauh dari nya.
Anz terus menatap Risa yang ketakutan,ia bahagia melihat musuh nya ketakutan saat melihat diri nya.
__ADS_1