Orang Tua Itu Jodoh Ku

Orang Tua Itu Jodoh Ku
Episode 53 Kebenaran


__ADS_3

Saat melihat air mata itu hati Risa terasa terisris tak terasa ia juga menangis.


"Mamah jangan nangis,Risa gak kuat kalau lihat mamah nangis,Risa gak akan bisa nahan tangisan Risa Mah."


Mereka berdua pun berpelukan sambil menangis.


"Maafin Mamah yah Risa."


"Gak papa Mah yang penting doa dari Mamah dan Mamah selalu ada buat Risa mah,jangan tinggalin Risa Mah ... hiks."


Ibu nya lantas mengingat saat Risa mulai belajar bicara,belajar berjalan,belajar berlari dan sekarang anak manis dan manja itu tumbuh menjadi gadis yang cantik,tegar dan baik hati.


"Mamah bangga sama kamu sayang."


"Risa sayang Mamah."


Mereka berdua pun lantas berbaring di ranjang.


"Mamah juga sayang kamu.Oh iya kamu sudah punya pacar belum sekarang?,kamu pasti kewalahan ya kalau gak punya pacar,gadis cantik kaya kamu pasti banyak yang ngejar."


"Itu pengalaman Mamah ya, hihi bukan nya Risa gak boleh pacaran dulu."


"Iya gak boleh pacaran tapi kamu harus pilih-pilih pria dulu, pilih pria yang baik,sayang yang tulus sama kamu,sama mamah juga,dia yang bisa terima kekurangan dan kelebihan mu meski dia tak kaya raya jika ia memiliki kriteria itu,rumah tangga sederhana pun akan seperti rumah tangga yang sempurna,kebaikan hati no. 1 paham,kamu bisa tes pria itu kalau kamu takut salah pilih."


"Iya Mah,Risa akan ingat nasehat Mamah."


"Kalau kamu sudah menikah,jangan buat suami mu sedih,turuti keinginan nya dan jika ada masalah kamu harus sabar dan cobalah untuk tidak memperpanjang masalah,buat dia bahagia."


"Iya Mah ko mamah jadi seruis gini hihi Risa belum mau nikah mah."


"Ya kan Mamah cuma kasih saran."


"Iya,iya mah."


Mereka berdua pun teridur di kasur nya sambil berpelukan.


Di tengah Ibu nya telah terlelap Risa lantas memandangi nya dan mengelus wajah itu.


"Kenapa rasa nya kali ini sangat berbeda."


Risa pun menenggelamkan wajah nya di dekapan Ibu nya.


Ke esokan pagi nya.


"Risa bangun,ayo bantuin Mamah masak."


"Mm iya Mah Risa bangun."


Risa dan Ibu nya pun pergi ke dapur,dan betapa kaget nya ia saat membuka tutup panci yang hendak ia gunakan,terdapat kotak perhiasan merah di sana.


Saat ia membuka nya nampak lah kalung dengan liontin bentuk bulan dengan dua warna biru dan putih.


"Ini buat Risa mah."


"Iya." Ibu nya lantas memakaikan nya


"Cantik kan."


"Iya Mah makasih."


"Iya ayo makan,udah mamah masakin kok, Mamah itu hebat kan padahal kaki nya masih sakit tapi Mamah masih bisa lakuin semuanya sendiri,ini contoh buat kamu harus semangat dalam menjalani hidup."

__ADS_1


"Iya..iya Mah ayo makan."


Mereka pun sarapan bersama.


"Mah Risa duluan ya harus ke kantor nanti Ethan marah lagi kalau telat."


"Iya."


Saat hendak pergi Ibu nya memegang tangan nya.


"Tunggu sebentar lagi yah,nanti kamu pasti akan sekolah lagi."


"Iya Mah gak papa sebelum mamah sembuh biar Risa yang lakukan ini sekarang."


Mereka berdua pun tersenyum.Risa pun pergi ke kamar nya mandi dan berganti pakaian.


"Ting Tong."


Suara bel rumah berbunyi,


"Ada siapa tumben pagi-pagi gini ada tamu."


Ibu Dita lantas pergi dan membuka pintu nya


"Cklek." Pintu itu lantas terbuka


Betapa mata nya terbelalak menampakan pria dengan setelan casual nya yang tak lain adalah suami nya.


"MAS !."


Dengan sekuat tenaga ia berusaha menutup kembali pintu nya tak membiarkan pria itu masuk kedalam.


"Akhir nya aku nemuin kamu Dita setelah 13 tahun kamu pergi dari ku."


"Ngapain kamu di sini Mas jangan ganggu lagi hidup ku,bukan nya kamu sudah bahagia bersama selingkuhan mu."


"Kau tau aku butuh uang yang banyak,aku bangkrut Dita."


"Aku tidak peduli pergilah kamu dari sini." Ucap nya yang mendorong-dorong pria itu untuk keluar.


"Maaah Risa ber ... " Ucap nya terpotong kala melihat Ibu nya sedang bersama seseorang.


"Wah wah dia anak kecil yang kau bawa pergi yah,dia tumbuh sangat cantik."


"Jaga ucapan mu Mas !! ... "


"Kau tau aku tak akan bilang pada nya soal asal usul nya,jadi kau harus baik pada ku."


Risa pun turun ke bawah


"Om siapa yah ?."


"Putri ku,kamu sudah besar." Ucap nya yang langsung mengelus kepala Riaa


"Siapa putri mu ?." Tanya nya heran dan menatap ke arah Ibu nya yang berlinang air mata.


Ibu nya Melihat Risa dan terpaksa mengangguk.


"Aku Ayah mu nak. " Tiba-tiba ia memeluk Risa


"Ayah? ... " Untuk pertama kali nya ia memanggil seseorang dengan sebutan Ayah.

__ADS_1


Ia masih tak percaya.


Sementara Raut wajah pria itu berubah datar.


"Gadis ini akan menjadi solusi dari masalahku." Batin nya.


"Risa sebaik nya kamu pergi ke kantor Sekarang,nanti mamah jelasin." Ucap Ibu nya


"Apa dia suami Mamah ? Kenapa dia di sini."Batin Risa


"Iya Mah Risa pergi."


Risa pun meninggalkan mereka berdua di rumah.


"Kenapa perasaan ku tak Enak yah ko aku gelisah pergi ke kantor." Ucap nya yang menoleh lagi ke rumah.


"Ah gak papa lah jika memang itu benar Ayah ku syukur lah." Risa pun Naik bis ke kantor.


"Sebaik nya kamu pergi Mas,dan jangan pernah usik kedidupan ku dan putri ku."


"Kau bilang putri mu ?." Teriak nya mencengkram tangan Ibu Dita dengan keras.


"Karena mu tuan Anz marah,kau menculik salah satu anak yang ia beli dengan harga mahal dia putri dari musuh nya.Sekarang ia menyimpan dendam terhadap ku,mereka menghancurkan perusahaan ku,hidup ku,apa kamu pikir dengan membawa nya bersama mu akan menyelesaikan masalah hah."


"Kenapa Mas ? Buat apa aku kasih dia ke mereka,hanya untuk di besarkan sebagai wanita malam!!."


"Tapi kau tak tau kan siapa orang tua nya yang sebenar nya."


"DIA ANAK KU MAS ! ... "


"Aku akan akhiri semua nya,kali ini semua masalahku akan berakhir karena semua itu berawal dari anak yang kau curi itu." Ucap nya yang bergegas hendak pergi meninggalkan nya.


"Kamu mau apa Mas ?! Jangan lakukan itu Mas,jangan ambil Risa." Ucap nya yang menarik tangan nya agar tak pergi menemui Risa.


"Aku akan mengembalikan nya ke tempat dimana dia di beli."


"Mas Erwin ... jangan Mas."


Pria itu lantas mencekik leher Ibu Dita dan menjatuh kan nya kebawah.


"Plak" Ia menampar pipi nya


"Ahk."


Erang Ibu Dita kala merasakan sakit yang luar biasa di pipi nya hingga darah mengalir di sudut bibir nya.


"Katakan dimana dia bekerja ?."


"Tidak !! ... "


"Cepat katakan ... "


Saat ia menoleh ke poto di dinding di sana da poto kantor nya.


Pria itu lantas pergi hendak menyusul Risa dan akan membawa nya pergi.


"Jangan Mas ... Hiks." Ucap Ibu Dita yang berusaha berdiri.


Namun apalah daya dengan keadaanya,Erwin pergi


Ia pun telpon seseorang yang tak lain adalah tuan Anz.

__ADS_1


__ADS_2