
"Pak Dokter mau menikahi Gretha?" Gretha mengerjap-ngerjapkan matanya seolah tak percaya. Bulu mata lentik Gretha tampak bergoyang-goyang dan membuat wajah gadis delapan belas tahun itu terlihat lucu.
"Iya!" Bukan Sakya yang menjawab melainkan Dad Matthew dan Papi Zayn secara serempak.
Sudah mirip koor paduan suara!
"Tapi bukankah kata Dad dan Mommy, Gretha harus kuliah dulu? Kenapa sekarang tiba-tiba Gretha disuruh nikah sama Pak Dokter?" Tanya Gretha seraya memainkan kedua jari telunjuknya lagi. Gadis itu juga menatap bergantian pada Dad Matthew dan Mom Melody.
"Kau nanti bisa lanjut kuliah setelah menikah, Sayang!" Ucap Mom Melody seraya merangkul swng putri. Wajah mom kandung Gretha itu kembali terlihat sendu. Mungkin ingat pada masa depan Gretha yang jadi berantakan karena ulah Sakya.
"Yeay!" Gretha malah bertepuk tangan sekarang seolah baru saja menang lotre.
"Calon istrimu polos sekali!" Bisik Zeline pada Sakya yang hanya tertunduk pasrah.
Tak sepenuhnya pasrah sebenarnya. Sakya masih sesekali mengamati Gretha yang meskipun polosnya kebablasan, tapi gadis itu cantik juga.
"Jadi, rencana pernikahannya kapan, Zayn? Ada baiknya kita segerakan saja karena...." Dad Matthew menatap pada Sakya yang masih mengamati Gretha sejak tadi dan nyaris tak berkedip.
"Ehem!" Dad Matthew berdehem sinis dan Sakya buru-buru mengalihkan tatapannya pada Dad kandung Gretha tersebut.
"Bisa besok atau lusa, Matt! Aku akan mengurus semuanya-"
"Besok, Pi? Kenapa mendadak sekali?" Sela Sakya sedikit berbisik pada Papi Zayn.
"Agar kau tak kabur atau mangkir dari tanggung jawab!" Sergah Dad Matthew yang rupanya turut mendengar bisik-bisik dari Sakya pada Papi Zayn.
"Sudah diam dan tak usah protes lagi!" Ucap Papi Zayn pada Sakya dengan nada tegas.
"Mi, kok tidak kaget?" Sakya ganti berbisik pada Mami Thalita yang sepertinya masih marah pada Sakya.
"Kaget kenapa? Menggelar pernikahan dadakan adalah keahlian khusus yang dimiliki papimu!" Ujar Mami Thalita kali ini sembari bersedekap.pada sang putra.
"Benarkah? Apa itu termasuk pernikahan Mami dan Papi?" Cecar Sakya penasaran.
"Sudah diam!" Geram Mami Thalita yang langsung membuat Sakya bungkam. Gretha tiba-tiba sudah menghampiri Sakya.
"Pak Dokter, lihat! Ternyata Uan yang selama ini selingkuh sama Jenny!" Gretha menunjukkan layar ponselnya pada Sakya yang langsung membelalak.
"Sok-sokan ngatain Gretha yang selingkuh! Ternyata dia sendiri yang selingkuh di belakang Gretha-"
__ADS_1
"Sudah, jangan digubris!' Sergah Sakya yang sudah dengan cepat merebut ponsel Gretha, lalu menghapus kontak Uan dan Jenny dari ponsel gadis itu.
"Ehem! Gretha!" Panggil Dad Matthew pada Gretha yang masih dekat-dekat dengan Sakya.
"Iya, Dad?"
"Gretha kan sesang mengobrol sama Pak Dokter," ucap Gretha seraya mengedip-ngedipkan matanya dengan lucu.
"Masuk kamar dan istirahat! Ini sudah malam!" Titah Dad Matthew pada sang putri.
Tentu saja hal itu langsung membuat Gretha merengut.
"Gretha tadi kan udah tidur, Pi!"
"Kan cuma sebentar tadi tidurnya! Sana tidur lagi bersama Mommy!" Titah Dad Matthew lagi.
"Gretha masih tidur bersama Mommy-nya?" Tanya Mami Thalita tiba-tiba merasa penasaran.
"Hanya kadang-kadang, Bu!" Jawab Mommy Melody cepat.
"Gretha bobok sama Pak Dokter aja boleh, Dad? Kan kata Dad Gretha sama Pak Dokter mau menikah. Trus orang kalau udah menikah kan boboknya harus bareng." Gretha kembali mengedip-ngedipkan matanya hingga bulu mata gadis itu bergoyang-goyang lucu.
"Kata Jenny, Mom!" Jawab Gretha jujur seraya memainkan kedua telunjuknya.
"Jenny lagi!" Mom Melody terlihat berdecak kesal.
"Tapi sekarang Gretha udah nggak temenan sama Jenny, Mom! Kontak Jenny juga baru aja dihapus sama Pak Dokter dari ponsel Gretha," curhat Gretha yang masih memainkan kedua telunjuknya.
Sementara di pihak keluarga Abraham, Mami Thalia dan Papi Zayn saling bertukar pandang. Mungkin sekarang isi kepala kedua orang tua Sakya itu sama. Apa Mom Melody terlalu protektif pada Gretha, hingga gadis itu begitu polos dan malah cenderung kekanakan sikapnya.
"Kau dan Sakya belum boleh bobok bareng, sebelum ada kata sah, Gretha!" Ucap Dad Matthew akhir melerai perdebatan Mom Melody dan Gretha yang seperti tak ada ujungnya.
"Meskipun Pak Dokter mesum ini sudah menyentuhmu sebelumnya!" Sambung Dad Matthew lagi namun hanya terdengar seperti gumaman kesal.
"Dan, Zayn!" Dad Matthew ganti menatap pada Papi Zayn.
"Iya?"
"Aku mau Gretha dan Sakya tinggal di rumah ini setelah mereka menilah nanti! Gretha tidak boleh tinggal di rumahmu-"
__ADS_1
"Tapi kenapa, Matthew?" Sela Mami Thalita yang sepertinya keberatan dengan permintaan Dad Matthew.
"Gretha masih kecil dan dia harus lanjut kuliah!" Mom Melody yang menjawab selain pertanyaan daei Mami Thalita.
"Kami tidak akan menghalangi atau melarang Gretha kuliah! Kami mendukung penuh dan Sakya yang akan membiayai kuliah Gretha nantinya-"
"Aku masih sanggup membiayai pendidikan putriku, Zayn!" Ucap Dad Matthew tegas atau mungkin sedang pamer.
"Gretha harus tetap tinggal di rumah ini karena dia adalah putri sulung di keluarga Orlando!" Tegas Dad Matthew sekali lagi seolah tak ingin dibantah.
Mami Thalita hendak protes lagi, namun Sakya mencegah dengan cepat
"Mi, sudah!"
"Sakya tak keberatan tinggal di sini setelah menikah nanti," ujar Sakya berisaha meredam suasana yang sudah dipenuhi emosi ini. Meskipun sebenarnya Sakya juga tak yakin dengan nasibnya setelah menikah nanti dan jika harus tinggal di kediaman Orlando.
Mungkin Sakya akan disuruh tidur di kamar yang berbeda dengan Gretha dan tak boleh menyentuh putri kesayangan Dad Matthew Orlando itu!
"Hoaaaam!" Gretha menguap dan Mom Melody buru-buru menutupkan telapak tangannya ke mulut Gretha yang terbuka lebar.
"Hehe, Gretha ngantuk, Mom!" Kikik Gretha yang kembali menguap lagi.
"Tidur saja kalau memang ngantuk, Gre!" Titah Mami Thalita yang langsung membiat Gretha tersenyum lebar.
"Siap, Aunty!
Gretha bobok dulu, ya! Dadah semua!" Gretha melambaikan tangan dengan lebay pada semua orang, sebelum kemudian gadis itu naik ke lantai dua dan disusul oleh Mom Melody ynag kungkin akan membacakan dongeng untuk Gretha.
Ya ampun!
Sakya benar-benar akan menikahi seorang bocah!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
__ADS_1
Jangan lupa like biar othornya bahagia.