
"Aku ingin kita putus!"
Sakya langsung terdiam, saat gadis cantik di depannya mengucapkan satu kalimat yang selalu menjadi momok bagi Sakya selama empat tahun terakhir.
Ya, jika dihitung-hitung, Sakya dan Jill sudah berpacaran selama empat tahun lamanya karena mereka memang jadian saat dulu Sakya dan Jill sama-sama duduk di bangku kelas sebelas SMA. Dan sekarang, di tahun keempat mereka berpacaran, Jill tiba-tiba ingin putus dari Sakya.
Why?
"Kenapa?" Tanya Sakya to the point.
"Aku capek!" Jawab Jill seraya menatap marah pada Sakya.
"Apa ini tentang ultah kamu kemarin, pas aku telat datang?" Tebak Sakya yang langsung membuat Jill berdecak.
"Bagus, jika kamu paham kesalahan kamu!"
"Tapi aku sudah minta maaf, Jill! Aku meluangkan waktu satu hari untuk kita nonton kemarin-"
"Lalu setelahnya kau mengabaikan aku selama satu pekan. Kau bahkan tak menjawab pesanku, tak meneleponku, tak menjemputku pulang kuliah!'
"Aku sibuk menyelesaikan tugas-tugasku yang menumpuk!" Sergah Sakya mencari alasan.
"Tugas terus yang kau pikirkan!" Jill mulai kehilangan kendali.
Mungkin pepatah agar mahasiswa kedokteran tak usah punya pacar ada benarnya. Mahasiswa kedokteran sudah sibuk mengurus buku-buku dan tugas yang menggunung. Jadi jika masih nekat pacaran, artinya sama saja cari penyakit!
"Aku minta maaf!" Ucap Sakya sekali lagi menatap sungguh-sunggub pada Jill.
"Simpan saja semua kata maafmu dan kita sudahi hubungan ini!" Ucap Jill yang langsung membuat Sakya tertunduk sedih.
"Aku capek dengan hubungan aneh kita ini, Sakya!"
"Aku capek!" Jill mengungkapkan uneg-unegnya, dan Sakya hanya mengangguk pasrah.
"Baiklah, kalau maumu begitu."
"Padahal andai kau mau bersabar-"
"Sudah habis rasa sabarku! Kita putus!"
"Sakya!" Teguran Jill membuyarkan lamunan Sakya tentang kandasnya hubungannya bersama Jill enam tahun lalu.
Ya, semua karena Sakya yang tak punya banyak waktu untuk bergombal pada Jill seperti pria bucin di luaran sana.
Boro-boro memikirkan gombalan bucin, memikirkan tentang tulang, sendi, otot dan jaringan ikat saja sudah membuat kepala Sakya nyaris botak kala itu!
"Hai, Jill! Lama tak bersua," jawab Sakya seraya mengulas senyum pada Jill yang masih terlihat cantik di usianya sekarang.
Yeah!
Wanita ini usianya sama dengan Sakya dan belum setua Kak Zeline!
Tentu saja dia masih cantik!
Apalagi pekerjaannya sekarang adalah pemilik salah satu brand kosmetik, jadi wajar jika wajahnya terawat sedemikian rupa.
"Sedang menonton?" Tanya Jill berbasa-basi pada Sakya.
"Ya, bersama-"
"Adikmu?" Sergah Jill menyela dan sok tahu saat Sakya menunjuk pada Gretha.
__ADS_1
"Bukan! Dia istriku!" Jawab Sakya pamer. Jill langsung terlihat kaget.
"Istri?"
"Pak Dokter, dia siapa? Pacar Pak Dokter?" Tanya Gretha berbisik-bisik pada Sakya yang masih bicara pada Jill.
"Bukan!" Jawab Sakya cepat tanpa berbisik pada Gretha. Tentu saja Jill langsung mengira kalau Sakya sedang bicara padanya.
"Bukan istrimu? Candaanmu lucu sekali, Sakya!" Kekeh Jill yang langsung membuat Sakya bingung dan garuk-garuk kepala. Dan Gretha malah ikut terkekeh sekarang padahal Sakya merasa tidak ada hal yang lucu.
"Maaf, Jill! Tapi Gretha istriku!" Ucap Sakya tegas, kali ini sambil merangkul pundak Gretha.
"Dia lebih mirip adikmu," cibir Jill yang hanya membuat Sakya berdecak.
"Kau sendiri, kenapa tak bersama suamimu?" Tanya Sakya mengalihkan pembicaraan. Seingat Sakya, Jill sudah menikah sebanyak dua kali dengan pria yang berbeda. Yang pertama pengusaha, lalu cerai setelah satu tahun, dan menikah lagi dengan artis sekaligus model.
Entahlah!
Sakya kurang update dengan kehidupan Jill, karena Sakya sibuk meraih gelar dokternya setelah Jill memutuskannya enam tahun lalu!
"Suamiku sedang sibuk, dan aku pergi bersama asisten serta manajerku," jawab Jill menunjuk ke dua orang yang bersamanya, namun sedikit menjaga jarak.
Sakya hanya manggut-manggut, lalu mengecup kepala Gretha yang tingginya hanya sepundak Sakya.
Imut sekali istri Sakya ini!
Dikantongin bisa mungkin, ya?
Hahahaha!
"Pak Dokter, jadi nonton atau nggak?" Tanya Gretha yang sudah mendongakkan kepalanya dan menatap pada Sakya seraya berkedip-kedip lucu.
"Aku duluan, Jill! Bye!" Pamit Sakya sedikit berbasa-basi pada Jill yang hanya membisu. Sementara Sakya sudah merangkul Gretha dan mengajaknya masuk ke dalam studio.
"Tadi itu pacarnya Pak Dokter?" Tanya Gretha setelah ia dan Sakya duduk di dalam studio bioskop dan menunggu film diputar, lima menit lagi.
"Bukan!" Sanggah Sakya cepat.
"Trus siapa? Kok layaknya Gretha pernah melohat wajahnya, ya? Kayak nggak asing gitu." Gretha tampak mengingat-ingat.
"Lihat dimana?" Tanya Sakya kepo
"Iya, bentar, ini Gretha sedang mengingatnya...." Gretha tampak serius berpikir dan raut wajah istri Sakya itu semakin lucu dan menggemaskan saja.
"Oh iya! Itu bukannya istri dari model ganteng itu, ya!"
"Pernah jadi cover majalah yang ditunjukin Jenny waktu itu!" Ujar Gretha yang akhirnya ingat. Namun sesaat kemudian Gretha malah mengerucutkankan bibirnya.
"Ada apa? Kok malah merengut?" Tanya Sakya seraya memainkan bibir Gretha.
"Jadi ingat sama Jenny, pak Dokter!"
"Dulu kami itu sahabatan. Tapi kenapa Jenny jahat dan malah selingkuh sama Uan, sih?" Gretha menghentakkan satu kakinya dan bibir gadis itu semakin merengut.
"Ck! Sahabat toxic begitu, biat apa diratapi," cibir Sakya berpendapat.
"Toxic bagaimana? Jenny itu baik, Pak Dokter!" Sergah Gretha merasa tak terima pada ucapan Sakya mengenai Jenny.
"Kalau Jenny baik,dia nggak mungkin jerumusin kamu ke perbuatan sesat! Nggak mungkin ngajarin kamu pergaulan bebas, yang kalau orang pacaran harus kencan sampai bobok bareng pacar kamu. Sahabat macam apa itu?" Cerocos Sakya sedikit emosi hingga suaranya meninggi dan sedikit tak terkendali. Terang saja,Sakya langsung mendapat teguran serta delikan dari penonton lain yang duduk di sekitar Sakya dan Gretha.
"Hehe, maaf." Sakya meringis dan mengangguk-kan kepala pada para penonton yang menegurnya.
__ADS_1
"Tapi Gretha kan belum jadi bobok sama Uan, Pak Dokter!" Sergah Gretha berbisik-bisik pada Sakya.
"Pak Dokter, sih waktu itu! Bilang mau bikin Gretha nggak perawan lagi, tapi bohong!" Bibir Gretha sudah kembali mengerucut.
"Trus malah ngajak Gretha muter-muter kayak orang pacaran. Uan kan jadi salah paham trus kami jadi putus!" Rengut Gretha lagi yang ternyata masih meratapi hubungannya bersama Uan brengsek.
Ya ampun!
Sakya pikir bocah ini sudah move on dari mantan pacarnya yang brengsek dan mirip ikan itu!
"Yaudah, nanti malam aku bikin kamu jadi nggak perawan mau, nggak?" Tanya Sakya akhirnya memberikan penawaran pada Gretha yang masih merengut.
"Tapi kan Gretha udah putus sama Uan. Emang Pak Dokter mau bantuin Gretha balikan sama Uan lagi?" Tanya Gretha dengan raut polos yang langsung membuat Sakya bertanya-tanya.
"Balikan sama Uan? Kamu mau pacaran sama Uan lagi, begitu? Kan Uan sudah selingkuh sama Jenny!" Sergah Sakya kembali emosi.
"Ssssttt! Jangan keras-keras, Pak Dokter!" Gretha membungkam mulut Sakya.
"Iya kamu bikin aku emosi!" Omek Sakya mendelik pada Gretha yang bibirnya langsung mencebik.
"Kok nyalahin Gretha?" Cebik Gretha yang bibirnya sudah bergetar-getar pertanda gadis itu akan menangis sebentar lagi.
Ya ampun! Sakya salah bicara!
"Pak Dokter nakal!" Gretha akhirnya benar-benar menangis dan gadis itu juga mendorong-dorong Sakya.
"Huwaa-" Sakya cepat-cepat membungkam mulut Gretha sebelum mendapat delikan lagi dari penonton lain.
"Mmmmpphhh!" Gretha memukul-mukul dada Sakya yang membungkam mulutnya.
"Mmmpphh! Mmmpphhh!"
"Jangan nangis makanya!" Bisik Sakya di telinga Gretha yang masih saja berontak.
"Stop nangisnya! Nanti aku belikan es krim!" Bujuk Sakya akhirnya seraya melepaskan bungkamannya di mulut Gretha perlahan.
Bibir istri Sakya itu masih mencebik dan Gretha juga masih sesenggukan.
"Cup cup cup! Udahan nangisnya, ya!" Bujuk Sakya seraya menghapus airmata Gretha.
"Pak Dokter nakal!" Cebik Gretha lagi.
"Iya, aku nakal. Jewer ini!" Sakya menyodorkan telinganya pada Gretha. Dan benar saja, Gretha langsung menjewer sekaligus memelintir telinga Sakya hingga membuat Sakya meringis kesakitan.
"Auuuuwww!"
"Rasakan! Makanya jangan nakal lagi!" Omel Gretha yang sudah ganti bersedekap. Sementara Sakya hanya bisa mengusap-usap telinganya yang kini memerah karena jeweran barbar dari Gretha.
Barbar juga ternyata istri Sakya yang masih bocah ini!
Sebelas dua belas dengan Daddy-nya!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1