
"Sakya! Lepaskan tanganmu!"
"Hah?"
Sakya kaget bukan kepalang, saat mendengar suara Dad Matthew disertai oleh penampakan langsung dari Dad kandung Gretha itu di depan matanya.
Apa Sakya sedang bermimpi?
Tapi kenapa wajah Dad Matthew begitu terlihat nyata, dan Sakya juga bisa merasakan hembusan nafas pria paruh baya tersebut.
Jadi ini artinya....
"Dad Matthew!" Cicit Sakya sebelum kemudian pria berguling ke belakang dengan cepat. Namun sepertinya Sakya lupa, kalau di belakang punggungnya, sudah tak ada lagi space ranjang untuk berguling.
Jadilah akhirnya tubuh Sakya melayang sesaat sebelum kemudian mendarat dengan tak selamat ke atas lantai kamar.
Bugh!
"Auuuw!" Sakya meringis saat merasakan punggungnya yang terasa nyeri akibat pendaratan gagalnya barusan. Jika punggung Sakya terkilir atau mungkin patah, jangan suruh Sakya memasang gips sendiri dan menyambungnya lagi sendiri.
Karena sekalipun Sakya adalah dokter orthopedi, tapi Sakya tentu saja tak bisa mengoperasi dirinya sendiri!
Memangnya Bu Bidan bisa menjahit itu-nya sendiri setelah melahirkan?
Tidak bisa, kan?
Sakya sudah bangun dan duduk di atas lantai. Pria itu masih merinding dan raut wajahnya sedikit heran, saat mendapati Dad Matthew yang ekspresi wajahnya begitu santai seolah tanpa beban.
"Dad sedang apa di kamar Sakya?" Tanya Sakya akhirnya, mengusir rasa oenasaran yang kini membuncah di hatinya dan di otaknya.
Ini kali ketiga mimpi Sakya buyar karena kehadiran Dad Matthew. Dan sialnya, malam ini wujud Dad Matthew benar-benar nyata di depan mata hingga membuat Sakya terjun bebas dari atas kasur sekaligus mengalami trauma mendalam.
"Mengawasimu!" Jawab Dad Matthew seraya bangun, lalu duduk di atas ranjang.
"Mengawasi bagaimana?" Tanya Sakya tak paham. Sakya juga sudah bangkit dari atas lantai dan kini ganti duduk di tepi ranjang.
"Dad pikir Sakya mau mencuri di rumah Dad, begitu?" Tanya Sakya lagi menerka-nerka sembari berekspresi tak senang.
"Bukan Dad yang mengatakannya," Dad Matthew tersenyum mencibir pada Sakya.
"Ck! Sakya bukan pencuri, Dad!" Sergah Sakya tak terima dengan tuduhan ngawur Dad Matthew.
Lagipula, kenapa juga Sakya harus mencuri di rumah sang mertua?
Sakya bukan pria kere mata duitan!
Sakya juga anak orang kaya! Cucu dari Hansel Abraham yang punya beberapa hotel, meskipun Sakya tak membantu mengurus Abraham Group sekarang, tapi tetap saja Sakya adalah bagian dari keluarga besar Abraham!
__ADS_1
"Kau pencuri milik Gretha yang paling berharga! Tak usah pura-pura lupa!" Geram Dad Matthew seraya menoyor kepala Sakya.
Milik Gretha yang paling berharga? Sakya saja belum melakukan apa-apa pada putri kesayangan Dad Matthew itu!
"Kan Sakya sudah bertanggung jawab, Dad! Meskipun Sakya belum ngapa-ngapain-"
"Masih tidak mau mengaku!" Gertak Dad Matthew galak. Sakya langsung bungkam dan memilih untuk tak berkomentar lagi.
"Hoaaaam!" Sakya kembali menguap karena rasa kantuknya sudah datang lagi.
"Sakya boleh istirahat sekarang, Dad?" Tanya Sakya dengan nada sesopan mungkin pada Dad Matthew.
"Yang menyuruhmu begadang siapa, memang?" Jawab Dad Matthew galak.
"Dad tidak mau menemani Sakya tidur lagi dan mengawasi Sakya?" Tanya Sakya lagi sedikit menyindir Dad Matthew.
"Memangnya kau bayi, yang tidur masih harus diawasi dan ditemani?" Sungut Dad Matthew yang mulai terlihat kesal. Sementara Sakya malah terkekeh tanpa dosa saat melihat Dad Matthew yang sepertinya kesal sekali.
"Kenapa tertawa?" Gertak Dad Matthew lagi.
"Tidak kenapa-kenapa, Dad!" JawabbSakya sembari nyengir tanpa dosa. Sementara Dad Matthew sudah bangkit berdiri dan sepertinya hendak keluar dari kamar Sakya.
Yess!
Sakya bisa mimpi bersama Gretha lagi setelah ini dan tak akan ada Dad Matthew yang mengganggu lagi.
"Besok kita akan main golf jam tujuh pagi. Jadi jangan terlambat bangun atau Dad akan mengguyur kepalamu kalau jam tujuh kau belum bangun!" Dad Matthew menuding ke arah Sakya yang langsung melongo.
Yang benar saja!
Main golf pagi-pagi?
"Selamat malam!" Pamit Dad Matthew seraya keluar dari kamar Sakya dan menutup pintu.
"Menyebalkan!" Umpat Sakya sembari meninju-ninju bantalnya demi meluapkan rasa kesal di hatinya. Namun belum selesai Sakya meluapkan emosinya, pintu kamar tiba-tiba sudah kembali menjeblak terbuka.
Jangan tanya siapa yang membuka pintu!
Tentu saja itu Dad Matthew.
"Hai, Dad! Ada yang ketinggalan?" Tanya Sakya berbasa-basi masih sambil melakukan smack down pada bantalnya.
"Kacamata Dad tertinggal!" dad Matthew mengambil kaca matanya dari atas nakas.
Ck!
"Dan, ngomong-ngomong, kau sedang apa? Besok kita akan main golf dan bukan berlatih tinju!" Tukas Dad Matthew seraya geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Sakya hanya sedang menguji kekuatan bantal, Dad!"
"Empuk ternyata!" Ringis Sakya yang langsung membuat Dad Matthew mengernyit bingung. Pria paruh baya itu, lalu keluar dari kamar Sakya dan kembali menutup pintu.
"Menyebalkan!" Dengkus Sakya seraya merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Sakya menatap pada langit-langit kamar dan membayangkan wajah Gretha yang imut menggemaskan.
"Pak Dokter!"
"Pak Dokter, senyum dong! Kan kita lagi difoto!" Ucap Gretha seraya menarik kedua sudut bibir Sakya agar tersenyum.
Sebenarnya, bukan Sakya sombong atau malas tersenyum. Tapi tatapan menakutkan dari Dad Matthew sepanjang acara pernikahan Sakya dan Gretha, membuat Sakya grogi dan sedikit lupa caranya tersenyum.
Hhhh!
Sepertinya foto pernikahan Sakya dan Gretha akan jadi foto terburuk abad ini!
Sakya tak mau melihatnya!
"Pak Dokter!"
Sakya tersenyum sendiri saat panggilan manja Gretha padanya kembali terngiang di kepala Sakya.
Konyol!
Sakya kenapa, sih?
Sakya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menutupi wajahnya yang mendadak sedikit memanas hanya karena membayangkan wajah imut Gretha serta suara manja gadis yang kini sudah menjdi istri Sakya tersebut.
Meskipun Sakya masih dilarang bobok bareng Gretha malam ini, tapi Sakya tak akan menyerah begitu saja!
Besok Sakya akan mencari celah untuk bisa bobok bareng Gretha.
"Ayo ketemu di mimpi dulu, Gre!" Gumam Sakya sebelum pria itu memejamkan kedua matanya sembari memeluk erat gulingnya.
"Bayangan Gretha yang sedang bergelayut manja pada Sakya sudah langsung jadi adegan pembuka dari mimpi Sakya.
Semoga tak ada penampakan Dad Matthew di dalam mimpi Sakya setelah ini!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1