Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
PAK DOKTER KEMANA?


__ADS_3

"Pak Dokter! Gretha punya ide!" Celetuk Gretha tiba-tiba saat Sakya sedang merem melek keenakan karena miliknya yang sejak tadi dilahap dan dikul*m oleh Gretha


Tapi kenapa sekarang Gretha malah berhenti?


"Ide apa? Dan kenapa berhenti? Kamu udah pinter tadi, Gre!" Protes Sakya yang tiba-tiba tubuhnya sudah dinaiki oleh Gretha.


"Bagaimana, kalau punya Pak Dokter diolesi pakai es krim? Biar ada manis-manisnya gitu pas Gretha maem."


"Yang barusan rasanya hambar soalnya," tutur Gretha berkata jujur dan blak-blakan.


"Nanti malah lengket semua, Gre!" Ujar Sakya keberatan.


"Ck! Dikit aja ngolesnya!"


"Gretha tadi lihat ada es krim coklat di freezer. Gretha akan mengambilnya," cerus Gretha kemudian seraya bangkit darj atas Sakya, lalu menyambar gaun tidurnya.


"Gre! Kamu tidak akan turun memakai gaun itu, kan? Kalau Noah lihat bagaimana?" Cecar Sakya seraya meraih tangan Gretha yang sudah selesai memakai gaun.


"Noah kan adiknya Gretha, Pak Dokter!'


"Tetap saja tidak boleh!" Sakyaembuat tanda silang besar memakai kedua lengannya.


"Ck! Pak Dokter benar-benar positif!" Celetuk Gretha yang langsung membuat Sakya mengernyit.


"Positif?"


"Iya itu! Cemburuan!" Jelas Gretha kemudian.


"Posesif!" Koreksi Sakya seraya mengusap gemas kepala Gretha.


"Eh, iya! Posesif," kikik Gretha seraya menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Gretha ambil es krimnya sekarang, ya, Pak Dokter!" Ucap Gretha kemudian seraya bangkit dari atas tempat tidur.


"Ck! Jangan keluar kamar pakai baju begitu, Gre!" cegah Sakya sekali lagi seraya menyusul Gretha.


"Yaudah, yang ambil Pak Dokter aja dan Gretha tunggu di sini," ujar Gretha akhirnya memberikan solusi lain. Sakya hanya terkekeh lalu segera mengambil kaus dan celana rumahan dari almari Gretha. Setelah memakainya, Sakya lanjut keluar dari kamar dan langsung turun ke lantai bawah.


****


Gretha masih mondar-mandir di kamar, sambil sesekali melihat ke arah pintu, dimana Sakya tadi keluar dan belum kembali lagi hingga detik ini.


Sakya kemana?


Kenapa mengambil es krim saja sampai lebih dari tiga puluh menit?


Apa jangan-jangan suami Gretha itu tersesat di rumah Dad Matthew?


Bahaya!

__ADS_1


Gretha buru-buru membuka pintu kamar, saat kemudian wanita itu ingat pada pesan Sakya tadi.


"Jangan keluar kamar pakai baju begitu, Gre!"


"Baiklah, pakai jaket saja," putus Gretha akhirnya seraya menyambar satu cardigan dari dalam almari, lalu keluar dari kamar dan hampir menabrak Noah yang baru saja akan menuju ke kamarnya.


"Noah! Kau lohat Pak Dokter?" Tanya Gretha to the point pada sang adik.


"Pak Dokter siapa?" Noah balik bertanya bingung.


"Pak Dokter Sakya!" Jelas Gretha kemudian.


"Oh, Abang Sakya!"


"Ssdang di bawah main catur bersama Dad," jawab Noah akhirnya.


"Dad? Bukannya Dad masih di luar-"


"Sudah pulang tadi, dan sekarang sedang main catur!" Sergah Noah menyela cecaran pertanyaan Gretha. Pun dengan Gretha yang juga langsung kaget. Wanita itupun segera berlari ke lantai bawah untuk memastikan.


"Dad!" Seru Gretha saat mendapati Dad Matthew yang benar-benar sudah pulang.


"Hai, Sayang! Kau belum tidur?" Sapa Dad Matthew seraya menghampiri Gretha, lalu memeluk sang putri..


"Kok Dad sudah pulang?" Tanya Gretha penasaran.


"Seperti tidak ada besok saja!" Bukan Dad Matthew, melainkan Mom Melody yang menjawab dan menjelaskan pada Gretha.


"Tidue dan istirahat sana kalau memang sudah mengantuk, Sakya!" Ujar Mom Melody selanjutnya pada Sakya yang sedang menguap.


"Loh! Kok Pak Dokter udah ngantuk? Kan belum jadi main yang pake es krim!" Sergah Gretha tiba-tiba yang langsung membuat Dad Matthew dan Mom Melody kompak mengernyit.


"Pakai es krim? Kau mau makan es krim begitu, Gre?" Tanya Dad Matthew menerka-nerka.


"Hehe, bukan, Dad! Tapi Gretha mau naruh es krim di atas itunya-"


"Sebaiknya kita tidur sekarang, Gretha!" Sela Sakya cepat yang tiba-tiba sudah memberikan kode agar Gretha tak perlu menceritakan perihal es krim dan gaya enam sembilan mereka tadi.


"Tapi Gretha belum ngantuk dan Gretha masih mau main pake es krim, Pak Dokter!"


"Lagipula, kenapa juga Pak Dokter tadi bil es krimnya lama?" Omel Gretha panjang lebar seraya berjalan ke arah dapur, lalu langsung menghampiri kulkas besar yang ada di dapur dan mengambil es krim.


Sementara Dad Matthew langsung menarik kerah baju Sakya dan suap menginterogasi menantunya tersebut.


"Kau mengajari Gretha apa lagi, hah," Geram Dad Matthew pada Sakya.


"Tidak ada, Dad!" Jawab Sakya seraya menggeleng-gelengkan kepala.


"Dad! Kenapa Pak Dokter di begituin?" Jerit Gretha tiba-tiba seraya melerai Dad Matthew yang masih mencengkeram baju Sakya

__ADS_1


"Dibegituin apa maksudmu? Dad hanya sedang mengajak Sakya mengobrol," kilah Dad Matthew beralasan.


"Udahan mengobrolnya! Pak Dokter, ayo ke kamar!" Ujar Gretha selanjutnya seraya menarik lengan Sakya yang langsung tersenyum penuh kebahagiaan.


"Sakya masih harus menemani Dad main catur, Gre!" Cegah Dad Matthew ikut menarik lengan Sakya agar tak ikut Gretha.


"Ck! Tapi Gretha dan Pak Dokter tadi belum selesai, Dad!" Gretha menghentakkan satu kakinya dan mulai merengut.


"Belum selesai yang apa? Bisa kau ceritakan pada Dad kalian tadi sedang apa dan apa Sakya memakai pengaman?" Cecar Dad Matthew akhirnya yang sepertinya penasaran sekali.


"Pengaman apa, Dad?" Tanya Gretha tiba-tiba seraya menatap serius pada dang Dad.


"Pengaman itu...."


"Kond*m," bisik Dad Matthew pada sang putri, sebelum kemudian pria paruh baya itu menatap Sakya dengan tajam seolah minta jawaban juga.


"Kond*m?" Gretha bergumam.


"Pak Dokter, tadi Pak Dokter pakai kond*m, nggak?" Tanya Gretha selanjutnya pada Salya yang langsung mengangguk.


"Pakai!" Ujar Sakya cepat.


"Benar pakai?" Tanya Dad Matthew galak.


"Benar, Dad!" Cicit Sakya berbohong.


"Emang pakai, ya, Pak Dokter? Yang mana sih? Kok Gretha nggak tahu?" Cerocos Gretha semakin kepo.


"Sakya!" Dad Matthew sudah mendelik ke arah Sakya.


"Baiklah, Sakya sebenarnya lupa, Dad!" Jawab Sakya akhirnya seraya nyengir, yang tentu saja langsung membuat Dad Matthew terlihat geregetan.


"Bukankah Dad sudah mengingatkanmu kemarin, Sakya!" Desis Dad Matthew yang sepertinya akan mengunyah Sakya sebentar lagi. Jadi demi keamanan, Sakya memilih untuk langsung mengangkat tubuh Gretha dan membawa istrinya itu berlari naik tangga.


"Sakya!!" Teriakan Dad Matthew terdengar menggelegar di salam kediaman Orlando.


Ya, ya, ya!


Sepertinya mertua Sakya itu sudah sedikit gila sekarang!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2