
Tok tok tok!
Sakya yang masih menikmati tidur ayamnya, sedikit terlonjak saat mendengar suara ketukan di pintu kamar.
Siapa yang mengetuk pintu pagi-pagi begini?
Dad Matthew?
Tok tok tok!
Terdengar ketukan sekali lagi yang membuat Sakya buru-buru melepaskan dekapannya pada Gretha.
Ya, semalam setelah akhirnya Sakya berhasil membobol keperawanan Gretha, pasutri itu memang langsung terlelap sembari berpelukan.
"Pak Dokter, mau kemana?" Rengek Gretha seraya menggelayuti lengan Sakya, seolah tidak mau melepaskan dekapan Sakya yang hangat dan juga wangi.
"Pakai baju dulu, Gre!" Sakya menyibak selimut, lalu membuka lemari besar Gretha dan mengambil baju dengan asal.
"Nggak mau! Cium lagi!" Gretha memonyongkan bibirnya ke arah Sakya dan minta dicium.
"Mmmuah! Selamat pagi istriku tersayang!" Ucap Sakya seraya menangkup gemas wajah Gretha, lalu mengecup bibir istrinya itu sekali lagi.
Tok tok tok!
"Sakya!"
Ketukan dari luar kamar terdengar semakin barbar dan ada suara Dad Matthew yang memanggil Sakya dari luar kamar.
Sial!
Mau apa juga Dad mertua Sakya itu pagi-pagi begini?
Melakukan sidak?
Atau mau menggrebek Sakya?
Kurang kerjaan sekali!
"Pakai baju!" Ucap Sakya lagi pada Gretha yang langsung geleng-geleng.
"Mandi dulu!"
"Mandiin!" Gretha mengalungkan kedua lengannya ke leher Sakya dan bergelayut manja.
"Ck! Ada Dad di luar!" Desis Sakya pada Gretha.
"Dad sudah pulang?" Gretha langsung bersorak senang dan Sakya benar-benar harus memutar bola matanya sekarang.
"Sakya! Buka pintu!" Panggil Dad Matthew lagi dari luar kamar.
"Iya, Dad!" Sahut Sakya sembari mencari bajunya sendiri lalu memakainya dengan cepat.
"Cepat pakai baju, Gre! Kamu tidak mau menyapa Dad?" Perintah Sakya sekali lagi pada Gretha bebal.
"Enggak! Gretha masih ngantuk, mau bobok lagi!" Ucap Gretha yang sudah kembali berbaring, lalu menarik selimut.
Hhhh!
Dasar Gretha!
Sakya akhirnya bangkit berdiri dan membuka pintu. Langsung ada Dad Matthew yang berkacak pinggang di depan pintu kamar.
__ADS_1
"Kenapa lama?" Tanya Dad Matthew penuh selidik.
"Eeeeee... Sakya tadi sedang si toilet, Dad!" Jawab Sakya beralasan.
"Lalu Gretha mana? Belum bangun?" Tanya Dad Matthew seraya melongokkan kepalanya ke dalam kamar.
"Belum. Dia masih tidur, Dad." jawab Sakya seraya garuk-garuk kepala.
"Kau? Tidak siap-siap pergi kerja?" Tanya Dad Matthew lagi.
"Eeeee, Sakya masih cuti hari ini, Dad! Besok Sakya baru mulai praktek lagi," jelas Sakya yang hanya ditanggapi Dad Matthew dengan ekspresi datar.
"Ngomong-ngomong, Dad kapan pulang?" Gantian Sakya yang bertanya sekalian basa-basi.
"Tengah malam tadi." Dad Matthew kembali melemparkan pandangannya ke arah Gretha yang terlihat menggeliat.
"Pak Dokter!" Panggil Gretha manja dan Dad Matthew hanya berdecak.
"Cepat turun untuk sarapan dan jangan hanya di kamar seharian penuh!"
"Dad mau kau ikut ke kantor hari in-"
"Tapi, Dad! Sakya tidak tahu menahu tentang perusahaan," Sela Sakya beralasan.
Hey! Tapi itu bukan alasan!
Sakya memang tidak tahu menahu perihal bisnis, manajemen, dan hal-hal seputar itu!
Sakya lulusan Fakultas kedokteran, oke!
"Perusahaan kakekmu sudah melanglang buana dan terkenal di seantero negeri. Bagaimana bisa kau tidak punya pengetahuan tentang bisnis manajemen?" Tanya Dad Matthew terheran-heran.
"Kau siap-siap saja dulu kalau begitu, dan penting kau ikut Dad ke kantor hari ini!" Dad Matthew mendung pada Sakya.
"Ke kantor? Sakya tidak tahu-"
"Nanti Dad ajari!" Sela Dad Matthew menatap tegas pada Sakya yang langsung terdiam.
"Cepat siap-siap, lalu turun untuk sarapan!" Perintah Dad Matthew sekali lagi yang akhirnya hanya membuat Sakya mengangguk.
"Baik, Dad!" Jawab Sakya patuh
"Gretha!" Dad Matthew sudah ganti merangsek masuk ke dalam kamar Gretha.
"Pagi, Dad! Sudah pulang?" Sapa Gretha seraya bangun dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang naked.
Ya, Gretha memang belum pakai baju sejak tadi. Baju yang tadi diambil Sakya dari dalam lemari masih teronggok di sudut kasur dan belum jadi dipakai Gretha.
"Cepat bangun dan mandi, lalu nanti sarapan bersama Dad!" Titah Dad Matthew lembut pada sang putri yang hanya mengangguk.
"Gretha boleh sarapan di kamar, Dad? Gretha sepertinya tidak bisa bangun." Gretha terlihat meringis.
Oh, tidak!
Sakya tadi lupa memeriksa kondisi Gretha setelah tadi malam Sakya menjebol gawang istrinya itu hingga....
Hingga berapa ronde tadi malam Sakya melakukannya?
Entahlah, Sakya lupa!
"Tidak bisa bangun kenapa?" Tanya Dad Matthew yang sudah mendekat ke arah Gretha, namun Gretha cepat-cepat beringsut mundur.
__ADS_1
"Dad jangan dekat-dekat! Gretha nggak pakai baju!"
"Baju Gretha dilepasin sama Pak Dokter tadi malam," tukas Gretha seraya mengangkat tangannya ke arah Dad Matthew memberi tanda agar Dad kandungnya itu tak mendekatinya.
Ya ampun!
Haruskah Gretha se-blak-blakan itu?
"Tapi apamu yang sakit, Gre? Apa Sakya menyakitimu semalam?" Tanya Dad Matthew penuh selidik, sebelum kemudian pria paruh baya itu ganti menatap Sakya dengan tajam seolah Sakya adalah seorang masokis yang baru saja melakukan kekerasan dalam berhubungan ranjang bersama Gretha.
Hey! Sakya tak sekasar itu!
"Sedikit, Dad! Tapi Pak Dokter membuat Gretha berdarah semalam!" Cerita Gretha lagi yang langsung membuat Sakya menepuk keningnya.
"Lihat, Dad! Ada noda darah di sprei Gretha," ujar Gretha lagi seraya sedikit bergeser, lalu menunjukkan noda darah yang mengering di atas sprei warna biru laut tersebut.
Mati kau, Sakya.
"Siapa yang berdarah, Matt?" Tanya Mom Melody yang entah sejak kapan sudah ikut masuk ke kamar Gretha.
Oh ya ampun!
Sakya pasti habis setelah ini.
"Dan pangkal paha Gretha sedikit perih, Dad! Makanya Grerha takut mau turun dari kasur dan jalan ke kamar mandi," Lapor Gretha lagi yang tentu saja semakin membuat Dad Matthew menatap marah pada Sakya.
"Ini darah apa, Gre? Tanya Mom Melody yang sudah menghampiri Gretha dan duduk di tepi ranjang.
"Darahnya Gretha, Mom! Tapi kata Pak Dokter itu normal, bukan begitu, Pak Dokter?" Gretha menatap tanpa dosa pad Sakya yang kini salah tingkah.
"Iya, itu normal," jawab Sakya seraya meringis dan berusaha mengabaikan tatapan membunuh dari Dad Matthew.
"Apanya yang normal? Kau menyentuh Gretha sampai dia berdarah begitu dan kau bilang normal?" Gertak Dad Matthew menyalak pada Sakya yang langsung mengkerut.
"Dad kenapa marah-marah sama Pak Dokter? Pak Dokter kan hanya menepati janjinya pada Gretha semalam." Sergah Gretha menyela kemarahan Dad Matthew pada Sakya.
"Janji apa?" Tanya Dad Matthew dan Mom Melody serempak.
"Janji untuk membuat Gretha tidak perawan lagi!"
"Dan sekarang, Gretha udah nggak perawan lagi, Dad, Mom!'
"Gretha udah dewasa!" Sorak Gretha girang yang langsung membuat Mom Melody dan Dad Matthew membelalak berbarengan.
"Jadi ini darah perawannya Gretha?" Gumam Mom Melody menerka-nerka.
"Apa itu artinya...."
"Sakya sebenarnya belum menyentuh Gretha sebelum kami menikah, Mom!" Ujar Sakya melanjutkan kalimat Mom Melody yang seketika langsung hilang kesadaran dan pingsan di pangkuan Gretha.
"Mom!!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1