
Ceklek! Ceklek!
Sakya langsung menutup dan mengunci pintu, setelah ia dan Gretha masuk ke kamar.
"Yeay main kuda-kudaan!" Ajak Gretha bersemangat seraya bertepuk tangan, mirip bocah playground yang hendak dibagikan permen.
Ck ck ck!
Entah kuda-kudaan macam apa yang ada di pikiran Gretha sekarang, yang pasti tidak seperti kuda-kudaan yang Sakya pikirkan sekarang!
"Sudah siap?" Tanya Sakya seraya melangkah dan mendekati Gretha.
"Ya!" Jawab Gretha seraya mengangguk dengan yakin.
"Baiklah! Kita pemanasan sebentar." Sakya menatap ke arah Gretha yang langsung berekspresi bingung.
"Pemanasan? Memangnya mau renang, Pak Dokter?" Tanya Gretha masih bingung.
"Iya, kuda-kudaan kan termasuk olahraga! Sebelum olahraga, kita harus pemanasan!" Jelas Sakya yang malah semakin membuat Gretha melongo. Namun kemudian Gretha tampak mengangguk-angguk dan sepertinya sudah paham dengan penjelasan Sakya.
"Gretha perlu ganti pakai baju olahraga juga, Pak Dokter? Gretha punya yang warna pink cantik!" Tanya Gretha sekaligus pamer tentang baju olahraganya. Istri Sakya itu juga sudah berjalan ke arah lemarinya, lalu membuka lebar bebda dari kayu tersebut.
"Mana, ya?" Gumam Gretha yang masih mencari-cari baju olahraganya. Sakya ikut mencari, sembari melihat-lihat baju Gretha di dalam lemari yang mungkin saja bisa jadi kostum mereka malam ini.
Namun mayoritas baju Gretha adalah dress berlengan, kaos-kaos, serta beberapa baju pesta. Sepertinya Mom Melody juga menyaring ketat baju untuk dang putri hingga Gretha tak punya satupun baju seksi yang menarik perhatian Sakya.
Ck!
Atau Sakya suruh Gretha memakai kaus Sakya saja apa, ya?
Tanpa dalaman kan malah terlihat lebih seksi!
Baiklah!
Sakya hanya tinggal...
"Astaga!" Sakya menepuk keningnya sendiri karena lupa kalau baju-bajunya ada di lantai satu di kamar bawah tangga.
Ya, ya, ya!
Ini semua gara-gara Dad Matthew yang kemarin mengatakan kalau kamar Sakya berada di lantai bawah!
Sial! Sial! Sial!
"Ada apa, Pak Dokter? Kok pukul-pukul kepala begitu?" Tanya Gretha bingung. Istri Sakya itu sudah memegang satu stel baju di tangannya.
"Itu baju apa?" Bukannya menjawab pertanyaan Gretha, Sakya malah balik bertanya pada istrinya tersebut seeaya menunjuk ke baju yang kini di dekap Gretha.
Kenapa bukan Sakya saja yang didekap oleh Gretha?
Sakya sama sekali tak keberatan, kok!
"Baju olahraga Gretha! Katanya tadi mau pemanasan dulu sebelum olahraga kuda-kudaan, Pak Dokter!" Jawab Gretha dengan wajah yang sudah sangat antusias. Berbeda dengan Sakya yang kini meringis tak jelas dan mendadak ingin garuk-garuk tembok saja.
Kenapa istri Sakya ini polos sekali?
__ADS_1
Kenapa?
"Gretha ganti baju dulu, ya, Pak Dokter!" Pamit Gretha seraya menuju ke kamar mandi, namun Sakya sudah dengan cepat mencegah.
"Ganti disini saja, Gre! Kenapa harus repot-repot masuk ke kamar mandi?" Ujar Sakya seraya mencegat Gretha agar tak masuk ke kamar mandi. Sakya bahkan sudah merentangkan kedua tangannya seolah memberikan tanda pada Gretha agar tak melintas.
"Ganti baju disini? Maksudnya di depan Pak Dokter?" Kedua mata Gretha sudah membelalak dengan lucu.
"Iya!" Jawab Sakya jujur.
"Malu lah!" Jawab Gretha cepat seraya merengut pada Sakya.
"Malu sama?"
"Sama Pak Dokter!"
"Kata Mom, nggak boleh nunjukin ini sama ini di depan laki-laki!" Gretha menunjuk bergantian ke area dada dan pangkal pahanya.
"Pak Dokter kan laki-laki! Jadi Gretha juga nggak boleh ganti baju di depan Pak Dokter! Nggak boleh buka baju, trus Pak Dokter nggak boleh pegang-pegang Gretha-"
"Tapi aku kan suami kamu, Gre!" Sergah Sakya cepat yang langsung membuat Gretha terdiam untuk beberapa saat.
"I-iya, sih." Gretha menggaruk kepalanya sendiri
"Emang artinya apa kalau Pak Dokter udah jadi suami Gretha? Kan kata Mom cuma disuruh bobok bareng!"
"Mom nggak bilang kalau Pak Dokter bisa pegang-pegang area terlarang Gretha, sama melihat Gretha yang sedang ganti baju."
"Mom nggak bilang semua itu!" Cerocos Gretha yang benar-benar harus membuat Sakya menarik nafas dalam-dalam dan mengumpulkan lebih banyak kesabaran lagi.
Sakya nyaris botak ini menghadapi istrinya yang polos kebablasan!
Entah Mom Melody dan Dad Matthew dulu mendidik Gretha pakai metode apa sampai anaknya sepolos ini?
Fiuuhh!
Sabar, Sakya!
Sabar!
"Jadi begini, Gretha Sayang!" Sakya berusaha untuk mengendalikan emosinya sebelum meledak.
Duaaaarrr!!
"Begini!" Sakya sudah merengkuh kedua pundak Gretha sekarang.
"Suami istri itu artinya, Gretha udah jadi milikku seutuhnya. Pun dengan aku yang sudah jadi milik Gretha seutuhnya."
"Jadi, ya!"
"Sekarang kita bebas mau saling memperlihatkan area terlarang, mau pegang-pegang, mau apa saja pokoknya boleh!"
"Tidak ada yang akan melarang atau menggrebek lagi! Kita sudah bebas, Gretha sayang!" Jelas Sakya panjang lebar pada Gretha yang hanya melongo.
"Jadi maksudnya, Gretha boleh lihat Pak Dokter ganti baju, begitu?" Tanya Gretha ragu yang langsung membuat Sakya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
"Boleh banget!"
"Mau lihat?" Sakya dengan cepat membuka kausnya dan Gretha tentu saja langsung menjerit saat menyaksikan adegan tak terduga yang baru saja dipertontonkan oleh Sakya.
"Aaaakkkkhhh!"
"Eits! Kenapa teriak-teriak?" Sakya cepat-cepat membungkam mulut Gretha sebelum teriakan istrinya ini sampai ke telinga Mom Melody. Nanti dikira Sakya melakukan apa pada Gretha!
Padahal Sakya belum melakukan apa-apa!
"Pak Dokter kenapa buka baju, sih?" Cicit Gretha yang kini sudah menutupi wajahnya dengan telapak tangan.
"Iya tadi katanya kamu mau melihat akh ganti baju," jawab Sakya beralasan seraya berusaha membuka kedua telapak tangan yang menutupi wajah Gretha.
"Nggak jadi!" Gretha masih menejamkan kesua matanya, meskipun Sakya sudah menyingkirkan telapak tangan gadis itu dari wajahnya.
"Buka matanya! Aku nggak nggigit!" Bujuk Sakya pada Gretha.
"Nggak mau!"
"Malu, Pak Dokter!"
"Pak Dokter kan nggak pakai baju!" Jawab Gretha beralasan.
"Aku buka baju kamu kalau nggak mau buka mata!" Ancam Sakya yang langsung membuat Gretha membuka lebar kedua matanya.
"Gretha teriak nanti!" Gretha ganti mengancam Sakya.
"Aku cium bibir kamu biar tidak bisa teriak!" Balas Sakya lagi yang langsung membuat Gretha ternganga.
"Gretha kan belum gosok gigi!"
"Hah! Hah!" Gretha meniupkan mafasnya ke punggung tangan seperti yang yadi ia alkukan di bioskop.
Astaga!
Sakya sudah benar-benar gemas sekarang!
"Udah nggak usah gosok gigi!" Sakya menangkup gemas wajah Gretha.
"Langsung aku ajari caranya..." Sakya yang masih menangkup wajah Gretha, segera mendekatkan wajahnya ke wajah ostri remajanya tersebut. Sementara Gretha hanya diam, mematung, menejamkan mata dan sepertinya merasa pasrah dengan apapun yang dilakukan oleh Sakya.
Sakya semakin memangkas jarak antara ia dan Gretha, hingga kemudian saat bibir Sakya sudah menempel di bibir Gretha dan bersiap memagut, Gretha malah berceletuk,
"Pak Dokter, kok nafasnya udah nggak bau mint?"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1