Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
ITU APA?


__ADS_3

Sakya masih terus mengecup setiap senti dari bibir Gretha tanpa terlewat sedikitpun . Sesekali lidah Sakya akan menelusup masuk, dan meng-eksplore bagian dalam dari bibir Gretha,lalu perlahan Sakya juga membimbing Gretha agar mulai menggerakkan lidahnya, mengikuti apa yang Sakya lakukan.


Sakya mengerang saat akhirnya Gretha mau menggerakkan lidahnya dengan malu-malu dan membalas kecupan Sakya. Geraran yang dihasilkan benar-benar mampu membuat jiwa Sakya berbunga-bunga danndesirannya terasa di setiap detak jantung serta aliran darah Sakya. Indah sekali....


Seolah tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, ciuman Sakya sudah turun dan ganti merambati dagu serta leher Gretha. Kecupan Sakya seolah tak berhenti dan bibirnya terus saja menyusuri setiap bagian dri leher seputih pualam milik Gretha yang begitu menggoda. Tangan Sakya juga sudah bergerilya dan mengusap-usap punggung Gretha. Mencari-cari sesuatu di sana, hingga akhirnya Sakya menemukannya.


Sakya menarik turun kepala ritsleting dari dress yang dikenakan oleh Gretha. Usapan lembut tangan Sakya di punggung Gretha seketika langsung membuat Gretha terlonjak, lalu beringsut mundur dan sedikit menjauh dari Sakya.


"Pak Dokter!" Pekik Gretha seraya menjauh dari Sakya.


"Ada apa?" Sakya mengernyit bingung.


"Kok buka-buka baju Gretha, sih?" Gerutu Gretha seraya mencari-cari kepala ritsleting gaunnya untuk ia tarik ke atas lagi.


"Kan pemanasan!" Jawab Sakya beralasan. Pria itu sudah bergerak menghampiri Gretha, lalu membantu menunjukkan letak kepala ritsleting yang sejak tadi Gretha cari-cari.


"Pemanasannya harus buka baju juga?" Tanya Gretha menatap sok serius pada Sakya.


"Iya!"


"Seperti di adegan film tadi. Kan pria dan wanitanya sama-sama tak pakai baju," ujar Sakya mencontohkan adegan di film yang tadi ia tonton bersama Gretha.


"Yang mana? Gretha nggak lihat kok tadi!" Sergah Gretha beralasan.


"Nggak lihat tapi ngintip," kekeh Sakya yang langsung membuat Gretha merengut.


"Tapi wanita di film tadi kan udah tua, udah seperti Aunty Zeline-"


"Kak Zeline." Sakya mengoreksi dengan cepat panggilan Gretha pada Zeline. Dan jangan sampai Kak Zeline mendengar tentang Gretha yang mengatakan kalau Kak Zeline sudah tua. Bisa habis Gretha kena omel dari Kak Zeline yang selalu merasa muda itu!


"Iya, Kak Zeline!" Gumam Gretha seraya mengerucutkan bibirnya.


Ya ampun! Sakya gemas!


Sakya akhirnya kembali mel*mat bibir Gretha yang mengerucut hingga membuat sang empunya bibir kaget.


"Pak Dokter!" Gretha refleks mendorong dada Sakya yang sejak tadi tak tertutupi sehelai kainpun.


"Loh! Pak Dokter tadi nggak pakai baju?" Gretha sidah ganti mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dengan lucu.


"Iya! Masa baru sadar?" Sakya tergelak dengan celetukan Gretha yang kembali merengut. Gretha lalu menaikkan lagi ritsleting bajunya.


"Yah, Gre! Kenapa ditutup lagi?" Decak Sakya yang kembali menghampiri Gretha, lalu hendak membuka ritsleting baju Gretha lagi.


"Tapi Gretha malu jika harus naked di depan Pak Dokter!" Sergah Gretha beralasan.


"Malu kenapa? Aku udah lihat punggung kamu tadi." Sakya bergerak cepat menurunkan ritsleting baju Gretha lagi, lalu meloloskan baju tersebut dari tubuh Gretha dan menyisakan sepasang bra serta slipshort saja. Tapi sepertinya masih ada satu underwear lagi di dalam slipshort Gretha.

__ADS_1


"Pak Dokter!" Pekik Gretha yang langsung menyilangkan kedua lengannya di depan dada dan kedua kaki istri Sakya itu juga saling menyilang.


"Ck! Apa, sih? Aku suami kamu, Gre!" Rayu Sakya seraya mendekati Gretha yang kini menatap awas pada Sakya.


"Gretha teriak, lho!" Ancam Gretha yang masih menatap awas pada Sakya.


"Coba saja!" Tantang Sakya berani. Sakya bahkan sudah tak segan untuk membuka kancing celananya, lalu menyisakan boxer yang membalut bagian bawah tubuh Sakya.


"Pak Dokter, iih! Kenapa buka celana juga?" Gretha mulai panik sekarang dan wanita itu menutupi wajahnya dengan telapak tangan.


"Pokoknya Gretha nggak mau lihat!" Cicit Gretha seraya berbalik memunggungi Sakya yang hanya terkekeh.


"Nggak mau lihat yaudah. Yang penting kan mau ngrasain," ucap Sakya santai menanggapi ocehan Gretha.


Sakya lalu mendekat ke arah Gretha dan merapikan rambut istrinya itu terlebih dahulu. Mengumpukkan rambut berwarna hitam pekat tersebut, lalu mengangkatnya ke atas.


"Pak Dokter ngapain?" Cicit Gretha lagi, saat Sakya mulai mengecup tengkuk serta leher Gretha.


"Sakya!" Bisik Sakya di telinga Gretha yang kini menggeliat.


"Panggil aku Sakya. Saat ini yang menyentuhmu adalah Sakya," ulang Sakya lagi yang sudah kembali menciumi tengkuk serta belakang telinga Gretha.


"Pak Dokter."


"Sakya!" Ucap Sakya lebih tegas pada Gretha yang mulai menggeliat.


"Pak Dok-"


"Sakya saja!" Titah Sakya seraya menciumi belakang telinga Gretha. Tangan kiri Sakya juga mulai bergerilya ke depan dada Gretha, lalu tangan kanan Sakya turun ke bawah, atau lebih tepatnya ke pangkal paha Gretha.


"Sakya saja," ucap Gretha tertahan saat sebuah sengatan terasa merambati aliran darahnya, manakala Sakya merem*s lembut dadanya yang berukuran tak terlalu besar.


Gretha menggigit bibir bawahnya dan mulai menggeliat gelisah, disaat tangan kanan Sakya sudah mulai meraba pangkal pahanya, lalu bergerak ke bagian paling intim dari tubuh Gretha. Sakya meraba area yang masih tertutup oleh slipshort tersebut dari luar, sebelum kemudian tangan Sakya menyelinap masuk untuk mengusapnya secara langsung.


"Emmmhh!" Gretha melenguh dan kakinya mendadak terasa seperti jeli, hingga tak kuat lagi menopang tubuhnya. Namun Sakya sigap menahan tubuh mungil di dekapannya tersebut, dan kembali mengusap lembut milik Gretha.


Nafas Gretha mulai terengah saat sensasi seperti sengatan listrik kembali merambati setiap saraf serta aliran darahnya. Wanita itu menyandarkan tubuhnya ke dada Sakya yang masih mendekapnya dari belakang. Tangan kiri Sakya yang masih berada di dada Gretha, membuat gerakan melingkar kecil yang menimbulkan sensasi aneh.


"Pak Dokter-"


"Sakya!" Bisik Sakya di telinga Gretha. Tak lupa sebuah gigitan kecil juga Sakya sematkan di daun telinga istrinya tersebut.


"Pasak!"


"Sakya." Bisik Sakya lagi sembari tangannya bergerak-gerak di dada dan oangkal paha Gretha.


"Sakya," erang Gretha akhirnya yang langsung membuat Sakya menipiskan bibir.

__ADS_1


"Aku disini, Sayang!" Sakya menciumi leher dan tengkuk Gretha, lalu meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana.


Ya, Gretha adalah milik Sakya sekarang, besok, dan seterusnya.


"Emmmhhh!" Gretha kembali menggeliat, melenguh dan mengerang, saat tangan kiri Sakya menyusup kebawah bra-nya, lalu menangkup gundukan bukit milik Gretha yang imut menggemaskan.


"Aaaahhh!" Gretha mulai hilang keseimbangan, saat Sakya meremas dadanya secara langsung.


Sakya pun sigap menahan tubuh Gretha, lalu membimbing tubuh mungil istrinya itu untuk duduk di atas tempat tidur. Nafas Gretha sudah terdengar memburu, saat Sakya melepaskan pengait bra Gretha dengan cekatan. Sakya menanggalkan penutup dada istrinya tersebut, laku meletakkannya secara serampangan. Kedua mata Sakya tentu saja tak lepas menatap pada kedua gundul bukit kembar Gretha yang terlihat begitu imut menggemaskan.


"Pak Dokter lihatin apa?" Tanya Gretha setaya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Gretha kan malu," cicit Gretha lagi dengan wajah yang sudah semerah tomat.


"Kenapa malu terus, sih?" Kejeh Sakya seraya menyingkirkan kedua tangan Gretha dari dada dengan lembut. Sakya lalu melahap satu gundukan milik Gretha, hingga membuat istrinya itu tersentak kaget. Gretha refleks menjambak rambut Sakya yang kini sudah ganti menjilati ujung dada Gretha yang bentuk masih datar dan berwarna pink kecoklatan.


"Geli!" Erang Gretha seraya menjambak kuat rambut Sakya.


Namun bukannya langsung melepaskan cecapannya pada dada Gretha, Sakya malah semakin semangat, melahap, menghisap, serta menjilati ujung dada Gretha, hingga membuat istrinya itu menggelinjang berulang kali.


"Pak Dokter, sudah-"


"Panggil aku Sakya atau aku tak akan berhenti," Sakya menatap sekilas pada Gretha sebelum lanjut menghisap-hisap dada Gretha.


"Pak Dok-"


"Eh, Pak Sak-"


"Sakya!"


"Pak Sakya, sudah!" Erang Gretha yang semakin kuat menjambak rambut Sakya dan berusaha menarik kepaka suaminya itu agar menyingkir dari dadanya.


"Ck! Aku bukan bapakmu!" Decak Sakya yang akhirnya melepaskan hisapannya pada dada Gretha. Nafas istri Sakya itu masih tampak terengah-engah.


"Sudah selesai?" Tanya Gretha di sela nafasnya yang memburu.


"Apanya yang sudah selesai? Kita baru pemanasan, Gre!" Jawab Sakya santai seraya menurunkan boxernya, karena milik Sakya yang sudah merasa sangat sesak dan terjepit benda ketat tersebut. Dan saat itulah terdengar pekikan keras dari Gretha.


"Pak Dokter, itu apa?"


.


.


.


😂😂😂

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2