Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
SINDIRAN


__ADS_3

"Kau itu yang salah!"


"Sudahlah! Aku tak mau lagi bicara denganmu yang selalu gegabah mengambil keputusan!" Pungkas Mom Melody mengakhiri perdebatannya bersama Dad Matthew yang sejak tadi seperti tak berujung. Wanita paruh baya itu lalu berbalik meninggalkan Dad Matthew dan keluar dari kamar Gretha.


"Mel!" Dad Matthew buru-buru menyusul Mom Melody dan ikut keluar dari kamar Gretha juga.


"Gre!" Panggil Mom Melody seraya menuruni tangga.


"Gretha!" Panggil Mom Melody lagi.


"Mel! Ini semua kesalahan kita berdua!" Ucap Dad Matthew yang masih mengekori sang istri.


Sepertinya Dad Matthew lupa pada pepatah wanita selalu benar dan kaum pria selalu salah!


"Sudah kubilang, aku tak mau bicara denganmu!" Sahut Mom Melody yang sudah sampai di lantai bawah. Mom Melody kembali memanggil Gretha.


"Gretha!"


"Lagi suap-suapan sama Abang Sakya, Mom!" Lapor Noah yang sudah siap pergi ke sekolah. Putra bungsu Mom Melody dan Dad Matthew itu sudah mengenakan seragam sekolah.


"Dad mana, Mom? Sudah berangkat?" Tanya Noah lagi bersamaan dengan Dad Matthew yang baru turun dari lantai dua.


"Noah! Kenapa belum berangkat?" Tanya Dad Matthew.


"Noah nungguin Dad. Bukannya tadi mau nganterin Noah?" Jawab Noah seraya garuk-garuk kepala.


"Kau pergi bersama supir saja sana! Dad ke kantor nanti siang," ujar Dad Matthew yang langsung membuat Noah berdecak. Noah akhirnya berpamitan pada kedua orang tuanya dan pergi ke sekolah bersama supir.


Sementara Mom Melody sudah menuju ke ruang makan dan langsung melihat Sakya yang sekarang sedang menyuapi Gretha. Sesaat ada kelegaan di hati Mom Melody saat melihat kesabaran Sakya. Ketakutan yang dulu pernah menghantui Mom Melody tentang sikap Sakya yang mungkin saja kasar atau temperamental mendadak sudah menguap pergi.


Sakya pria yang baik!


"Sakya!" Panggil Dad Matthew yang juga sudah menyusul ke ruang makan. Namun Mom Melody mencegah dengan cepat saat Dad Matthew hendak mengganggu momen mesra Gretha dan Sakya.


"Mau apa? Sakya sedang menyuapi Gretha." Mom Melody mendelik pada sang suami.


"Ck! Aku mau menanyai Sakya, tadi malam dia melakukan apa pada Gretha, hingga membuat Gretha tak bisa berjalan pagi ini!"


"Tidak usah mencari-cari lagi kesalahan Sakya!"


"Mengenai yang semalam dilakukan Sakya pada Gretha, kau pasti juga sudah tahu!"


"Memangnya kau pikir, yang pertama kali itu tak sakit?" Mom Melody berdecak dan masih mendelik pada sang suami.


"Sesakit itukah?" Tanya Dad Matthew polos, dan Mom Melody hanya bisa menghela nafas jengah.


"Kau langsung pergi waktu itu dan tak mengatakannya padaku," lanjut Dad Matthew lagi seraya mendekat ke arah Mom Melody, lalu mengurung istrinya itu ke tembok, tempat Mom Melody bersandar sembari bersedekap.


"Matt, kita tadi sedang betengkar, dan aku sedang tidak mau bicara padamu!" Mom Melody menahan dada Matthew yang sudah semakin menghimpitnya.


"Benarkah? Tapi barusan kau bicara padaku." Dad Matthew menatap sang istri dengan tatapan genit.


"Kau harus ke kantor, Matt!"

__ADS_1


"Aku akan pergi setelah makan siang," jawab Dad Matthew beralasan dan semakin mendekatkan wajahnya pada Mom Melody.


"Jangan aneh-aneh-"


"Aunty!" Celetukan dari Barley yang akhirnya menghentikan tingkah mesum Dad Matthew.


Mom Melody hanya bisa terkekeh, sementara Dad Matthew terlihat mendengus kesal.


"Awas! Barley sudah bangun." Mom Melody mendorong tubuh sang suami, lalu bergegas menghampiri Barley yang masih berdiri seraya memegang mobil-mobilan di tangannya.


"Hai, Barley! Sudah bangun, ya?"


"Ayo sarapan!" Mom Melody membawa Barley ke ruang makan dan Dad Matthew yang masih kesal ikut mengekori Mom Melody juga.


"Mel, aku juga belum sarapan."


****


"Masih sakit?" Tanya Sakya yang masih menyuapi Gretha dengan sabar. Sejak bangun tadi, Gretha memang mendadak berubah manja. Ke kamar mandi harus digendong, mandi harus dibantu oleh Sakya, ganti baju juga harus dibantu oleh Sakya, dan sekarang makanpun harus disuapi!


Ah, tapi Sakya tak keberatan karena Gretha imut, lucu, dan menggemaskan.


Gretha hanya menjawab pertanyaan Sakya dengan anggukan, karena wanita itu sibuk mengunyah makanan di mulutnya.


"Gemas!" Sakya mengusap gemas pipi Gretha yang langsung tersenyum lebay pada Sakya.


"Nanti malam main kuda-kudaan lagi, Pak Dokter?" Tanya Gretha setelah istri Sakya itu sekesai mengunyah makanannya.


"Eeeeee!" Gretha merengek lebay.


"Sudah sembuh, kok! Nanti malam lagi, ya!"


"Enak!" Rayu Gretha yang tiba-tiba sudah bisa berdiri dan naik ke pangkuan Sakya, lalu mengalungkan kedua lengannya di leher Sakya.


Ya, ya, ya!


Dunia hanya milik Sakya dan Gretha sekarang. Yang lain silahkan pindah ke planet Mars!


"Tadi katanya masih sakit?" Sakya mengernyit pada Gretha.


"Enggak! Udah sembuh!" Jawab Gretha cepat.


"Nanti malam lagi, ya!"


"Ya, ya, ya!" Gretha sudah memonyongkan bibirnya pada Sakya saat tiba-tiba terdengar deheman dari Dad Matthew.


"Eheem!"


Sakya buru-buru menangkup bibir Gretha yang hendak nyosor ke bibirnya tadi, karena ada Barley juga yang sedang digandeng oleh Mom Melody.


"Sudah sembuh, Gre?" Tanya Mom Melody seraya mengambil highchair untuk Barley. Dad Matthew lalu mendudukkan keponakan Mom Melody itu ke atas highchair.


"Belum, Mom! Masih sakit sedikit. Makanya Gretha minta pangku Pak Dokter. Kan pahanya Pak dokter empuk," jawab Gretha manja sekaligus beralasan.

__ADS_1


"Ck! Ini kursinya juga empuk, Gre!" Sergah Dad Matthew seraya menepuk-nepuk kursi makan yang tadi diduduki oleh Gretha.


"Enggak! Gretha maunya dipangku Pak Dokter saja!" Ujar Gretha keras kepala.


"Tidak mau minta maaf pada seseorang, Dad?" Sindir Mom Melody tiba-tiba seraya meletakkan sepiring nasi beserta lauk dan sayur ke hadapan Dad Matthew.


"Minta maaf? Pada siapa?" Tanya Dad Matthew pura-pura tak paham.


"Hmmmmm. Amnesia!" Cibir Mom Melody yang langsung membuat Gretha terkikik.


"Amnesia itu apa, Pak Dokter?" Tanya Gretha pada Sakya yang masih memangkunya.


"Hilang ingatan," jawab Sakya lirih seraya tangannya mendekap tubuh mungil Gretha.


Gemas!


"Ehem!" Dad Matthew kembali berdehem keras saat melihat kemesraan Gretha dan Sakya.


"Jaga sikap dan tidak usah cari-cari kesempatan!" Sindir Dad Matthew tegas sebelum pria paruh baya itu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Sementara Sakya hanya melengos dan malah mengeratkan dekapannya pada Gretha.


Biar sekalian mencak-mencak mertua Sakya itu!


"Ck!" Dad Matthew berdecak kesal saat kemudian ganti terdengar deheman dari Mom Melody.


"Kalau makan itu diam dan tidak usah banyak tingkah, Dad Matthew!" Tegur Mom Melody pada sang suami.


"Siapa yang banyak tingkah?" Kilah Dad Matthew seraya menggigit ayam gorengnya dengan kasar.


Mom Melody hanya geleng-geleng kepala dan lanjut menyuapi Barley.


"Hai, Barley! Papa belum jemput, ya?" Sapa Gretha yang akhirnya menyadari kehadiran sang sepupu di meja makan.


"Lusa baru dijemput." Bukan Barley, melainkan Mom Melody yang menjawab pertanyaan sang putri. Barley sendiri hanya diam dan tangannya sibuk memainkan mobil serta dinosaurus. Senebtara mulut kecilnya mengunyah makanan yang disuapkan oleh Mom Melody.


"Papanya Barley kerja apa, Mom?" Tanya Sakya penasaran.


"Di perusahaan logistik. Biasa mengawasi pengiriman barang," jelas Mom Melody yang langsung membuat Sakya mengangguk.


"Ngomong-ngomong, Dad jadi mengajak Sakya ke kantor hari ini?" Sakya ganti bertanya pada Dad Matthew yang sudah menyelesaikan sarapannya.


"Kau mau apa di kantor memangnya? Dokter tulang tapi sok-sokan mau ke kantor! Tahu perihal manajemen bisnis memang?" Cecar Dad Matthew sinis yang langsung membuat Sakya meringis dan menggeleng.


Salah lagi!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2