
Gretha merengut dan langsung membelakangi Sakya, sesaat setelah Sakya menarik selimut untuk menutupi tubuh Gretha yang masih naked.
"Sayang!" Sakya yang juga masih naked, ikut masuk ke dalam selimut, lalu mendekap Gretha dari belakang.
"Pak Dokter nakal!" Rengut Gretha seeaya menyikut-nyikut perit Sakya yang kini mendekapnya.
"Nakal kenapa, sih? Kan aku udah pijitin kaki kamu sampai sembuh. Memang sekarang kaki kamu masih sakit?" Cecar Sakya bingung seraya meraba-raba kaki Gretha yang kini tertutup selimut.
"Bukan itu!" Gretha menyentak tangan Sakya, lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya.
"Gre, ada apa?" Sakya masih bingung dan pria itu segera menyibak selimut Gretha, lalu mengeratkan dekapannya pada Gretha dan menciumi tengkuk serta telinga sang istri.
"Ada apa?"
"Mau lanjutin yang tadi?" Bisik Sakya mesra yang langsung membuat Gretha menggeliat. Sakya memutar tubuh Gretha dengan cepat, dan kini pasangan suami istri itu sudah saling berhadapan.
"Senyum!" Titah Sakya seraya menarik kedua sudut bibir Gretha.
"Pak Dokter tadi udah keluar?" Tanya Gretha menatap serius pada Sakya.
"Belum." Sakya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Trus, kok udahan?" Tanya Gretha lagi seraya merengut.
"Kan kaki kamu kram, Gre! Aku pikir kamu udah nggak mau lagi."
"Ish!" Gretha langsung berbalik lagi dan memunggungi Sakya.
"Baiklah, baiklah, Gretha sayang!" Sakya sudah setengah bangun, lalu mendekap Gretha dan hanya dalam satu gerakan saja, Gretha kini sudah berada di atas tubuh Sakya.
"Udah bisa ngambek, ya?" Goda Sakya seraya mencolek gemas hidung Gretha.
"Bisalah! Kalau pak Dokter nakal, Gretha marah!" Ancam Gretha dengan wajah sok garang yang malah membuat Sakya tergelak.
"Kok malah ketawa, sih?" Rengut Gretha yang ekspresi wajahnya sudah kembali berubah.
__ADS_1
"Kamu lucu kalau marah," Sakya mencolek hidung Gretha lagi, lalu pria itu lanjut mendekap tubuh mungil sang istri.
"Yang dibawah belum masuk, Pak Dokter! Kok udah pelukan, sih?" Ceketuk Gretha mengingatkan Sakya.
"Oh, iya. Memang sudah bisa dimasukin? Kan belum pemanasan ulang," ujar Sakya lagi yang kini sudah ganti menangkup wajah Gretha.
Gemas sekali!
"Cium!" Gretha memonyongkan bibirnya pada Sakya yang masih menangkup wajahnya. Sakya tentu saja tak menolak dan langsung mencium bibir Gretha, mencecap, lalu ********** juga.
"Emmhh!" Gretha melenguh, saat pagutan Sakya terasa semakin dalam dan panas. Namun Sakya tak berhenti dan terus melancarkan pagutannya pada bibir Gretha yang selembut beludru kualitas premium.
Sakya mendekap Gretha dengan erat, lalu mengajak istrinya tersebut berguling. Kini posisi Sakya sudah berada di atas dan menindih Gretha. Sakya membawa kedua tangan Gretha ke atas kepala, lalu menguncinya disana, sambil bibirnya tak berhenti mencecap bibir Gretha. Ciuman Sakya sudah semakin intens, dan kini bibir pria itu sudah mpgabti menyusuri dagu, lalu terus turun ke leher, dan dada Gretha.
"Emmmhhhh! Pak Dokter." Gretha kembali melenguh, saat lidah dan bibir Sakya mulai bermain-main di area dada Gretha. Sakya melahap gundukan kenyal milik Gretha, bergantian kiri dan kanan. Lalu tak lupa Sakya juga menjilati ujung dari gundukan kenyal tersebut, hingga membuat Gretha menggelinjang dan tangannya refleks merem*s rambut Sakya.
Tangan Sakya juga sudah bergerilya ke milik Gretha di bagian bawah. Mengusapnya dengan lembut, sebelum kdmudusn Sakya menyusupkan satu jarinya ke lipatan di antara dua pangkal paha Gretha tersebut..
"Aaarrgghhh!" Rem*san tangan Gretha di rambut Sakya senakin menguat. Nafas Gretha jufa sudah mulai tersengal, saat jari Sakya bergerak semakin aktif di bawah sana. Membuat satu gerakan melingkar, lalu terasa membelai lembut milik Gretha, hingga menimbulkan satu gelenyar aneh namun nikmat yang membuat Gretha ingin terus melenguh.
"Sakya!" Koreksi Sakya cepat.
"Sakya...." Gretha merem*s rambut Sakya semakin kuat.
"Sayang..." Suara Gretha tercekat di tenggorokan.
"Aku disini, Sayang," Sakya sudah mengangkat kepalanya dari dada Gretha, lalu pria itu ganti mengecup bibir Gretha.
"Sekarang," ucap Gretha di sela-sela pagutannya bersama Sakya.
Sakya yang langsung tanggap, tak menunggu lagi dan segera mengarahkan miliknya ke depan milik Gretha. Dan sekali sentakan, milik mereka suda menyatu. Sakya langsung bergerak dehgan intens masih tanpa melepaskan pagutan panasnya bersama Gretha.
Dua tubuh itupun saling memacu, dengan deru nafas yang saling bersahutan serta peluh yang mulai membasahi tubuh yang sama-sama naked terssbut.
Sakya melepaskan pagutannya sejenak, lalu mengatur nafas. Tak lupa, Sakya juga menatap pada wajah mungil Gretha yang cantik menggemaskan, lalu Sakya tersenyum sendiri.
__ADS_1
"Pak Dokter kenapa?" Tanya Gretha yang wajahnya kini sudah memerah.
"Kamu cantik," puji Sakya seraya mengusapwajah Gretha, lalu menyingkirkan bebetapa anak rambut yang berserak di wajah Gretha. Wajah istri Sakya itu masih bersemu merah, entah karena rasa nikmat penyatuan yang mereka lakukan saat ini, atau merah karena tersipu degan rayuan gombal Sakya barusan?
Entahlah, Sakya tak akan memikirkannya, karena kini Sakya hampir mencapau pelepasannya.
Ah, yeah!
Sakya mendorong semakin dalam dan menghentak semakin keras, hingga Gretha sedikit tersengal.
"Aku hampir keluar," gumam Sakya sambil terus mempercepat gerakannya. Pria itu lalu menghitung sampai tiga, sebelum akhir Sakya menyemburkan banyak sekali benihnya di dalam rahim Gretha yang kini terengah-engah.
Sakya menatap lekat wajah Gretha, lalu mengecup kening istrinya itu dengan cukup lama, sebagai ucapan terima kasih atas permainan menyenangkan malam ini.
Ya, Sakya senang sekali malam ini dan mungkin Sakya akan langsungtidur nyenyak setelahnya.
"Sayang," panggil Gretha mesra seraya mengusap wajah Sakya yang masih berada di atasnya. Sakya memejamkan mata dan seolah sedang menikmati usapan lembut Gretha di wajahnya.
"Pak Dokter, Sayang!" Panggil Gretha sekali lagi.
"Hmmm. Ada apa?" Sakya sudah membuka mata sekarang dan pria itu ganti menatap pada wajah Gretha.
"Ayo kita coba lagi gaya menunggang kuda tadi," ajak Gretha antusias yang sontak langsung membuat Sakya membelalak.
Lanjut ronde kedua?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1