Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
AKHIRNYA PULANG


__ADS_3

"Dad!" Panggil Gretha riang, saat wanita itu baru tiba di kediaman Orlando bersama Sakya.


Ya, setelah hampir dua pekan menginap di rumah kedua orang tua Sakya, Gretha akhirnya pulang ke rumah Dad Matthew sore ini.


"Dad! Mau kemana?" Tanya Gretha kemudian saat wanita itu melihat koper Dad Matthew di ruang tamu.


"Mom mau pergi juga?" Tanya Gretha lagi yang melihat Mom Melody yang sudah berpenampilan rapi.


"Masih ingat pulang, Gre? Dad kira sudah lupa pada Dad dan Mom," sindir Dad Matthew ketus yang langsung membuat Gretha menghampiri Dad tersayangnya tersebut, lalu menggamit lengannya.


Awalnya, Dad Matthew sedikit jual mahal,namun kemudian Dad Matthew mau juga digamit oleh Gretha manja.


"Gretha mau menginap disini malam ini sampai nanti hari Minggu, Dad!"


"Kok Dad malah mau pergi, sih?" Tanya Gretha dengan nada manja.


"Dad ada urusan bisnis penting di luar kota, Gre! Tapi lusa kami sudah kembali." Bukan Dad Matthew, melainkan Mom Melody yang memberikan penjelasan dan pengertian pada Gretha.


"Mom juga?"


"Kan mom harus mendampingi papi kamu," ujar Mom Melody beralasan.


"Baiklah! Kita tetap disini atau pulang lagi ke rumah Mami, Pak Dokter?" Tanya Gretha meminta pendapat Sakya.


"Tetap disini. Kan kata kamu kita disini sampai Minggu nanti Senin baru ke rumah Mami lagi," jawab Sakya mengingatkan tentang kesepakatannya bersama Gretha semalam.


"Oke!"


"Jadi, kalian disini sampai hari Minggu?" Tanya Mom Melody memastikan.


"Iya, Mom! Terus nanti Senin depan sampai hari Minggu kami di rumah Mami.lalu nanti kesini lagi. Seperti itu," terang Sakya yang kangen membuat Dad Matthew berdecak.


"Plin plan!"


"Bukan plin plan, Dad! Tapi kami kan harus adil!" Sergah Gretha mengoreksi.


"Betul itu! Biar tidak ada yang egois dan cemburu lagi!" Timpal Mom Melody yang sepertinya sedang menyindir Dad Matthew.


"Siapa memang yang egois? Keluarga Abraham?" Sergah Dad Matthew tak sadar diri.


Gantian Mom Melody dan Sakya yang berdecak sekarang.


"Tapi mumpung Sakya dan Gretha menginap disini, kenapa tida kau suruh mereka hadir di acara nanti malam saja, Matt," usul Mom Melody tiba-tiba.


"Acara apa, Mom?" Tanya Sakya cepat.


"Peresmian hotel milik klien dari perusahaan Orlando. Kau datanglah bersama Gretha nanti malam, Sakya! Nanti bilang saja kalau kau menantu Dad." Ujar Dad Matthew memberikan mandat pada Sakya.


"Eeee, tapi Sakya kan tidak tahu-"


"Itu hanya pesta peresmian hotel! Tak akan ada pembahasan bisnis. Tidak enak kalau tidak ada yang datang. Tadinya Dad mau menyuruh Noah, tapi anak itu pasti hanya iya iya dan ujung-ujungnya tak datang."


"Jadi, kau dan Gretha saja yang datang," ujar Dad Matthew lagi panjang lebar yang langsung membuat Sakya mengangguk patuh.


"Baik, Dad! Nanti malam Sakya akan datang."


"Undangannya ada di meja ruang tengah


Jangan lupa dibawa," pesan Dad Matthew lagi.

__ADS_1


"Baik, Dad!"


"Dad dan Mom mau berangkat sekarang?" Tanya Gretha yang masih menggamit lengan Dad Matthew.


"Iya."


Sakya dan Gretha akhirnya mengantar Mom Melody dan Dad Matthew ke teras depan dan menunggu hingga mobil.yang membawa kedua orang tua Gretha itu meluncur pergi meninggalkan kediaman Orlando.


"Yeay! Bisa olahraga ranjang lagi," celetuk Gretha yang sydah bergelayut pada Sakya.


"Kita harus siap-siap ke acara, Sayang!" Ujar Sakya mengingatkan seraya mencolek gemas hidung Gretha.


"Eh, iya!" Gretha terkikik lalu mengecup bibir Sakya.


Sakya mengedarkan sejenak pandangannya ke sekeliling ia dan Gretha. Dan setelah mendapati keadaan yang sepi, segera Sakya balas mel*mat bibir Gretha dengan panas.


Ya, ya, ya!


Kalau ada Dad Matthew, sudah habis Sakya diceramahi mertuanya itu!


****


Sakya menghentikan langkahnya sejenak, saat ia membaca plang besar yang berjejer di depan hotel yang malam ini akan diresmikan.


Peyton Group?


Yang benar saja!


Bukankah ini perusahaan milik kedua orang tua Jill?


"Gretha, aku lihat undangannya tadi," pinta Sakya pada Gretha yang tadi memegang undangan. Tadi saat di rumah Sakya memang tak membuka undangannya, dan hanya Gretha yang membaca alamat hotel ini. Sakya benar-benar tidak tahu kalau hotel yang akan diresmikan ini adalah bagian dari Peyton Group


"Ada apa?" Tanya Gretha bingung.


"Tidak ada apa-apa," jawab Sakya seraya meringis.


"Trus kenapa kita nggak masuk, Pak Dokter? Kita nggak salah tempat, kan?" Gretha berbisik untuk memastikan.


"Tidak! Tempatnya sudah benar!"


"Ayo masuk!" Ajak Sakya selanjutnya seraya menggenggam tangan Gretha. Sakya segera menunjukkan undangan di tangannya pada petugas di depan, lalu mengisi buku tamu juga.


"Sakya!"


Sakya memejamkan matanya dan benar-benar harus mengumpat dalam hati sekarang saat mendengar suara itu lagi.


"Sakya, hai! Kau datang malam ini?" Sapa Jill yang tiba-tiba sudah menghampiri Sakya yang hanya meringis.


"Hai, Jill!" Ucap Sakya membalas sapaan Jill.


"Pak Dokter, ini bukannya kakak yang waktu itu di bioskop?" Gretha berbisik-bisik pada Sakya.


"Iya," jawab Sakya ikut berbisik juga.


"Kau datang bersama adikmu-"


"Dia istriku!" Sergah Sakya cepat memberitahu Jill yang malah terkekeh.


"Ya, aku lupa! Tapi dia lebih cocok jadi adikmu, Sakya! Seharusnya kau menikah dengan wanita yang lebih dewasa," pendapat Jill sok tahu.

__ADS_1


"Gretha udah dewasa, kok, Mbak!" Sergah Gretha menanggapi perkataan Jill barusan.


"Kamu panggil aku apa?"


"Mbak."


"Eh, salah, ya, Pak Dokter?" Gretha sudah menggenggam erat tangan Sakya berjaga-jaga kalau Jill mengamuk.


"Mbak! Kamu pikir aku pembantu? Aku Jillian Peyton! Putri pemilik hotel ini! Bisa-bisanya kamu memanggilku Mbak!" Jill mendelik-delik pada Gretha.


"Iya, Gretha kan nggak tahu." Cicit Gretha seraya bersembunyi di dalam dekapan Sakya.


"Jill, kau sedang-" Jack menyebalkan tiba-tiba sudah ikut menghampiri Sakya juga.


Double sialan!


"Hai, Calon ipar!" Sapa Jack lebay pada Sakya yang hanya mendengus.


"Kau datang bersama siapa, Sak? Adikmu?" Tanya Jack seraya menunjuk ke arah Gretha yang masih menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan Sakya.


"Bukan, dia istriku!"


"Iya, kan, Sayang?" Sakya mengusap lembut wajah Gretha yang akhimau menunjukkan wajahnya pada Jack dan Jill.


"Dia? Istrimu?" Jack tiba-tiba malah tergelak saat melihat wajah Gretha terlebih saat Sakya memperkenalkan Gretha sebagai istri.


"Dia lebih mirip anak SMA, Sakya! Are you kidding?" Jack terus saja tergelak dan Gretha benar-benar bingung sekarang.


"Gretha memang baru lulus SMA, Bang!" Ucap Gretha polos yang langsung membuat Jack terkaget-kaget.


"Istrimu baru lulus SMA, Sakya?" Jack menatap tak percaya pada Sakya.


"Ya! Dia baru lulus SMA. Apa ada masalah?" Jawab Sakya sesantai mungkin.


"Aku juga tidak paham.dengan selera Sakya sekarang. Padahal dia sangat bisa menikah dengan seorang wanita dewasa dan bukan bocah ingusan begini," ujar Jill pada Jack, sebelum wanita itu berlalu pergi.


"Aku rasa Sakya trauma karena kau putuskan waktu itu, Jill! Makanya dia lalu memilih menikah dengan bocah," pendapat Jack yang tentu saja turut di dengar oleh Gretha.


"Ini sama sekali tak ada hubungannya, Jack!" Sergah Sakya merasa tak terima dengan tuduhan Jack.


"Aku menikahi Gretha karena memang aku mencintainya!" Ucap Sakya lagi tegas


"Bullsh*t! Kau hanya bucin pada Jill sejak dulu! Jadi aku yakin kalau gadis bocah ini hanya pelarian semata," ujar Jack lagi yang kembali harus membuat Sakya mendengus kesal. Sakya akhirnya menarik tangan Gretha dan mengajak istrinya itu untuk pergi dari hadapan Jack.


Dasar Jack sialan!


.


.


.


Mohon maaf kalau sebelumnya ada kesalahan di bab 50-52.


Aplikasinya sedang eror dan tadi sudah diperbaiki.


Bisa dibaca ulang lagi bab 50-52


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2