Pak Dokter Kesayangan Gretha

Pak Dokter Kesayangan Gretha
PULANG BARENG


__ADS_3

"Gretha, ayo pulang!" Ajak Dad Matthew sekali lagi pada Gretha yang terus saja bergelayut pada Sakya.


Sakya sendiri hanya bisa garuk-garuk kepala melihat tingkah polah Gretha yang mendadak jadi agak bucin begini. Padahal saat pertemuan pertama mereka tiga hari yang lalu, Gretha masih sok jual mahal pada Sakya.


Dasar gadis labil dan aneh!


Dan gadis ini yang nantinya akan menjadi istri Sakya.


Konyol!


Kenapa nasib Sakya bisa semelenceng ini dari ekspetasi?


"Sebentar, Dad!"


"Nanti Gretha pulang sama Pak Dokter saja boleh, kan?" Cerus Gretha tiba-tiba yang langsung membuat Dad Matthew menggeram dan hendak marah. Namun sentakan tangan dari Mom Melody dengan cepat meredam amarah dad kandung Gretha tersebut.


"Mungkin bawaan bayi, Matt! Sudah biarkan saja!"


"Toh besok mereka juga sudah sah," bisik Mom Melody seraya menatap tegas pada sang suami.


"Bawaan bayi terus! Belum tentu juga Gretha itu hamil!" Geram Dad Matthew akhirnya tak tahan lagi.


"Tapi Gretha dan Sakya sudah melakukannya!" Mom Melody tetap keras kepala dan mengajak sang suami untuk berdebat meskipun sembari bisik-bisik.


"Baru satu kali! Belum tentu jadi-"


"Kau sendiri dulu juga hanya satu kali dan lihat hasilnya!" Mom Melody mengendikkan dagunya dengan geregetan ke arah Gretha yang merupakan hasil tembakan satu kali Dad Matthew ke rahim Mom Melody.


Iya, hanya satu kali dan langsung menjadi Gretha!


Jadi tak usah menyepelekan satu kali atau dua kali atau tiga kali!


Dad Matthew langsung bungkam dan memilih untuk tak melanjutkan perdebatannya versama sang istri. Bisa-bisa Mom Melody juga akan menguliti masa lalu brengsek Dad Matthew setelah ini jika pria paruh baya itu masih terus menjawab.


"Sakya, kau sydah selesai yang fitting jas pengantin, kan? Kau sudah bisa melepasnya-"


"Sebentar, Aunty!" Sela Gretha memotong kalimat Mami Thalita.


"Ada apa lagi, Gre?" Tanya Mom Melody dan Mami Thalita serempak.


"Gretha boleh pake gaunnya Gretha tadi lagi, tidak? Gretha mau foto sama Pak Dokter!" Pinta Gretha seraya menatap bergantian pada Mami Thalita dan Mom Melody.


"Tapi besok kan kalian sudah memakai baju itu! Besok saja sekalian fotonya, Gretha!" Sergah Dad Matthew kembali emosi dengan permintaan sang putri yang semakin aneh-aneh.


"Dad! Kenapa Dad bentak-bentak Gretha begitu? Gretha kan cuma mau foto sama Pak Dokter," cebik Gretha dengan mimik wajah hampir menangis.


"Matthew!" Geram Mom Melody pada sang suami sebelum kemudian wanifa paruh baya itu menghampiri Gretha dan memeluk sang putri.


Sakya yang sejak tadi berdiri di samping Gretha malah hanya garuk-garuk kepala, dan sesekali bertukar pandang dengan Mami Thalita serta Aunty Audrey.


"Gretha boleh pake gaun Gretha lagi, kan, Mom?" Tanya Gretha yang masih mencebik pada Mom Melody.


"Tapi gaunnya kan sudah dilipat dan siap dibawa, Gre!"


"Besok saja foto sama Sakya-nya, ya!" Jawab Mom Melody sedikit membujuk sang putri.

__ADS_1


"Tapi nanti Gretha nggak punya foto yang dipajang di acara pernikahan itu. Apa namanya..." Gretha terlihat mengingat-ingat.


"Foto prewedding!" Gumam Sakya yang langsung membuat Gretha bersorak.


"Iya, itu!" Gretha sudah kembali menghampiri Sakya dan bergelayut manja pada Sakya yang langsung meringis bingung.


Bingung pada tingkah polah Gretha yang polos-polos menggemaskan ini!


"Bagaimana kalau fotonya pakai gaun lain saja?" Usul pemilik butik yang sejak yadi menyimak obrolan rumit dua keluarga yang besok akan menggelar acara pernikahan mendadak tersebut.


"Gaun lain?" Mom Melody langsung mengernyit, dan pemilik butik tadi segera mengambil beberapa gaun berpotongan pendek.


"Gretha kan sepertinya cheerful, ya? Jadi pas sepertinya pakai gaun berpotingan pendek begini," tukas pemilik butik seraya menunjukkan gaun di tangannya pada Gretha, Mom Melody, dan Mami Thalita.


"Apa nggak malah kelihatan seperti anak kecil, Aunty?" Tanya Sakya yang langsung mendapat sahutan ketus dari Dad Matthew.


"Gretha itu memang masih kecil! Kau saja yang tak tahu diri dan memacari gadis sekecil Gretha-"


"Dad! Gretha udah gede!" Gretha menghentakkan satu kakinya dan kembali merengut pada Dad Matthew.


"Noah itu yang masih kecil! Gretha itu udah gede! Udah kakak!" Cerocos Gretha lagi yang mearsa tak terima disebut anak kecil oleh sang Dad.


"Apaan bawa-bawa Noah?" Cibir Noah yang sejak tadi sibuk mengutak-atik ponselnya sembari duduk di sofa yang berada di dalam butik.


"Iya, kamu memang sudah jadi kakak, Gre! Tapi kamu itu tetap putri kecil Dad-"


"Ish! Jangan menyebut Gretha putri kecil atau anak kecil lagi, Dad! Gretha ini udah besar!"


"Udah delapan belas tahun!" Sergah Gretha yang terlihat semakin marah pada Dad Matthew.


Hahaha!


"Sudah, Matt! Kamu bisa diam saja dan duduk di sana bersama Noah!" Mom Melody menengahi perdebatan dan menyuruh Dad Matthew agar duduk di sofa bersama Noah. Telunjuk Mom Melody bahkan sudah menunjuk ke arah sofa.


"Tapi, Mel-"


"Duduk saja! Perasaan sejak kamu datang, semua hal malah jadi rumit!" Omel Mom Melody yang akhirnya tak bisa membuat Dad Matthew berkutik lagi.


"Payah!" Gumam Sakya dalam hati. Padahal Dad Matthew selalu saja terlihat garang pada Sakya. Tapi di depan Mom Melody, Dad Matthew seketika seperti kerupuk disiram air.


Melempem!


"Jadi kamu maunya pakai gaun yang mana, Gre?" Tanya Aunty Audrey pada Gretha yang masih menggamit lengan Sakya.


"Yang ini, Aunty! Cantik!" Jawab Gretha seraya mengambil satu gaun dengan potongan halter neck.


"Cantik, kan, Pak Dokter?" Gretha meminta pendapat Sakya yang langsung mengangguk.


"Gretha ganti baju dulu, nanti kita foto bareng, Pak Dokter!"


"Pak Dokter jangan kemana-mana dulu, ya!" Pesan Gretha sebelum gadis itu masuk ke kamar pas.


"Iya, memangnya aku mau kemana, Gre?" Gumam Sakya yang harus kembali garuk-garuk kepala.


****

__ADS_1


"Noah!" Panggil Dad Matthew seraya memberikan kunci mobil pada putra bungsunya tersebut.


"Noah yang menyetir, Dad?" Tanya Noah bingung.


"Ya! Kau juga pukang sendiri! Dad dan Mom akan mengawasi kakakmu," tukas Dad Matthew seraya menghampiri Mom Melody yang masih berbincang dengan Mami Thalita.


Sakya memang membawa mobil sendiri ke butik tadi karena pria itu langsung ke butik setelah dari rumah sakit. Dan Gretha bersikeras untuk pulang diantar Sakya. Padahal Gretha sangat bisa naik mobil bersama Dad Matthew, Mom Melody, dan juga Noah.


Apa ini juga bagian dari bawaan bayi seperti kata Mom Melody?


Konyol sekali!


"Kami pulang duluan, Mel! Sampai jumpa di acara besok sore!" Pamit Mami Thalita dan Aunty Audrey akhirnya seraya bercipika-cipiki pada Mom Melody. Dua wanita paruh baya itu akan pulang bersama.


"Bye!" Mom Melody melambaikan tangan ke mobil Aunty Audrey yang sudah melaju pergi. Sementara mobil Sakya yang juga hendak melaju meninggalkan butik, sudah dengan cepat dihentikan oleh Dad Matthew.


"Sakya! Berhenti!"


"Dad! Ada apa lagi? Gretha mau pulang bareng Pak Dokter!" Cebik Gretha yang sudah melongokkan kepalanya keluar dari jendela mobil.


"Mom dan Dad ikut kalian!" Jawab Dad Matthew yang sudah dengan cepat meraih tangan Mom Melody, lalu membukakan pintu belakang mobil Sakya untuk istrinya tersebut.


"Kita tidak pulang naik mobilmu?" Mom Melody terlihat bingung.


"Mobilku sudah dibawa Noah tadi! Katanya Noah mau ada acara bersama temannya," jelas Dad Matthew sedikit berdusta. Dad Matthew sudah menyusul masuk ke dalam mobil, dan kini pria paruh baya itu duduk di jok belakang bersama Mom Melody.


Sakya mendadak jadi grogi karena sang calon mertua yang garang menumpang di mobilnya sekarang.


Apa Dad Matthew sengaja mau mengawasi Sakya dan Gretha?


Atau mungkin Dad kandung dari Gretha ini takut kalau-kalau tragedi mobil goyang antara Sakya dan Gretha kembali terulang?


Haish!


Padahal mobil Sakya goyang-goyang kala itu karena Gretha yang hampir mencekik Sakya. Meskipun imut dan kecil, ternyata tenaga Gretha barbar juga!


"Sakya! Kau mau melamun sampai kapan? Sampai besok pagi?" Tegur Dad Matthew yang langsung membuat lamunan Sakya buyar seketika.


"Hihihi, ayo jalan, Pak Dokter! Tidak usah grogi hanya karena ada Dad di belakang!" Kikik Gretha yang sudah mengusap lengan Sakya yang memang sedikit grogi sekarang.


Dad Matthew langsung bergerak cepat untuk menyingkirkan tangan Gretha dari lengan Sakya.


"Tidak usah genit dan mencari-cari kesempatan, Sakya!" Tegur Dad Matthew pada Sakya yang sedang fokus ke jalan di depannya.


Padahal yang memegang dan mengusap tangan Sakya kan Gretha sendiri! Inisiatif Gretha sendiri! Lalu kenapa jadi Sakya yang disalahkan?


Dasar Calon Dad mertua menyebalkan!


Apa bisa ditukar tambah saja calon Dad Mertua Sakya ini agar tak lagi menyebalkan?


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2