
Sakya tiba di kediaman Abraham, saat jam di arlojinya menunjukkan hampir pukul empat sore. Sakya bergegas turun dan tak sabar untuk segera menyapa Gretha yang tadi mengiriminya pesan, saat Sakya baru akan pulang. Gretha mungkin sudah siap-siap sekarang karena Sakya memang sudah janji untuk mengajak istrinya itu jalan-jalan.
"Sudah pulang? Gretha mana?" Sambut Mami Thalita saat Sakya baru masuk ke rumah.
"Gretha? Bukannya Gretha di rumah, Mi?" Sakya balik bertanya bingung.
"Gretha tadi pamit ke rumah sakit, katanya mau menjemput sekalian mengagetkanmu," cerita Mami Thalita yang langsung membuat Sakya terdiam.
Sakya buru-buru merogoh ponselnya yang berada di saku, lalu menghubungi nomor Gretha.
Awalnya tersambung, namun langsung ditolak. Dan setelah itu, nomor tak aktif lagi.
Ya ampun!
Gretha kemana?
Jangan sampai Gretha tadi benar-benar ke rumah sakit lalu melihat Sakya yang tadi pulang bersama Jill dan Jack.
"Jadinya, kamu tadi ketemu Gretha di rumah sakit atau tidak, Sakya?" Tanya Mami Thalita yang langsung membuyarkan lamunan Sakya.
"Ti-tidak, Mi!"
"Mungkin Gretha ke rumah Mommy-nya." Ucap Sakya yang langsung tergesa dan kembali ke mobilnya. Tak berselang lama, mobil Sakya sudah meluncur meninggalkan kediaman Abraham, meninggalkan Mami Thalita yang hanya menatap bingung pada sang putra yang tampak buru-buru.
****
"Ish! Pak Dokter jahat!" Gretha melempar ponselnya karena kesal, melihat foto-foto mesra Sakya dan Jill di dalam mobil.
Gretha tidak tahu siapa yang mengirimkan foto-foto itu ke ponselnya, tapi melihatnya saja sudah membuat emosi sekarang.
"Kemarin pas disuruh balikan sama Mbak Jill aja bilang nggak mau, bilang udah nggak cinta!"
"Tapi endingnya malah selingkuh di belakang aku!" Gretha tak berhenti menggerutu sambil tangannya merem*s-rem*s guling di pangkuannya demi meluapkan emosi.
"Gretha!" Suara Sakya bersamaan dengan pintu kamar yang sudah menjeblak terbuka, refleks membuat Gretha menoleh ke arah pintu. Namun sedetik kemudian, Gretha langsung buang muka dan merasa malas bertatapan dengan Sakya.
"Gre, kamu tadi ke rumah sakit?" Tanya Sakya seraya menghampiri Gretha yang langsung memunggungi Sakya.
"Enggak!" Jawab Gretha ketus.
"Yang tadi kamu lihat-"
"Gretha nggak lihat apa-apa!" Sergah Gretha menyela kalimat Sakya.
"Gretha," Sakya sudah naik ke atas tempat tidur, lalu mendekap tubuh mungil Gretha.
"Pak Dokter, kalau memang masih cinta sama mbak Jill dan mau balikan lagi silahkan!"
"Gretha ikhlas!" Cerocos Gretha tiba-tiba sambil tak berhenti menyentak dekapan Sakya.
"Siapa yang mau balikan, Gre-"
__ADS_1
"Nggak usah bohong-bohong terus, Pak Dokter!" Sergah Gretha lagi.
"Tapi aku tidak pernah ada niatan untuk balikan sama Jill, Gre!"
"Sumpah!" Sakya mengangkat satu tangannya agar Gretha percaya.
"Nggak ada niat balikan tapi mesra-mesraan di dalam mobil! Rangkul-rangkulan. Peluk-pelukan!" Cerocos Gretha yang tiba-tiba sudah berurai airmata.
"Memangnya Pak Dokter pikir Gretha ini nggak tahu?"
"Gretha tahu semuanya! Pak Dokter masih cinta kan sama Mbak Jill?"
"Udah baliakn sana!" Gretha mendorong-dorong tubuh Sakya agar menjauhinya.
"Gretha, dengarkan dulu-"
"Gretha nggak mau dengar!" Sela Gretha seraya menutup kedua telinganya.
"Pak Dokter jahat!" Marah Gretha lagi seraya mendelik pada Sakya.
"Gretha." Sakya akhirnya kembali menghampiri Gretha, lalu mendekap paksa tubuh istrinya tersebut.
"Gretha nggak mau! Lepas!" Gretha terus memberontak dan meronta-ronta. Namun Sakya tetap pantang menyerah dan mendekap erat tubuh Gretha.
"Lepas!" Teriak Gretha lagi tetap meronta-ronta.
"Nggak akan kulepas, sebelum kamu dengerin penjelasan aku."
"Gretha nggak mau dengar!"
"Lepas, Pak Dokter!"
"Gretha nggak mau-"
"Sakya!" Teriakan Dad Matthew yang menggelegar, langsung membuat Sakya refleks melepaskan dekapannya pada Gretha.
Sial!
Padahal pas Sakya datang tadi Dad Matthew dan Mom Melody tidak di rumah dan kata maid sedang keluar. Lalu kenapa mereka cepat sekali pulang?
"Minggir, menjauh, dan jaga jarak dari Gretha!" Dad Matthew segera menjauhkan Sakya dari Gretha yang kini merengut.
"Gretha sudah bilang tidak mau dan kau masih ingin memaksanya! Kau mau memperkosa putriku, hah?" Omel Dad Matthew berapi-api pada Sakya.
Ya ampun!
Sepertinya Dad Matthew baru saja salah sangka dan mengira kalau Sakya hendak memaksa Gretha untuk melakukan hubungan suami istri.
"Sakya benar-benar tak bermaksud, Dad!" Ucap Sakya menatap Dad Matthew penuh sesal.
Tapi memang lebih baik kalau Dad Matthew tahunya Gretha marah karena dipaksa melakukan hubungan suami istri oleh Sakya.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" Tanya Dad Matthew yang kini sudah menghampiri Gretha yang masih merengut.
"Pak Dokter jahat, Dad!" Adu Gretha pada Dad Matthew.
"Dad akan menghukumnya nanti," janji Dad Matthew pada sang putri.
"Kau tadi sudah makan?" Tanya Dad Matthew lagi dan Gretha langsung menggeleng.
"Ayo makan ke bawah. Mau Dad suapi?" Tawar Dad Matthew perhatian. Gretha langsung mengangguk dengan ajakan dan tawaran sang dad.
"Gendong juga, Dad!" Rengek Gretha manja.
"Gretha, biar aku yang menggendong kamu, ya!" Ujar Sakya cepat yang sontak berhadiah delikan dari Gretha.
"Dad baru sembuh punggungnya. Nanti kalau Dad menggendong kamu, trus punggungnya kambuh lagi bagaimana?" Terang Sakya lagi mengingatkan Gretha.
"Ck! Dad tidak selemah itu, Sakya!" Sergah Dad Matthew merasa tak terima dengan kata-kata Sakya. Dad Matthew lalu mengambil ancang-ancang dan bersiap menggendong Gretha manja.
"Hati-hati, Dad!" Sakya bergerak cepat untuk membantu Dad Matthew.
"Minggir kamu! Dad bisa sendiri!" Dad Matthew sudah mendelik pada Sakya sekarang. Dan Gretha masih merengut, meskipun tangan dan kakinya lincah sekali bergelayut pada Dad Matthew.
Sekarang, Sakya yang merasa was-was disini! Was-was kalau punggung dan pinggang Dad Matthew kambuh lagi.
"Satu..." Dad Matthew mulai menghitung mundur sembari mengambil ancang-ancang untuk menggendong Gretha.
"Dua..."
"Ti-"
"Gretha jalan sendiri saja, Dad!" Sergah Gretha tiba-tiba seraya bangkit berdiri dan batal minya gendong pada Dad Matthew.
Namun Gretha baru beberapa detik berdiri, saat tubub mungil itu tiba-tiba limbung ke depan, lalu....
"Bruuk!" Gretha nendadak jatuh pingsan di dekat ranjangnya.
"Gretha!" Pekik Sakya dan Dad Matthew bersamaan.
Sakya buru-buru mengangkat tubuh Gretha, lalu membaringkannya ke atas tempat tidur.
"Lihat yang sudah kau lakukan! Gretha sampai pingsan begini!" Cerocos Dad Matthew yang bisa-bisanya masih menyalahkan Sakya.
Namun Sakya tak tak menggubris omelan Dad Matthew dan pria itu segera memberikan pertolongan untuk Gretha yang tiba-tiba pingsan.
Gretha kenapa?
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.