
"Hubunganmu dengan Armando bagaimana, Zel? Pria itu sudah melamarmu?" Tanya Papi Zayn setelah mobil melaju meninggalkan kediaman Orlando. Sakya sudah menggantikan Zeline untuk duduk di kursi kemudi. Sementara Papi Zayn duduk di sebelah Sakya, dan dua ratu di keluarga Abraham duduk di jok belakang.
"Hubungan Zeline dan Armando baik-baik saja, Pi! Kenapa mendadak bertanya? Bukankah yang mau menikah Sakya?" Cerocos Zeline menjawab pertanyaan Papi Zayn.
"Armando sudah melamarmu?" Papi Zayn mengulangi pertanyaannya yang kedua paad Zeline.
"Belum. Kami masih masa penjajakan!" Jawab Zeline beralasan.
"Dan Armando juga masih fokus pada kariernya," imbuh Zeline lagi.
"Mau penjajakan sampai kapan, Zel? Kau dan Armando sudah berpacaran lebih dari lima tahun!" Sergah Mami Thalita yang langsung membuat Zeline merengut.
"Dulu bilangnya sampai Armando lulus kuliah. Tapi sampai sekarang kenapa masih penjajakan terus?" Cecar Mami Thalita lagi.
"Iya memang masalahnya apa kalau penjajakannya lama, Mi? Menikah tidak harus buru-buru! Toh Zeline tidak melakukan kenakalan dan berpacaran mode sehat bersama Armando! Tidak seperti yang duduk di depan itu!"
"Tu tu!" Zeline mencibir-cibirkan bibirnya ke arah Sakya.
"Papi maunya kau dan Armando menggelar pernikahan bersama Sakya lusa," ujar Papi Zayn yang sontak langsung membuat Zeline terlonjak dan kepala kakak kandung Sakya itu membentur atap mobil.
Mobil sampai sedikit oleng akibat terkena sundulan gajah!
"Tidak, Pi!" Tolak Zeline cepat.
"Zeline tidak hamil diluar nikah! Kenapa harus buru-buru menikah, sih?"
"Armando juga pasti akan langsung menolak!" Cerocos Zeline mengungkapkan sejuta alasan untuk menolak usulan konyol Papi Zayn.
"Berarti pacar Kak Zeline itu tidak serius, dong! Masa disuruh nikah cepat-cepat malah menolak," Celetuk Sakya yang langsung berhadiah toyoran di kepala dari Zeline.
"Tentu saja serius!"
"Kami hanya tak maj menikah buru-buru! Menikah juga butuh perencanaan matang!" Sergah Zeline lagi beralasan.
"Tapi Papi maunya, kau juga secepatnya menikah agar tak jadi omongan, Zel! Sakya kan adik kamu dan lusa ia sudah menikah dengan Gretha!"
"Sedangkan kau yang kakak perempuannya malah belum menikah." Papi Zayn tak mau kalah berdebat dengan Zeline.
"Agar tidak ada acara langkah-melangkahi, Zel!" Timpal Mami Thalita yang ternyata mendukung usulan Papi Zayn
"Ck!"
"Zeline masih belum mau menikah, Mi, Pi!" Sergah Zeline tetap keras kepala.
"Dan lagi, Zeline ikhlas kok dilangkahi Sakya!" Sambung Zeline lagi.
"Kenapa juga harus memikirkan omongan orang!" Tukas Zeline dengan nada ketus.
"Modus biar bisa minta hadiah langkahan dari Sakya," cibir Sakya dari kursi kemudi.
"Mana ada!" Sanggah Zeline yang kembali menoyor kepala Sakya.
__ADS_1
"Menikah dulu, resepsinya belakangan, Zel!" Papi Zayn masih keras kepala meminta pada Zeline.
"Besok Papi akan bicara pada Armando-"
"Armando sesang di luar kota, Pi!" Sela Zeline cepat.
"Oh, ya! Sayang sekali," papi Zayn bergumam kecewa.
"Pernikahan Sakya saja yang diundur, Pi," usul Sakya yang malah berhadiah delikan dari Papi Zayn.
"Kau mau dapat bogem mentah lagi dari Uncle Matt?" Sergah Papi Zayn dengan nada meninggi.
"Tidak, Pi! Sudah babak belur begini," jawab Sakya seraya merengut.
"Syukurin!" Celetuk Zeline dari jok belakang yang sepertinya suka sekali melihat Sakya babak belur.
"Makanya, lain kali kalau pacaran itu mode sehat seperti aku dan Armand, Sak!" Seloroh Zeline lagi.
"Pacaran bertahun-tahun itu sebenarnya juga tidak sehat, Zel! Mami jadi bertanya-tanya tentang keseriusan Armando." Sahut Mami Thalita yang langsung membuat Sakya terkekeh.
"Armando serius, Mi!" Ucap Zeline penuh keyakinan.
"Nanti pulang dari luar kota, langsung Kak Zeline suruh melamar ke rumah kalau memang serius," ujar Sakya memberikan saran untuk Zeline.
"Tidak usah mengatur-atur!" Sahut Zeline ketus.
Mobil sudah tiba di kediaman Abraham. Semua anggota keluarga Abraham tersebut langsung turun dan masuk ke rumah.
"Apa, ya?" Zeline tampak berpikir cukup lama. Sementara Mami Thalita dan Papi Zayn sudah masuk duluan ke dalam rumah.
"Aku belum mau apapun saat ini." Jawab Zeline akhirnya yang langsung membuat Sakya berdecak.
"Nanti saja kapan-kapan kalau aku butuh tiket liburan bersama Armando, mungkin kau bisa mengurusnya," lanjut Zel lagi sebelum gadis itu berlalu dari hadapan Sakya dan masuk ke dalam rumah untuk beristirahat. Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam.
****
"Pak Dokter!"
"Iya!"
"Kita sudah menikah, ya?" Tanya Gretha seraya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.
"Iya."
"Trus, apa kita udah bisa bobok bareng nanti?" Tanya Gretha lagi yang kali ini sudah ganti menggamit lengan Sakya.
"Bisa. Tentu saja bisa!"
"Nanti sekalian aku buat kamu jadi tidak perawan lagi," ujar Sakya yang langsung membuat Gretha menganga.
"Hah? Tapi kan Gretha udah putus sama Uan, Pak Dokter! Jadi Gretha nggak usah itu lagi!" Gretha memainkan kedua jari telunjuknya seperti biasa.
__ADS_1
"Iya tapi kan kita sudah menikah, Gre! Jadi wajib itu," terang Sakya yang sudah mengerling nakal pada Gretha.
"Wajib?"
"Sakit, nggak?" Tanya Gretha khawatir.
"Enggak!" Jawab Sakya seraya mengul*m senyum.
"Benar nggak sakit?" Gretha masih khawatir.
"Iya, benar!"
"Gretha takut, Pak Dokter!" Bibir Gretha terlihat mengerucut.
"Nggak akan sakit! Kan nanti pemanasan dulu..." Sakya mendekatkan wajahnya ke wajah Gretha. Gadis remaja yang kini sudah berstatus sebagai istri Sakya tersebut tampak mematung dan perlahan wajahnya memerah.
"Pak Dokter mau apa?" Cicit Gretha sedikit beringsut mundur.
"Pemanasan."
"Pak Dokter..."
"Sakya!" Sebuah gertakan sontak menghentikan tindakan Sakya. Pria itu menoleh ke balik punggungnya, dan entah sejak kapan, sudah ada Dad Matthew di sana.
"Jangan macam-macam pada Gretha!"
"Dia masih kecil!"
"Tapi, Dad. Gretha istri-"
"Sakya!" Gertak Dad Matthew galak yang sontak membuat Sakya diam.
"Sakya!"
"Sakya bangun!"
Sakya terlonjak dan saat itulah, nyawa Sakya seolah baru saja terkumpul. Gretha sudah tidak ada dan sekarang malah ada Mami Thalita yang berdiri di depan Sakya dan sepertinya baru saja membangunkan Sakya.
Jadi,
Apa Sakya baru saja bermimpi tadi?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
__ADS_1